
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 252
...•...
...•...
"Iya, lu tenang aja Mawar! Yaudah ya, gue kesana dulu! Kalian terserah masih mau disini, atau langsung pulang juga boleh kok! Makasih ya kalian udah perduli sama gue!" ucap Cahaya tersenyum.
"Ahaha, iya sama-sama Aya!" ucap Mawar.
Setelahnya, Cahaya pun bergerak maju mendekat ke arah Topan serta Robi dengan wajah cemasnya. Cahaya tidak ingin tentunya kalau Topan sang kekasih bertengkar dengan Robi disana, apalagi pastinya mereka mempermasalahkan mengenai dirinya seperti sebelum ini.
"Duh Topan, Robi, kalian itu kenapa sih malah jadi ribut terus kayak gini?" gumam Cahaya dalam hati.
Cahaya menghentikan langkah tepat di dekat Topan serta Robi yang masih tampak saling berbicara penuh emosi.
"Pacar!" teriak Cahaya memanggil kekasihnya.
Sontak Topan dan Robi menoleh secara bersamaan ke arah Cahaya yang tadi bersuara, ya mereka tampak terkejut melihat kehadiran Cahaya disana karena sebelumnya mereka tak melihat jika Cahaya sudah keluar dari sekolah, Topan pun cemas dan panik khawatir jika Cahaya akan memarahinya karena ia kepancing emosi dengan tindakan Robi.
Sementara Cahaya sendiri terus menatap kedua pria di depannya dengan tatapan tajam, ya Cahaya tak suka melihat Topan dan Robi terus bertengkar seperti itu. Padahal dahulu ia senang sekali karena Topan dan Robi berteman cukup baik tanpa pernah ribut begitu, namun semuanya kali ini berbeda sejak Robi dengan nekatnya memberikan bunga untuk Cahaya di hadapan Topan secara langsung.
__ADS_1
"Pacar, kamu itu kenapa sih? Aku udah bilang loh sama kamu, jangan marah-marah terus sama Robi apalagi di depan sekolah!" ucap Cahaya kesal.
"Cahaya sayang, aku tadinya gak mau marah kok. Tapi, tingkah dia ini bikin aku kesel sayang! Asal kamu tau ya, Robi dengan sengaja nantang aku dan bilang kalau dia bisa rebut kamu dari aku! Lelaki mana yang gak kesal digituin, pacar?!" ujar Topan.
"Hahaha, ngadu nih ye! Katanya jagoan, tapi kok suka ngadu sama ceweknya?" cibir Robi.
Hal itu semakin membuat Topan emosi, ia hendak mendekati Robi kembali dan memberi pelajaran pada pria tersebut. Akan tetapi, Cahaya dengan cepat berhasil menahan Topan dan memaksa kekasihnya itu untuk tetap disana bersamanya.
"Cukup pacar! Udah ya, kamu harus tahan emosi dong! Aku gak suka loh sama cowok emosian, kamu ngertiin aku dong pacar!" ucap Cahaya.
"Haish, iya iya maaf pacar! Yaudah, aku gak akan kepancing emosi lagi sama dia! Sekali lagi maaf ya, aku janji bakal lebih sabar kok!" ucap Topan tersenyum sembari mengusap wajah gadisnya.
"Cih! Paling bentar lagi juga emosi!" cibir Robi lagi.
"Robi, stop ya! Gue kan juga udah peringati lu tadi pagi buat gak deketin gue lagi, kenapa sih lu masih aja nekat ngelakuin ini? Apa emang lu sengaja pengen gue dan Topan bertengkar, iya? Ingat ya Robi, sekeras apapun lu berusaha, lu gak akan mungkin bisa hancurin hubungan kita!" ucap Cahaya.
"Benar itu! Karena antara gue dan Cahaya itu saling mencintai, kita gak akan semudah itu goyah apalagi cuma sama lelaki modelan lu!" sahut Topan.
"Keren keren! Gue salut sama kalian, luar biasa! Tapi, gue juga gak akan semudah itu buat menyerah dan gue pastikan kalau lambat laun Cahaya pasti bisa luluh sama gue, selain itu Cahaya pasti bakal benci sama lu Topan di suatu saat nanti! Kalian camkan itu, jangan dilupakan ya!" ucap Robi tersenyum.
Setelah mengatakan itu, Robi dengan santainya pergi dari sana meninggalkan sepasang kekasih yang sedang berpelukan disana.
•
•
Singkat cerita, Cahaya dan Topan pergi ke sebuah taman terdekat untuk sekedar berbincang sejenak sebelum mereka pulang ke rumah. Ya kebetulan Cahaya juga ingin menenangkan hati kekasihnya yang sedang membara itu, ia tak mau jika Topan terus saja emosi dan khawatir kelakuan Robi bisa memecah belah mereka berdua.
Topan pun menggenggam dua telapak tangan gadis di sampingnya itu sambil tersenyum, ia menatap wajah Cahaya lalu membelai lembut rambut Cahaya yang agak lepek itu. Bagi Topan melihat wajah Cahaya saja sudah cukup untuk bisa membuat ia tenang, dan benar saja kali ini ia berhasil melupakan momen menyebalkan tadi saat ia bersama Robi.
__ADS_1
"Kamu emang paling bisa bikin aku tenang, sayang! Aku beruntung banget punya pacar seperti kamu, karena kamu selalu membawa aura ketenangan buat aku pacar!" ucap Topan tersenyum manis.
"Syukurlah! Aku ikut senang dengarnya, kalau kamu memang udah mendingan. Tapi, aku mohon sekali lagi sama kamu Topan buat jaga emosi dan jangan sampai ribut-ribut lagi kayak tadi! Apalagi itu di sekolah, gak baik Topan!" ucap Cahaya cemberut.
"Iya, aku kan tadi udah minta maaf sama kamu! Aku juga udah janji gak ngulangin hal itu lagi kan? Lagian nih ya pacar, yang suka cari gara-gara tuh si Robi! Dia ngeselin banget tau!" ujar Topan.
"Iya aku tau, aku juga kesel sama Robi! Aku heran deh kenapa dia bisa begitu, ya?" ucap Cahaya.
"Nah itu dia yang aku masih gak habis pikir, bisa-bisanya Robi berubah jadi kayak gitu! Ah tapi paling cuma karena dia kepincut sama kecantikan kamu pacar, emangnya siapa sih yang gak jatuh cinta kalau ngeliat wajah kamu ini?" ucap Topan sambil mengelus wajah gadisnya dengan lembut.
"Ah Topan! Kamu tuh selalu deh bikin aku seneng, maaf juga ya tadi aku terlalu kasar ngomong sama kamunya! Aku emang gak sopan sama pacar sendiri, sekali lagi maafin aku ya Topan!" ucap Cahaya dengan nada lembut.
"Aku maafin kok, tapi ada syaratnya!" ucap Topan.
"Hah? Syarat apa?" tanya Cahaya keheranan.
"Iya, syaratnya kamu harus cium pipi aku! Terus nanti malam kamu mau ikut sama aku ke rumah, karena papaku kali ini gantian mau kenalan sama kamu!" jawab Topan sambil tersenyum.
"Hah? Cium pipi okelah aku gak masalah, tapi kalau soal ketemu papa kamu aku belum siap pacar! Kamu kan tahu aku pemalu, gimana nanti kalau aku bikin kesalahan di depan papa kamu? Terus papa kamu malah ilfeel lagi sama aku!" ucap Cahaya.
"Hahaha, gak bakal kok! Mana mungkin papa bisa ilfeel sama gadis cantik kayak kamu?" ujar Topan.
"Haish, aku belum siap Topan!" ucap Cahaya.
"Gapapa sayang, papa aku itu gak galak kok! Udah, nanti malam aku jemput jam delapan! Aku juga bakal kirimin gaun spesial ke rumah kamu, buat kamu pakai di acara malam nanti!" ucap Topan.
Cahaya menghela nafas sejenak, sebelum akhirnya ia terpaksa mau menuruti kemauan Topan untuk menemui papa pria itu nanti malam.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...