Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 48. Sama-sama suntuk


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 47


...•...


...•...


Cahaya keluar dari ruang guru dengan wajah sedih dan murung, tadinya ia mengira jika pak Jumali akan memberinya hadiah atas keberhasilan dirinya meraih nilai 100 dan tertinggi di kelas. Namun, nyatanya malah pak Jumali sudah mengetahui semuanya dan memarahinya bahkan memberi hukuman padanya untuk membuat makalah tentang materi yang diujikan tadi sebagai nilai ganti.


Terlihat Mawar & Melani juga masih berada disana, mereka terkejut melihat Cahaya sahabatnya yang keluar dengan kondisi murung dan tampak menyedihkan. Mereka pun langsung menghampiri Cahaya untuk menanyakan apa yang terjadi padanya, sebagai sahabat mereka ikut merasa sedih ketika melihat Cahaya bersedih seperti sekarang walau mereka belum tahu apa penyebabnya.


"Ya ampun, Aya! Lu kenapa, kok begitu keluar dari dalam lu langsung murung gini? Emangnya pak Jumali barusan ngomong apa sama lu, sampai lu jadi kayak gini?" tanya Mawar yang sudah berada di dekat Cahaya sembari memegang lengan Cahaya.


Cahaya menatap sekilas wajah temannya itu tanpa menjawab apapun, ia terisak kemudian pergi melewati dua sahabatnya dengan langkah cepat sepertinya hendak menuju tangga. Mawar pun heran mengapa Cahaya sampai sebegitunya, ia mengajak Melani untuk mengejar gadis itu karena khawatir pada kondisi Cahaya yang sekarang.


Akhirnya mereka berhasil menyusul Cahaya sebelum gadis itu naik ke lantai 2, mereka mencengkeram lengan Cahaya dengan kuat lalu menahannya untuk tidak pergi sebelum menjelaskan pada mereka apa yang terjadi sebenarnya.


Cahaya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman mereka, tetapi tenaganya kalah kuat karena sahabatnya itu berdua sedangkan ia hanya sendiri disana. Cahaya pun menyerah dan mengalah, ia menghela nafas bersiap menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"Lu kenapa sih, Aya? Coba dong cerita sama kita biar kita juga bisa ngerti, siapa tahu kita bisa bantu lu selesaiin masalah lu ini!" ujar Mawar tegas.


"Iya Aya, kalo lu diem dan pendem sendiri malah makin repot loh! Lagian kan ada kita berdua disini, udah seharusnya sesama teman itu saling membantu Aya!" sahut Melani.


Cahaya sempat diam sejenak melirik ke arah lain, sungguh ia takut ditertawakan oleh kedua temannya yang laknat itu jika ia menceritakan apa yang terjadi padanya ke mereka. Cahaya memang tipe orang yang selalu overthinking kepada siapapun itu, hal tersebutlah yang membuat ia sulit mempercayai orang-orang disekitarnya.


"Gue dimarahin sama pak Jumali di depan guru-guru disana, cuma gara-gara gue ketahuan bohongin dia pas ujian tadi! Kan gue jadi malu banget tau, harusnya dia gak marahin gue keras-keras begitu disana! Kayaknya dia emang sengaja deh pengen jelekin nama gue di depan guru yang lain, nyebelin banget tuh guru gendut!" ujar Cahaya kesal.


Mawar & Melani kompak menutup mulutnya yang menganga setelah mendengar perkataan Cahaya, mereka kini tahu penyebab Cahaya jadi sedih dan murung seperti tadi yakni karena dimarahi pak Jumali ketika di dalam ruang guru tadi.


Kedua gadis itu saling pandang melepas cengkeraman mereka dari lengan Cahaya, mereka bingung apa yang akan dikatakan untuk dapat membuat Cahaya tenang seperti biasa.


"Umm, emang lu bohongin pak Jumali gimana sih maksudnya? Kok bisa pak Jumali sampai semarah itu sama lu, apalagi di depan banyak guru?" tanya Mawar penuh penasaran.


"Hah??" ujar Mawar & Melani serentak.


...•••...


Disisi lain, Topan tampak gusar karena ketinggalan kelas dan tugasnya juga telat ia kumpulkan karena menolong Calissa saat di jalan tadi. Walau ini semua juga karena kecerobohan dirinya yang menyetir sambil melamun dan mengantuk, akhirnya ia harus menerima semua apesnya akibat dari kesalahannya sendiri.


Tak disangka seorang gadis cantik duduk di sampingnya sembari menyodorkan sebungkus roti keju di hadapan Topan, pria itu terkejut lalu menoleh ke samping memastikan siapakah yang memberinya roti tersebut. Matanya terpana melihat kecantikan gadis di sampingnya, namun ia merasa tak asing pada wajah gadis tersebut.


"Lu, Bella?" ujar Topan dengan mata membelalak lebar dan mulut menganga sedikit, ia sungguh hampir tak mengenali penampilan baru Bella.


"Iya," jawab gadis itu mengangguk tanda benar kalau ia memanglah Bella alias mantan Topan.

__ADS_1


Sontak Topan syok dan terkejut hebat mendengarnya, ia tak menyangka Bella bisa berubah drastis seperti ini penampilannya menjadi lebih cantik dan elegan dari sebelumnya. Topan sampai tak bisa berhenti menatap gadis itu, ia terus memandangi seluruh tubuh mulai dari wajah sampai bentuk kaki Bella.


"Cantik!" ucap Topan memuji penampilan Bella, ia spontan mengatakan itu tanpa mempunyai niat sebelumnya.


Tentu saja Bella kaget mendengarnya, begitupun dengan Topan yang reflek menutup mulutnya setelah mengatakan hal tersebut kepada Bella.


"Makasih," ucap Bella pelan sembari menunduk dan senyum-senyum sendiri, ia senang dipuji oleh lelaki yang sanga dicintainya karena jarang sekali Topan memuji seorang Bella seperti tadi.


"Oh ya, ini roti buat kamu! Aku lihat-lihat kamu suntuk banget disini, makanya aku bawain kamu roti keju varian kesukaan kamu!" sambung gadis itu kembali menyodorkan roti ke hadapan Topan.


"Thanks, harusnya gak perlu repot-repot lah! Gue ini gak lapar kok, gue suntuk karena tugas gue gak diterima sama dosen! Katanya udah terlambat buat ngumpulin tugas ini, padahal gue cuma telah 20 menit doang! Terus gue juga gak dibolehin masuk kelas gara-gara telat lagi, huft kayaknya hari ini emang hari tersial buat gue!" ucap Topan mengambil bungkus roti dari tangan Bella.


"Duh, kenapa kamu bisa telat begitu sih? Perasaan dulu waktu kita pacaran kamu selalu tepat waktu buat ngumpulin tugas atau datang ke kelas, emang kamu lagi banyak pikiran ya sampai dateng telat?" tanya Bella penuh perhatian.


Topan kembali menatap wajah Bella yang seakan memiliki magnet karena selalu menarik perhatiannya seperti minta dipandang, memang kali ini wajah Bella begitu cantik dan menarik dibanding sebelumnya hingga membuat Topan candu untuk memandanginya.


"Bener juga, sejak putus dari Bella perasaan gue jadi kalut kayak gini! Padahal dulu gue selalu ceria dan senang-senang aja walau sering bikin sakit hati Bella, apa mungkin ini karma atas perbuatan gue itu?" gumam Topan di dalam hatinya.


Bella merasa canggung terus ditatap tanpa henti oleh pria di sampingnya, walau sebenarnya ia senang sekali karena Topan kini mau melihat wajahnya sampai seperti itu tidak seperti dulu ketika mereka masih berpacaran.


"Harusnya gue emang gak nyakitin Bella cuma karena gue pengen cari pelampiasan karena ditinggal Calissa, kasihan Bella harus menanggung sakit hati yang berat padahal dia gak punya salah sama gue! Apa yang harus gue lakuin untuk menebus semua kesalahan gue ke Bella ya?" batin Topan masih tak berhenti memandang Bella.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2