Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 189. Cahaya harus selamat


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 188


...•...


...•...


Topan dan Cahaya berada dalam perjalanan menuju apartemen Hendra, mereka berdua berboncengan dan tampak mesra lantaran Cahaya juga mau melingkarkan tangannya pada pinggang Topan. Bahkan Cahaya juga menaruh wajahnya di punggung lelaki tersebut dan sesekali mengusapnya, tampak Cahaya memang sudah mulai berani untuk melakukan itu pada Topan tanpa rasa ragu.


Topan pun juga merasa senang karena Cahaya semakin menunjukkan rasa cinta padanya, ia jadi yakin kalau Cahaya mau menik dengannya nanti sesuai apa yang sudah ia rencanakan. Sesekali Topan menggerakkan tangannya untuk mengelus tangan Cahaya yang ada di perutnya, ia juga merasakan wajah Cahaya yang menempel pada punggungnya sembari memejamkan mata sekilas.


Tiiinnnn....


Tiba-tiba saja sebuah mobil sedan hitam muncul dari arah belakang mereka dan membunyikan sebuah klakson panjang yang keras, keduanya pun terkejut bukan main karena mobil itu benar-benar mengejutkan mereka disana. Bahkan Cahaya sampai mengangkat kepalanya dan melepas sejenak tangan miliknya dari pinggang Topan, lalu menoleh ke belakang untuk memastikan mobil siapa itu.


"Calissa...??" ucapnya.


Ya Cahaya yakin betul yang tengah mengikuti mereka saat ini adalah Calissa, karena memang mobil itulah yang diberikan oleh papanya kepada istri mudanya tersebut. Namun, Cahaya tak mengerti apa yang hendak dilakukan dan diinginkan oleh Calissa sampai mengejarnya seperti itu dan terus saja membunyikan klaksonnya dengan keras berkali-kali.


"Cahaya, itu mobil Calissa?" tanya Topan.


"Iya Topan, gue tahu banget itu Calissa. Sekarang lu mending agak cepetan dikit deh, gue takut Calissa bakal nekat buat nabrak kita dari belakang! Soalnya dia ngendarain mobilnya kenceng banget, kayak emang orang yang niat buat nabrak!" ucap Cahaya.


"Oke! Kamu pegangan lagi, biar aku tancap gas supaya dia gak bisa kejar kita!" ujar Topan.

__ADS_1


"Iya," ucap Cahaya menurut lalu kembali memeluk tubuh Topan dengan erat dari belakang dan jantungnya masih saja deg-degan.


Topan pun memacu motornya dengan kecepatan tinggi untuk menghindar dari kejaran Calissa, ia menyalip beberapa kendaraan di depannya dengan cara zig-zag agar menyulitkan Calissa. Namun, usahanya itu masih gagal karena mobil Calissa juga tak kalah lihai dengan gerakan yang dilakukan Topan barusan dan masih bisa mengikutinya.


"Sial! Calissa ternyata jago juga bawa mobilnya, tapi gue gak boleh nyerah gitu aja!" batin Topan.


Naas bagi Topan lantaran Calissa terus saja menempel ketat motornya itu, sulit untuknya menjauh karena tetap saja mobil Calissa itu berhasil terus mepet padanya. Topan pun tampak panik dan tak karuan lagi suasana hatinya saat ini, ia khawatir kalau Calissa akan berbuat nekat dan melakukan sesuatu yang buruk padanya dan juga Cahaya.


Dan betul saja, mobil Calissa yang sudah menempel cukup ketat motor Cahaya itu pun menabrak bagian belakang motor tersebut sehingga Topan mulai oleng dan sulit untuk menyeimbangkan itu. Akibatnya, Topan dan Cahaya pun terjatuh ke pinggir jalan karena tidak bisa lagi menahan tabrakan yang dilakukan oleh Calissa barusan.


Bruuukkk...


"Awhh sakit banget...!!" Cahaya merintih kesakitan karena kakinya terjepit oleh badan motor.


Topan yang ada di sampingnya itu langsung bergerak bangkit dan berusaha membantu Cahaya, ia sekuat tenaga mencoba mengangkat motor itu agar Cahaya tidak lagi terjepit. Bahkan para warga di sekitar sana juga membantu mereka untuk menyelamatkan diri, mereka juga ada yang mengejar mobil Calissa meminta pertanggungjawaban darinya.


"Cahaya, kamu gapapa kan?" tanya Topan histeris dan langsung berjongkok di hadapan gadisnya, ia tak perduli dengan sakit yang ia rasakan dan lebih mementingkan kondisi Cahaya.


"Awhh kaki gue..." rintih Cahaya sembari terpejam.


"Ah iya pak, terimakasih!" ucap Topan.


Setelah berhasil mendapat taksi, Topan langsung menggendong tubuh Cahaya dengan hati-hati dan masuk ke dalam taksi tersebut untuk membawa Cahaya menuju rumah sakit terdekat. Tampak Cahaya masih terus meringis kesakitan sembari memegangi kakinya, ia juga mencengkeram kuat punggung Topan akibat rasa sakit yang ia rasakan.


"Cahaya, tahan ya! Pak, langsung jalan sekarang! Kita pergi ke rumah sakit terdekat aja!" ucap Topan.


"Siap, mas!"


Supir itu mengangguk lalu mengarahkan taksinya menuju rumah sakit yang ada di dekat sana, Topan terlalu panik sampai ia tak memikirkan motor milik Cahaya yang masih tergeletak disana.


"Aya, kamu yang sabar ya! Kita sebentar lagi sampe kok, tahan dulu!" ucap Topan sembari mengusap punggung Cahaya.

__ADS_1


Cahaya menoleh dan terkejut saat melihat dahi Topan mengeluarkan darah cukup banyak, bahkan wajah pria itu juga tak karuan lagi karena jatuh dari motor tadi dan memiliki banyak luka.


"Topan, dahi lu...??" ucap Cahaya.


"Eee udah kamu gausah mikirin aku ya! Sekarang kita harus obatin kaki kamu dulu, aku gak mau kamu sampe kenapa-napa!" ucap Topan.


"Tapi, itu luka lu parah tau! Sekalian aja lu nanti diobatin ya disana?" ucap Cahaya cemas.


Topan tersenyum senang lalu menaruh kepala gadisnya pada dada bidang miliknya, ia merasa senang lantaran Cahaya perduli padanya dan juga memikirkan kondisinya saat ini. Padahal Topan sendiri tak menyadari ada luka di bagian dahinya yang sampai mengeluarkan darah itu, ia terlalu panik akan kondisi Cahaya sampai tak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri saat ini.


❤️


Tak lama kemudian, Topan dan Cahaya sampai di rumah sakit. Pria tersebut dengan sekuat tenaga langsung menggendong tubuh Cahaya, lalu masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan menemui para perawat yang ada disana untuk meminta bantuan.


"Sus, suster!!"


"Pacar saya butuh pengobatan sus, dia butuh bantuan!" teriak Topan yang kalut dan panik.


"Oh mari mas, kita bawa ke UGD!" ucap suster itu.


Topan hanya mengangguk lalu berjalan cepat menuju UGD disana sembari menggendong tubuh Cahaya dengan tangannya, perlahan Topan mulai merasa agak pusing dan pandangannya pun tampak kabur seperti orang yang hendak pingsan.


"Aduh, gue harus kuat! Gue gak boleh lemah! Cahaya butuh bantuan gue, dia harus selamat dan bisa pulang ke apartemen papanya!" batin Topan.


Akhirnya Topan berhasil membawa Cahaya sampai ke dalam UGD, ia diminta untuk menunggu di luar selama Cahaya tengah dalam penanganan dokter di dalam ruangan tersebut. Topan pun tampak tersenyum tipis merasa senang karena Cahaya telah berhasil ia bawa ke rumah sakit, ia kini memegangi dahinya dan melihat darah yang bercucuran.


"Cahaya, kamu harus sembuh!" gumamnya.


Bruuukkk...


Topan yang tak kuat lagi menahan dirinya, akhirnya terjatuh pingsan di depan ruang UGD tersebut. Ia sudah mengerahkan semua kekuatannya untuk membantu Cahaya tadi, sehingga kini Topan tak mampu lagi menahan tubuhnya sendiri.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2