
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 199
...•...
...•...
Calissa dan Santi kini tengah berbincang-bincang di sofa ruang tamu rumahnya, ya Santi alias sang mama dari wanita tersebut sengaja datang ke rumah putrinya itu untuk membahas perceraian diantara Calissa dengan Hendra. Santi juga ingin tahu bagaimana perkembangan hubungan Calissa dan Hendra itu, apalagi kemarin Santi juga meminta pada putrinya untuk menemui Hendra di kantor.
Calissa cukup senang lantaran mamanya mau datang kesana, ya apalagi sejak Hendra serta Cahaya pergi dari sana ia hanya tinggal sendiri bersama para pekerja di rumah tersebut. Tentu Calissa merasa bosan dan tak tahu harus melakukan kegiatan apa selain joget-joget tidak jelas, apalagi disaat ia sedang libur alias tidak ada job dan ia lebih banyak berdiam diri di rumah sambil menonton tv sampai malam.
"Calissa, bagaimana kemarin? Apa kamu berhasil bujuk suami kamu itu buat rujuk dan gak jadi gugat cerai kamu?" tanya Santi penasaran.
"Umm, soal itu gak berhasil mah. Malahan mas Hendra katanya udah ajuin gugatan cerai itu ke pengadilan agama, mungkin sebentar lagi aku bakal dapat surat panggilan dari sana." jawab Calissa.
"Hah? Terus soal saham perusahaannya, apa dia mau berbagi sama kamu sayang?" tanya Santi.
"Nah, itu juga kayaknya gagal deh. Soalnya selama aku nikah sama mas Hendra, itu aku kan gak pernah terlibat dalam urusan kantor mas Hendra! Jadi, aku gak bisa ujug-ujug minta setengah saham dari perusahaan milik mas Hendra!" jawab Calissa.
"Lah kok gitu sih sayang? Haduh, kalau cuma rumah dan mobil mah gak seberapa sayang! Perusahaan itu kan lagi maju banget, ah ini semua karena kelalaian kamu Calissa! Harusnya kamu bisa tutupi semua kelakuan kamu itu, eh ini malah bisa sampe Hendra tau kalau kamu transfer uang ke mama!" ujar Santi.
__ADS_1
"Mama kok jadi nyalahin aku? Kan waktu itu mama sendiri yang paksa aku buat transfer uang ke rekening mama, padahal aku udah bilang kalau itu bisa jadi bumerang buat kita!" ucap Calissa.
"Ya emang salah kamu!" ujar Santi tegas.
Minah yang hendak mengantar minuman pun dibuat terkejut dengan suara kencang dari depan itu, ya bahkan tangannya sampai gemetar dan hampir saja gelas-gelas di atas nampan yang ia bawa terjatuh. Minah heran mengapa majikannya sampai harus berbicara keras seperti itu, padahal yang sedang ditemuinya adalah sang mama.
"Bu Calissa kenapa kasar banget ya sama mamanya? Ah gak peduli, bukan urusan saya juga!" gumam Minah di dalam hati mencoba tak perduli.
Akhirnya Minah pergi saja berjalan ke depan menghampiri dua wanita itu, ya Minah pun meletakkan gelas-gelas tersebut di atas meja dan mempersilahkan Calissa serta Santi untuk minum. Minah terus menunduk tak berani menatap wajah keduanya, ya karena ia masih gugup dan juga takut dianggap mengganggu atau menguping.
"Silahkan nyonya, diminum dulu!" ucap Minah sambil tersenyum.
"Iya, makasih!" ucap Santi singkat.
"Yaudah, kamu balik lagi sana ke dapur Minah! Aku sama mama masih mau ngobrol, kamu gak boleh dengar obrolan kita!" ucap Calissa mengusir bik Minah dari sana.
Setelah bik Minah pergi kembali ke dapur membawa nampan kosong di tangannya, kini Calissa kembali menoleh ke arah mamanya dan mempersilahkan sang mama untuk minum lebih dulu. Ya Calissa ingin menenangkan dirinya serta mamanya lebih dulu sebelum lanjut mengobrol, karena sebelumnya mereka berdua terlihat dalam obrolan yang panas.
...•••...
Disisi lain, Cahaya masih sangat terpukau dengan rumah barunya yang dibeli oleh sang papa dan akan menjadi tempat tinggal mereka berdua sebagai pengganti rumah sebelumnya. Cahaya bahkan tidak bisa berhenti mendongakkan kepala melihat ke sekeliling bangunan itu, ia sangat kagum dengan papanya yang dapat membeli rumah seperti itu.
Topan yang juga ikut masuk ke dalam pun tampak terkagum-kagum juga sama seperti Cahaya, ia tak menyangka Hendra bisa membeli rumah yang besarnya hampir sama dengan rumahnya. Namun, Topan cukup bangga lantaran ia dapat hadir pula disana bersama Cahaya serta papanya untuk melihat langsung rumah baru milik kekasihnya saat ini.
"Pak, ini barang-barang non Cahaya. Kita langsung bawa ke kamar atau disini aja?" ucap pak Deri satpam disana yang diperintahkan untuk membawa barang-barang milik Cahaya tadi.
"Oh iya, tolong langsung dibawa sekalian ke kamar ya pak!" ucap Hendra tersenyum.
__ADS_1
"Baik, pak!" ucap Deri yang kemudian lanjut berjalan.
Cahaya mendekati papanya setelah kedua satpam tersebut pergi menaiki tangga, sepertinya Cahaya bingung mengapa papanya membiarkan dua satpam itu masuk ke kamarnya. Karena biasanya sang papa tidak akan mengizinkan siapapun masuk ke kamarnya, namun kali ini berbeda dan hal itu membuat Cahaya penasaran serta kebingungan.
"Pah, papa kok biarin satpam satpam itu masuk ke kamar aku sih?" tanya Cahaya heran.
"Sayang, emang kenapa sih? Toh di kamar kamu juga belum ada barang-barang khas milik kamu, kan itu masih kamar baru dan belum kamu rias atau isi dengan apalah itu!" jawab Hendra.
"Iya juga sih, kenapa aku mesti malu ya pah? Ahaha, mungkin ini efek baru keluar dari rumah sakit dan aku ingatnya kita pulang ke rumah lama!" ucap Cahaya senyum-senyum sambil tertawa kecil.
"Dasar kamu! Yaudah yuk ke atas! Papa mau tunjukin kamu seperti apa bentuk kamar kamu, ya semoga aja kamu suka ya!" ucap Hendra.
"Iya pah..."
Cahaya manggut-manggut setuju dengan ucapan papanya barusan, sang papa pun langsung merangkul putrinya sambil tersenyum manis dan mengusap puncak kepala sang putri. Mereka berdua berjalan maju begitu saja tanpa perduli kalau ada Topan juga di belakang mereka, ya keduanya terlalu asyik bercengkrama sampai melupakan si Topan.
Topan pun bergerak mendekati Cahaya serta papanya untuk bertanya lebih dulu apakah ia boleh ikut atau tidak, ya karena ia tidak enak jika pergi begitu saja mengikuti mereka di rumah yang bukan miliknya dan ia datang kesana hanya sebagai seorang tamu sekaligus kekasih dari Cahaya putri sang Hendra pemilik rumah tersebut.
"Umm om, Cahaya, aku boleh ikut juga atau enggak nih? Gak enak lah om kalau aku langsung jalan gitu aja masuk ke kamar Cahaya, nanti disangkanya aku malah gak punya adab!" ucap Topan nyengir.
"Oh iya, om sampai lupa kalau ada kamu disini! Maaf ya Topan, kamu juga sih Cahaya gak ngingetin papa kalau ada Topan disini!" ucap Hendra.
"Ya aku juga lupa, pah!" ucap Cahaya.
Topan hanya bisa tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala disana.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...