
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 174
...•...
...•...
Topan pun sampai di tempat ia akan bertemu dengan Wulan yang sudah direncanakan sebelumnya oleh ia dan sang mama, Topan turun dari mobil sembari membawa kue yang tadi ia beli dan langsung berjalan ke arah tempat tersebut. Ya Topan memang mengajak Wulan ketemuan di sebuah taman rindang yang ada di dekat lokasi syutingnya.
Saat ia baru hendak memasuki area taman, tampak Wulan sudah berada disana dan tengah duduk seorang diri sambil celingak-celinguk. Topan tersenyum begitu melihatnya, ia yakin sekali wanita itu pasti tengah menunggunya disana. Terlebih Wulan memang tampak tak bisa diam, selain kepalanya yang terus celingak-celinguk, kakinya juga terus saja ia hentak hentakan ke tanah.
Kecantikan Wulan membuat Topan agak ragu untuk menemuinya saat ini, karena ia risau jika nantinya ia bisa bertingkah layaknya Topan jaman dahulu ketika bertemu wanita cantik. Namun, tak mungkin tentu jika ia pergi lagi dari sana dan meninggalkan Wulan, ya karena pasti mamanya nanti akan marah lagi padanya dan memintanya untuk minta maaf lagi.
Akhirnya Topan melanjutkan langkahnya mendekati gadis tersebut sembari membawa kue di tangannya, ia sengaja melewati jalan yang agak jauh karena ingin memberi kejutan pada Wulan. Topan perlahan menuju ke tempat Wulan duduk saat ini, lalu hendak mengejutkan gadis itu dari belakangnya.
Topan pun menutup mata Wulan dari belakang, membuat gadis itu terkejut dan kelabakan untuk melepas tangan Topan.
"Ish! Ini siapa? Jangan macam-macam ya! Saya teriak nih, saya punya bodyguard loh!" ucap Wulan ketakutan dan berusaha untuk melepaskan tangan yang menempel di matanya.
"Hahaha..."
Topan justru tertawa dan kemudian melepas tangannya dari mata Wulan, lalu menunjukkan wajahnya ke depan wajah gadis tersebut.
"Hai! Ini aku kok, bukan penjahat!" ucap Topan tersenyum sembari menatap wajah Wulan dari samping.
__ADS_1
"Haish, jadi kamu. Maaf maaf, aku kira kamu orang yang mau jahatin aku. Abisnya kamu sih! Kenapa kamu malah kagetin dan nutup mata aku dari belakang coba?" ujar Wulan.
"Iya, kan maksudnya aku mau kasih kejutan buat kamu! Oh ya, ini aku ada kue buat kamu!" ucap Topan menyerahkan kue itu pada Wulan.
Wulan pun tersenyum dan menatap wajah Topan tanpa berkedip, entah mengapa ia merasa terpesona dengan ketampanan Topan apalagi tindakan Topan barusan membuatnya tambah baper. Sedangkan Topan juga masih terus memandangi Wulan, ia kagum dengan kecantikan gadis tersebut.
"Eee yaudah, makasih! Sekarang kamu duduk aja sini, jangan begitu terus!" ucap Wulan.
"Oh iya ya, lupa aku hehe." ujar Topan.
Topan bergerak maju ke depan kursi tersebut, lalu duduk di samping Wulan dan membuka kue yang ia bawa itu untuk diberikan pada Wulan. Tampak Wulan langsung terkejut dan heran karena Topan memberikan kue kesukaannya itu, ia tak mengerti darimana Topan bisa tahu tentang kue favoritnya.
"Kamu tahu darimana kue kesukaan aku ini?" tanya Wulan penasaran.
"Ohh, cie kepo! Udah kamu gak perlu tau! Intinya aku bawa kue ini sebagai permintaan maaf aku ke kamu, karena kemarin aku udah tinggalin kamu gitu aja di restoran. Kamu mau kan maafin aku?" ucap Topan.
"Eee kamu gak perlu minta maaf kok! Aku tau kamu pasti ada urusan kemarin, omong-omong makasih ya kuenya! Aku emang suka banget kue ini, kita makan bareng-bareng yuk!" ucap Wulan.
"Boleh, sekalian sini aku suapin!" ujar Topan.
Sementara Topan semakin jahil setelah tahu jika Wulan mulai baper dengan tingkahnya, ia mendadak berubah menjadi Topan yang dulu dan menggerakkan tangannya untuk mengusap bekas kue yang menempel di dekat bibir Wulan.
"Maaf, mulut kamu belepotan!" ucap Topan.
Wulan semakin sulit bernafas saat Topan mengusap bibirnya itu, ia terus saja diam sembari menatap jari Topan yang ada di bibirnya tanpa ekspresi apapun. Jantungnya saat ini juga sedang terpompa kencang akibat perlakuan Topan yang manis sekali, Wulan pun hanya bisa memejamkan mata dan membuang muka untuk menetralkan perasaannya.
"Kamu cantik banget sih!" puji Topan sesudah selesai membersihkan mulut Wulan.
"Makasih!" ucap Wulan gugup.
Topan kembali menggerakkan tangannya dan kali ini membelai rambut Wulan, ia menyelipkan rambu gadis itu di atas telinganya sembari menatap wajah Wulan dengan senyum yang terukir.
__ADS_1
Wulan pun berusaha menghindar dari gerakan tangan Topan yang ada di wajahnya, hal itu membuat Topan berhenti dan kini menurunkan kembali tangannya dari wajah Wulan. Topan kini menatap wajah Wulan dengan tajam, sehingga Wulan semakin deg-degan dan memalingkan wajahnya.
"Hey! Jangan buang muka dong!" ucap Topan sembari menarik wajah Wulan hingga kembali dapat memandangi kecantikan gadis itu.
"A-aku minta maaf! Ta-tapi, ta-tangan ka-kamu..." Wulan tampak sangat gugup.
"Iya iya, aku tau. Maaf ya kalau kamu gak suka sama kelancangan aku! Barusan aku cuma mau bikin kamu nyaman aja, supaya obrolan kita kali ini gak canggung lagi!" ucap Topan.
"Iya, gapapa. Aku cuma..." ucap Wulan menggantung.
"Yaudah, kita makan lagi yuk! Mau aku suapin enggak?" ucap Topan.
"Eh gausah!" jawab Wulan menggeleng.
"Oh oke," ucap Topan singkat.
Akhirnya mereka hanya memakan kue sendiri-sendiri tidak suap-suapan seperti tadi, namun tentu saja Topan belum berhenti usil pada Wulan. Topan masih terus memandangi wajah Wulan dan sesekali mengelus wajah cantik gadis tersebut, membuat Wulan semakin gugup.
"Aku heran deh, masa iya gadis secantik kamu masih belum punya pacar? Emangnya cowok-cowok pada gak sadar apa kalau kamu cantik banget?" ucap Topan kembali melontarkan gombalannya.
"Umm, aku kan emang gak mau pacaran. Aku masih pengen fokus ke karir aku dulu," jawab Wulan.
Topan tersenyum lalu menyingkirkan tangannya dari wajah Wulan yang mulus itu, ia kembali memakan kue tersebut dan terus memandangi wajah Wulan yang memang sangat mulus tanpa ada lecet sedikitpun atau jerawat seperti manusia pada umumnya, Topan pun senang sekali mengusapnya.
"Kamu kayaknya kalau datang ke rumah sakit, dokter-dokter pasti langsung angkat tangan dan nyerah, ya karena kamu cantiknya gak ada obat!" ucap Topan sembari mengelus wajah gadis itu.
"Haish, kamu ini tukang gombal ya? Daritadi udah berapa tuh kalimat gombalan kamu, bikin aku terbang aja!" ucap Wulan malu-malu.
"Hahaha, itu semua bukan gombal kok! Kamu emang cantik banget, aku sampai gak bisa alihkan pandangan dari wajah kamu ini! Apalagi pas dielus juga mulus banget, bikin aku pengen terus-terusan elus wajah kamu!" ucap Topan.
Wulan kembali dibuat senyum-senyum sendiri oleh perkataan Topan barusan, ia merunduk dan tak mampu menatap wajah Topan.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...