
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 249
...•...
...•...
Tliingg...
Saat Cahaya hendak pergi ke toilet, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering menandakan ada yang mengirim pesan untuknya. Cahaya pun berhenti sejenak di depan toilet untuk memeriksa siapa yang mengirim pesan itu, Cahaya langsung tersenyum senang saat melihat nama Topan yang muncul di layar ponselnya, tentu saja tanpa basa-basi lagi Cahaya segera membuka dan membaca pesan itu.
Sementara Mawar serta Melani saling bertatapan dan tampak kebingungan, mereka kompak menaikkan kedua bahu saat melihat Cahaya tengah tersenyum seperti itu. Jujur keduanya sangat ingin tahu apa yang terjadi pada Cahaya saat ini, namun mereka tidak berani mengganggu Cahaya yang sedang dilanda kesenangan itu.
✉️Topan : Pacar! Aku minta maaf ya sama kamu, tadi pagi aku gak bisa anterin kamu ke sekolah! Jadi, aku tuh sebenernya bangun kesiangan tadi dan aku masih ngantuk banget! Makanya aku gak bisa anterin kamu, tapi nanti pulang sekolah pasti aku jemput kamu kok pacar!
Begitulah isi pesan dari Topan alias sang kekasih Cahaya, sontak Cahaya tampak tersenyum sendiri disana saat membaca pesan tersebut. Cahaya merasa sedikit lega setelah Topan menjelaskan sendiri padanya mengenai alasan Topan tidak mengantarnya ke sekolah tadi, ya walau Cahaya masih agak ragu dengan kebenaran alasan itu.
"Topan kesiangan? Kira-kira ini Topan jujur apa enggak ya?" gumam Cahaya dalam hati.
Mawar dan Melani pun mendekati gadis itu untuk bertanya pada Cahaya, mereka penasaran apa dan siapa sebenarnya yang mengirim pesan sampai membuat Cahaya senang bukan main begitu dan mereka dicuekin olehnya.
"Cahaya! Lu kenapa dah? Kok daritadi kita lihatin lu senyum-senyum gak jelas gitu? Lu gak lagi sakit atau stres kan, Aya?" tanya Mawar terheran-heran dengan sedikit merasa cemas.
"Hahaha, lu mikir apa sih Mawar? Yakali gue stres, apa sebabnya coba? Gue tuh lagi senang, karena Topan barusan SMS gue! Dia jelasin alasan kenapa dia gak antar gue tadi, dan katanya Topan itu bangun kesiangan, jadi dia gak bisa anterin gue deh!" jawab Cahaya sambil tersenyum.
"Ohh, ya ampun gue pikir lu kenapa loh! Syukur deh, ternyata lu masih sehat ya!" ucap Mawar nyengir.
__ADS_1
"Iya Cahaya, tuh kan bener kata kita tadi! Lu jangan mikir yang enggak-enggak dulu ke Topan, buktinya dia ternyata kesiangan bukan karena gak sayang lagi sama lu!" ucap Melani.
"Iya sih, tapi kan belum tentu kalau dia jujur! Bisa aja ini cuma alasan dia supaya gue percaya, padahal mah dia emang sengaja gak mau antar gue ke sekolah! Lagian biasanya juga kan Topan gak kesiangan, terus kenapa dia tiba-tiba bisa kesiangan coba?" ucap Cahaya.
"Aduh Cahaya, lu kok negatif thinking terus sih sama cowok lu sendiri? Ayolah, come on! Be smart girl, jangan begitu terus!" ucap Mawar.
"Ah sok-sokan lu pake bahasa Inggris segala, lahir aja di Sumenep!" ujar Cahaya.
"Hahaha, biar kelihatan berkelas lah Aya! Secara gue kan sekolah di sekolahan internasional kayak gini, masa gue mau ngomong bahasa Jawa?" ucap Mawar tertawa kecil.
"Hadeh, yaudah gue mau ke toilet!" ucap Cahaya.
"Iya, kita berdua tunggu disini ya?" ucap Mawar.
"Oke!"
Cahaya mengangkat jarinya membentuk huruf o, lalu ia pun berbalik dan masuk ke dalam kamar mandi sesuai niatnya sebelum ini untuk buang air tentunya.
Sementara Mawar dan Melani menunggu di depan toilet sembari bermain ponsel, mereka dihampiri oleh Sa'id yang sepertinya masih belum menyerah untuk membujuk Cahaya agar mau gabung OSIS.
Sontak Mawar dan Melani tampak terkejut.
...•••...
Ciiiitttt....
Disisi lain, Topan terpaksa menginjak pedal rem secara mendadak setelah sebuah motor trail warna hijau berhenti di depannya. Topan pun emosi dan ingin tahu apa sebenarnya maksud dari pemotor tersebut mencegatnya, ia hendak turun menemui orang itu, akan tetapi Siska yang berada di samping mencegah Topan dengan mencekal lengannya.
"Topan tunggu!" ujar Siska mencengkeram erat lengan pria di sampingnya itu.
"Kenapa Siska? Gue harus turun dan samperin tuh bocah, kurang ajar banget dia berani cegat mobil gue kayak gitu! Mau cari masalah dia sama gue, awas aja pasti bakal gue gibeng!" ujar Topan emosi.
"Sabar dulu Topan! Gue tau lu emosi dan marah, tapi lu harus waspada! Bisa aja ini jebakan, kita kan gak tahu dia siapa! Nanti kalau lu turun terus ternyata dia gak sendirian gimana? Yang ada lu bisa dikeroyok lagi yang ketiga kalinya!" ucap Siska.
__ADS_1
"Ah gak mungkin! Dia sendiri kok, buktinya mana? Gak ada tuh motor lain yang berhenti di dekat sini, udah jangan halangin gue! Gue harus kasih pelajaran tuh orang songong!" ujar Topan.
"Ish Topan, lu susah banget sih dibilanginnya! Gue tuh perduli sama lu, gue gak mau lu kenapa-kenapa Topan! Nanti kalau misal lu masuk rumah sakit karena digebukin, Cahaya gimana hayo? Emang lu kuat lihat Cahaya sedih?" ucap Siska.
"Ya enggak lah! Gue itu sayang sama dia, yakali gue bisa lihat dia sedih?!" ujar Topan.
"Nah, makanya nurut aja sama gue! Mending kita lapor polisi, atau kalo enggak lu telpon dan teman lu si Ardan atau Guntur buat susulin kita!" saran Siska.
"Iya iya, gue sms mereka dulu!" ucap Topan.
"Jangan sms kelamaan! Mending lu langsung telpon aja mereka biar cepat!" ujar Siska.
"Oke!" ucap Topan mengangguk pelan.
Setelahnya, Topan langsung menghubungi Ardan sahabatnya untuk meminta bantuan seusai dengan perintah dari Wulan, padahal sebenarnya Topan tak takut jika harus turun menghadapi orang itu saat ini.
Sementara pemotor yang ada di depan mobil Topan itu tampak turun dari motor dan bergerak mendekat ke arah mobil Topan, pria itu masih memakai helm sehingga Topan dan Siska tak bisa mengenali siapa pria yang berada di depan itu.
"Eh Topan, dia jalan lagi kesini! Gimana dong?" ucap Siska panik ketakutan.
"Tenang aja! Lu disini kan berdua sama juara nasional mma, jadi lu gak perlu takut Siska!" ucap Topan menenangkan gadis di sampingnya.
"Dih, juara nasional mma palalu!" cibir Siska.
"Hahaha, ya serius! Udah ah, kayaknya gue emang perlu turun deh temuin dia! Kalau enggak, nanti dia bisa berbuat sesuka hati misalnya mukulin badan mobil gue!" ucap Topan.
"Ih jangan! Tunggu Ardan sama Guntur datang dulu, biar lu aman gitu!" ucap Siska.
"Haish, gak ada waktu Siska! Gue harus temuin dia, lu tunggu disini dan gausah panik! Gue pasti baik-baik aja kok!" tegas Topan.
Akhirnya Siska mengizinkan Topan untuk turun menemui pemotor tersebut, dan tentu saja Topan langsung bergerak keluar dari mobilnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...