Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 228. Udah saling kenal?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 227


...β€’...


...β€’...


Karena telponnya tak kunjung diangkat oleh Cahaya sedari tadi, Topan pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan meninggalkan Eun-Kyung disana lalu menuju ruang tamu. Ya Topan memang akan tidur di sofa ruang tamu, karena kamarnya sementara ini dipakai dulu oleh Eun-Kyung selagi wanita itu marah dengan Sergie alias suaminya tersebut.


Disaat Topan sudah bangkit dan hendak pergi dari kamarnya, bahkan Eun-Kyung juga sudah berbaring di atas ranjang dan bersiap untuk tidur, tiba-tiba saja ponsel milik Topan itu berbunyi dan ada video call masuk dari Cahaya. Sontak Topan langsung gembira dan kembali mendekati mamanya untuk memberitahu soal itu dengan nada sangat senang.


"Mah, ini pacar aku telpon balik mah! Mama bangun dulu dong sebentar, katanya tadi mau lihat bentuk wajah pacar aku? Ini mumpung dia video call loh, ayo mah bangun dulu sebentar aja!" ucap Topan.


"Haish, kamu ini aneh deh Topan! Tadi mama disuruh cepat tidur, sekarang giliran udah mau tidur malah disuruh bangun lagi!" ucap Eun-Kyung.


"Hehe, maaf mah! Ini soalnya pacar aku telpon balik, kan kesempatan buat mama bisa lihat dia plus kenalan sama dia! Ayolah mah, sebentar aja kok gak pake lama! Nanti abis itu kan mama bisa tidur lagi, ini jarang-jarang loh mah bisa terjadi!" ucap Topan merayu mamanya agar mau bangun.


"Iya iya, ini mama bangun kok!" ucap Eun-Kyung.


Akhirnya Eun-Kyung pun kembali bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang sambil mengucek-ngucek matanya menahan kantuk yang sedang ia rasakan.

__ADS_1


"Nah gitu dong mah, yaudah Topan angkat ya telponnya?" ucap Topan nyengir.


"Iya Topan, udah buruan dah kamu angkat tuh telpon dari pacar kamu nanti keburu mati! Mama juga udah agak ngantuk nih!" ucap Eun-Kyung lemas.


"Hehe, iya mah!" ujar Topan.


Topan pun mengangkat telepon dari Cahaya.


πŸ“±"Halo pacar! Kamu abis ngapain sih? Kok tadi aku telponin gak diangkat-angkat?" tanya Topan cemas.


πŸ“±"Iya halo pacar! Maaf ya, tadi aku abis anterin kopi buat papaku! Terus handphonenya aku tinggal di kamar, makanya aku gak bisa angkat telpon dari kamu deh!" jelas Cahaya.


πŸ“±"Oh gitu, yaudah gapapa pacar! Oh ya, ini kenalin deh mama aku! Mah, ini dia pacar aku yang tadi aku ceritain ke mama!" ucap Topan.


Topan menyodorkan ponselnya ke arah sang mama untuk mengenalkan mamanya pada Cahaya, dan seketika itu juga Eun-Kyung terkejut begitu melihat wajah pacar Topan yang ada di layar ponsel. Tak hanya Eun-Kyung, Cahaya pun juga ikut terkejut dan reflek menutupi mulutnya saat melihat mama dari kekasihnya yang ternyata adalah Eun-Kyung.


πŸ“±"Cahaya? Aduh Topan, kamu kenapa gak bilang sih sama mama kalau pacar kamu itu Cahaya?" ujar Eun-Kyung masih geleng-geleng kepala tak percaya.


Topan tampak terheran-heran mengetahui Cahaya dan mamanya sudah saling mengenal, ia pun menatap ke arah Eun-Kyung dengan tatapan penasaran dan penuh pertanyaan. Ya karena Topan memang belum tahu kalau mamanya dan Cahaya itu sudah bertemu sebelumnya, yang ia tahu Eun-Kyung masih belum kenal dengan Cahaya alias gadisnya.


"Loh, mama udah kenal sama Cahaya? Terus pacar, kamu kok juga udah tahu juga sih mama aku ini namanya Eun-Kyung?" tanya Topan tak percaya dan keheranan.


Eun-Kyung tersenyum saja sembari memandang Cahaya dengan perasaan senang, ia tak menyangka jika kekasih putranya itu adalah Cahaya yang mana dahulu pernah mengalami kecelakaan dengannya.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Sergie telah sampai di depan rumah Wulan alias anak hasil hubungan gelapnya dengan seorang wanita di masa lampau itu. Sergie langsung saja mengetuk pintu dan berharap Wulan segera keluar menemuinya, karena ia ingin berbicara dengan gadis itu untuk membahas mengenai masalah ia dan istrinya yang terkait dengan Wulan anaknya itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Wulan pun keluar dari dalam rumahnya dan terlihat kaget begitu mendapati Sergie alias papanya itu ada di depan rumahnya. Wulan yang sudah memakai piyama dan bersiap tidur itu terpaksa keluar lagi karena memang ada yang mengetuk pintu rumahnya, namun Wulan tak mengira jika yang datang adalah papanya tersebut.


"Papa? Ngapain papa kesini malam-malam? Emang papa gak takut ketahuan tante Eun?" tanya Wulan.


Sergie tak berbicara apapun pada Wulan, ia langsung masuk ke dalam rumah itu sembari membawa Wulan dan tak lupa menutup pintu. Sergie mengajak Wulan duduk di sofa ruang tamu untuk sekedar berbicara sebentar, Wulan pun terpaksa mengikuti kemauan papanya itu karena ia tak memiliki pilihan lain saat ini selain mengikuti saja kemauan papanya.


"Pah, ada apa sih sebenarnya? Kenapa papa kelihatan panik kayak gitu? Disini mah gak ada tante Eun atau siapapun itu pah, orang aku tinggal sendirian! Emang papa lupa?" ucap Wulan.


"Iya Wulan, papa tahu! Makanya papa datang kesini dan mau bicara sama kamu, ini masalah istri papa yang sepertinya memang masih sangat benci sama kamu Wulan! Padahal papa sudah berusaha keras memohon padanya untuk mau menerima kamu di keluarga kami, tapi sulit!" ucap Sergie.


"Pah, buat apa papa ngelakuin itu? Kalau emang tante Eun gak bisa terima aku, ya gapapa! Lagian aku wajarin aja kok sikap tante Eun yang begitu ke aku, karena aku kan anak selingkuhan papa!" ucap Wulan sambil tersenyum.


"Aduh, mendengar kamu bicara begitu bikin papa semakin gak enak sama kamu!" ucap Sergie.


"Gapapa pah, gak usah gak enak gitu! Oh ya, papa mau dibikinin minum apa nih? Kopi atau teh aja?" ucap Wulan menawarkan minuman.


"Umm, kopi boleh deh! Buat nenangin pikiran kayaknya cocok, soalnya papa lagi pusing banget mikirin kelakuan istri papa yang sikapnya seperti anak kecil itu! Seharusnya kan masalah seperti ini gausah terlalu dibesarkan, tapi dia malah selalu ngajak ribut papa!" ucap Sergie mengerutkan kening.


"Sabar pah! Mungkin tante Eun terlalu kecewa sama papa, karena papa kan udah selingkuhin dia! Bagi seorang wanita, diselingkuhi itu adalah sesuatu yang amat sangat menyakitkan loh pah!" ucap Wulan.


Sergie terdiam tak berkutik mendengar ucapan Wulan, ia juga sadar kalau memang perbuatannya dahulu itu sangat amat membuat Eun-Kyung alias sang istri tersakiti. Namun, Sergie tetap saja kecewa dengan sikap Eun-Kyung yang seperti itu dan terus mengancam ingin pergi dari rumah bersama Topan meninggalkan ia sendirian disana tanpa siapapun.


"Kenapa kamu selalu jahat sama Wulan, Eun? Padahal anak ini benar-benar baik!" batin Sergie.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2