Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 79. Nanya langsung


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 78


...•...


...•...


Kini Cahaya sudah ada di luar rumah tengah memanaskan motornya sejenak sebelum ia akan memakainya untuk perjalanan menuju sekolah pagi ini, ia masih saja memikirkan siapa sebenarnya teman Calissa yang bernama Topan itu dan apakah Topan teman Calissa adalah Topan yang sama dengan yang ia kenali.


Tiiinnnn...


Tiba-tiba ada mobil datang yang tak lain adalah mobil milik Calissa, tentu Cahaya berupaya menjadikan ini untuk menanyakan langsung pada Calissa tentang Topan yang dibilang pak Hadi sang supir karena ia sangat penasaran bahkan semalaman terus memikirkan tentang itu sangking penasarannya.


Setelah Calissa keluar dari mobilnya dan hendak berjalan ke dalam rumah, Cahaya langsung mencegatnya dengan berdiri di depannya sambil menatap wanita itu dengan mata tajam menyala dan melipat dua tangannya di dada.


"Mau apa, Cahaya?" tanya Calissa berusaha sopan walau hanya pura-pura.


"Gue mau tanya sama lu, darimana lu semalaman sampe gak pulang ke rumah? Pak Hadi bilang kalo lu nemenin temen lu di rumah sakit, itu beneran temen atau simpanan lu Calissa??" ujar Cahaya.


"Kamu ngomong apa sih, Cahaya? Aku gak punya simpanan, aku ini cuma sayang sama mas Hendra papa kamu Cahaya!" ucap Calissa tersenyum.


"Udah deh gausah ngelak mulu! Mana mungkin lu rela semalaman nemenin cowok kalo dia bukan simpanan lu, mending lu ngaku aja deh sama gue!" ujar Cahaya tak percaya dengan ucapan Calissa.


"Ngaku apa, Cahaya?" tanya Calissa pura-pura heran.

__ADS_1


"Ya ampun masih aja ya lu pura-pura kayak gitu! Gue bukan papa yang gampang percaya sama kata-kata lu apalagi drama murahan lu itu, cepet deh cerita yang sejujurnya sama gue!" bentak Cahaya kesal.


"Cerita jujur apa sih, Cahaya? Aku daritadi udah jujur loh sama kamu, masa kamu gak percaya?" ujar Calissa dengan wajah memelas nya.


"Oke, gapapa kalo lu gak mau cerita sama gue! Tapi, gue bakal cari sendiri semua bukti-buktinya kalo lu punya cowok simpanan dan lu juga gak cinta sama papa! Lu cuma ngincar hartanya terus setelah lu berhasil melakukan itu, pasti lu bakal pergi dari papa dan kembali ke simpanan lu kan?" ucap Cahaya.


"Ya terserah kamu aja deh, Cahaya! Kamu mau ngapain itu suka-suka kamu, tapi intinya aku udah jujur sama kamu kalau aku gak punya simpanan!" ujar Calissa masih tetap saja mengelak.


Akhirnya Calissa melangkah pergi masuk ke dalam rumah melewati Cahaya begitu saja dengan raut kesal terpampang di wajahnya, sedangkan Cahaya masih berdiri disana kebingungan karena Calissa tetap saja kekeuh tak mau mengakui kalau dia memiliki simpanan.


Cahaya melirik jam di layar ponselnya, ia pun panik karena waktu sudah mau pukul 6.30 pagi dan ia belum juga jalan menuju sekolah karena mengurusi Calissa serta simpanannya itu yang padahal belum jelas kebenarannya.


"Duh, gue bisa telat nih kalo gini...!!" gumam Cahaya.


Cahaya pun mendekat ke motornya lalu dengan cepat naik duduk di joknya dan memakai helm, ya tanpa basa-basi lagi ia pun langsung bergerak maju melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena takut telat sekolah jika tidak ngebut begitu.


Bahkan pak Ahmad sang satpam sampai terkejut dengan kecepatan Cahaya dalam mengendarai motornya yang seperti melesat, ia khawatir kalau majikannya itu akan kenapa-napa kalau melaju sekencang itu apalagi di jalan raya yang biasanya kalau pagi ramai oleh kendaraan.


Disisi lain, Topan diantar pulang ke rumah oleh teman-temannya di geng spider setelah ia diperbolehkan pulang karena kondisinya memang sudah agak mendingan dan dokter telah memastikan kalau Topan tidak mempunyai luka dalam.


Ya Topan dibawa menggunakan mobil Guntur serta ditemani oleh seorang temannya lagi yakni Beri, mereka bisa tahu Topan ada di rumah sakit karena Topan sendirilah yang memberitahunya melalui telpon saat pagi tadi dan meminta Calissa untuk pulang saja ke rumah.


"Top, lu kok tadi bisa sama Calissa sih di rumah sakit? Emang sekarang lu udah balikan lagi sama dia?" tanya Guntur terheran-heran.


"Ngaco aja lu! Ya jelas kagak lah, gue cuma kebetulan aja ketemu sama dia di jalan kemarin! Dan dia yang nolongin gue waktu pingsan abis digebukin, makanya gue bisa sama dia!" jawab Topan.


"Ohh, gue kira lu emang udah balikan lagi gitu sama Calissa!" ujar Guntur sambil nyengir.


"Yeh mana ada begitu! Udah ah buru bawa gue masuk ke dalam, gue pengen rebahan nih di kamar!" ujar Topan sedikit keras.


"Iya siap bos!"

__ADS_1


Guntur & Beri pun turun dari mobil lebih dulu, lalu mereka berbondong-bondong membawa tubuh Topan yang masih terasa sakit itu turun dari mobil secara perlahan dengan merangkulnya serta memegangi tiap bagian luka pria tersebut.


Saat mereka bertiga hendak mengetuk pintu rumah, tiba-tiba pintu itu malah sudah terbuka dari dalam dan ternyata ada Eun-Kyung disana yang membuka pintu karena ingin pergi kerja seperti biasanya dengan pakaian rapih serta tubuh yang wangi.


"Waduh, ini Topan kenapa??" tanya Eun-Kyung kaget saat melihat putranya dibopong oleh kedua temannya dan dipenuhi perban.


"Eee... ini loh tante, Topan baru keluar dari rumah sakit! Di-dia abis dipukulin sama orang-orang yang gak dikenal kemarin di jalan, makanya sekarang tubuhnya luka-luka begini!" jawab Guntur.


"Heh, otak udang! Ngapa lu kasih tau sih?" ujar Topan kesal sembari melotot ke arah Guntur.


"Lah kan emak lu nanya, ya gue jawab lah Top! Nanti kalo gak dijawab gue dosa bro!" ucap Guntur.


"Topan, kamu kok bisa sampe dipukulin begitu sih? Emangnya ada apa, Topan? Kamu punya masalah apa sebelumnya sama yang mukulin kamu itu?" tanya Eun-Kyung panik dan cemas.


"Nanti aja ya mah tanya-tanyanya! Kasian nih Guntur sama Beri keberatan bawa tubuh aku!" ucap Topan.


"Oh iya iya... yaudah ayo masuk ke dalam!" ujar Eun-Kyung memberi jalan agar mereka bertiga bisa lewat dan masuk ke rumah itu.


Setelah di dalam, Guntur & Beri pun meletakkan tubuh Topan di sofa sesuai perintah dari Eun-Kyung yang juga ikut masuk lagi ke dalam karena khawatir dengan kondisi putranya tersebut yang memang cukup mengerikan dengan banyaknya perban.


"Bik, bibik...!!" teriak Eun-Kyung memanggil pekerja disana yang tak lain adalah bik Leni.


"Iya, nyonya...." ucap bik Leni langsung berlari menghampiri majikannya.


"Bik, tolong buatin minum ya untuk teman-temannya Topan ini!" perintah Eun-Kyung.


"Baik, nyonya!"


Tanpa basa-basi lagi, bik Leni pun kembali ke dapur membuatkan minum walau ia sangat terkejut melihat kondisi Topan yang penuh perban itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2