Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 62. Joget ria


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 61


...•...


...•...


"Bel, tunggu Bel!" teriak Bram yang langsung turun mengejar Bella, tangannya pun berhasil meraih lengan gadis itu dan menahannya agar tidak pergi.


"Haish... lu mau apa sih, ha? Gue udah bilang gue gak mau masuk kesana, apalagi sama lu!" bentak Bella.


"Santai dong, gue gak akan macem-macem! Kita cuma minum-minum sambil makan, gue janji deh gak akan berbuat macam-macam sama lu!" ucap Bram meyakinkan Bella.


Bella terdiam sejenak sembari memalingkan wajahnya, sepertinya ia berpikir keras apa mungkin Bram akan menepati janjinya dan tidak berbuat apa-apa ketika mereka berada di dalam diskotik itu nanti. Memang Bella sudah seringkali masuk kesana bersama teman-temannya, namun belum pernah ia datang dengan seorang lelaki ya walau di dalam sana juga banyak laki-laki liar yang mesum.


"Oke, kebetulan gue juga lagi suntuk! Tapi awas kalo sampe lu berani macem-macem sama gue, bakal gue laporin lu ke pihak berwajib!" ancam Bella.


"Iya gue janji, yaudah masuk yuk!" ucap Bram.


Akhirnya Bella mau masuk ke dalam bersama Bram walau dengan sangat terpaksa, mereka pun jalan berdampingan tapi tidak gandengan karena Bella melepas genggaman tangan Bram.


"Sorry Bel, gue terpaksa ingkar janji..." batin Bram.


Mereka melangkah masuk ke dalam dan langsung disambut oleh alunan musik nan indah dan menggema di telinga mereka, Bella yang tengah dilanda kesedihan pun tampak menyunggingkan senyum menikmati musik tersebut.


Kini mereka duduk di meja yang kosong dan memesan sejumlah minuman serta camilan, Bella memilih minuman non alkohol tentu agar ia tidak mabuk dan malah menggila nantinya. Sedangkan Bram seperti biasa ia membeli minuman kesukaannya, ia juga memiliki rencana tidak baik pada gadis di sampingnya setelah ini.


"Bel, kenapa gak pesen alkohol? Enak loh buat penghilang stres sama pusing, katanya lagi suntuk?" ujar Bram sembari menuang minuman ke gelasnya.


"Gak mau, gue waspada aja..." jawab Bella singkat.

__ADS_1


"Ohh, lu takut bakal hilang kendali ya? Tenang aja kalo minum segelas dua gelas gak bakal mabuk kok, nih cobain ya?" ujar Bram menawarkan minuman di tangannya kepada Bella.


"Gausah, lu minum aja sendiri!" tolak Bella sambil menjauhkan gelasnya dari Bram.


"Oke,"


Bella masih saja cuek kepada Bram dan terus memalingkan wajahnya ke arah lain, ia melirik ke arah orang-orang yang tengah berjoget ria diikuti alunan musik dj. Namun, ada sebuah pemandangan yang tak sedap di mata saat segerombolan pria terlihat merabaa-rabaa bagian vital seorang wanita dan wanita itu malah terlihat menikmati.


"Heran gue, kok ada ya cewek kayak gitu? Bisa-bisanya harga diri dia disentuh rame-rame gitu, gue sih malu banget kalo jadi dia!" batin Bella.


Bram menyadari ke arah mana Bella melihat, ia pun mempunyai inisiatif untuk mengajak gadis itu berjoget ria disana bersama para pelanggan lain. Tentu sekaligus juga untuk melancarkan rencana selanjutnya, ia pun bergeser mendekat ke tubuh Bella sembari berdehem pelan.


"Ehem... kamu mau joget juga, Bel?" ujar Bram.


"Hah? Gak kok, gue ogah!" ucap Bella ketus.


"Yaelah, kalo mau yaudah joget aja sih! Ayo dah gue temenin biar lu gak diraba sama om-om genit!" ucap Bram memancing Bella.


"Gak mau, lu aja sendiri sana!" ucap Bella.


"Udah ayo!" paksa Bram. Ia langsung menarik tangan Bella dan membawa gadis itu menuju keramaian lalu berjoget ria disana, Bella terpaksa meladeni Bram dan mulai joget secara asal.


"Gimana, lu mau pilih yang mana?" tanya Topan kembali sambil tersenyum menggoda.


"Gue pilih...." ucap Cahaya menggantung.


Topan makin dibuat penasaran oleh Cahaya karena gadis itu tak kunjung melanjutkan perkataannya, Cahaya malah diam menunduk sembari garuk-garuk kening tentu Topan kesal pada tingkah laku Cahaya yang seperti sengaja membuatnya penasaran.


"Heh, cepet jawab mau pilih yang mana!" bentak Topan karena sudah sangking kesalnya.


"Hahaha, kesel ya? Kesel lah masa enggak! Makanya jangan suka isengin gue, giliran diisengin balik malah marah!" ujar Cahaya meledek Topan.


"Ohh, jadi main bales-balesan nih? Oke, jangan salahin gue ya kalo setelah ini gue bakal lebih jail sama lu bahkan bisa bikin lu ketar-ketir!" ujar Topan.


"Ish, ngeselin lu! Dah ah gue mau balik ini, takut nanti bokap gue nyariin!" ujar Cahaya.


"Jiah udah gede masih aja dicariin, dasar anak papih! Eh wajar sih kan lu cewek kere, jadi kalo gak pulang-pulang pasti bokap lu ngiranya lu lagi jual diri supaya bisa dapet duit buat makan!" ujar Topan.

__ADS_1


"Gila!" cibir Cahaya.


"Hahaha, jangan marah! Makanya buruan pilih ini mau bunga apa coklat, kalo lu cepet milihnya kan kita juga cepet pulang ini!" ucap Topan.


"Hadeh, gak ada pilihan lain apa? Misal permen gitu atau cake, gue gak suka bunga apalagi coklat!" ucap Cahaya minta tawaran lain.


"Yeh nawar, dikata pasar! Kagak ada yang begituan, udah buruan pilih!" ujar Topan tegas.


"Umm... ya oke gue pilih bunga, puas kan lu?" ucap Cahaya sambil mengambil bunga dari tangan Topan.


"Serius lu mau jadi pacar gue?" tanya Topan.


Cahaya menghembuskan nafas kasar seraya memutar bola matanya, Topan menanti-nanti jawaban dari Cahaya hanya sekedar memastikan kalau gadis itu memang mau menjalin hubungan sebagai kekasih Topan.


"Iya, terpaksa!" jawab Cahaya ketus.


"Ohh, ya gapapa sih terpaksa juga yang penting lu mau jadi pacar gue!" ujar Topan nyengir.


Cahaya melotot terheran-heran dengan sikap Topan yang sekarang, tentu jauh berbeda saat sebelumnya mereka bertemu yang mana Topan selalu saja membuatnya jengkel. Namun, kali ini justru Topan malah menunjukkan sikap manisnya ya walau gak terlalu manis karena bukan kamu.


"Lu gak lagi bercanda kan, apa ini prank doang?" tanya Cahaya menaruh curiga pada Topan.


Topan nyengir sambil geleng-geleng kepala, ia pun bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri gadisnya dan duduk kembali tepat di sebelah Cahaya sambil menatapnya dari samping.


"Lu pikir muka gue lagi bercanda atau bikin prank?" ujar Topan mendekatkan wajahnya ke Cahaya.


"Eee... ya bisa aja, kan?" ujar Cahaya.


"Jangan mikir yang enggak-enggak dong, gue tulus kok mau jadi pacar lu! Dan sekarang gue seneng banget karena lu terima cinta gue, ya walau agak sedikit nyesel sih harusnya lu pilih coklat biar kita bisa langsung nikah!" ucap Topan nyengir.


"Stres...!!!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...

__ADS_1


...Cahaya & Topan jadian...


...❤️❤️❤️...


__ADS_2