
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 83
...•...
...•...
Setelah hampir 5 menit diam saja tanpa menyentuh gelas minuman yang ada di depannya, akhirnya Cahaya mulai merasa kehausan karena tenggorokannya kering akibat belum minum selama beberapa menit itu mungkin sudah hampir sejam sejak ia pulang sekolah sebelumnya.
Topan yang menyadarinya kemudian tersenyum tipis dan menaruh gelas miliknya di atas meja, ia memandang wajah Cahaya yang terlihat tengah menahan haus sembari menatap gelas di hadapannya dengan sesekali menyentuh area lehernya akibat kehausan.
"Heh, kalo mau minum ya udah minum aja kali! Takut amat sih jadi orang, gue gak kasih apa-apa di minuman itu santai...!!" ucap Topan.
"Ah bohong! Lu kan cowok nyebelin, pasti lu kasih sesuatu di minuman gue ini!" ujar Cahaya.
"Ya ampun, masih aja lu negatif thinking sama pacar sendiri! Mending tobat deh lu, orang gue gak apa-apain minuman lu kok!" ucap Topan.
Mendengar perkataan Topan membuat Cahaya sedikit merasa lega, namun ia masih curiga kalau Topan menaruh sesuatu di dalam minumannya dan punya rencana buruk padanya apalagi disana juga tak terlihat kalau ada orang lain selain mereka berdua.
Namun, pada akhirnya Cahaya terpaksa meminum minuman di dalam gelas yang diberikan Topan kepadanya karena ia sudah tidak tahan lagi menahan rasa haus yang sangat menyengat tenggorokannya.
Topan pun terkekeh melihat Cahaya yang langsung menenggak habis minuman itu sampai tak tersisa, ia geleng-geleng kepala karena tingkah Cahaya memang benar-benar aneh dan terlalu berlebihan menaruh curiga padanya padahal ia tak ada niat sama sekali untuk melukai gadis tersebut.
"Gimana, gak ada apa-apaan kan?" tanya Topan.
"Ya gak tahu, bisa aja reaksinya setelah beberapa menit gue minum ini..." ujar Cahaya.
"Buset dah, lu tuh kebanyakan nonton sinetron tau! Kurang-kurangin deh biar gak stress!" ujar Topan.
Cahaya langsung memasang wajah kesal setelah Topan mengatakan itu padanya, namun ia tak bisa marah juga karena memang semua ini baru dugaannya semata dan belum terbukti kalau Topan memang ingin mengerjainya.
"Oh ya, gue boleh nanya sesuatu gak?" ucap Cahaya.
"Nanya apa?" ucap Topan terheran-heran.
__ADS_1
"Umm... sebelumnya maaf ya, gue gak bermaksud lancang atau apa! Tapi, gue penasaran soalnya tadi gue ngeliat foto anak perempuan digendong dari bingkai foto yang ada disana...." ucap Cahaya.
"Ohh, ya terus kenapa?" ucap Topan.
"Itu bener foto keluarga lu kan?" tanya Cahaya.
"Iya,"
"Terus anak perempuan yang digendong itu siapanya lu?" tanya Cahaya dengan wajah penasarannya.
Seketika Topan terdiam lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dan mendongak ke atas menatap langit-langit, sedangkan Cahaya makin merasa heran mengapa Topan malah diam tak menjawab pertanyaannya tersebut.
"Kenapa diem? Gue salah bicara, ya?" tanya Cahaya.
Topan tersenyum lalu memajukan tubuhnya dengan kedua tangan ia taruh di atas paha lalu memandang wajah Cahaya, gadis itu tampak semakin heran karena tiba-tiba Topan tersenyum padahal sebelumnya diam saja tak berekspresi.
"Gak salah kok, cuma mungkin lain kali disortir dulu ucapan atau pertanyaan lu ya!" ucap Topan.
"Oh, emang kenapa??" tanya Cahaya terheran-heran.
"Gapapa, udah gausah dibahas! Sekarang gue mau kenalin lu sama seseorang yang paling gue sayangi di rumah ini, tunggu bentar ya!" ucap Topan.
Topan bangkit dari duduknya sembari mengusap puncak kepala Cahaya, pria itu pun pergi meninggalkan gadisnya untuk memanggil seseorang yang akan ia temukan pada Cahaya disana.
...•••...
Disisi lain, Bella sudah berdiri di depan kampus menunggu taksi online pesanannya dan tampak tergesa-gesa terlihat dari tapak kakinya yang selalu dihentak-hentakan ke jalan sembari celingak-celinguk mencari yang mana taksinya.
Namun, tiba-tiba Bram si lelaki yang tak ingin ditemui oleh Bella itu muncul di hadapannya sembari tersenyum bahkan mencolek pipi Bella yang tampak terlihat tidak senang melihat Bram ada disana.
"Hai, Bella!" ucap Bram tersenyum.
"Lu mau apa sih kesini, ha?" ujar Bella dengan nada ketus dan wajah juteknya.
"Kamu jangan jutek gitu dong! Aku ini kan sahabat kamu, baik-baik sedikit dong!" ucap Bram.
"Gimana bisa gue baik sama lu?" ujar Bella.
"Ya harus bisa dong, cantik! Kan sesama sahabat harus saling berperilaku baik, masa kamunya malah jutek kayak begitu sih?" ucap Bram tersenyum.
"Bodoamat! Udah sana jangan ganggu gue!" ucap Bella masih tetap jutek.
__ADS_1
"Aku gak akan pergi, cantik! Kita ke kantin bareng-bareng yuk, biar aku yang traktir kamu kali ini!" ucap Bram tersenyum menggoda Bella.
"Gak, lu aja sana!" bentak Bella.
Bram terdiam masih sambil senyum yang tersimpul di bibirnya memandang wajah Bella, ia geleng-geleng kepala karena tingkah Bella yang masih saja jutek padanya serta tidak mau mengikuti kemauan dirinya bahkan terus saja membuang muka.
Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka dengan kaca terbuka lalu seorang pria di dalam mobil itu yang tak lain adalah sang supir bertanya pada mereka.
"Apa benar ini dengan mbak Bella?" tanya supirnya.
"Ah iya benar, saya sendiri!" jawab Bella.
Bella pun tampak senang karena taksi pesanannya sudah sampai disana, ia langsung hendak masuk ke mobil tersebut dengan melangkah ke depan tetapi sebuah tangan mencegahnya.
"Jangan, Bel!" ucap Bram tegas.
"Apaan sih? Ngapain lu larang gue buat pulang?" ujar Bella tampak kesal.
"Kamu pulang bareng aku, ya!" paksa Bram.
"Gak! Jangan paksa gue!" ujar Bella berontak dari pegangan Bram pada tangannya.
Akhirnya Bram melepaskan tangan Bella karena tak mau menyakiti gadis itu jika terus mencengkeramnya, namun ia tetap bersikeras memaksa Bella untuk ikut dengannya dan tidak membolehkan dia pulang naik taksi.
"Kamu pulang bareng aku aja, ya?" ucap Bram.
"Gue gak mau, Bram! Lu paham gak sih sama kata-kata gue barusan, ha??!!" ujar Bella emosi.
"Iya paham, tapi—"
"Intinya gue gak mau pulang sama lu, titik! Kalo lu terus paksa gue, gue bakal teriak supaya seluruh orang disini hajar lu!" potong Bella.
Bram dibuat tak berkutik dengan ucapan Bella barusan, ya pria itu pun membiarkan Bella pergi naik ke dalam taksi dan tak lagi mengejarnya atau menghalanginya.
"Langsung jalan aja, pak!" perintah Bella.
"Baik, mbak!"
Sang supir pun langsung melajukan mobilnya pergi dari sana dengan kecepatan sedang, Bella tampak senang bisa terbebas dari Bram walau nampaknya gadis itu masih sedikit gusar.
"Kira-kira Topan ada di rumahnya gak, ya?" batin Bella.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...