Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 141. Hanya untuk Topan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 140


...•...


...•...


"Lu ngapain sih masih disini? Ini kan tempat gue biasa kumpul sama temen-temen gue, dengan adanya lu disini gue jadi gak bisa kumpul sama mereka!" ujar Cahaya kesal.


Topan justru tersenyum sembari menyedot minuman yang sudah ia pesan sedari tadi.


"Heh, malah minum lagi! Lu gak denger apa yang gue bilang tadi?" ujar Cahaya makin bertambah kesal dan emosi pada Topan karena ia merasa dicueki.


Lagi-lagi Topan tak menggubris.


"Topan!!" Cahaya berteriak emosi dengan suara yang cukup keras sehingga satu kantin mungkin dapat mendengar suara gadis tersebut.


Topan hanya terkekeh melihat ekspresi Cahaya yang malu sendiri ketika banyak orang menatap ke arahnya, ia geleng-geleng kepala sembari menikmati minuman dingin yang menyegarkan itu.


Sementara Cahaya masih menutupi wajahnya dengan telapak tangan dan terus menunduk karena malu banyak orang yang melihat ke arahnya.


Kali ini Topan bangkit dan menatap ke sekelilingnya melihat satu persatu wajah orang-orang yang sudah membuat gadisnya malu, sorot mata Topan yang tajam membuat mereka semua gemetar ketakutan lalu memalingkan wajah mereka dari Cahaya.


Topan pun kembali duduk di samping Cahaya.


"Sayang, gausah malu lagi ya!" ucap Topan mendekati Cahaya sembari memegang punggung gadis yang tengah merunduk itu.


Cahaya kaget lalu membuka matanya.


"Lu ngapain sih? Gara-gara lu tau gak gue jadi dilihatin satu kantin!" ujar Cahaya emosi.


Topan tersenyum.

__ADS_1


"Terserah kamu aja, mau bilang apa tentang aku! Yang penting sekarang kamu udah ada di samping aku, jadi aku gak perlu duduk sendirian lagi disini!" ucap Topan dengan nada lembut sembari mengusap rambut depan Cahaya.


"Lu mau ngapain sih emang? Gue kira lu udah pulang loh tadi pas gue tinggalin!" ujar Cahaya.


"Aku gak akan pernah pergi dari kamu, Cahaya! Aku akan selalu disini bersama kamu, sampai nanti bel pulang sekolah bunyi! Karena cuma di tempat ini kita bisa bertemu dan berduaan dengan leluasa tanpa perlu cemas ada yang melihat atau memarahi kita!" ucap Topan tersenyum sembari membelai rambut Cahaya dengan lembut.


"Tetep aja lah, ini udah ngelanggar janji gue sama bokap gue! Lagian lu kan harusnya menjauh dari gue, bukannya malah balik lagi deketin gue!" ucap Cahaya.


"Aku gak bisa, sayang! Aku udah berusaha buat lakuin itu, tapi nyatanya aku gak bisa! Aku masih tetap aja kepikiran kamu dan ingin terus ada di dekat kamu, makanya aku berpikir untuk kembali menemui kamu dan meralat semua ucapanku waktu itu!" ucap Topan.


"Haish, dasar tukang ngibul! Terus buat apa lu bikinin gue gelang ini ha?" ujar Cahaya menunjukkan gelang yang ia pakai kepada Topan.


"Wah ternyata masih dipake, aku seneng deh kalo kamu mau pake terus pemberian dari aku!" ucap Topan tersenyum sembari memegang lengan Cahaya yang memakai gelang darinya.


"Gue terpaksa!" ucap Cahaya berbohong.


"Ya gapapa kepaksa juga, yang penting kan dipake bukan dianggurin! Kamu juga kelihatan lebih cantik dan beraura kok kalo pake gelang itu, aku jadi tambah sayang sama kamu deh!" ucap Topan masih terus menggoda gadisnya.


Cahaya memalingkan wajahnya sembari mendengus pelan dan menggelengkan kepalanya.


"Hey, jangan buang muka dong!" ucap Topan kembali menarik wajah Cahaya untuk menghadap ke arahnya, Topan tidak mau jika Cahaya berpaling darinya.


"Kenapa sih? Apa aku salah kalau aku mau tatap wajah kamu yang cantik ini? Aku kan pacar kamu, jadi aku berhak dong menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang satu ini!" ucap Topan.


"Gombal terus!"


...•••...


Disisi lain, Bella kebingungan mencari Topan di kampusnya karena hingga ia selesai kelas pria tersebut tak kunjung terlihat juga disana. Padahal Bella sudah mengelilingi hampir seluruh kampus demi bisa menemukan Topan.


"Duh, Topan kemana sih ya?" ujarnya bingung sembari menggaruk kepalanya.


Akhirnya Bella memilih duduk istirahat sejenak di kursi yang tersedia disana, ia mengambil botol minum miliknya dari dalam tas lalu menenggak sampai habis tak bersisa, sepertinya Bella sangat kehausan setelah lelah mencari Topan.


Cuaca panas juga membuat Bella mengeluarkan keringat dan terpaksa menggunakan tisu serta kipas tangan kecil untuk menghilangkan keringat tersebut, bahkan rambutnya juga sudah mulai lepek akibat terus panas-panasan mencari Topan.


Tak lama kemudian, pria yang sangat tidak disukainya justru muncul di hadapannya dan duduk begitu saja di sampingnya sambil tersenyum.


"Hai!" sapa pria yang tak lain adalah Bram yang duduk dengan kaki ditaruh di atas kaki lainnya.

__ADS_1


Bella yang melihat kedatangan Bram seketika langsung terperangah lebar sembari mengutuk dirinya sendiri, bisa-bisanya ia justru malah bertemu dengan Bram yang sangat ia benci.


"Lu ngapain sih kesini?" tanya Bella jutek.


"Kamu jangan galak-galak dong sama aku! Kan aku cuma mau temenin kamu aja, soalnya aku gak tega lihat kamu duduk sendirian disini!" jawab Bram.


"Bram, gue tuh emang pengen sendiri!" ujar Bella.


"Ohh, kalo gitu aku temenin aja ya? Masa cewek secantik kamu duduk sendirian sih?" ucap Bram.


"Haish, ngeselin lu!" ujar Bella kesal.


Bella bangkit dari duduknya dan berniat pergi, namun Bram dengan cekatan berhasil menahan Bella dengan mencekal lengan gadis itu.


"Kamu disini aja!" paksa Bram tegas.


"Lu apaan sih? Lepasin gak!" ujar Bella.


"Aku gak mau lepasin kamu, dan itu juga gak gak akan terjadi Bella! Karena aku mau kamu tetap disini sama aku, kamu gak boleh pergi!" ucap Bram.


"Hah? Lu udah gila ya?" ucap Bella.


"Iya, aku emang gila! Aku gila itu karena kamu, Bella! Harusnya kamu tau dong dan ngertiin aku, karena aku ini sayang sama kamu! Sebaiknya kamu lupain aja si Topan itu, lalu terima cintaku!" ucap Bram.


Bram meraih dua tangan Bella lalu menggenggamnya erat, tampak ketulusan dari raut wajah Bram serta tatapannya pada Bella.


"Sorry, tapi gue gak cinta sama lu! Gue gak bisa terima cinta lu atau jadi pacar lu, nantinya yang ada gue malah cuma nyakitin lu doang! Udah lah Bram, cari aja cewek lain yang cinta sama lu!" ucap Bella.


"Kamu bisa bilang begitu ke aku, tapi kenapa kamu gak coba cari cowok lain? Kenapa kamu malah terus-terusan kejar Topan?" ucap Bram.


"Ya simpel, karena gue cuma cinta sama dia! Sampai kapanpun cinta gue ini hanya untuk Topan seorang dan gak ada lelaki lain yang bisa bikin gue jatuh cinta selain Topan!" ujar Bella tegas.


"Sama dong, cinta aku juga cuma buat kamu!" ucap Bram membalikkan perkataan Bella.


Bella terdiam tak berkutik dengan ucapan Bram yang terus saja membalikkan kata-katanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2