
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 122
...•...
...•...
Ramai orang mulai mengerumuni Topan yang masih tersungkur di lantai memegangi wajahnya yang dipukul oleh Hendra tadi, mereka berniat membantu Topan untuk mengobati lukanya sekaligus memapah tubuh Topan agar bisa bangkit dari sana.
Akan tetapi, Topan menolak dan memilih bangun sendiri karena ia masih cukup kuat untuk melakukan itu. Lagipun, lukanya hanya sedikit dan dibagian muka bukannya kaki atau bagian tubuh lainnya yang membuat ia sulit untuk bangkit sendiri.
Setelahnya, Topan keluar dari restoran itu dengan perlahan sembari menunjukkan raut kekecewaan karena papa Cahaya telah salah paham dengannya dan mengira kalau ia memberi pengaruh buruk pada putrinya yang kabur dari rumah itu.
Topan masuk ke mobilnya dan menancap gas dengan kecepatan tinggi di bawah kendali emosinya yang sedang meluap, ia tak terima jika papa Cahaya akan membawa pergi Cahaya keluar negeri dan memisahkan Cahaya darinya.
Karena sungguh, Topan sangat mencintai Cahaya dan tidak bisa jauh-jauh dari gadis itu. Ya walau hingga kini ia masih belum tau apakah Cahaya juga mencintai dirinya atau tidak, namun ia akan terus berusaha mempertahankan hubungannya.
Tiiinnnn....
Suara klakson selalu terdengar baik dari mobil maupun motor yang berpapasan dengan mobil milik Topan, ya itu karena cara mengemudi Topan yang cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan apalagi Topan mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Topan tak perduli dengan semua itu, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Cahaya dan bagaimana caranya membuat papa Cahaya sadar kalau ia bukan orang jahat, ia pun memilih mendatangi rumah Cahaya saat ini untuk berbicara langsung dengan Hendra alias papa Cahaya itu.
"Gue harus temuin papanya Cahaya, gue gak terima kalau Cahaya dibawa keluar negeri!" gumamnya.
Topan pun menambah kecepatan mobilnya di tengah jalanan yang cukup ramai ini, ia mengendalikan mobilnya dengan lihai. Ia berhasil menyalip beberapa kendaraan di depannya, bahkan walau jaraknya cukup mepet dan bisa saja menabrak jika tak hati-hati.
"Ini demi Cahaya! Gue gak bisa biarin Cahaya dibawa keluar negeri gitu aja, gue harus bantu dia!"
Sesampainya di depan pagar rumah Cahaya, pria itu langsung menurunkan kaca mobilnya lalu berteriak memanggil satpam yang bertugas disana dan minta dibukakan pintu untuk masuk. Tentu saja satpam itu tak mau membukanya begitu saja, karena ia takut akan dimarahi oleh majikannya.
__ADS_1
"Pak, cepet buka!" pinta Topan.
"Aduh, maaf den gak bisa! Saya takut kena omel sama si tuan, soalnya tadi tuan saya tuh kelihatan lagi emosi banget sama non Aya!" jawab si satpam.
"Apa? Kalo gitu tolong pak, bukain pintunya! Saya mau masuk ke dalam, saya harus ketemu sama Cahaya, pak!" paksa Topan.
"Sekali lagi maaf, pak! Saya tidak bisa membuka pintu gerbang ini dan membiarkan anda masuk ke dalam, karena saya satpam disini harus bisa menjaga keamanan serta ketentraman di rumah ini!" ucap satpam itu menolak.
"Ayolah, pak!"
Berulang kali Topan meminta untuk dibukakan pintu, namun satpam itu juga terus saja kekeuh untuk tak mau membuka pintu gerbangnya.
Akhirnya Topan bergerak dan turun dari mobil, ia mendekat ke arah gerbang bahkan memegang salah dua pagar tersebut, si satpam yang ada disana pun tampak heran dengan apa yang akan dilakukan oleh Topan saat ini.
"CAHAYA!! INI AKU CAHAYA, AKU TOPAN....!!!"
Diluar dugaan, Topan berteriak sangat keras memanggil-manggil nama Cahaya dari sana. Teriakannya sampai membuat si satpam harus menutup telinga karena sangking kerasnya.
"Heh, jangan teriak-teriak! Berisik tau!" tegur satpam.
"CAHAYA....!!!"
•
•
"CAHAYA...!!!"
Suara teriakan dari arah luar rumahnya, membuat Hendra berhenti memarahi putrinya. Ia penasaran siapa kiranya yang datang ke rumahnya sambil berteriak seperti itu, apalagi suara tersebut adalah suara seorang laki-laki.
Tak hanya Hendra, Cahaya sendiri juga terkejut lantaran tiba-tiba muncul suara pria yang mirip dengan Topan datang memanggil namanya. Cahaya mengira jika itu memanglah Topan, ia pun cemas dan khawatir jika papanya akan bertambah marah.
Sedangkan Calissa juga tak kalah panik, ia takut kalau Topan akan melihatnya di rumah itu dan semua identitasnya terbongkar. Tentu ia tak mau Cahaya serta suaminya tau kalau ia ada hubungan dengan Topan dulu dan masih mencintainya hingga kini.
"Suara siapa itu?" tanya Hendra penasaran.
"Eee mas, kayaknya itu suara Topan deh! Aku inget banget waktu denger Cahaya lagi ngobrol berdua sama Topan di depan rumah, ini persis banget sih suaranya!" jawab Calissa.
__ADS_1
"Wah bener-bener tuh anak, kayaknya dia harus dikasih pelajaran lagi!" ujar Hendra geram.
Hendra langsung pergi begitu saja keluar dari rumahnya dengan perasaan emosi sembari mengepalkan tangannya, sedangkan Calissa merasa khawatir jika suaminya akan memukul wajah Topan kembali seperti tadi.
"Pah, papa mau kemana?" teriak Cahaya.
Cahaya berusaha mengejar papanya yang pergi keluar itu karena cemas, namun tangannya dicekal oleh Calissa dari belakang.
"Heh, mau ngapain kamu?" tanya Calissa.
Dengan cekatan Cahaya berhasil memelintir tangan Calissa yang mencengkeramnya dan membuat wanita itu menjerit kesakitan.
"Gausah ikut campur!" ucap Cahaya geram sembari menghentakkan tangan Calissa dengan kasar.
Cahaya pun pergi menyusul papanya tanpa perduli pada Calissa yang kesakitan, sedangkan Calissa tentu saja masih meringis disana memegangi lengannya yang terasa sakit itu.
Ketika di luar, Cahaya berhasil menahan papanya sebelum sang papa itu menemui Topan yang berteriak di depan pagar. Cahaya meminta pada papanya untuk tidak meneruskan langkahnya dan kembali saja ke dalam rumah.
"Pah, jangan!" pinta Cahaya sembari menggenggam lengan papanya dengan erat.
"Aya! Kamu masuk saja ke dalam, papa harus kasih pelajaran ke cowok gak tau diri itu!" ucap Hendra.
"Gak pah, papa gak boleh kayak gitu sama Topan! Aku gak akan pernah biarin papa apa-apain Topan, karena Topan itu gak salah! Justru dia yang bantu aku buat kasih tempat tinggal, pah!" ucap Cahaya.
"Ya itu dia kesalahannya, kenapa dia malah kasih tempat tinggal buat kamu? Harusnya dia sebagai lelaki yang baik, bawa kamu pulang kesini bukannya malah mendukung kamu kabur!" ujar Hendra.
"Udah kok pah, Topan udah berkali-kali minta aku buat kembali kesini! Tapi, aku sendiri yang gak mau karena aku masih kecewa sama papa yang terus-terusan bela Calissa!" ucap Cahaya.
"Aya, lepasin tangan papa! Kamu jangan nahan papa untuk kasih pelajaran ke dia!" bentak Hendra.
"Gak mau, pah!"
Akhirnya Hendra terpaksa mendorong perlahan tubuh Cahaya hingga terhuyung ke belakang dan hampir saja jatuh, pria itu langsung pergi kembali menghampiri Topan yang juga masih setia berdiri di depan pagar menunggu kedatangan gadisnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...|||...
...❤️ HAPPY VALENTINE GUYS ❤️...