Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 181. Pertemuan Topan & Hendra


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 180


...•...


...•...


Ting nong...


Ting tong....


Mendengar suara bel berbunyi, Cahaya yang tengah menonton tv di sofa bersama papanya langsung terkejut dan hendak pergi sejenak untuk mengecek siapa yang datang ke apartemennya. Cahaya berharap kalau itu adalah Topan alias kekasihnya yang memang sedari tadi ia tunggu-tunggu kehadirannya, namun ia tak mau terlihat terlalu gembira karena masih sedikit kesal pada Topan.


Cahaya pun meminta izin kepada papanya yang masih anteng nonton tv disana, untuk pergi ke depan membukakan pintu sekaligus mengecek siapa yang datang kesana. Awalnya Cahaya memang malas untuk melangkah ke depan, tapi membayangkan yang datang adalah Topan membuatnya bersemangat terlebih lagi sang papa saat ini juga sudah mulai setuju dan memberi izin padanya untuk menjalin hubungan dengan Topan.


"Pah, aku buka pintu dulu ya? Ada yang dateng tuh di depan, siapa tahu Topan." ucap Cahaya.


"Cie cie yang ngarepin banget Topan dateng! Udah gak sabar ya pengen ketemu pacar kamu itu?" ledek Hendra menggoda putrinya.


"Apaan sih, pah?" ujar Cahaya malu-malu.


"Hahaha, udah sana bukain pintunya! Siapa tahu beneran Topan kan? Jadi, kamu gak perlu cemberut lagi karena Topan udah datang tuh di depan!" ujar Hendra masih saja menggoda Cahaya.


"Ish, papa ih! Jangan begitu terus dong sama aku!" ucap Cahaya mulai salah tingkah.


"Cie cie yang mukanya merah cie..." lagi-lagi Hendra menggoda Cahaya dengan senyum meledeknya sembari mengulurkan telunjuknya ke hadapan wajah Cahaya yang memang mulai memerah.


"Apaan sih, pah? Mana ada muka aku merah?" ujar Cahaya mengelak.

__ADS_1


Akhirnya Cahaya memilih langsung pergi saja dari hadapan sang papa karena tidak tahan dengan ejekan dari papanya itu, ya ia juga heran mengapa perasaannya begitu senang ketika Hendra menggodanya seperti itu, padahal ia sendiri juga masih belum percaya kalau ia memiliki rasa kepada Topan yang kini sudah menjadi kekasihnya.


Sesampainya di depan pintu, Cahaya justru gugup dan khawatir kalau yang datang memang benar Topan. Entah mengapa tiba-tiba saat ini ia menjadi bimbang dan tidak mau membuka pintunya, ia hanya berdiam diri disana dengan wajah gugup serta tubuh yang mulai bergetar akibat rasa gugup di dalam tubuhnya itu ketika memikirkan Topan.


"Huft, gue kenapa sih? Ayolah Cahaya, ini cuma Topan kok!" gumam Cahaya dalam hati.


Ya setelah mengumpulkan tekad dan keyakinan di dalam dirinya, kini Cahaya menggerakkan tangannya untuk mulai menarik gagang pintu dan membuka pintu tersebut untuk menyambut Topan. Cahaya memejamkan mata saat perlahan pintu itu mulai ia buka, nampaknya ia masih belum siap jika harus berpapasan dengan Topan saat ini.


"Hai pacar!"


Cahaya terkejut dengan kata-kata itu, telinganya menangkap betul kalau suara tersebut adalah milik Topan karena ia terbiasa mendengarnya. Namun, matanya masih saja terpejam dan belum mau ia buka lantaran rasa gugup yang ada di tubuhnya saat ini, terlebih lagi Topan menyapanya seperti itu yang membuat ia makin gugup saja.


"Pacar, kamu kenapa merem begitu sih? Ohh, pasti kamu mau kasih kode ke aku buat cium pipi kamu ya? Yaudah, sini aku cium!" ucap Topan.


Topan pun mendekat dan bersiap mencium gadis itu, namun dengan cepat Cahaya membuka matanya dan mendorong tubuh Topan dengan keras sehingga Topan terhuyung ke belakang.


"Ish, jangan macem-macem ya!" bentak Cahaya.


"Aduh, galak banget sih kamu! Kan aku cuma mau turutin kemauan kamu, abisnya kamu merem begitu bikin aku salah arti kan!" ucap Topan.


Topan tersenyum dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam bersama dengan Cahaya, ia terus saja memandang ke arah Cahaya sambil senyum-senyum sendiri.


❤️


Topan tampak tegang begitu melihat Hendra yang tengah duduk di sofa menonton tv membelakangi dirinya, entah mengapa ia merasa gugup dan khawatir jika Hendra akan kembali marah padanya atau mengusir ia dari sana, itulah sebabnya ia menghentikan langkahnya secara tiba-tiba disana.


Cahaya yang ada di samping Topan merasa heran karena Topan justru berhenti tiba-tiba, ia pun menoleh dan coba bertanya pada pria tersebut mengapa dia berhenti disana. Cahaya juga heran lantaran Topan terlihat sangat gugup dan bahkan kakinya gemetar, namun ia memiliki firasat kalau Topan sedang takut pada papanya.


"Topan, lu kenapa sih?" tanya Cahaya heran.


"Eh eee gak kok, aku cuma takut aja kalau papa kamu nanti marah-marah lagi sama aku kayak waktu itu. Apalagi papa kamu kan juga gak suka sama aku, gimana kalo dia usir aku?" ucap Topan.


"Lu gausah takut gitu! Papa sendiri kok yang bolehin gue kirim lokasi apartemen ini ke lu, udah lu tenang aja! Papa gak bakal marah-marah sama lu lagi kok kayak waktu itu, kan sekarang udah gak ada Calissa disini!" ucap Cahaya meyakinkan Topan.


"Oh gitu, iya sih. Tapi, aku masih gugup aja kalau berpapasan sama papa kamu." ucap Topan.

__ADS_1


"Gausah gugup ah! Udah yuk buruan, kalo kelamaan nanti papa malah marah loh!" ujar Cahaya memaksa lalu menarik tangan Topan begitu saja.


"Eh eh iya iya..." Topan terkejut.


Cahaya terus menarik tangan Topan hingga sampai di hadapan papanya, ia pun mempertemukan Topan dengan papanya yang masih duduk santai disana sembari menonton tv. Cahaya sangat senang karena bisa bertemu dengan Topan tanpa perlu sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya, karena saat ini papanya sendiri yang mengizinkan.


"Pah, ini Topan udah datang!" tegur Cahaya sambil tersenyum ceria.


Hendra yang tengah menonton tv langsung terkejut dan menoleh ke arah Cahaya, ia tersenyum saat melihat ada sosok Topan disana bersama putrinya yang tengah menenteng plastik hot dog. Hendra pun berdiri untuk menyambut Topan sekaligus bersalaman dengan pria itu, karena belum pernah ia dan pria tersebut salaman sebelumnya.


"Oh hey, Topan! Apa kabar kamu?" ucap Hendra sembari menjulurkan tangannya ke arah Topan.


"Eee ba-baik kok, om." jawab Topan dengan gugup dan perlahan menaikkan tangannya untuk meraih tangan Hendra.


"Syukurlah! Kamu kenapa gugup gitu?" ujar Hendra terheran-heran.


"Eee sa-saya gak gugup kok, om. Sa-saya cuma bingung aja, kemarin-kemarin kan om selalu usir saya dan gak suka kalau saya deket sama Cahaya." ucap Topan sambil menunduk.


"Lupakan itu! Saya minta maaf ya, karena saya telah salah menilai kamu! Terimakasih juga, karena bantuan kamu saya jadi bisa mengetahui kebusukan Calissa istri saya yang gila harta dan suka menghasut saya itu!" ucap Hendra.


"Iya om, sama-sama." ucap Topan tersenyum tipis.


"Oh ya, hot dog dibawa kan?" tanya Hendra.


"Eee dibawa dong om, nih!" ucap Topan menunjukkan plastik hot dog yang ia bawa itu kepada Hendra.


"Bagus, yuk duduk sini!" ujar Hendra. "Cahaya, buatin minum dong untuk Topan!" sambungnya meminta Cahaya membuatkan minuman.


"Eee iya pah..." ucap Cahaya.


Cahaya pun pergi menuju dapur untuk membuat minuman, sedangkan Hendra dan Topan duduk disana bersama-sama sembari berbincang sedikit dan mulai menikmati hot dog itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2