
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 183
...•...
...•...
Keesokan harinya, Cahaya dan papanya telah bersiap untuk pergi ke makam almarhumah mamanya yang memang sudah lama mereka berdua tidak datangi sejak terakhir kali saat pemakaman. Apalagi Hendra selama ini memang lebih sibuk dan fokus pada istri mudanya yakni Calissa, sehingga ia tidak ingat lagi kepada almarhumah mantan istrinya itu.
Keduanya kini sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat makam Linda alias ibu dari Cahaya yang meninggal karena penyakit jantung, bahkan Cahaya juga sudah rapih dengan pakaian tertutup disertai kerudung hitam selaras dengan baju yang ia kenakan saat ini, hanya saja Cahaya tampaknya masih menunggu kedatangan dari seseorang.
"Aya, kamu nungguin siapa sih?" tanya Hendra kebingungan saat melihat putrinya celingak-celinguk.
"Eee enggak kok, pah. Aku cuma penasaran aja Topan udah sampe mana, soalnya dia gak ada kabar." jawab Cahaya.
"Oalah, emang kamu ajak Topan juga?" tanya Hendra.
"Eee iya, pah. Maaf ya, aku gak bilang dulu sama papa kemarin kalo aku mau ajak Topan buat ikut ke makam mama hari ini! Soalnya semalam kan papa serius banget nonton tv nya, aku mau ngomong jadi gak enak takut ganggu." ucap Cahaya.
"Hahaha, iya gapapa. Yasudah, kita tunggu Topan nya di parkiran aja! Jadi supaya Topan gak perlu repot-repot naik ke atas sini, iya kan?" ucap Hendra.
"Eee iya sih, pah. Tapi, kalo misal kita malah gak ketemu sama Topan gimana?" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Tenang aja! Kan bisa kamu hubungin si Topan, telpon atau sms gitu! Sekarang kan kamu lagi pegang hp nih, gampang kan sayang?" ucap Hendra memberi saran pada putrinya.
"Oh iya ya, aku lupa pah." ujar Cahaya nyengir.
"Ah kamu mah bukan lupa! Tapi, kamu emang lagi kepikiran aja sama Topan. Makanya sekarang kamu jadi gak bisa mikirin yang lain, iya kan?" ledek Hendra sembari mengusap puncak kepala putrinya.
"Eee enggak kok, pah. Aku cuma males aja nungguin si Topan yang lama banget itu, ini udah lumayan lama loh pah kita nungguin dia!" ujar Cahaya.
"Ya sabar! Kan kamu sendiri yang ngajak Topan semalam, mungkin sekarang Topan lagi dandan dulu supaya makin ganteng dan enggak bikin kamu kecewa! Udah, kita tunggu aja sebentar dulu ya!" ucap Hendra sembari memegang pundak Cahaya.
"Iya pah, aku mau ambil minum dulu ya? Papa mau sekalian juga enggak?" ujar Cahaya.
"Gausah, papa kan tadi abis minum. Kamu aja sana, terus jangan lupa balik lagi! Kan kita mau nunggu di depan apartemen," ucap Hendra.
"Iya pah..."
Tliingg...
Disaat Cahaya hendak minum, tiba-tiba ponselnya justru berdering dan membuatnya mengurungkan niat untuk minum karena takut itu pesan penting atau mungkin dari Topan. Ya Cahaya pun meletakkan sejenak gelasnya di meja, lalu membuka isi pesan tersebut dan membacanya agar ia tidak penasaran lagi seperti sekarang ini.
"Topan...??" gumamnya ketika tau yang memberi pesan adalah Topan.
💌Badai Topan : Hai pacar! Aku udah sampe di depan apartemen kamu nih, mana katanya kamu sama papa kamu mau nunggu disini? Kok gak ada sih?
Cahaya langsung gugup sendiri membaca pesan tersebut, ia pun bergegas pergi menemui papanya di depan dan melupakan niatnya tadi.
"Pah, papa..." ujar Cahaya.
"Loh loh, kamu kenapa sih?" tanya Hendra heran.
__ADS_1
"Itu pah, Topan udah sampe di depan. Ayo kita buruan keluar takut dia nunggu lama, nanti malah Topan gak sabar terus pulang deh!" jelas Cahaya dengan nafas tersengal-sengal.
"Hadeh, begitu aja kamu pake lari-lari segala? Udah minum belum kamu tadi?" ucap Hendra.
"Hah? Oh iya, aku lupa pah! Sebentar ya, pah! Aku mau minum dulu." ucap Cahaya.
Cahaya pun berbalik badan dan langsung pergi kembali ke dapur untuk minum, ia tampak heboh sendiri disana bolak-balik ke dapur dan ke depan hanya karena Topan sudah sampai. Padahal Topan sendiri juga tidak masalah bila harus menunggu Cahaya sampai tahun depan sekalipun, karena Topan benar-benar tulus mencintai Cahaya.
Sementara Hendra yang berdiri di depan itu tampak senyum-senyum sendiri sekaligus heran, baru kali ini ia melihat putrinya bertingkah seperti itu sejak mereka tinggal bareng dari waktu Cahaya lahir. Namun, Hendra memaklumi saja karena putrinya sedang dimabuk asmara yakni jatuh cinta pada sosok Topan yang memang tampak dan berkarisma.
❤️
Singkat cerita, kini Cahaya, Topan serta Hendra telah sampai di tempat pemakaman Linda alis mama dari Cahaya yang sudah dimakamkan sekitar beberapa bulan yang lalu disana. Mereka bertiga turun dari mobil secara bersamaan, lalu bergegas masuk ke dalam kuburan tersebut dan tak lupa mereka berdoa lebih dahulu sebelum memasuki area makam.
Topan yang ikut hadir disana, harus terpaksa jalan paling belakang karena memang jalanan di kuburan itu sempit dan hanya muat satu sampai dua orang jika berjejeran. Ya tentunya Topan tak mungkin berani jalan bersama Cahaya saat ada papanya disana, terlebih Hendra juga terus saja menggandeng tangan putrinya membuat Topan tak berdaya.
"Huh sayang banget gue gak bisa gandengan sama Cahaya, mana tadi juga gue beda mobil sama Cahaya. Huft, nasib nasib! Tapi, gue seneng sih karena sekarang Cahaya jadi akrab lagi sama papanya." batin Topan.
Sesampainya mereka di tempat makam Linda, Cahaya serta papanya pun langsung berjongkok disana bersiap untuk mendoakan Linda yang sudah tenang di alam sana. Baik Cahaya maupun papanya sama-sama tampak bersedih dan menangis sesenggukan di atas makam Linda, mereka tampak menyesal karena dahulu tidak bisa memanfaatkan waktu bersama Linda saat wanita itu masih hidup.
Hendra juga menjadi yang paling menyesal disana dan air matanya terus mengalir keluar, ia telah salah menilai selama ini karena menganggap Linda hanya menyusahkan nya saja. Terlebih Hendra juga sudah mengkhianati Linda dan menikah dengan Calissa sampai Linda sakit jantung, itulah sebabnya Hendra mengeluarkan air mata yang sangat banyak.
"Linda, mas minta maaf ya sama kamu! Semua yang terjadi ini kesalahan mas, bahkan kamu sampai terkena serangan jantung dan meninggal itu juga karena ulah mas! Mas benar-benar gak bisa maafin diri mas sendiri, atas segala perbuatan yang udah mas lakuin ke kamu Linda!" ucap Hendra.
Cahaya menoleh ke arah papanya yang sedang menangis sesenggukan itu, ia merasa senang karena papanya memang benar-benar terlihat sedih dan menyesali perbuatannya itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1