
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 153
...•...
...•...
Cahaya kali ini sudah sangat yakin kalau pria di dalam foto tersebut adalah Topan alias lelaki yang selama ini ia temui juga dan lumayan dekat dengannya, Cahaya penasaran apa sebenarnya yang dibicarakan Topan dengan Calissa di jalan tadi dan mengapa mereka bisa kenal dekat.
Cahaya pun terpikirkan sesuatu yakni tentang mengapa Calissa sangat ingin menjauhkan dirinya dari Topan, ia kini memiliki opini jika Calissa takut kalau ia semakin dekat dengan Topan dan bisa membongkar semua kebusukan wanita tersebut.
"Tapi, kenapa ya Topan bisa disana sama Calissa? Kenal darimana si Topan itu sama Calissa? Gue harus selidiki ini, mungkin gue bisa cari info dari Topan tentang kejahatan Calissa! Tapi, bisa jadi juga kalau Topan itu malah kerjasama sama Calissa buat hancurin keluarga gue." gumam Cahaya.
Akhirnya Cahaya menghabiskan minumannya karena merasa pusing akibat memikirkan itu. Cahaya berhasil menghabiskannya hanya dengan sekali tenggak.
Setelah itu, Cahaya pun berniat keluar kamar dan meninggalkan ponselnya begitu saja di atas ranjang karena ia sudah sangat pusing dengan semua teori yang ada di kepalanya saat ini.
Disaat Cahaya hendak menuruni tangga, ia melihat Calissa baru memasuki rumah sambil senyum-senyum sendiri dan terlihat lebih bahagia dari sebelumnya.
Tentu Cahaya langsung menghampiri Calissa disana untuk bertanya kepada wanita tersebut.
"Heh, Calissa!" ucap Cahaya memanggil mama mudanya itu, kali ini ia tak perduli lagi dengan resiko yang akan ia terima karena menurutnya Calissa memang tidak benar-benar mencintai papanya.
Calissa tampak terkejut dengan suara Cahaya.
"Cahaya, kamu kok gak sopan gitu sama aku? Ingat ya Cahaya, emang kamu mau dihukum sama papa kamu dan dikirim ke luar negeri?" ucap Calissa.
"Gue gak peduli! Bodoamat mau apapun yang terjadi nantinya, karena gue gak akan pernah mau sopan ataupun hormat sama cewek iblis kayak lu! Sekarang mending lu ngaku deh, apa yang lu rencanakan buat hancurin keluarga gue?" ujar Cahaya.
"Hah? Kamu apaan sih, Cahaya? Rencana apa? Aku gak ngerti sama sekali loh!" ucap Calissa.
Cahaya menggelengkan kepalanya dan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Dasar muna lu!!!" teriak Cahaya sambil membanting gelas yang ada di tangannya ke lantai cukup keras sampai Calissa ketakutan.
Praaanggg...
Calissa pun reflek melindungi wajahnya dengan dua tangan agar terhindar dari pecahan beling itu.
"Cahaya, kamu udah gila ya?" ujar Calissa.
"Heh, gue gak gila! Justru lu itu yang gila! Bisa-bisanya lu manfaatin cinta bokap gue buat hancurin keluarga gue yang harmonis, sebenarnya apa sih mau lu ha? Apa salah gue sama keluarga gue ke lu?" ujar Cahaya emosi.
"Kamu ini kenapa sih? Tenang dulu dong, Cahaya! Jangan emosi gak jelas begini!" ujar Calissa.
"Mana bisa gue tenang kalo gue tau keluarga gue terancam dengan rencana busuk lu itu! Sekarang lu ngaku aja sama gue, apa yang lu rencanakan sama cowok di jalan tadi?" ujar Cahaya.
Calissa terkejut mendengar perkataan Cahaya.
"Hah? Co-cowok? Maksud kamu, cowok siapa?" tanya Calissa berpura-pura tak mengerti.
"Halah, basi lu!" bentak Cahaya.
Cahaya tampaknya sudah sangat terbawa emosi pada tingkah wanita di hadapannya itu, ia maju mendekati Calissa dengan tatapan tajam.
"Lu pikir gue percaya sama bualan lu? Denger ya, gue bukan papa dan gue gak gampang buat percaya sama lu! Mending lu ngaku aja ke gue semuanya, supaya bisa kelar!" ucap Cahaya.
"Cahaya tuh tau darimana sih kalo tadi gue ketemu cowok? Apa jangan-jangan dia lihat sendiri lagi tadi? Terus kira-kira dia tau gak ya kalo cowok itu Topan?" gumam Calissa dalam hatinya.
•
•
Hendra yang baru pulang dari kantor, terkejut melihat dua bodyguard yang ia sewa untuk menjaga putrinya itu berdiri di depan pintu menghalangi jalan.
"Hey, kalian lagi ngapain?" tegur Hendra bertanya kepada kedua bodyguard tersebut.
Sontak Tio serta Jaber kaget saat tiba-tiba muncul suara berat dari belakang mereka, keduanya langsung berbalik badan lalu reflek menundukkan kepala ketika melihat Hendra ada disana.
"Eh tuan..." ucap Tio gugup.
"Iya benar, ada apa sih di dalam? Kenapa kalian sampai ngintip ngintip begitu? Awas loh, nanti mata kalian bintitan!" ujar Hendra penasaran.
__ADS_1
"Eee anu tuan..." ucap Tio menggantung.
"Anu apa?" tanya Hendra yang makin penasaran.
"Eee...." belum sempat Tio menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara teriakan wanita dari dalam rumah itu sangat keras membuat mereka bertiga kaget.
"Dasar cewek iblis lu, Calissa...!!"
"Enak aja! Lu tuh yang iblis!"
Sontak Hendra langsung panik saat mendengar suara tersebut, ia yakin betul kalau suara itu adalah milik Cahaya dan juga Calissa.
"Wah gawat! Ada apa lagi sih ini?" ujar Hendra.
"Nah itu dia tuan yang bikin kita berdua ngintip disini, soalnya non Aya sama nyonya lagi berantem di dalam!" ucap Tio.
"Haish, ayo bantu saya pisahkan mereka!" ujar Hendra tampak kalut.
"Siap, pak!" ucap Tio dan Jaber bersamaan.
Mereka pun bergerak menuju ke dalam rumah dengan tergesa-gesa, Hendra tampak sangat panik dan mencemaskan kondisi istrinya yang tengah berkelahi dengan Cahaya di dalam sana.
Mata Hendra terbelalak ketika melihat kedua wanita itu tengah saling menjambak disana, ada juga bik Minah yang berusaha menyudahi perkelahian itu walau tidak berhasil.
"Cahaya, Calissa. Hentikan...!!" teriak Hendra sangat keras dengan tubuh bergetar.
Sontak baik Cahaya maupun Calissa langsung berhenti dan menoleh ke asal suara, mereka sama-sama syok melihat Hendra berdiri disana menatap mereka dengan mata menyala serta raut emosi yang sangat membara.
Keduanya pun menjauh satu sama lain dan melepaskan jambakan mereka, tentu saja mereka berdua sangat takut melihat Hendra seperti itu.
Hendra langsung melangkah maju mendekati Cahaya serta Calissa tanpa memalingkan pandangan dari kedua wanita itu, Hendra juga mengepalkan tangan tanda sangat emosi.
"Cahaya, apa yang kamu lakukan sama ibu tiri kamu ha? Papa kan sudah peringatkan kamu supaya bersikap sopan sama Calissa, kenapa kamu malah bertengkar lagi dengan dia bahkan sampai jambak-jambakan kayak begitu?" ujar Hendra menatap wajah Cahaya dengan penuh emosi.
Calissa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil hati suaminya lagi.
"Mas, Cahaya bener-bener kasar banget sama aku! Masa dia tiba-tiba aja datengin aku terus langsung jambak rambut aku gitu aja!" ucap Calissa bersikap manja sembari memeluk pinggang suaminya.
Melihat Calissa seperti itu semakin membuat Cahaya tak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar heran apa sebenarnya yang diinginkan Calissa sampai tega ingin merusak keluarganya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...