Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 280. Hukuman dari Topan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 279


...•...


...•...


Setelah puas berciuman di dalam mobil, Topan kini melepas pagutannya dan menatap wajah Cahaya sejenak sembari mengusapnya dengan lembut lalu tersenyum renyah. Ia juga membelai bibir gadisnya yang basah terkena air liurnya itu, sedangkan Cahaya masih coba mengatur nafasnya setelah Topan tak memberikan ia nafas ketika berciuman tadi.


Seketika Cahaya langsung membuang muka saat Topan kembali hendak menciumnya, gadis itu juga membenarkan baju seragam yang sempat berantakan akibat remasann Topan tadi. Bahkan Topan sempat melepas dua kancing baju Cahaya karena tak dapat menahan diri, namun entah mengapa Cahaya tidak bisa marah kali ini.


"Sayang, enak ya ciuman sama aku? Kamu sampe gak bisa berkata-kata gitu, mau lagi apa enggak nih? Mumpung waktu bel masih lama, jadi bisalah sekali lagi kita ciuman!" goda Topan.


"Eee maaf Topan! Tapi, aku mau turun aja. Mending kamu sekarang langsung pulang deh, kan udah lama juga tadi kita ciumannya. Kalau keterusan, yang ada kamu bisa khilaf terus lakuin lebih dari itu! Ingat Topan, tadi aja kamu hampir loh buka baju aku!" ucap Cahaya.


"Hahaha, itu kan reflek aja sayang kebawa alam bawah sadar yang pengen lebih! Yaudah, gapapa deh aku gak maksa kalo kamu gak mau!" ucap Topan.


"Ya bagus deh! Jangan kayak tadi sama kemarin, tiba-tiba main cium aja!" ujar Cahaya.


"Hehe, abisnya bibir kamu enak banget sih! Aku jadi ketagihan kan pacar, aku yakin kamu juga ngerasa enak kan dicium sama aku? Coba aja kamu bisa lebih lihai balas ciuman aku, pasti bakal lebih enak sayang!" ucap Topan nyengir.


"Kamu apaan sih?" geram Cahaya.


Topan makin terkekeh melihat ekspresi Cahaya, ia pun kembali mengecup hidung serta bibir gadis itu sebagai bergantian.


"Udah ah, aku mau turun! Sebentar lagi ujian kenaikan kelas pacar, aku harus banyak belajar supaya bisa segera naik kelas terus lulus deh!" ucap Cahaya tersenyum.


"Iya, aku doain kamu cepat lulus ya sayangku! Jadi, nanti bisa aku nikahin deh!" ujar Topan.


"Ish, nikah mulu yang dipikirin!" ujar Cahaya.


"Ya iya dong, abisnya aku udah gak tahan pengen nyobain tubuh kamu! Terus punya anak deh sama kamu, pasti bakalan lucu banget!" ucap Topan.


"Pikiran kamu ya, itu masih lama loh Topan! Kita mikir yang sekarang-sekarang aja dulu!" ujar Cahaya.

__ADS_1


"Gapapa dong, memikirkan masa depan itu lebih baik daripadanya terus terjebak di masa lalu yang suram sayang!" ucap Topan.


"Emang masa lalu kamu suram?" tanya Cahaya.


"Enggak sih, malah enak! Soalnya aku bisa celup cewek sana-sini tanpa bayar, mereka sendiri yang dateng ke aku dan kasih tubuhnya buat aku cobain! Beuh enak banget!" jawab Topan bercanda.


"Ish, tuh kan benar kamu udah pernah begituan sama cewek! Ah kamu mah bohong mulu sama aku, katanya belum pernah! Berarti dugaan aku selama ini benar kan, udah berapa cewek yang kamu setubuhi?" ucap Cahaya kesal plus cemburu.


"Umm, banyak sih kayaknya. Ya lebih dari lima puluh lah, mereka pada ngantri tuh dulu!" ucap Topan.


"Hah? Lima puluh??" Cahaya terkejut.


"Iya sayang, makanya kalo kamu mau itu bakal jadi yang ke lima puluh satu. Yuk mau ya, nanti aku ajak kamu ke apartemen aja deh!" ucap Topan.


"Dih, ogah! Aku masih pengen perawan, ngapain juga kasih tubuh aku ke cowok yang belum tentu bakal jadi jodoh aku nanti? Yang ada aku bakal bernasib Siak nantinya," ujar Cahaya.


"Hahaha, yaudah gapapa. Paling nanti kamu juga nyesel sendiri terus ngemis-ngemis ke aku minta disetubuhi!" ujar Topan nyengir.


"Dih kepedean banget!" cibir Cahaya.


Topan tertawa lebar, Cahaya pun memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk ke sekolahnya.




"Hahaha, duh kamu itu moodyan ya orangnya! Cepet amat berubah, perasaan tadi masih ngambek dan bete sama aku. Eh sekarang udah mulai perhatian terus senyum-senyum gitu ke aku, emang ya sifat kamu itu masih mirip bocil!" ujar Topan nyengir.


"Ish, masa aku disamain sama bocil? Aku udah gede pacar, buktinya aku punya pacar!" ucap Cahaya.


"Iya iya, udah gede iya!" ujar Topan.


Cahaya tersenyum kemudian melepas tangannya dari genggaman Topan, ia berjinjit untuk bisa mencium pipi kekasihnya disana.


Cupp!


"Udah ya, aku mau sekolah. Bye pacar!" ucap Cahaya sambil melambai.


"Iya, bye juga pacar!" ucap Topan gugup.


Cahaya pun melangkah pergi ke dalam sekolah, ia tampak sangat ceria ketika meninggalkan Topan yang masih terpaku disana.

__ADS_1


Ya Topan tak menyangka kalau Cahaya bisa mencium pipinya seperti itu, padahal yang ia tahu selama ini Cahaya selalu tidak mau melakukan itu padanya.


"Itu tadi beneran Cahaya?" ujar Topan sambil memegangi pipinya.


Disaat Topan hendak kembali ke mobilnya, ia malah melihat sosok Lyodra beserta kedua temannya yang baru datang disana. Tentu saja Topan emosi karena ia ingat betul kejadian semalam yang menimpa Cahaya adalah ulah ketiga gadis itu.


"Itu mereka, gue harus balas perbuatan mereka!" geram Topan sembari mengepalkan tangan.


Topan pun maju menghampiri ketiga gadis itu.


"Hey kalian!" teriak Topan memanggil mereka.


Sontak ketiganya berhenti, mereka terkejut saat melihat Topan tengah melangkah ke dekatnya.


"Eh kak Topan, ada apa ya?" tanya Lyodra.


"Gausah sok manis gitu deh! Gue muak lihatnya, apalagi setelah tahu perbuatan yang kalian lakukan ke Cahaya kemarin!" ujar Topan.


"Loh perbuatan apa kak?" tanya Lyodra pura-pura.


"Halah! Gausah pura-pura gak tau deh lu! Gue ini udah tahu semuanya, lu jebak Cahaya kan supaya dia mau ikut pemotretan bodong itu? Emang kurang ajar ya kalian ini, mau cari gara-gara sama gue ha? Beraninya kalian ngelakuin itu ke Cahaya, dasar gak tahu malu!" bentak Topan emosi.


Lyodra, Ziva dan Mahalini kompak terdiam menunduk. Mereka bingung harus berbuat apa.


"Kenapa malah pada diem? Sadar kalau kalian salah? Ya bagus deh! Asal kalian tahu aja ya, semalam Cahaya hampir dilecehin sama fotografer bodong itu! Atau justru emang itu semua juga rencana kalian, iya? Benar-benar gak ada rasa manusiawi, padahal kalian itu sesama wanita!" ujar Topan.


"Eee kak, gak gitu! Aku sama sekali gak tahu menahu soal fotografer bodong itu, aku pikir mereka beneran bukan cuma bohongan!" elak Lyodra.


"Halah! Lu pikir gue bakal percaya? Dengar ya, mulai sekarang gue keluarin kalian bertiga dari sekolah ini! Gue gak mau lihat muka-muka kalian lagi disini, dan ingat gue juga bakal bikin surat laporan atas kelakuan buruk kalian! Supaya gak ada sekolah yang mau terima kalian lagi!" bentak Topan.


"Hah? Kak, jangan dong! Kita minta maaf kak, kita benar-benar ngaku salah atas perbuatan kita itu! Tolong kak jangan keluarin kita bertiga dari sekolah ini!" ucap Lyodra, Ziva dan Mahalini memohon pada Topan sambil bersimpuh.


"Cih! Gue gak akan maafin kalian, jangan harap itu bisa terjadi!" tegas Topan.


"Kak, please kak!"


Topan tak mendengarkan lagi permohonan dari gadis-gadis itu, ia berbalik kemudian pergi menemui kepala sekolah untuk menyatakan pengeluaran Lyodra serta kedua temannya dari sekolah itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2