Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 198. Godaan Calissa


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 197


...•...


...•...


"Papa...??"


Tiba-tiba saja Eun-Kyung muncul dari arah belakang dan terkejut melihat suaminya sedang memegang wajah Wulan sambil tersenyum, ia pun terbelalak dengan mulut terbuka tak menyangka dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Papa? Apa yang papa lakuin disini? Kenapa papa pegang-pegang Wulan?" tanya Eun-Kyung histeris.


"Mah? Mama kok kesini juga?" Sergie panik dan bingung harus menjelaskan apa pada Eun-Kyung yang sepertinya memang salah paham.


"Iya, ini kan juga lokasi syuting mama. Papa sendiri ngapain malah kesini?" ujar Eun-Kyung heran.


Sergie tampak tak berkutik dan tubuhnya seketika bergetar hebat akibat kemunculan istrinya itu, ia bingung harus mengatakan apa pada Eun-Kyung yang sudah sangat membara itu. Ditambah tatapan mata menyala dari Eun-Kyung membuat Sergie semakin gugup tak karuan, tentu ia tak mau jika Eun-Kyung mengetahui semuanya saat ini.

__ADS_1


Sementara Wulan hanya terdiam menghela nafas dan tidak mau ikut campur dalam masalah itu, ia pun minta izin pamit pada Eun-Kyung serta Sergie karena harus kembali ke tempat riasnya. Wulan pun tak mau jika nantinya disalahkan oleh Sergie kalau ia tetap disana bersama mereka, sehingga ia lebih memilih pergi agar tidak membuat masalah semakin besar.


"Umm tante, om, aku izin ke dalam dulu ya? Proses syuting sebentar lagi dimulai, jadi aku harus masuk sekarang dan gak bisa lama-lama lagi disini! Maaf om, permisi!" ucap Wulan.


"Iya Wulan," ucap Eun-Kyung.


Setelah Wulan pergi, kini Eun-Kyung kembali menatap wajah suaminya dan melangkah ke dekat Sergie dengan tatapan tajam yang menjurus ke arah mata sang suami. Eun-Kyung masih penasaran ada urusan apa Sergie menemui Wulan, ia juga heran mengapa Sergie sampai harus memegang wajah Wulan seperti tadi dan tampak dekat.


"Mah, mama mau syuting juga kan? Yaudah, mama langsung masuk aja gih!" ucap Sergie tersenyum.


"Enggak pah, giliran mama masih lama kok. Sekarang mama mau tanya dulu sama papa, ada urusan apa sih papa temuin Wulan? Emang papa udah kenal sama Wulan, bukannya papa baru ketemu sekali ya sama Wulan?" ucap Eun-Kyung.


"Eee tadi papa cuma ngobrol-ngobrol biasa aja kok, gak ada yang perlu mama curigai! Udah ya, papa mau ke kantor sekarang!" ucap Sergie.


Sergie langsung hendak pergi dari sana.


"Ada apa lagi sih, mah? Papa kan udah jelaskan semuanya ke mama, sekarang papa harus segera pergi ke kantor supaya tidak telat bertemu klien! Udah, mama mending masuk aja siap-siap syuting ya!" ucap Sergie terlihat gugup sekali.


"Papa ini kenapa sih? Kok kelihatannya kayak gugup begitu? Mama cuma mau tau aja, ada urusan apa papa datang kesini temuin Wulan? Terus kenapa juga papa bisa dekat sama Wulan?" tanya Eun-Kyung.


"Eee iya mama, papa ini tuh lagi bahas soal Topan sama Wulan! Papa melihat chemistry diantara mereka itu benar-benar bagus gitu, makanya papa mau Wulan buat lebih dekat dengan Topan anak kita! Kan mama tau sendiri, Topan ini sekarang gak lagi dekat sama siapa-siapa!" jawab Sergie santai sembari mengusap puncak kepala istrinya.


Eun-Kyung terdiam sejenak memandangi wajah suaminya, ia tak percaya dan masih ragu sebenarnya dengan jawaban dari Sergie. Namun, Eun-Kyung juga setuju dengan perkataan Sergie barusan dan menurutnya Wulan memang cocok dengan Topan.


"Papa emang bener, Wulan dan Topan itu cocok banget buat jadi sepasang suami-istri!" batin Eun-Kyung sambil tersenyum.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Hendra sangat terkejut saat melihat Calissa alias istri mudanya itu tengah duduk santai di dalam ruang kerjanya seorang diri dan menghadap membelakangi tubuhnya. Biar begitu, Hendra tetap bisa mengenali kalau itu adalah Calissa karena mereka sudah cukup lama bersama-sama dan sering bercengkrama sehingga sudah saling mengenali.


Hendra sampai tak bergerak dari posisinya saat ini begitu melihat ada Calissa disana, ia berdiri saja di tengah-tengah pintu masuk ruangannya sembari terus menatap Calissa dengan mata lebar. Mulutnya juga masih belum bisa tertutup karena tak menyangka dengan apa yang dilihatnya saat ini, terlebih ia juga sedang menggugat cerai Calissa.


Calissa yang mendengar suara pintu terbuka, tentunya menyadari kalau kini Hendra alias suaminya itu sudah muncul disana. Calissa pun berbalik setelah menunggu waktu yang pas dan lalu menatap wajah Hendra dengan sedikit tersenyum, ia juga memasang wajah genit bermaksud untuk menggoda Hendra agar suaminya itu bisa tergoda dengannya.


"Mas, kamu ngapain berdiri disitu aja sih? Sini dong sama aku mas, duduk di pangkuan aku dan biarin aku puasin kamu seperti dulu! Aku yakin kamu juga pasti kangen kan dengan permainan kita, apa kamu gak mau kita ulang itu lagi?" goda Calissa.


"Calissa, ngapain lagi sih kamu disini? Mas ini udah gugat cerai kamu di pengadilan, sebentar lagi surat panggilan akan dikirim ke rumah kamu! Sebaiknya sekarang kamu pulang, jangan harap mas akan kembali tergoda dengan kamu! Karena mas sekarang sudah sadar, camkan itu!" ucap Hendra.


"Mas, kenapa mas jadi begitu sih sama aku? Bukannya dulu kita saling mencintai? Masa cuma karena harta kita jadi pisah begini, lagian aku minta maaf deh kalau emang mas gak terima karena aku udah ambil uang mas buat mama!" ucap Calissa.


Hendra hanya membuang muka dan malas sekali melihat raut wajah memelas dari Calissa.


"Semua uang yang aku transfer ke rekening mama, itu semata-mata untuk membantu mama supaya hidup mama aku juga bisa lebih baik mas! Emang kamu mau mertua kamu tinggal di rumah yang atapnya bocor, terus mobilnya masih jenis lama yang udah jadul? Ayolah mas, maafin aku ya!" ucap Calissa masih terus saja membujuk suaminya.


"Cukup Lisa! Saya gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu, karena saya sudah terlanjur kecewa dengan perbuatan kamu itu! Sebaiknya sekarang kamu keluar dan jangan harap saya akan merubah keputusan saya ini!" bentak Hendra.


Calissa mendengus kemudian berdiri dan menghampiri suaminya.


"Mas, oke kalo emang kamu minta cerai sama aku. Tapi ingat mas, aku berhak buat dapat harta milik kamu yang kita hasilkan bersama-sama diwaktu kita menikah ini! Aku akan tuntut semua itu di pengadilan, tenang aja! Aku cuma minta setengah saham kamu disini kok, gapapa kan?" ucap Calissa.


Hendra pun terkejut bukan main mendengar suara permintaan dari Calissa, mungkin ia bisa mati berdiri jika benar-benar istrinya itu mendapat separuh saham perusahaan miliknya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2