
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 267
...•...
...•...
Cahaya merasa bingung lantaran jalan yang dilalui Topan saat ini bukanlah jalan menuju rumahnya, ya gadis itu cemas khawatir kalau Topan punya niat tidak baik padanya. Apalagi ia tahu saat ini Topan itu sedang marah padanya akibat ia tak memberitahu ke pacarnya itu, mengenai tawaran Lyodra yang ingin ia ikut pemotretan dengan temannya di hotel.
Akhirnya Cahaya memutuskan untuk bersuara dan menoleh ke arah Topan, karena ia takut Topan memang benar ingin berniat jahat padanya kali ini. Walau Cahaya juga tak berani berbicara langsung pada Topan disaat pria itu tengah kesal dan marah padanya, namun ia tak memiliki pilihan karena ia harus berbicara saat ini agar Topan putar balik.
"Pacar, ini kamu mau bawa aku kemana sih? Jalan ke rumah aku tuh bukan lewat sini tau, kamu jangan berpikir mau macam-macam ya sama aku Topan!" ucap Cahaya bertanya dengan penuh kecemasan.
Topan hanya diam tak menggubris perkataan Cahaya karena masih kesal, ia memilih fokus menyetir dan bahkan menambah kecepatan mobilnya. Topan juga tidak mau menoleh ke arah Cahaya dan membuat gadis itu merasa jengkel dan mencibirkan bibirnya ke arah Topan, namun tetap saja Topan tak perduli dengan hal tersebut dan tetap fokus ke depan.
"Ish, kok aku dicuekin sih? Pacar, kamu ngomong dong ih!" bentak Cahaya emosi.
Lagi-lagi Topan tak perduli dengan perkataan Cahaya padanya, ia malah menyetel musik yang keras sehingga Cahaya semakin dibuat kesal olehnya. Ya gadis itu pun mulai bertambah emosi dan mencubit lengan Topan dengan keras, sontak Topan pun menoleh sembari mengusap-usap lengannya yang dicubit oleh sang kekasih tadi.
"Heh! Kamu mulai berani ya sama aku sekarang? Udah suka bohong, terus sekarang cubit aku kayak gini. Sebenarnya apa sih yang bikin kamu jadi berubah kayak gitu, ha?" ujar Topan kesal.
"Ya abisnya kamu ngeselin ih! Aku kan lagi bicara sama kamu, harusnya kamu tatap muka aku dong! Sekarang yang berubah itu siapa, aku atau kamu ha? Dulu itu kamu gak kayak gini loh Topan, aku bete sama kamu ah!" ujar Cahaya tak kalah emosi.
"Loh kok jadi kamu yang bete sama aku? Harusnya tuh aku yang begitu, emang ya cewek itu gak pernah bisa ngertiin perasaan cowoknya!" ucap Topan.
"Apaan sih? Gimana aku bisa ngertiin kamu pacar? Orang kamu aja tiba-tiba berubah gak jelas gitu, aku pokoknya mau kamu berhentiin mobil kamu disini sekarang juga!" ucap Cahaya tegas.
__ADS_1
"Gak akan!" bentak Topan.
"Ish, cepetan berhenti dulu pacar! Aku gak mau terus ikut sama kamu, aku mau turun disini! Ayo cepet berhenti, atau aku nekat loncat nih!" ujar Cahaya.
Cahaya yang cemas terus saja memaksa Topan untuk menghentikan mobilnya, bahkan Cahaya sampai menarik-narik lengan Topan meminta pria itu berhenti sejenak.
"Hey, kamu jangan macam-macam ya! Kalau kamu begini, kita bisa kecelakaan!" ujar Topan.
"Ya makanya kamu berhenti dulu, pacar! Aku pengen turun dari mobil kamu, aku mau pulang naik taksi aja gak mau sama kamu!" ucap Cahaya.
"Kenapa? Oh pasti kamu mau minta jemput sama Robi, iya kan?" tanya Topan menduga-duga.
"Hah? Kamu ini benar-benar udah berubah, pacar! Aku kecewa sama kamu, cepet turunin aku disini sekarang atau aku gak akan pernah anggap kamu sebagai pacar aku lagi Topan!" ucap Cahaya berteriak mengancam pria di sampingnya itu.
Topan terhenyak mendengar perkataan Cahaya, ia masih tetap mengendalikan mobilnya namun sedikit lebih pelan. Topan pun kembali menatap wajah gadisnya dengan tatapan tak percaya.
"Kamu serius bilang gitu?" tanya Topan.
"Ya jelaslah aku takut! Aku kan cinta mati sama kamu dan aku gak rela kalau kamu sama yang lain, jangan pernah bilang kayak gitu lagi sayang! Aku gak suka dan aku gak pengen kehilangan kamu, paham?!" ujar Topan tegas.
"Yaudah, kalo gitu stop mobilnya sekarang!" ucap Cahaya tak kalah tegas.
Topan tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan Cahaya, ia pun menghentikan mobilnya ke pinggir dan menatap wajah Cahaya dengan heran.
"Udah nih, terus kamu mau apa?" tanya Topan.
"Aku mau turun disini! Tolong kamu jangan cegah aku, biarin aku pulang naik taksi! Karena aku udah muak sama kamu yang sekarang, kalau kamu gak berubah bukan gak mungkin aku bakal beneran putusin hubungan kita loh Topan! Aku gak suka sama sikap kamu yang sekarang!" jawab Cahaya.
Topan terdiam menunduk menyesali perbuatannya, memang seharusnya Topan tak terlalu bersikap seperti itu pada gadisnya dan selalu mencurigai Cahaya yang tak melakukan apapun itu.
Setelahnya, Cahaya pun turun dari mobil Topan lalu menutup pintu dengan keras karena kesal.
"Salah lagi gue!" gumam Topan.
__ADS_1
•
•
Singkat cerita, Cahaya telah sampai di rumahnya dengan taksi online yang tadi ia pesan. Ia pun membayar lalu turun dari taksi itu dengan wajah jengkel yang masih belum bisa dihilangkan.
Sementara dari jarak yang tidak terlalu jauh, Topan masih memantau gadisnya karena ia merasa cemas jika Cahaya pulang sendirian. Namun, kali ini Topan lega setelah Cahaya sampai di rumah dengan selamat tanpa ada lecet sedikitpun.
"Huh syukurlah Cahaya baik-baik aja! Gue harus cari cara nih buat minta maaf sama dia!" ucap Topan.
Setelah Cahaya masuk ke dalam rumah, Topan memilih untuk pergi dari sana dan pulang ke rumah memikirkan cara agar ia bisa berbaikan kembali dengan kekasihnya tersebut.
Cahaya sendiri masih berada di dekat gerbang.
"Non, non Aya kok pulangnya naik taksi? Emang den Topan gak jemput non Aya?" tanya pak Ahmad satpam di rumahnya penasaran.
"Eee enggak pak, saya lagi pengen naik taksi aja. Yaudah ya saya mau langsung ke kamar capek soalnya, permisi pak!" jawab Cahaya singkat dengan wajah bete.
"I-i-iya non, silahkan!" ucap pak Ahmad memberi jalan bagi anak majikannya itu.
Cahaya pun pergi ke dalam rumahnya, ia berjalan cukup lambat karena masih memikirkan perkataan Lyodra yang menawarkan dirinya untuk menjadi foto model. Cahaya juga teringat pada pesan Mawar yang memintanya untuk selalu hati-hati dan waspada.
"Duh, gue harus gimana ya sekarang? Apa gue tetap terima tawaran kak Lyodra dan datang ke hotel itu malam nanti? Atau justru gue tolak aja supaya gak terjadi sesuatu yang buruk?" gumam Cahaya.
Tliingg...
Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk ke nomornya, Cahaya pun berhenti sejenak mengambil ponsel dari saku baju lalu mengecek siapa yang mengirim pesan untuknya.
"Hai Cahaya! Ini saya Ridwan, fotografer sekaligus teman Lyodra. Kamu benar berniat kan menjadi model saya?" batin Cahaya saat membaca isi pesan yang masuk ke ponselnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1