Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 139. Kekesalan Calissa


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 138


...•...


...•...


Tio dan Jaber alias kedua bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga Cahaya dari Topan, kini telah pulang kembali ke rumah majikannya setelah selesai mengantarkan Cahaya ke sekolahnya.


Mereka duduk di teras depan rumah sembari mengipas-ngipaskan tubuh mereka yang berkeringat karena letih dengan tangan masing-masing.


Tak berselang lama, bik Minah yang bekerja disana muncul membawakan kopi serta pisang goreng untuk mereka sebagai sarapan pagi, bik Minah pun meletakkan semua itu di atas meja lalu meminta kepada keduanya untuk segera menikmati itu.


"Silahkan diminum, pak Tio, pak Jaber!" ucap Minah.


"Makasih banyak ya, bik!" ucap Tio.


"Iya, sama-sama. Saya mau balik dulu ke dapur ya? Silahkan dimakan sama diminum aja itu kopi sama pisang gorengnya! Kalo kurang tinggal ambil di dapur, masih banyak!" ucap bik Minah.


"Siap, bik Minah!" ucap Tio yang langsung menyomot sebuah pisang goreng dari piring lalu melahapnya.


Setelahnya, bik Minah pun kembali ke dapur melanjutkan pekerjaan yang harus ia lakukan.


Sementara kedua bodyguard kekar itu langsung bergerak menikmati hidangan yang disediakan bik Minah untuk mereka berdua, mereka menyeruput kopi sembari melahap pisang goreng disana.


Disaat mereka sedang asyik menikmati kopi serta pisang goreng itu, tiba-tiba saja Calissa alias majikan mereka muncul dari dalam rumah lalu menghampiri mereka berdua dengan pakaian rapih yang ia kenakan.


"Heh!" ucap Calissa menegur keduanya.


Sontak baik Tio maupun Jaber langsung berhenti makan untuk sejenak, lalu menoleh ke arah Calissa dan bertanya ada apa.


^^^"Iya nyonya, ada apa?" tanya Tio.^^^

__ADS_1


"Tadi di sekolah, Cahaya ketemu lagi gak sama Topan?" ucap Calissa penasaran.


"Eee ketemu, nyonya." ucap Tio agak gugup.


"Hah? Terus gimana? Apa kalian udah usir si Topan dan jauhin dia dari Cahaya?" tanya Calissa yang sangat penasaran.


"Sudah nyonya, tapi...." jawab Tio menggantung.


"Tapi apa? Kalian gagal, iya?" tanya Calissa lagi.


Tio melirik ke arah Jaber bermaksud meminta pada rekannya itu untuk gantian menjawab pertanyaan dari Calissa.


"Bukan gagal, nyonya. Tapi, non Aya justru bela si Topan itu dan suruh kami pergi dari sana." jawab Jaber.


"Apa? Ya ampun, terus kalian nurut aja gitu sama kata-kata Cahaya?" ujar Calissa nampak emosi.


Tio dan Jaber hanya mengangguk pelan tanpa berbicara apa-apa.


"Aaarrgghh!! Dasar gak becus!" Calissa kesal pada kinerja dua bodyguard itu, bahkan ia sampai menjambak rambutnya sendiri dan menghentakkan kakinya ke lantai untuk melampiaskan emosinya.


Akhirnya Calissa pergi begitu saja meninggalkan keduanya yang masih terbengong disana, Calissa sudah tidak kuat lagi untuk meladeni mereka.


"Gak tau, lagian lu kenapa gak bilang ke Bu Lisa kalo Topan itu pemilik sekolah non Aya?" ujar Tio.


"Ya gue mana kepikiran, bro? Lu sendiri kenapa kagak jawab begitu tadi? Malah nyuruh gue yang jawab, giliran Bu Lisa marah sekarang nyalahin gue!" ucap Jaber.


"Ah dasar gak becus lu!" ujar Tio juga emosi.


Tio menenggak habis kopinya, lalu bangkit dan meninggalkan Jaber disana dengan perasaan kesal sembari melahap sebuah pisang goreng di tangannya karena biarpun kesal, namun suara perutnya tidak bisa ditahan lagi.




Calissa yang sedang kesal, kini masuk ke mobilnya seorang diri dan langsung mengemudi tanpa meminta pada supir yang biasa mengantarnya untuk menemaninya saat ini, mungkin karena Calissa sedang ingin meluapkan kekesalan dalam tubuhnya.


Calissa memacu mobilnya dengan kecepatan lumayan, keluar dari gerbang rumahnya menuju tempat ia akan menjalani pemotretan hari ini.


Sepanjang jalan, Calissa terus saja memikirkan bagaimana cara untuk bisa memastikan jika Cahaya pisah dari Topan dan mereka berdua tak akan bertemu kembali walau sedetikpun.

__ADS_1


"Gue harus bisa pisahin mereka! Gue gak mau Topan jadian sama cewek blangsak itu!" gumamnya.


Calissa menambah kecepatan mobilnya menandakan kalau saat ini ia sedang benar-benar emosi pada kelalaian dua bodyguard yang ditugaskan untuk menjauhkan Cahaya dari Topan.


Ciitttt....


Calissa terpaksa harus menginjak pedal rem secara mendadak, lantaran ia hampir saja menabrak seorang pria yang hendak menyeberang jalan di depannya, syukurlah ia berhasil berhenti tepat waktu dan tidak sama sekali membuat orang itu terluka.


"Heh, gimana sih bawa mobilnya? Ini jalan raya umum, kalo mau kebut-kebutan di sirkuit sana!" pria itu emosi pada Calissa.


Calissa yang juga sedang panas tak terima dibentak dan disalahkan seperti itu, karena menurutnya dalam hal ini bukan hanya ia yang salah melainkan mereka berdua juga sama-sama salah.


"Enak banget lu ngomong gitu! Jelas-jelas lu yang salah, ngapain lu nyebrang dadakan begitu? Gak lihat kanan-kiri lagi!" ujar Calissa.


"Kok lu nyolot? Udah salah bukannya minta maaf malah balik marah-marah! Jangan mentang-mentang orang kaya lu bisa seenak jidat di jalan!" ujar pria itu makin emosi pada Calissa.


Bughh...


"Wuu dasar orang aneh!" ujar pria itu sembari menendang badan mobil Calissa lalu pergi begitu saja.


"Heh, kurang ajar lu ya! Berani banget nendang mobil gue! Ini mobil mahal tau, harga diri lu aja gak sebanding sama mobil ini!" teriak Calissa emosi.


Calissa yang kesal coba keluar untuk mengecek kondisi mobilnya, ternyata ada bekas lecet sedikit akibat tendangan keras dari si pria tadi pada bagian bawah badan mobilnya itu.


"Aduh, lecet kan. Dasar tuh cowok brengsek!" umpatnya kesal.


Akhirnya Calissa masuk kembali ke dalam mobil lalu bergegas pergi menuju bengkel terdekat untuk memoles baret di mobilnya itu, tentu ia akan merasa malu jika sampai teman-teman modelnya tau kalau mobil miliknya itu terkena baret walau sedikit.


Singkat cerita, Calissa berhasil menemukan bengkel yang menurutnya cukup mewah dan pantas untuk ia membenarkan mobilnya disana.


Calissa pun membawa mobilnya masuk ke dalam bengkel itu, lalu meminta pada pekerja disana untuk memoles bagian mobilnya yang lecet dan menunggu beberapa saat sembari duduk pada kursi yang tersedia disana.


Calissa duduk di samping seorang wanita yang sedang asyik bermain ponsel dengan wajah cemberut, Calissa juga tak kalah cemberutnya dari wanita tersebut karena ia juga tengah merasa jengkel pada banyak orang sekaligus saat ini.


"Huft, gara-gara mobil mogok jadi gagal deh ketemu ayang Topan di jalan!" ujar wanita di samping Calissa.


Sontak Calissa terkejut saat mendengar wanita di sampingnya menyebutkan nama Topan, ia langsung menoleh karena penasaran kemudian coba bertanya langsung pada wanita tersebut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2