Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 107. Dijemput papa


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 106


...•...


...•...


"Cowok simpanan?" tanya Mawar terkejut.


Cahaya mengangguk kemudian memalingkan wajahnya mencoba mengingat siapa nama cowok yang waktu itu disebut oleh supirnya, ia agak sedikit lupa karena tak pernah lagi menyelidiki soal itu sejak ia kepikiran soal Topan terus-menerus.


"Siapa cowok simpanannya nyokap tiri lu?" tanya Mawar lagi dengan mulut menganga sembari mendekatkan tubuhnya pada Cahaya.


"Itu dia, gue lupa! Waktu itu supir gue pernah kasih tau namanya, soalnya si Calissa tuh nemenin cowoknya di rumah sakit sampe pagi!" jawab Cahaya.


"Yah kok bisa lupa sih? Padahal seharusnya dengan nama itu lu bisa lanjut nyelidikin, coba deh lu ingat-ingat lagi!" ujar Mawar.


"Iya iya, gue juga lagi nyoba ini...." ucap Cahaya.


Akhirnya Mawar membiarkan sahabatnya itu untuk mengingat lebih dulu tentang siapa nama cowok simpanan Calissa, ia meminum teh yang ada di cangkir lalu menghabiskan kue buatan ibunya tanpa menyisakan untuk Cahaya.


"Nah gue inget!"


"Eh copot copot!!"


Mawar terkaget-kaget karena suara Cahaya yang tiba-tiba muncul dan cukup keras, akibatnya kue di tangannya itu jatuh ke lantai dan jantung Mawar langsung berdegup kencang, ia menatap Cahaya dengan raut kesal serta mata menyala.


Sedangkan Cahaya malah nyengir memperlihatkan gigi-giginya dengan mengangkat dua jari, ia terlalu bersemangat tadi karena berhasil mengingat siapa nama cowok simpanan Calissa, maka dari itu ia ingin segera memberitahukan pada Mawar.


"Lu tuh kenapa ngagetin gue sih?" tanya Mawar.


"Hehe, sorry! Abisnya gue seneng banget bisa inget siapa nama cowok itu, makanya gue pengen langsung kasih tau lu!" ucap Cahaya nyengir.


"Ya gak gitu juga dong, Aya! Sekarang kue gue jadi jatuh tuh ke bawah, kan mubazir tau!" ujar Mawar.

__ADS_1


"Yaudah, ambil dulu! Belum 5 menit kok, masih aman lah masih bisa dimakan lagi...!!" ucap Cahaya masih senyum-senyum tidak jelas.


"Udah ah biarin aja! Sekarang kasih tau gue siapa nama cowok simpanan itu!" ujar Mawar.


"Oke, nih kalo gak salah waktu itu supir gue nyebut nama cowoknya itu...." ucap Cahaya menggantung.


"Siapa?" tanya Mawar sudah tidak sabar.


"Cahaya!"


Tiba-tiba saja muncul seseorang yang langsung memanggil nama Cahaya, akhirnya gadis itu pun belum sempat menyebutkan nama cowok simpanan Calissa kepada Mawar, Cahaya sangat syok karena yang datang kesana adalah papanya.


Tentu saja Cahaya bingung bagaimana bisa papanya ada disana, bahkan bukan hanya papanya tapi juga ada Calissa yang ikut bersama papanya kesana, ia langsung melirik sahabatnya seraya bertanya kenapa papanya bisa datang kesana.


"Cahaya, syukurlah ternyata benar kamu ada disini!" ucap Hendra sambil tersenyum.


"Papa? Papa tau darimana kalau aku ada disini?" tanya Cahaya masih keheranan.


"Tante yang kasih tau ke papa kamu, Cahaya!"


Lagi-lagi muncul seorang wanita yang tak lain adalah ibunya Mawar sembari tersenyum, rupanya memang ia yang memberitahu pada Hendra kalau Cahaya menginap di rumahnya, oleh karena itu Hendra langsung bergegas datang kesana.


"Tante? Kenapa tante kasih tau papaku?" tanya Cahaya.


"Sudahlah Cahaya, ayo kita pulang! Kamu jangan terus kayak gini dan merepotkan orang lain, kamu kan punya rumah nak!" ucap Hendra.


"Tapi, aku gak mau pulang ke rumah papa kalau masih ada dia disana...!!" bentak Cahaya sembari menunjuk ke arah Calissa yang ada di samping papanya dengan tatapan tajam.


"Cahaya! Tolong jangan bertindak kurang ajar begini, ayo kita pulang sama-sama!" ucap Hendra tegas.


Mawar selaku sahabat Cahaya coba untuk menenangkan temannya itu dengan cara mendekatinya dan memegang pundaknya, ia pun membujuk Cahaya untuk mau pulang bersama papanya demi kebaikannya juga.


"Aya, lu dengerin aja apa kata papa lu!" ucap Mawar.


"Tapi War—"


"Dengan begitu, lu bisa lanjut selidikin semuanya!" bisik Mawar pada telinga sahabatnya.


Setelah mendengar bisikan dari Mawar, Cahaya pun merubah pikirannya dan kini mau pulang bersama papanya ke rumah demi bisa menyelidiki tentang Calissa, walau sebenarnya ia malas sekali harus kembali tinggal bersama Calissa.


"Oke, aku mau pulang! Sekarang aku mau ambil tas sama barang-barang aku dulu di atas..." ucap Cahaya langsung berbalik badan dan berlari menuju kamar.

__ADS_1


"Syukurlah..." ujar Hendra tersenyum bahagia.


Mawar pun menyusul Cahaya ke kamar dengan tergesa-gesa untuk membicarakan sesuatu, sedangkan Hendra menghampiri Venda untuk berterima kasih pada wanita itu karena sudah menghubunginya kalau Cahaya ada disana.


"Terimakasih ya Bu, karena sudah menelpon saya!" ucap Hendra.


"Sama-sama, pak! Saya hanya tidak mau ada pertengkaran antara anak dan orangtuanya, itu kan gak baik!" ucap Venda.


"Iya benar,"


Calissa tampak tidak senang karena Cahaya akan kembali ke rumah dan ia tak bisa leluasa lagi memengaruhi suaminya seperti sebelumnya, padahal yang ia inginkan adalah Cahaya terus pergi dan tidak akan pulang lagi.




Mawar berhasil menyusul Cahaya yang tengah membereskan barang-barang miliknya di kamar, ia nampaknya ingin berbicara sesuatu pada Cahaya sebelum gadis itu pergi, Cahaya pun mengiyakan saja dan duduk sejenak di pinggir ranjang.


"Kenapa, War?" tanya Cahaya penasaran.


"Tadi kan lu belum sempat bilang siapa nama cowok simpanan nyokap lu itu, sekarang aja kasih tau gue! Gue tuh penasaran banget tau!" ujar Mawar.


"Ohh, namanya tuh Topan!" ucap Cahaya.


"Hah? Serius lu??" ujar Mawar kaget.


"Iya, supir gue yang bilang begitu! Katanya Calissa manggil tuh cowok dengan sebutan Topan, tapi gue juga gak tahu itu nama asli atau cuma samaran aja!" ucap Cahaya santai.


"Kok namanya sama sih sama nama pacar lu?" tanya Mawar terheran-heran.


"Nah itu dia yang gue bingung, tapi kayaknya sih mereka beda orang deh! Gak mungkin juga Topan yang gue kenal itu mau jadi simpanan Calissa, dia sendiri kan udah kaya!" jawab Cahaya.


"Iya juga sih, dia juga udah punya lu kan! Mana mungkin dia mau sama si Calissa, secara lebih cantikan lu kemana-mana!" ucap Mawar.


"Apaan sih? Udah ya gue langsung balik, thanks udah bolehin gue nginep disini walau cuma satu malam!" ucap Cahaya tersenyum sembari menggemblok tasnya di punggung.


"Iya, maaf juga ya soalnya ibu gue udah telpon bokap lu dan jadinya lu disuruh pulang deh!" ucap Mawar.


"Gapapa kok, tapi kira-kira nyokap lu tau gak ya soal kelicikan Calissa yang tadi gue omongin sama lu?" ujar Cahaya terheran-heran.


"Nah kurang tahu juga...."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2