Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 247. Gak bisa nganter


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 246


...•...


...•...


Keesokan harinya, Cahaya terpaksa pergi ke sekolah bersama sang supir karena Topan alias pacarnya itu tidak bisa mengantarnya untuk saat ini tanpa alasan yang jelas. Cahaya sedikit kecewa dan berpikir kalau Topan mungkin bosan setiap pagi harus mengantar ia ke sekolah, namun Cahaya masih tetap berusaha tenang dan tidak terpengaruh pada pikirannya itu.


Cahaya turun dari mobil begitu sampai tepat di depan sekolahnya, ia langsung ditatap oleh para murid yang juga baru datang dengan tatapan seperti terkejut melihat Cahaya hanya seorang diri. Ya mereka semua tampak keheranan karena biasanya Cahaya memang diantar oleh Topan, bahkan sampai ada juga yang berani bertanya langsung pada Cahaya mengenai dirinya yang datang seorang diri saat ini.


"Eh Cahaya, lu kok sendirian sih? Pacar lu mana, si anak yang punya sekolah itu? Ohh, jangan-jangan kalian lagi ribut ya? Atau malah udah putus? Duh, sayang banget sih kalo putus! Lu pertahanin deh si Topan itu, rugi loh Cahaya!" ujar seorang wanita.


Cahaya hanya diam tak menggubris perkataan itu, ia lebih memilih menghindar karena sedang tidak ingin ribut dengan siapapun pagi ini. Cahaya sudah cukup gelisah karena tiba-tiba Topan memberi kabar kalau pria itu tak bisa mengantarnya tadi, Cahaya pun pergi begitu saja meninggalkan mereka disana.


"Cahaya tunggu!" teriak seorang pria dari belakang.


Tiba-tiba saja lengan Cahaya dicekal oleh seseorang dari belakang, hal itu membuat Cahaya terkejut dan langsung menoleh untuk memastikan siapa yang berani menarik lengannya itu.


Cahaya sangat terkejut saat mengetahui yang ada di hadapannya saat ini adalah Robi, ya Robi tampak tersenyum menatap wajah Cahaya sembari terus menggenggam lengan mulus gadis cantik yang mulai ia sukai itu.


"Hai Cahaya! Maaf ya kalo aku ngagetin kamu, tapi aku cuma mau bicara sama kamu!" ucap Robi.


"Robi? Lu itu gak kapok kapok, ya? Kemarin kan gue udah bilang, jangan pernah lu deketin gue lagi! Kenapa sih susah banget dibilanginnya?!" tegur Cahaya kesal.

__ADS_1


"Kamu jangan begitu dong, Cahaya! Aku ini datang baik-baik loh, aku gak ada maksud jahat kok ke kamu Cahaya!" ucap Robi coba menenangkan Cahaya.


"Haish, apapun itu gue tetep gak mau bicara sama lu! Gue ini udah punya pacar, dan lu mending cari cewek lain buat lu deketin! Gue gak mau ada masalah lagi, paham lu?" ucap Cahaya tegas.


Cahaya menarik tangannya dengan paksa dari genggaman Robi dan berhasil.


"Sekarang lu pergi sana!" ujar Cahaya mengusir Robi.


"Aku gak akan pergi dari sini Cahaya, aku itu pengen ngobrol berdua sama kamu! Kalau Topan aja bisa, kenapa aku enggak? Oh ya, omong-omong mana Topan? Kok kamu dateng sendirian? Apa si Topan udah bosen anterin pacarnya ke sekolah? Kalo gitu mending tadi aku jemput kamu," ucap Robi.


Plaaakk...


Cahaya menampar wajah Robi karena terbawa emosi, ia tak suka dengan perkataan Robi terkait Topan dan juga dirinya.


"Heh! Lu denger ya, jangan pernah lu bicara begitu tentang Topan! Gue tau dia itu gimana, lu gak bisa pengaruhi gue atau apalah itu!" bentak Cahaya sambil menunjuk ke wajah Robi penuh emosi.


Robi hanya diam memegangi wajahnya yang tadi ditampar Cahaya.


"Udahlah, gue males ladenin lu!" bentak Cahaya.


Sementara Robi masih tetap disana, ia menjadi tontonan pada murid yang masih tak menyangka jika Cahaya bisa sampai segalak itu pada seorang pria dan bahkan menamparnya dengan cukup keras.


"Lihat aja Cahaya, gue pasti bisa bikin lu klepek-klepek sama gue!" gumam Robi.


...•••...


Disisi lain, Topan akhirnya beranjak dari ranjang masih dengan mata mengantuk dan tubuh yang lemas setelah semalaman begadang. Topan memang sempat terbangun sebelum ini dan mengabari Cahaya bahwa ia tidak bisa mengantar gadis itu ke sekolah, namun ya itu dia Topan tertidur kembali karena mengantuk dan sudah tidak kuat.


Topan mengucek mata sembari menguap, lalu menapakkan dua kakinya ke lantai. Ia mengambil ponsel dan melihat jam di layar ponselnya, ia terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sedikit. Akhirnya Topan langsung buru-buru bangkit dan merapihkan ranjangnya sebelum ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Haduh, kesiangan deh gue! Ini gara-gara semalam terlalu seneng karena papa mama udah baikan, jadinya lupa tidur dan malah keasyikan main PS sama papa di bawah!" ujar Topan geleng-geleng.

__ADS_1


Sesudah selesai merapihkan kasur, Topan pun berjalan menuju kamar mandi dengan membawa handuk di tangannya. Tentu saja Topan masih merasa ngantuk dan beberapa kali menguap sambil mengucek matanya lagi, ia memang sebenarnya masih ingin lanjut tidur dan menghilangkan rasa kantuk dari tubuhnya saat ini.


TOK TOK TOK...


Disaat Topan hendak membuka pintu toilet, tiba-tiba muncul suara ketukan dari arah luar kamarnya yang membuat Topan terhenti dan mengurungkan niat untuk masuk ke kamar mandi. Ia menoleh ke arah pintu dan kemudian pergi mendekati pintu untuk memastikan siapa yang datang.


Ceklek...


Topan membuka pintu dan terkejut melihat mamanya berdiri di depan sana.


"Lama banget sih bukanya!" ujar Eun-Kyung kesal.


"Hah? Mama emang mau ngapain ke kamar aku? Kan mama sekarang udah baikan sama papa, jadi mama tidur sama papa dong?" tanya Topan keheranan sendiri.


"Iya mama tau, ini mama kesini mau ambil skincare punya mama yang ketinggalan disini. Kemarin kan mama sempat tidur disini, udah awas mama mau ambil skincare mama dulu! Nanti malah kamu pake lagi, itu mahal loh!" ujar Eun-Kyung.


"Ya ampun mah, siapa juga yang mau pake itu sih? Aku ini kan cowok bukan cewek, mah!" ujar Topan.


"Iya iya! Eh ini kok kamu masih kucel begini sih? Bau banget lagi badan kamu, terus itu rambut juga berantakan kayak gitu! Kamu ini belum mandi ya, Topan?" ujar Eun-Kyung.


"Eee hehehe, iya mah aku belum mandi. Ini barusan aku mau mandi, tapi malah mama dateng ketuk pintu!" ucap Topan nyengir.


"Aduh sayang, kamu kebiasaan deh! Makanya kalo malam itu jangan suka begadang, kan sekarang jadi kesiangan tuh! Besok-besok jangan begitu lagi, kamu kan harus kuliah Topan! Terus tadi kamu gak anterin Cahaya ke sekolahnya?" ucap Eun-Kyung.


"Ya gimana mau nganterin mah? Aku aja kan baru bangun, ngantuk tau!" ucap Topan.


"Hadeh, yang kayak gini mau jadi suaminya Cahaya? Mama yakin pasti Cahaya juga ilfeel nanti sama kamu, udah lah awas!" ucap Eun-Kyung.


Eun-Kyung melangkah maju melewati Topan dan masuk ke kamar mandi di dalam sana.


Sementara Topan masih tetap disana, berdiri sembari menggaruk dahinya memikirkan perkataan sang mama barusan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2