
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 263
...•...
...•...
Topan sampai di kampusnya, ya perasaannya saat ini sudah lebih baik dibanding sebelumnya dan tidak lagi merasa kesal pada Robi yang terus saja membuat ia jengkel dan geram. Senyum Cahaya di dalam benaknya berhasil membuat Topan lebih tenang dan bisa fokus kuliah, apalagi tingkah Lyodra serta dua temannya tadi juga membuat pria itu terhibur.
Disaat Topan turun dari mobilnya, ia langsung dihampiri oleh Bella dan juga Bram yang tampak panik seperti ada sesuatu penting yang ingin mereka sampaikan pada Topan. Tentu saja Topan pun penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya yang hendak dibicarakan oleh Bella, maka dari itu ia coba bertanya pada kedua manusia itu secara langsung.
"Topan!" ucap Bram dan Bella bersamaan memanggil sosok pria yang baru keluar dari mobil itu.
"Eh Bram, Bella. Kenapa sih? Kayaknya penting banget, tuh muka sampe kayak orang abis lari maraton tiga puluh kilo!" tanya Topan heran.
"Eee iya nih, Topan. Gue mau kasih tau sesuatu ke lu, ini tentang hubungan lu sama Cahaya!" jawab Bella.
Sontak wajah Topan langsung berubah menjadi tambah kaget dan penasaran saat Bella berbicara mengenai hubungannya dengan Cahaya, ya Topan juga cemas ketika melihat ekspresi Bella serta Bram yang sangat panik itu, ia pun khawatir kalau ada sesuatu yang terjadi dengan Cahaya atau mungkin masalah lainnya yang menyangkut mereka.
"Maksud lu apa? Emangnya hubungan gue sama Cahaya itu kenapa?" tanya Topan terheran-heran.
"Eee kita jangan bicara disini, ya! Gimana kalau kita ngobrol-ngobrol di taman biar agak santai? Takutnya nanti disini ada yang dengar dan bisa nyebarin ke penjuru kampus, soalnya ini lumayan penting loh!" ucap Bella masih dengan ekspresi cemasnya.
"Penting? Oke deh, gue juga pengen tahu apa sih yang lu bilang penting itu?! Apalagi ini menyangkut hubungan gue sama Cahaya, yaudah yuk kita langsung pergi aja ke taman!" ucap Topan.
"Iya, ayo bro!" ucap Bram.
__ADS_1
Setelahnya, mereka bertiga pun pergi ke taman kampus untuk sekedar berbincang-bincang mengenai masalah tentang Cahaya dan Topan yang kata Bella lumayan penting. Walau sebenarnya Topan harus mengikuti kelas sebentar lagi, namun karena penasaran ia pun ikut dengan mereka.
"Sebenarnya ada apa sih? Kok gue jadi takut gini ya mau dengarnya? Apa yang terjadi sama Cahaya?" gumam Topan dalam hati.
Sesampainya di taman, mereka bertiga pun duduk di sebuah kursi yang tersedia dengan berdempetan.
"Jadi gimana, apa yang pengen lu omongin sih sama gue? Kata lu ini menyangkut hubungan gue sama Cahaya, cepat dong ngomong biar gue gak penasaran lagi!" tanya Topan penasaran.
"Eee iya iya Topan, gue bakal bicara sekarang kok!" ucap Bella sedikit gugup.
"Udah Bel, langsung aja!" ucap Bram.
Bella mengangguk dan kemudian menatap wajah Topan untuk mulai berbicara, ia menghela nafas sejenak sebelum akhirnya bicara pada Topan.
"Jadi gini Topan, beberapa waktu lalu gue diajak ketemuan sama Calissa. Terus dia bilang sama gue kalau dia punya rencana buat hancurin hubungan lu dan Cahaya, malah dia ajak gue buat gabung!" jawab Bella menjelaskan pada Topan.
"Hah? Lu seriusan Bel? Calissa ajak lu gabung sama dia buat hancurin hubungan gue?" tanya Topan.
Bella mengangguk tanda iya, Topan pun semakin dibuat tak percaya dengan perkataan Bella tadi. Ya pria itu masih tak menyangka kalau Calissa ternyata memiliki rencana yang buruk padanya.
"Eee iya Topan, waktu itu gue gak sengaja ketemu dia pas di bengkel. Nah dari situ dia terus pengen ajak gue gabung sama dia!" jawab Bella.
"Aaarrgghh!! Sialan tuh orang!" umpat Topan.
...•••...
Disisi lain, Calissa sudah sampai di apartemen Andre tempat ia akan memuaskan pria tersebut sesuai janji yang sudah ia buat sebelumnya dengan Andre. Ya Calissa memang harus melakukan itu demi bisa membayar semua hutang-hutangnya pada Andre, walau sebenarnya ia sungguh tidak ingin berbuat hal itu terlebih Andre adalah orang yang sangat licik.
Calissa berdiri di depan pintu dan terdiam sejenak sebelum akhirnya mulai mengetuk pintu itu secara perlahan sambil menyebut nama Andre, Calissa berharap ia bisa segera lepas dari masalah ini dan ia tak perlu lagi melayani Andre seperti sekarang, karena jujur itu sangat amat membuat mental Calissa tertekan dan ia sulit fokus pada hidupnya.
TOK TOK TOK...
"Andre, ini aku Calissa. Kamu cepat buka pintunya, aku gak punya banyak waktu!" ucap Calissa.
__ADS_1
"Iya sebentar...!!" teriak Andre dari dalam.
Ceklek...
Pintu pun terbuka, Andre muncul dari balik pintu sambil tersenyum menatap wajah Calissa.
"Hai sayang!" ucap Andre.
"Iya, hai juga!" ucap Calissa ketus.
Andre langsung mendekati Calissa dan merangkul gadis itu, ya Andre pun membawa Calissa masuk ke dalam apartemennya dan tak lupa ia mengunci kembali pintu tersebut.
"Nah sayang, aku seneng banget deh akhirnya kamu bisa datang kesini buat puasin aku! Kamu udah siap kan sayang? Soalnya aku juga harus ada urus urusan lain setelah ini, aku bantu bukain baju kamu ya?" ucap Andre sembari mengajak Calissa duduk.
Calissa hanya manggut-manggut tanpa bersuara, ia pun duduk di pinggir ranjang sesuai kemauan Andre dan pria itu langsung melepas pakaiannya.
Kini Calissa hanya menyisakan pakaian dalam yang masih menempel di tubuhnya, ya sementara pria itu pun telah bertelanjang dada. Perlahan Andre menarik kepala Calissa untuk mencium perutnya.
"Uhh sayang, kamu selalu bisa bikin aku tegang begini!" ucap Andre sedikit mendesahh.
"Andre, apa kamu gak bisa menyudahi ini semua sampai disini? Jujur aku tertekan Dre, aku gak bisa kalau harus begini terus sama kamu! Kita ini bukan siapa-siapa, please ya Dre kali ini terakhir dan aku gak mau begini lagi!" ucap Calissa.
"Sayang, kamu kenapa gitu sih? Padahal aku tau kok kalau kamu suka, udah lah kamu nikmati aja permainan aku sayang!" ucap Andre tersenyum.
Pria itu tak memperdulikan perkataan Calissa, ia menarik dagu wanita itu lalu melumatt bibirnya dari atas. Calissa yang tak siap pun kesulitan membalas ciuman Andre dan nafasnya juga mulai sesak.
Andre melepas pagutannya sejenak dan beralih melepas kaitan kain penutup buah dada kesukaannya, ya kini Calissa telah setengah telanjang.
"Wow! Ini dia yang aku suka, aku bakal bikin kamu merasakan kenikmatan sayang!" ucap Andre.
Andre langsung merebahkan tubuh Calissa dan menindihnya, ia kembali memagut bibir Calissa sambil memainkan putingg wanita itu.
"Sampai kapan gue harus begini?" batin Calissa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...