
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 315
...•...
...•...
Cahaya yang kesal dengan tingkah Robi, terus berjalan pergi menuju gerbang sekolah. Ia tak memperhatikan jalan, sampai ia menabrak tubuh seseorang di depannya dan hampir terjatuh.
Untung saja pria itu sigap menangkap tubuhnya, sehingga Cahaya pun tak terjatuh ke bawah. Ya siapa lagi beliau kalau bukan Topan, si pemilik sekolah yang juga merupakan kekasih dari Cahaya saat ini.
"Hai cantik!" ucap Topan tersenyum.
Gadis yang sedari tadi memejamkan mata itu, terkejut mendengar suara yang tak asing di telinganya. Ia spontan membuka mata dan melihat wajah tampan Topan berada di dekatnya, tentu saja Cahaya langsung tersenyum manis sembari memandangi wajah kekasihnya.
"Topan?" ucap Cahaya merasa senang.
Cupp!
Pria itu berhasil mencuri satu ciuman dari bibir Cahaya, ia pun terkekeh melihat ekspresi kaget sang kekasih yang tak siap untuk dicium itu.
"Ish, kamu mah nyebelin!" ujar Cahaya kesal.
Gadis itu merengek dan melepaskan diri dari genggaman Topan, ia berdiri tegak dengan wajah cemberut sambil merapihkan baju seragam serta rambutnya yang berantakan.
Sementara Topan justru masih terkekeh kecil melihat reaksi gadisnya yang sangat lucu itu.
"Kamu malah ketawa lagi!" cibir Cahaya.
"Ahaha maaf sayang! Kamu itu kenapa sih tadi, kok jalan cepat banget kayak gitu? Ada masalah apa pacarku?" tanya Topan heran.
"Eee enggak kok, gak ada masalah apa-apa. Kamu gak perlu khawatir pacar!" jawab Cahaya.
"Yakin?"
"Iya, udah lah gausah dibahas lagi!" ucap Cahaya.
"Umm iya deh..."
Tiba-tiba saja Robi kembali muncul disana, tanpa rasa bersalah pria itu langsung saja berdiri tepat di samping Cahaya. Tentu saja tindakan Robi membuat Topan kesal, ia spontan menggeser tubuh Cahaya ke dekatnya dan beralih menatap Robi.
"Mau ngapain lagi sih lu, ha?" ujar Topan emosi.
"Hai Topan! Lu kok pake dateng segala sih? Kalo lu emang gak bisa jemput Cahaya, udah biar gue aja yang antar dia pulang!" ucap Robi.
"Heh! Pantes aja tadi Cahaya kelihatan buru-buru gitu, ternyata ada biang masalah dateng kesini! Emang lu gak ada kapok-kapok nya ya? Masih aja berani deketin Cahaya!" ujar Topan.
"Yakali gue kapok, gue kan cinta sama Cahaya dan gue mau Cahaya jadi milik gue!" ucap Robi.
Bughh...
"Kurang ajar! Berani banget lu ngomong kayak gitu si depan gue!" bentak Topan.
Tanpa aba-aba, Topan langsung memukul wajah Robi hingga pria itu hampir tersungkur ke jalan. Topan memang terlihat sangat emosi, ia marah setelah Robi berkata seperti tadi.
Cahaya dan Mawar kompak menganga lebar melihat apa yang dilakukan Topan, kedua gadis itu terkejut saat Topan memukul wajah Robi dengan kuat di depan mata mereka.
"Hahaha lu boleh pukul gue sampe lu puas, tapi ingat Topan gue gak akan pernah lepasin Cahaya gitu aja dan akan tetap kejar dia!" ucap Robi tersenyum.
"Lu emang bener-bener ya! Lu mau nantang gue apa gimana sih? Sini lu maju!" ujar Topan makin emosi.
"Pacar, udah lah jangan kayak gitu! Ini kan di sekolah, malu tau dilihatin murid-murid yang lain! Kamu sabar ya pacar jangan emosi!" ucap Cahaya coba menenangkan kekasihnya itu.
"Gak bisa sayang, dia itu udah kelewatan dan harus dikasih pelajaran!" ujar Topan.
"Enggak, kamu gak boleh kayak gitu! Udah yuk kita pulang aja! Aku gak mau kamu ribut terus pacar, aku khawatir tau!" ucap Cahaya.
"Pacar, tapi dia—"
"Yaudah deh, kalo kamu masih mau disini dan lanjutin ribut sama Robi gapapa kok. Aku bisa pulang bareng sama Mawar, kamu lanjutin aja itu ributnya! Yuk War, kita pulang!" potong Cahaya kesal.
Cahaya pun berbalik dan pergi sembari menarik tangan Mawar dari tempat itu.
"Hey, sayang tunggu!" teriak Topan.
"Cahaya!" teriak Robi.
__ADS_1
Topan menoleh begitu mendengar suara Robi, ia mencegah Robi yang ingin ikut mengejar Cahaya dan kembali memukul wajahnya.
Bughh...
Robi tersungkur setelah menerima pukulan keras di area pelipisnya, ia merasa kesakitan dan kesal terhadap kelakuan Topan barusan.
"Jangan kurang ajar deh lu! Mending lu disini aja dan jangan ikut campur urusan gue sama Cahaya!" ucap Topan.
Akhirnya Topan berlari pergi mengejar Cahaya, sedangkan Robi tetap tersungkur disana sembari memegangi pelipisnya yang memar akibat tonjokan dari Topan tadi.
"Sialan lu Topan!" umpatnya kesal.
•
•
Cahaya yang hendak memasuki mobil bersama Mawar, tiba-tiba saja ditarik dari belakang oleh seseorang yang tak lain adalah Topan.
Gadis itu pun menoleh kesal, ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman Topan. Namun, tenaga pria itu jauh lebih kuat dibanding dirinya sehingga Cahaya tak mampu melakukan itu.
"Ish, kamu ngapain sih kejar aku? Udah sana lanjutin aja ributnya sama Robi!" ujar Cahaya.
"Hey hey, jangan gitu lah sayang! Kamu kok malah marah sih sama aku? Tadi kan aku emosi sayang lihat ada Robi deketin kamu lagi, wajar dong sebagai seorang pacar ngeliat pacarnya dideketin cowok lain ya pasti emosi!" ucap Topan.
"Ya gak wajar lah Topan! Kamu itu terlalu berlebihan responnya! Buat apa coba kamu pake pukul dia segala kayak gitu? Mau jadi jagoan?" ujar Cahaya.
"Bukan gitu sayang, aku kan cuma mau ngasih dia pelajaran! Supaya dia nantinya gak kayak gitu lagi ke kamu, jangan salah paham dong sayang!" ucap Topan menjelaskan.
"Halah alasan!" cibir Cahaya.
"Enggak kok sayang, aku serius beneran deh! Kamu jangan marah kayak gitu lah pacar, please ya! Oke aku minta maaf deh sama kamu, kalau menurut kamu tindakan aku tadi salah atau terlalu berlebihan! Aku janji gak akan begitu lagi, maafin aku ya pacar!" bujuk Topan.
Pria itu terus memohon-mohon pada Cahaya sambil memegang dua tangan gadisnya itu, Cahaya pun merasa bimbang.
"Yaudah iya aku maafin! Tapi, awas aja ya kamu kalo masih emosian begitu lagi!" ucap Cahaya.
"Iya iya sayang, kamu bisa pegang kata-kata aku kok! Makasih ya udah mau maafin aku! Sekarang kamu pulangnya sama aku aja, jangan sama Mawar ya!" ucap Topan tersenyum.
"Iya," ucap Cahaya singkat.
"Mawar, sorry ya! Cahaya pulangnya bareng gue, lu duluan aja!" ucap Topan.
"Eee iya gapapa kak," ucap Mawar tersenyum.
"Cahaya, kak Topan, gue pamit ya? Bye!" ucap Mawar sembari melambaikan tangan.
"Iya Mawar, hati-hati!" ucap Cahaya.
Mawar langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja dari sana, sedangkan Cahaya masih bersama kekasihnya disana. Topan tampak bingung melihat gadisnya justru membuang muka.
"Hey, kamu kok malah buang muka sih? Katanya udah enggak marah lagi sama aku, terus kenapa kamu buang muka kayak gini?" tanya Topan.
"Aku masih males sama kamu!" jawab Cahaya.
"Lah kenapa lagi sih sayang? Aku kan udah janji sama kamu, aku juga udah minta maaf loh sama kamu! Apa lagi yang bikin kamu males sama aku pacar?" ucap Topan heran.
"Umm, gimana pertemuan kamu sama Calissa tadi?" tanya Cahaya mengalihkan topik.
"Hah? Kok kamu tiba-tiba malah bahas itu sih? Jawab dulu pertanyaan aku sayang! Kenapa kamu males sama aku?" ujar Topan bingung.
"Udah lupain aja! Mending kamu jawab pertanyaan aku!" ucap Cahaya.
"Ohh yaudah deh, asal kamu bahagia sayang! Aku jawab nih ya, Calissa itu tadi kelihatan kesel banget pas aku bilang ke dia buat jangan macam-macam sama kamu atau aku bakal bikin dia menderita! Ya cuma segitu doang sih, karena abis itu aku langsung pergi tinggalin dia!" jelas Topan.
"Yakin gak ada yang lain? Kayak misal kamu ajak dia balikan atau ngedate gitu, kamu gak mau ceritain ke aku ya?" tanya Cahaya meledek.
"Apaan sih? Kamu cemburu jangan kayak gitu juga kali! Masa kamu pikir aku mau balikan sama tante modelan begitu? Kalau emang aku niat selingkuh dari kamu, pasti sama cewek yang lebih berkelas lah bukan malah di bawah kamu!" ucap Topan.
"Ahaha parah ih kamu! Calissa itu model tau, masa dibilang di bawah aku?" ujar Cahaya tertawa.
"Nah gitu dong ketawa, kan jadi lucu dilihatnya! Aku makin sayang deh sama kamu, jangan pernah ngambek lagi ya pacar!" ucap Topan tersenyum sembari mencubit pipi gadisnya.
"Ih kamu mah!"
Topan merasa senang karena akhirnya Cahaya bisa tertawa kembali, biarpun sejujurnya Topan masih emosi pada Robi yang terus saja mendekati Cahaya.
Setelahnya, Topan mengajak Cahaya pergi ke mobilnya untuk segera pulang. Gadis itu mau-mau saja karena memang ia juga sudah merasa letih dan ingin merebahkan tubuhnya di ranjang.
•
•
Saat di dalam mobil, Cahaya kembali teringat pada kejadian saat di kantin tadi pagi yang dilakukan oleh Rizal. Ia pun berniat menceritakan itu pada Topan, namun ia khawatir pria itu justru akan marah.
__ADS_1
Melihat gadisnya tampak kebingungan, Topan pun menoleh ke arah Cahaya dan memegang wajah gadis itu untuk memastikan apakah Cahaya baik-baik saja atau ada sesuatu yang membuatnya bingung.
"Pacar, kamu kenapa sih?" tanya Topan.
"Eh eee a-aku lagi mikirin kejadian konyol di sekolah tadi, kamu mau tahu gak?" ucap Cahaya.
"Oh boleh, kejadian apa?" tanya Topan penasaran.
"Iya, jadi tuh kamu masih ingat gak sama cowok adek kelas yang waktu itu deketin aku pas kamu mau jemput aku?" ucap Cahaya.
"Inget kok, kenapa? Dia gangguin kamu lagi?" ujar Topan mulai emosi.
"Ya begitulah pacar, dia malah semakin gila tau! Tadi tuh di kantin, si Rizal ini ngomong ke semua orang yang ada disana kalau dia suka sama aku dan malah dia ajakin aku pacaran tau! Aku gak habis pikir deh sama kelakuan dia itu, bisa-bisanya dia berani kayak gitu ke aku!" ucap Cahaya geleng-geleng.
"Waduh, tuh orang kayaknya perlu ditempeleng deh! Mungkin otaknya rada-rada atau rusak, biar besok aku temuin dia lagi dan coba bicara sama dia!" ucap Topan.
"Hah? Kayaknya jangan deh, nanti kamu malah emosi dan akhirnya kalian ribut! Ingat loh pacar, kamu udah janji sama aku buat enggak ribut-ribut lagi kayak gitu! Kamu gak boleh ingkar, bisa kena dosa kamu!" ucap Cahaya.
"Iya pacar aku tahu, lagian siapa juga yang mau emosi sih? Kan aku udah bilang tadi, aku cuma pengen ngobrol sama dia!" ujar Topan.
"Alah awalnya iya ngobrol doang, tapi ujung-ujungnya juga berantem!" ujar Cahaya.
"Enggak lah sayang, kamu gak percaya sama aku? Tenang aja, gak mungkin juga aku ribut sama orang yang masih di bawah aku! Kan kamu tahu sendiri dia itu anak-anak, aku cuma pengen dia ngerti aja gitu dan gak deketin kamu lagi!" ucap Topan.
"Yaudah, terus kalo dia gak mau ngerti gimana? Kamu bakal hajar dia?" tanya Cahaya.
"Gak kok, ya paling aku panggil orangtuanya dia buat nasehatin! Kamu percaya aja sama aku, kalau aku udah janji pasti bakal ditepati kok!" ucap Topan.
"Iya deh iya, aku percaya!" ucap Cahaya.
Topan tersenyum lalu mengusap puncak kepala gadisnya dengan lembut, ia senang karena Cahaya mau percaya dengannya dan tak perlu ada perdebatan lagi diantara mereka saat ini.
"Eh ya, kamu udah makan apa belum? Kalau belum, kita mampir dulu yuk buat makan!" tanya Topan.
"Eee udah kok, nanti malam aja kita makan bareng! Kalau sekarang aku capek banget pacar, tadi kan abis upacara tuh kaki aku pegel nih!" jawab Cahaya.
"Ohh kasihan banget sih pacar aku ini! Mau aku pijitin apa enggak kakinya?" ujar Topan.
"Gausah, yang ada kamu malah modus!" cibir Cahaya.
"Hahaha pikiran kamu negatif mulu ih sama pacarnya sendiri, padahal aku niat baik loh!" ujar Topan geleng-geleng kepala.
"Ya karena kamu emang begitu!" ucap Cahaya.
"Iyain deh, yaudah nanti kamu istirahat aja pas sampe di rumah! Jangan malah keluyuran apalagi main hp terus, langsung tidur gak pake alasan!" tegas Topan.
"Apaan sih? Kamu udah kayak papa aku aja, padahal kita baru pacaran!" ujar Cahaya.
"Gapapa lah, kan demi kebaikan kamu!" ucap Topan.
"Iya iya sayang...." ucap Cahaya tersenyum.
...•••...
Disisi lain, Eun-Kyung tengah kebingungan karena pihak management artisnya memutuskan untuk menghentikan kontrak dengannya sehingga kini wanita itu tak memiliki naungan lagi.
Eun-Kyung merenung di sofa ruang tamu, ia bingung harus bagaimana untuk bisa melanjutkan karir artisnya di Indonesia setelah kontraknya diputus secara sepihak oleh management nya.
"Aku harus gimana ini ya?" batinnya.
Tak lama kemudian, Sergie muncul sehabis pulang bekerja. Ia melihat istrinya tengah merenung di sofa, tentu saja ia langsung menghampiri Eun-Kyung dan duduk di sampingnya.
"Mah, mama kenapa?" tanya Sergie bingung.
"Eh papa, udah pulang?" ujar Eun-Kyung agak kaget.
"Iya mah, mama ini ada masalah apa sih?" ujar Sergie.
"Eee ma-mama diputus kontrak sama pihak management, mereka gak mau lanjut kerjasama lagi sama mama! Sekarang mama bingung harus gimana supaya karir mama tetap lanjut!" jawab Eun-Kyung.
"Apa? Kok bisa sih?" tanya Sergie heran.
"Iya pah, ini karena kesalahan mama sendiri sih! Waktu itu mama pernah gak hadir syuting, padahal mama udah teken kontrak! Alhasil pihak produksi tuntut management mama, dan semuanya jadi berakhir kayak gini!" jelas Eun-Kyung.
"Duh, berat dong kalo begitu mah! Terus apa rencana mama selanjutnya?" ucap Sergie.
"Mama gak tahu, mama bingung. Mungkin karir mama masih bisa berlanjut, tapi kita harus tinggal di Korea!" ucap Eun-Kyung.
"Hah??" Sergie terkejut mendengarnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1