
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 43
...•...
...•...
15 menit sudah berlalu, kini saatnya pak Jumali memulai sesi pengambilan nilai untuk materi baru yang sudah ia ajarkan sebelumnya. Pria gemuk itu menutup laptopnya lalu mengambil berkas berisi kertas soal yang nantinya akan diberikan pada para muridnya di kelas itu, ia memanggil ketua kelas disana untuk membagikan kertas tersebut.
"Ketua kelas mana?" tanya pak Jumali celingak-celinguk, matanya yang minus membuat ia sulit melihat wajah para muridnya.
"Saya pak!" ujar Aryo mengangkat tangan.
"Nah, sini kamu!" ucap pak Jumali meminta Aryo ke depan menghampirinya.
Aryo pun bangkit dari kursinya lalu berjalan ke depan menghampiri pak Jumali sesuai perintahnya, Aryo memang ketua kelas disana tetapi sikapnya tak mencerminkan ketua kelas yang baik dan benar. Itu karena Aryo malah jadi murid paling berisik di kelasnya, selain itu ia juga nakal dan sering terlibat kasus di sekolah.
Namun, kenapa malah jadi bahas sikap nakal Aryo ya? Yaudah lupain aja, sekarang Aryo sedang dalam perjalanan menuju meja guru. Ia sengaja melambatkan langkahnya untuk memberi kesempatan teman-temannya menyiapkan diri sebelum ujian, seperti contekan dan lain-lain.
"Kenapa pak?" tanya Aryo begitu sampai di meja guru sembari menaruh tangannya di atas meja itu.
"Ini, kamu bagikan soal ulangannya ke temen-temen kamu!" ucap pak Jumali memberikan amplop coklat berisi kertas ujian pada Aryo.
"Siap, pak!" ucap Aryo.
Aryo membawa kertas soal tersebut ke meja Tata yang merupakan sekretaris di kelasnya, ia meminta bantuan Tata untuk membagikan kertas soal itu karena jumlahnya lumayan banyak dan akan lama jika Aryo membagikan sendiri.
"Ta, bantuin gue!" ujar Aryo meletakkan kertas-kertas soal di hadapan Tata, gadis itu terkejut karena sedang asyik membaca buku.
"Ish kan yang disuruh lu! Kenapa lu jadi nyuruh gue?" ujar Tata tidak mau membantu Aryo.
"Ya itu dia, gue gak bisa bagiin ini sendirian! Udah cepet bantuin gue, tuh setengahnya lu ambil terus bagiin!" ujar Aryo mengambil setengah kertas soal dari dalam amplop itu, lalu memberikan setengahnya lagi pada Tata.
Aryo langsung pergi begitu saja dari meja Tata, sementara gadis itu tampak bete karena Aryo menyuruhnya sesuka hati mentang-mentang ketua kelas dan ia hanya sekretaris.
__ADS_1
"Sabar, Ta! Aryo kan cowok lu, wajar aja kalo dia minta bantuan lu bukan si Venes! Mungkin dia takut nanti lu cemburu lagi, ya kan?" ujar Boni teman sebangku Tata menyabarkan Tata sembari menepuk pundaknya.
"Ah resek lu!" bentak Tata kesal, ia berdiri membawa setengah kertas soal yang diberikan Aryo tadi lalu memberikan itu pada teman-temannya di kelas.
Aryo sendiri sudah hampir selesai membagikan kertas ulangan itu, ia kini sampai di meja barisan belakang yang mana termasuk tempat duduk Cahaya. Tampak gadis itu masih terlelap disana dengan posisi wajah menghadap tembok, Aryo pun terkekeh lalu mendekati Cahaya.
"Eh Prit, dia beneran tidur nih?" tanya Aryo berbisik pada Prita yang tengah membaca soal.
"Iya, udah daritadi tuh padahal tapi gak bangun-bangun sampe sekarang! Coba deh lu bangunin Yo, siapa tau kalo sama lu dia bisa bangun!" ucap Prita.
"Ah gak mau, nanti kalo gue macem-macem sama Cahaya yang ada gue digebukin sama pacarnya! Udah nih gue titip aja soal ulangan Cahaya, nanti kalo dia udah bangun langsung lu kasih aja!" ujar Aryo memberikan selembar kertas ulangan pada Prita.
"Ya..."
Setelah semua soal dibagikan, Aryo & Tata duduk kembali di kursinya masing-masing lalu membaca soal tersebut.
"Oke, udah pada terima soal nya semua kan? Sekarang bukunya disimpan, terus kalian kerjakan itu di kertasnya langsung! Waktunya 1 jam, karena 15 menit akhir nanti langsung kita bahas!" ucap pak Jumali.
Semua murid pun mulai mengerjakan soal dengan serius, kecuali Cahaya yang masih pulas tertidur.
•
•
Bugh...
Cahaya terbangun karena ada seekor nyamuk yang terbang melintasi telinganya, ia mengucek-ngucek mata lalu terkejut saat melihat sudah ada guru bahasa Inggris di depan. Ia juga melirik ke samping dan Prita tengah serius mengerjakan soal, matanya terbelalak saat melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi yang artinya ia tertidur lumayan lama sejak datang ke sekolah.
"Prita, lu kenapa gak bangunin gue sih?" tanya Cahaya kesal sembari menaruh tasnya di kolong meja.
"Yeh lu kok nyalahin gue? Tadi gue udah bangunin lu berkali-kali, Cahaya! Tapi, lu nya yang gak mau bangun-bangun!" ujar Prita.
"Terus itu lu lagi ngerjain apaan?" tanya Cahaya.
"Ini ujian, oh ya nih kertas soal lu! Buruan deh lu kerjain mumpung masih ada sisa waktu 15 menit lagi, lu kan pinter tuh pasti gampang!" ucap Prita memberikan soal ulangan yang tadi dititipkan Aryo padanya.
"Hah, ulangan?? Duh gue aja belum belajar, gimana caranya gue bisa isi ulangan ini?" ujar Cahaya syok.
"Yaudah ngasal aja hehe..." ujar Prita nyengir.
"Ah kocak lu! Gue nyontek punya lu ya?" ucap Cahaya memohon pada Prita agar temannya itu mau memberikannya contekan.
__ADS_1
"Dih, jangan! Gue aja jawabnya ngasal, lah lu malah mau nyontek sama gue!" ucap Prita.
"Hadeh Prita, kapan sih lu mau jawab ulangan dengan benar? Kalo gini kan gue jadinya repot, ah elah pusing nih gue!!" ujar Cahaya garuk-garuk kepala karena kesal sendiri.
Akhirnya Cahaya menjawab soal ulangan itu seadanya, walau cukup banyak yang ia tak mengerti karena memang belum sempat belajar.
15 menit kemudian...
"Baik anak-anak, sekarang waktu sudah habis! Yuk kumpulin kertas soal kalian ke depan barisan masing-masing biar nanti ditukar ke barisan lain, ayo cepat jangan kelamaan keburu bel!" ucap Jumali.
"Siap, pak!" ucap murid disana serentak.
Semua siswa & siswi sudah mengumpulkan kertas ulangan mereka, Cahaya tampak gusar dan kebingungan karena ia menjawab soal dengan asal. Cahaya celingak-celinguk mencari tahu kiranya siapa yang mendapat soal miliknya, sepertinya ia hendak menyogok orang yang mendapat soal nya.
"Lu ngapa sih?" tanya Prita heran melihat Cahaya celingak-celinguk terus seperti itu.
"Gak, ini gue lagi cari tahu siapa yang pegang soal ulangan gue tadi!" jawab Cahaya.
"Ohh, emang mau ngapain?" tanya Prita lagi.
"Ya mau bilang lah, suruh benerin semua gitu!" ucap Cahaya dengan santainya.
"Buset, parah bener lu Ya!" ujar Prita.
"Biarin!"
Akhirnya Cahaya melihat kertas soal miliknya dipegang oleh seorang siswa di barisan seberangnya, ia pun bergegas menghampirinya dengan mengendap-endap.
"Eh, itu punya gue kan?" bisik Cahaya di dekat telinga siswa yang memegang soal nya.
"Hadeh ngagetin gue aja lu! Iya ini soal lu, terus kenapa?" ujar Fandi.
"Nah bagus, nanti benerin semua ya? Awas loh kalo ada yang lu salahin, nanti gue laporin ke pacar gue!" ujar Cahaya mengancam Fandi.
"Buset mainnya ngancem, iya oke gue betulin semua kok tenang aja!" ucap Fandi gemetar.
Cahaya pun tersenyum kemudian kembali ke tempat duduknya, sebenarnya ia malas sekali harus mengakui Topan sebagai pacarnya.
"Ada untungnya juga ya si Topan itu ngaku-ngaku jadi pacar gue, sekarang gue bisa berkuasa disini!" batin Cahaya senyum-senyum sendiri.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...