Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 143. Ngantuk banget


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 142


...•...


...•...


Waktu pulang sekolah tiba, Cahaya pun bergegas keluar bersama teman-temannya yakni Mawar serta Melani sembari berbincang mengenai Topan yang semakin dekat dengan Cahaya saat ini.


Tampak dua bodyguard penjaga Cahaya juga sudah stay di depan sana, mereka tentunya akan menjemput Cahaya yang kebetulan juga sudah pulang menyelesaikan proses belajarnya.


Cahaya sebenarnya sangat malas dan malu karena sudah besar masih saja harus dikawal seperti ini, padahal yang ia inginkan adalah kebebasan bukannya kekangan begini, bahkan sekarang untuk bisa menaiki motornya saja cukup sulit.


"Aya, jadi gimana soal hubungan lu sama Topan? Kelihatannya kalian makin mesra aja, kapan mau nikah?" ujar Melani.


Hah? Gila lu! Yakali gue nikah pas masih sekolah, lagian gue gak mau nikah muda!" ucap Cahaya.


"Ohh, kirain gitu mau cepet-cepet nikah biar bisa bebas berduaan tanpa ada yang ganggu! Kayaknya si Topan juga udah kebelet tuh mau nikah sama lu, buktinya deketin lu terus!" ujar Melani.


"Nah iya tuh, udah mending langsung gaskeun aja lamaran terus nikahan deh!" sahut Mawar.


"Bener, nanti jangan lupa undang kita! Atau jadiin kita bridesmaid di nikahan lu nanti!" ucap Melani.


"Kalian udah gila kali, ya? Dibilang gue gak mau nikah muda, malah disuruh cepet-cepet nikah sama Topan! Lagian gue tuh gak ada rasa sama dia, gimana mau nikah coba?" ucap Cahaya tegas.


"Hah? Serius? Wah gila sih, ini pasti kalo Topan denger dia bakalan sakit hati banget sama lu! Bisa-bisanya lu gak ada rasa sama Topan, ini lu serius ngomong begitu?" ucap Mawar.


"Haish, udah gausah dibahas ah!" ujar Cahaya kesal.


Cahaya pergi meninggalkan teman-temannya itu dan menghampiri bodyguardnya yang sudah menunggu.


Sementara Mawar dan Melani hanya mengangkat bahu mereka lalu pergi ke tempat parkiran.


❤️


Dari belakang mereka, ternyata ada tiga orang siswi yang sedari tadi menguping pembicaraan antara Cahaya dengan teman-temannya.


Mereka adalah senior Cahaya disana yang iri dengan kepopuleran Cahaya di sekolahnya, ya memang sejak berpacaran dengan Topan membuat Cahaya makin banyak dikenal dan digemari oleh seluruh kalangan.


Ketiga siswi tersebut ialah Lyodra, Mahalini dan juga Novia.


"Dengan bukti rekaman suara Cahaya ini, gue yakin Topan pasti bakal putusin dia!" ucap Lyodra sembari memegang ponselnya.

__ADS_1


"Bener tuh, dan si junior sok famous itu gak bakal disanjung-sanjung lagi!" sahut Lini.


Setelahnya, mereka pun pergi dari sana dengan gaya layaknya seorang model papan atas karena mereka memang ingin menjadi terkenal dan digemari oleh para laki-laki di seluruh dunia.




Cahaya mendatangi kedua bodyguardnya di dekat pintu gerbang sekolah.


"Heh, ayo kita pulang!" ucap Cahaya.


"Ah iya non, silahkan!" ucap Tio yang langsung membukakan pintu untuk Cahaya agar bisa masuk ke dalam mobil lebih mudah.


Sementara Jaber juga bergegas masuk menuju kursi kemudi karena itulah tugasnya.


Cahaya pun masuk lalu duduk di belakang seperti biasa dan menyandarkan tubuhnya pada jok tersebut, ia terlihat memanyunkan bibirnya karena momen seperti ini sama sekali tidak ia inginkan.


"Sampe kapan sih gue harus kayak gini? Nyebelin banget jadi gak bisa bebas!" batin Cahaya.


Mobil pun melaju lumayan kencang meninggalkan sekolah membuat Cahaya mengantuk dan terus menguap sembari melihat ke luar jendela.


Tanpa sadar Cahaya mulai memejamkan matanya secara perlahan, udara dingin dari AC mobil membuat Cahaya makin mengantuk.


🌷


Sesampainya di rumah, Tio langsung membangunkan Cahaya yang sedang tertidur itu.


Namun, Cahaya tidak bangun mungkin karena sangking ngantuknya.


"Duh, gak mau bangun lagi. Gimana nih Ber?" tanya Tio kebingungan meminta saran pada Jaber.


"Coba aja lu bangunin lagi! Suaranya dikerasin sedikit!" ucap Jaber.


"Iya iya..."


Tio mengangguk kemudian membangunkan Cahaya kembali dengan suara lebih keras.


"Non, bangun non!" ucap Tio.


Akhirnya Cahaya membuka matanya sembari mengucek-ngucek mata dengan tangannya, Cahaya melihat sekeliling dan terkejut karena ia sudah berada di rumahnya.


Cahaya pun menguap sembari merentangkan tangannya serta memegangi lehernya yang terasa agak pegal karena ia tidur dengan posisi duduk dan kepala miring ke kaca mobil.


"Pak, kita udah sampe?" tanya Cahaya.


"Iya non, udah lama sih!" jawab Tio.


"Kok baru bangunin aku?" tanya Cahaya.

__ADS_1


"Saya bangunin udah daritadi, non! Tapi, non nya aja yang tidur pules banget sampe gak denger suara saya barusan!" ujar Tio.


"Ah masa sih? Yaudah, aku mau turun aja deh!" ucap Cahaya sambil menguap.


"Ya kan emang harusnya begitu, non! Kalo non mau lanjut tidur, ya di dalam kamar non aja biar lebih enak dan gak sakit! Lagian emangnya non mau disini terus sampe besok pagi?" ucap Tio agak terkekeh.


"Apaan sih?" ujar Cahaya.


Cahaya langsung turun dari mobilnya dengan perasaan bete dan muka cemberut.


Cahaya pun memasuki rumahnya secara perlahan karena ia masih mengantuk.


Saat hendak melangkah ke dalam rumah, Cahaya justru bertemu dengan bik Minah.


"Eh non Aya!" ucap bik Minah.


"Bik," Cahaya menyapa bibiknya sambil tersenyum lalu menguap karena mengantuk.


"Maaf ya bik, aku gak sopan! Soalnya aku ngantuk banget!" ucap Cahaya merasa malu.


"Gapapa non, kan udah ditutupin sama non Aya pake tangan! Lagian wajar kalo orang nguap mah, itu tandanya kecapekan juga butuh istirahat! Mending non Aya sekarang tidur dulu di kamar!" ucap bik Minah tersenyum memberi saran.


"Iya bik, ini aku mau langsung ke kamar kok!" ucap Cahaya tersenyum.


"Yaudah, nanti bangun tidur baru deh non Aya langsung mandi terus makan! Udah sekarang non Aya cepetan deh tidur, sebelum Maghrib!" ucap bik Minah memegang pundak Cahaya.


"Iya bik, aku ke kamar dulu ya?" ucap Cahaya.


"Iya..."


Cahaya pun segera menuju kamarnya untuk tidur beristirahat karena sudah sangat mengantuk, sedangkan bik Minah lanjut keluar membuang sampah yang ada di tangannya.


Ceklek...


Sesampainya di kamar, Cahaya langsung menutup pintu dan menguncinya rapat agar tak ada siapapun yang bisa mengganggu tidurnya hari ini, karena ia ingin istirahat dengan leluasa.


Cahaya meletakkan tasnya di lantai, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk tanpa membuka seragamnya serta sepatu yang masih menempel di kakinya itu.


Cahaya pun memejamkan mata dan tertidur.


Akan tetapi, tak lama ponselnya justru berbunyi membuat tidurnya terganggu.


"Haish, siapa sih??" ujarnya kesal.


Cahaya terpaksa bangun kembali untuk mengangkat telpon itu agar tidak berisik, Cahaya tersenyum saat mengetahui Topan lah yang menghubunginya.


📞"Halo, kenapa sih? Ganggu gue aja tau gak!" ucap Cahaya masih agak sedikit kesal.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2