
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 234
...•...
...•...
Topan menggandeng tangan Cahaya dan mengajak gadis itu masuk ke dalam rumahnya, namun ketika berada tepat di depan pintu tiba-tiba saja Cahaya merasa gugup dan belum yakin untuk menemui Eun-Kyung saat ini. Cahaya menelan saliva nya dengan kasar, ia masih khawatir kalau nantinya sang mama dari kekasihnya itu tak menyukai dirinya.
Melihat gadisnya tiba-tiba terdiam, membuat Topan penasaran dan bertanya pada Cahaya mengapa gadis itu berhenti di depan pintu rumahnya. Ya Topan memang tahu kalau Cahaya pasti masih merasa gugup karena hendak bertemu dengan mamanya di dalam sana, namun Topan tak mau jika Cahaya terus bersikap seperti itu yang akan memperlambat waktu.
"Pacar, kamu kenapa berhenti sih? Apa kamu masih ragu buat ketemu mama aku?" tanya Topan.
"Eee bukan gitu pacar, aku cuma takut aja kalau yang daritadi aku pikirin tuh jadi kenyataan! Kan aku baru sekali ketemu mama kamu, tapi itu juga sebagai diri aku sendiri bukan sebagai pacar kamu! Nah, sekarang aku gugup banget Topan!" jelas Cahaya.
"Tenang ya cantik! Kalau kamu gugup, pegang aja tangan aku nih! Pasti gugup kamu bakal hilang, lagian mama aku itu orangnya baik kok, kamu gausah takut ya pacar!" ucap Topan.
"Iya aku tau," ucap Cahaya singkat.
Topan tersenyum sembari mengusap rambut Cahaya dan mengecup keningnya, sementara gadis itu hanya diam sambil memegang tangan Topan sesuai dengan permintaan pria tersebut. Ya Cahaya belum bisa menenangkan diri untuk saat ini, namun ia sudah berniat untuk menemui Eun-Kyung di dalam sana agar tak membuat Topan kecewa padanya.
"Yaudah, aku siap kok buat ketemu sama mama kamu di dalam! Maaf ya pacar, tadi aku terlalu lebay mikirnya!" ucap Cahaya.
"Nah gitu dong, iya gapapa cantik! Yang penting sekarang kamu mau ketemu mama, yuk aku langsung bawa kamu buat temuin mama di dalam dan aku yakin mama papa seneng banget karena bisa ketemu sama kamu! Dari pagi tuh mama udah bawel banget, minta aku buat ajak kamu kesini!" ucap Topan sambil tersenyum.
"Ah masa sih? Palingan juga kamu yang bawel minta izin buat ajak aku kesini, iya kan?" ucap Cahaya.
"Yeh dia gak percaya, kamu tanya aja sendiri sama mama nanti di dalam! Orang mama aku kok yang minta buat ketemu sama kamu, katanya mama tuh pengen bicara sama kamu supaya bisa lebih dekat aja gitu!" ucap Topan menjelaskan.
"Oh gitu, iya deh percaya!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Yaudah bagus, yuk masuk!" ucap Topan.
Cahaya mengangguk pelan, lalu Topan pun membawa gadis cantik itu masuk ke dalam rumahnya dengan bergandengan tangan. Sesekali Topan juga menatap wajah Cahaya dan mencolek pipi gadis itu karena gemas, apalagi saat Topan melihat kalau Cahaya sedang gugup atau cemas memikirkan pertemuannya dengan Eun-Kyung.
"Mama!" ucap Topan memanggil mamanya dari belakang saat ia melihat sang mama ada disana.
Sontak Eun-Kyung menoleh ke asal suara, ia syok lantaran yang datang adalah putranya bersama Cahaya yang masih memakai seragam sekolah.
"Mah, ini aku udah bawa Cahaya buat mama!" ucap Topan menghampiri mamanya.
"Ya ampun sayang, ini kamu langsung bawa Cahaya kesini gak diajak pulang dulu ke rumahnya? Masa iya Cahaya masih pake seragam sekolah sih, kamu itu gimana sih Topan?!" ujar Eun-Kyung.
"Loh kan mama tadi yang minta, katanya mama pengen ketemu sama Cahaya? Giliran aku udah bawa Cahaya kesini, kenapa mama malah marahin aku kayak gitu sih? Salah aku dimana mah?" tanya Topan terheran-heran.
"Ya jelas salah lah Topan! Harusnya kamu ajak dulu Cahaya ke rumahnya buat ganti baju, kan kasihan dia pasti capek habis sekolah malah langsung dibawa kesini!" ujar Eun-Kyung.
"Maaf mah, aku gak kepikiran!" ucap Topan.
"Gak kepikiran, gak kepikiran! Kan kalo kayak gini jadinya mama yang gak enak sama Cahaya, maaf ya sayang, Topan emang gitu anaknya! Kamu istirahat dulu ya disini, sekalian makan siang bareng!" ucap Eun-Kyung langsung mendekati Cahaya dan memegang pundak gadis itu.
"Aduh sayang, kamu itu selain cantik juga sopan ya! Jarang-jarang loh anak muda jaman sekarang yang seperti kamu sayang, gak salah Topan pilih kamu buat jadi pacar!" ucap Eun-Kyung.
"Bukan cuma pacar, mah! Tapi, aku juga pilih Cahaya buat jadi calon istri aku!" ujar Topan.
"Iya iya, dasar kamu!" ucap Eun-Kyung.
Topan pun tersenyum renyah sembari garuk-garuk kepala bagian belakangnya.
"Nah Cahaya, kamu mau kan makan siang bareng sama kita disini?" tanya Eun-Kyung.
"Mau kok tante, aku seneng banget malah!" jawab Cahaya sambil tersenyum.
"Bagus deh! Tapi, kamu jangan panggil tante dong! Kan kamu calon istrinya Topan, jadi kamu harus panggil mama ya! Biar supaya diantara kita itu gak ada rasa canggung lagi, oke sayang?!" ucap Eun-Kyung.
"Eee oke tante! Eh maksud aku, mama!" ucap Cahaya gugup dan gemetar.
"Hahaha, bagus sayang!" ucap Eun-Kyung.
__ADS_1
Melihat keakraban diantara sang kekasih dengan mamanya, Topan pun tampak senang karena ia sudah mendapat restu dari mamanya untuk bisa menikah dengan Cahaya.
Setelahnya, mereka pun pergi bersama menuju meja makan untuk menikmati hidangan makan siang yang sudah disediakan oleh bik Leni.
"Nah sayang, yuk kita makan! Ini semua mama loh yang masak bareng bik Leni, spesial buat kamu calon menantu mama yang cantik!" ucap Eun-Kyung sembari mencolek dagu Cahaya.
"I-i-iya mah," ucap Cahaya.
"Ah masa sih mama yang masak?" tanya Topan seakan-akan tak percaya.
"Iya, emangnya kenapa? Kamu gak percaya kalau ini semua masakan mama?" ujar Eun-Kyung emosi.
"Galak amat sih mah! Kan Topan cuma nanya, tadi aja sama Cahaya lembut banget!" ujar Topan.
"Udah gausah nanya-nanya!" ujar Eun-Kyung.
Melihat keributan antara Eun-Kyung dengan Topan justru membuat Cahaya terkekeh geli, namun ia berusaha menjaga sikap dan menahan tawanya agar tidak membuat Eun-Kyung merasa ilfeel padanya.
"Heh pacar! Kamu ngetawain aku ya? Ohh, jadi kamu seneng kalo aku dimarahin sama mama? Pacar macam apa sih kamu?" tegur Topan.
Cahaya kaget karena Topan bisa tahu kalau ia tengah menertawakan dia, padahal ia sudah berusaha untuk menahan dirinya agar tidak tertawa di hadapan Eun-Kyung.
"Hah? Enggak kok, mana ada aku ketawain kamu?" ucap Cahaya ngeles.
"Tau ih kamu Topan! Sensi bener jadi cowok, Cahaya perasaan daritadi diem aja gak ada mama lihat dia ngetawain kamu!" ucap Eun-Kyung.
"Ya mungkin aku salah lihat mah," ujar Topan.
"Hadeh, yaudah yuk kita duduk! Cahaya, kamu duduk samping mama ya?!" ucap Eun-Kyung.
"I-i-iya mah," jawab Cahaya.
Mereka bertiga pun duduk disana dan bersiap menikmati makan siang bersama.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1