
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 74
...•...
...•...
"Gue gak ngerti, apa maksud lu bilang gitu sama gue? Emangnya kapan kita tidur bareng?" tanya Bella terheran-heran sembari memandang Bram dengan tatapan penuh tanya dan penasaran.
Ya Bella memang masih heran dan terkejut dengan perkataan Bram yang menyatakan kalau mereka sudah pernah tidur bareng, tentu saja Bella syok karena merasa tidak pernah melakukan itu apalagi dengan Bram seorang pria yang tak disukainya.
Sementara Bram hanya senyum-senyum menyaksikan ekspresi wajah Bella yang kaget, ia memang sudah merencanakan semuanya demi bisa mendapatkan Bella dan memiliki dia seutuhnya tanpa ada gangguan lagi dari Topan.
"Lu tuh gimana sih, Bella? Kan malam itu kita udah tidur bareng, buktinya pas pagi lu ada di tempat gue kan?" ucap Bram menjelaskan dengan santai.
"Gak, gausah ngaco deh lu! Gue aja gak ngerasa kalo kita ngelakuin semua itu, jadi lu jangan coba-coba pengaruhi gue untuk hal yang sama sekali gak gue lakuin!" ujar Bella mengelak keras.
"Hahaha, Bella! Lu mana tau semua itu, kan waktu itu lu tidur pulas dan cuma menikmati momen tidur bareng kita berdua!" ucap Bram.
Bella kembali terdiam sembari terus menggelengkan kepalanya karena tak percaya dengan ucapan Bram, Bella yakin sekali kalau Bram hanyalah berbohong dan mereka tidak benar-benar tidur bersama malam itu apalagi sampai melakukan hal yang tidak-tidak.
"Ya gue sih seneng banget bisa tidur bareng sama lu, malah kalo bisa kita ulang lagi momen indah itu malam ini! Gimana, lu mau gak Bella?" ucap Bram.
Sepertinya Bram memang sengaja menggoda Bella untuk membuat gadis di sampingnya itu mau menerimanya dan kembali dekat dengannya, Bram hanya ingin Bella bersamanya bukan bersama dengan orang lain apalagi Topan.
__ADS_1
Namun, Bella tetap bersikeras tidak ingin didekati oleh Bram karena ia memang tak menyukai pria itu dan sampai sekarang juga ia hanya mencintai Topan seorang dan baginya tak akan mungkin ia berpaling ke lain hati apalagi ke hati Bram.
"Gausah ngaco deh lu! Sekalipun gue gak pernah sudi mau tidur bareng sama lu!" ujar Bella emosi.
"Ya lu gak mau atau mau, intinya kita udah pernah tidur bareng sekali waktu malam itu! Nah sekarang gue mau ajakin lu buat lakuin itu sekali lagi, gimana mau gak?" ucap Bram sambil terkekeh.
"Dih najis, jangan harap gue mau!" ujar Bella.
Akhirnya Bella memilih bangkit dari duduknya dan pergi menjauhi Bram meninggalkan pria yang masih berkutat dengan permen kapas di tangannya itu, ya Bella sangat emosi dengan pernyataan Bram padahal ia tak merasa kalau pernah melakukan itu dengan pria tersebut walau dalam keadaan tidur.
Sementara Bram tetap berada disana memakan permen kapas yang ia beli sendiri, Bram ingin membiarkan Bella memikirkan tentang ini lebih dulu dan tidak akan mengganggunya untuk sekarang karena ia yakin Bella pasti akan kembali dengan sendirinya menemui ia disana.
...•••...
Cahaya merasa sangat lega setelah berteriak meluapkan semua kekesalan di dalam hatinya, ia kini kembali duduk bersama Robi sambil terus tersenyum menatap wajah pria di sampingnya yang juga tengah menatapnya sembari tersenyum kecil.
"Thanks ya, berkat ide lu sekarang gue jadi ngerasa agak tenang! Ternyata cara itu manjur juga buat ngilangin stress, padahal cuma teriak!" ucap Cahaya.
"Iya, sama-sama! Lagian gue juga tau cara itu dari orang-orang yang dateng kesini, gue lihat mereka banyak yang ngerasa lega setelah teriak-teriak begitu! Nah makanya gue saranin sama lu buat ikutan teriak juga siapa tau manjur, eh bener kan sekarang lu udah agak tenang!" ucap Robi.
"Hahaha, oh ya gue boleh tahu gak kira-kira lu ada masalah apa sih sama yang namanya Topan? Kok gue lihat tadi lu teriaknya sampe semangat banget gitu, malah urat-urat lu semuanya keluar!" ujar Robi.
Cahaya pun terkekeh mendengar ucapan Robi, ia tak mengira kalau ia terlalu bersemangat sampai semua uratnya terlihat dan dikomen oleh Robi. Namun, ia merasa agak sedih kembali karena pria itu malah mengingatkan ia pada Topan si Badai yang menyamar dan membuatnya terluka karena ternyata Badai diluar ekspektasi dirinya.
"Topan itu cowok yang nyebelin banget, dia pokoknya sering banget bikin gue kesel tiap kali ketemu sama dia! Makanya gue benci banget sama dia sekarang dan berharap gak akan pernah lagi ketemu sama dia!" ucap Cahaya penuh penekanan.
"Ohh, jadi Topan itu cowok lu? Yaelah anak muda jaman sekarang ada-ada aja sih, bilang benci padahal cinta hahaha..." cibir Robi.
"Maksud lu apa?" tanya Cahaya merasa tersinggung.
"Hah? Ya bener kan, Topan itu cowok lu? Kalo bukan, mana mungkin lu sampe kayak gini gara-gara dia!" ujar Robi meneruskan dugaannya.
__ADS_1
"Gausah sok tau deh! Topan bukan cowok gue, gue juga ogah banget dia jadi cowok gue! Topan tuh cuma cowok ngeselin yang selalu bikin gue sial, dia emang sih pengen banget deketin gue mulu! Tapi, gue mah sama sekali gak suka sama dia!" ucap Cahaya membantah persepsi Robi.
"Hahaha, iya deh yang penting lu seneng...!!"
Cahaya hanya melirik sekilas dengan wajah geram ke arah Robi yang seperti meledeknya dan tidak percaya dengannya.
...•••...
Disisi lain, Topan dibawa ke rumah sakit oleh Calissa dibantu dengan supirnya untuk membopong tubuh pria tersebut yang tentunya jika Calissa sendirian tidak akan kuat harus membawa Topan sendirian.
Calissa tampak sangat khawatir pada kondisi Topan yang cukup terluka, ia juga heran mengapa bisa Topan sampai seperti itu dan tergeletak begitu saja di tengah jalan dengan sekujur tubuh yang penuh luka dan memar-memar.
"Aduh Topan, kamu kenapa bisa begini sih? Siapa yang udah tega giniin kamu coba?" gumam Calissa sembari mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu.
Wanita itu terus bolak-balik duduk kemudian berdiri dan duduk lagi sembari menunggu kabar dari dokter mengenai kondisi Topan, ya Calissa tidak bisa duduk tenang selagi belum mendapat kabar tentang Topan alias sang mantan yang sangat dicintainya itu.
"Walaupun kita sekarang udah pisah, tapi perasaan aku masih sama seperti dulu ketika kita masih berhubungan Topan! Bahkan aku sama sekali gak rela jika kamu bersama Cahaya, pasti karena dia juga sekarang kamu jadi begini...!!" batin Calissa.
Tak lama kemudian, dokter keluar dari dalam UGD menemui Calissa yang memang sudah menunggunya sedari tadi.
"Dok, gimana keadaan pacar saya?" tanya Calissa dengan penuh kecemasan.
"Pasien baik-baik saja, mbak! Dia hanya mengalami luka luar di sekujur tubuhnya dan kami sudah memberi pengobatan untuk itu, jadi mbak tidak perlu risau dan mengkhawatirkan kondisi pasien lagi!" jawab sang dokter dengan tenang.
"Syukurlah, lalu apa saya boleh melihat dia sekarang dok?" tanya Calissa meminta izin.
"Ya, boleh sekali mbak!"
"Terimakasih, dok!"
Setelah mendapat izin dari sang dokter, Calissa langsung masuk ke dalam ruangan itu menemui Topan dengan penuh semangat dan sangat tidak sabar berbicara dengan pria itu lagi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...