
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 77
...•...
...•...
Pagi telah tiba, Cahaya turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan setelah ia mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah seperti hari-hari biasanya ketika ia harus berangkat ke sekolah.
Namun, ada hal yang terasa ganjal di pagi ini yang membuat Cahaya cukup terheran-heran. Ya tentu karena Calissa tidak nampak batang hidungnya sekalipun pagi ini, padahal biasanya wanita itu sudah ready di meja makan menikmati sarapan seorang diri jika tidak ada Hendra.
"Loh, ini si Calissa kemana ya? Apa dia belum pulang dari semalam??" ujar Cahaya celingak-celinguk mencari keberadaan Calissa.
"Ah bodoamat lah! Ngapain juga gue mikirin dia kan?" ujar Cahaya menepis pikirannya tentang Calissa.
Gadis itu pun menarik kursi lalu duduk disana dan mulai mengambil sepotong roti tawar yang sudah tersedia, ia mengoleskan selai nanas pada lembaran roti tersebut karena nanas adalah kesukaannya dan juga sang mama yang kini telah tiada.
Tak lama kemudian, bik Minah datang menghampirinya ke meja makan membawakan segelas susu coklat hangat kesukaan Cahaya yang tentunya juga akan ia berikan untuk anak majikannya itu yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.
"Nah, ini susu coklatnya non..." ucap bik Minah sembari tersenyum dan meletakkan gelas berisi susu coklat itu di atas meja.
"Makasih ya, bik! Emang juara dah bibiku yang satu ini, belum diminta aja udah dibuatin!" ucap Cahaya tersenyum sambil langsung mengambil gelas yang ada di depannya itu, tanpa basa-basi ia pun meminum susu coklat tersebut.
Byuurrr...
"Aduh, panas!" ujar Cahaya kepanasan saat sudah meminum susu tersebut, ia pun mengipas-ngipas mulutnya serta lidah yang terbakar akibat susu panas tersebut.
"Awas non, masih panas itu!" ucap bik Minah menahan tawa melihat tingkah majikannya.
__ADS_1
"Ya ampun, bibik! Udah telat ih ngasih taunya, kenapa gak bilang sebelum aku minum tadi?" ujar Cahaya kesal sembari memasang wajah cemberut.
"Iya maaf, non! Bibik sendiri lupa kalau tadi bikin susunya pake air panas yang baru dimasak, maaf ya non ya!" ucap bik Minah.
"Aduh... ini baju seragam aku kena tumpahan susunya lagi, gara-gara bibik sih gak ngingetin aku!" ujar Cahaya panik karena bajunya terkena tumpahan susu coklat ya walau cuma sedikit.
"Ah sebentar ya, non! Bibik ke belakang dulu ambil tisu basah buat bersihin nodanya..." ucap bik Minah.
"Iya bik...." ucap Cahaya pelan sembari melihat tumpahan susu di bajunya, ia cemas kalau noda tersebut tidak bisa dihilangkan.
"Ish, ada-ada aja deh ah...!!" umpat Cahaya kesal.
Tak lama kemudian, bik Minah datang kembali kesana membawa sebungkus tisu basah yang baru dibuka lalu memberikan itu pada Cahaya untuk membersihkan noda di seragamnya.
"Nah, ini non tisunya! Sekali lagi maafin bibik ya, non!" ucap bik Minah merasa bersalah.
"Iya gapapa kok, bik! Ini pelajaran juga buat aku kalo mau minum susu harus dicek dulu suhunya, tapi bibik juga harusnya kasih tahu aku lain kali!" ucap Cahaya sembari membersihkan noda tersebut.
"Siap, non!"
"Oh iya bik, itu si Calissa kemana ya? Kok dia gak kelihatan pagi ini??" tanya Cahaya penasaran.
"Gak pulang semalaman? Wah pasti nginep di rumah cowok simpanannya tuh, cih emang dasar cewek gak bener!" umpat Cahaya.
"Eee... kalo itu bibik gak mau ikut-ikutan non, permisi bibik mau balik ke dapur!" ucap bik Minah.
"Iya bik..."
Bik Minah pun berbalik badan lalu pergi ke dapur untuk melanjutkan kerjaannya, sedangkan Cahaya masih disana membersihkan baju sembari berpikir tentang teman lelaki Calissa yang diceritakan pak Hadi alias supirnya.
...•••...
Disisi lain, Bella baru selesai sarapan bersama kedua orangtuanya dan kini ia akan bersiap berangkat menuju kampus karena ada kelas pagi hari ini yang mengharuskannya berangkat pukul 6.30 pagi.
"Pah, mah! Aku berangkat dulu, ya?" ucap Bella berpamitan pada kedua orangtuanya sembari mencium punggung tangan mereka satu persatu.
__ADS_1
"Iya, sayang! Kamu berangkatnya diantar supir atau dijemput sama Bram, sayang?" ucap Ririn sang mama dengan senyum di bibirnya.
"Aku berangkat sendiri lah, mah! Ngapain juga aku bareng sama Bram atau dianterin supir? Kan aku bisa nyetir mobil sendiri...!!" ujar Bella.
"Ya kali aja kan Bram tiba-tiba dateng kesini terus jemput kamu buat pergi ke kampus barengan, kan itu lebih asik loh!" ujar Ririn.
"Mama ini ada-ada aja deh! Udah ya aku mau berangkat sekarang, takut telat!" ucap Bella langsung bangkit dari duduknya sembari mengambil tas yang ia letakkan di kursi sampingnya.
"Iya sayang, hati-hati ya...!!" ujar Fadil & Ririn bersamaan.
Bella pun melangkah keluar pintu rumah dengan tergesa-gesa dan raut keheranan karena tak mengerti mengapa orangtuanya itu selalu saja membahas Bram sejak mereka bertemu dengan pria yang menyebalkan bagi Bella itu, ia pun menduga ada sesuatu yang tidak beres dan disembunyikan oleh kedua orangtuanya.
"Ada apaan ya kira-kira...??" batin Bella.
Disaat Bella sampai di depan, matanya terbelalak melihat sosok pria sedang duduk di kursi depan pintu dan menghadap ke depan dengan pakaian rapih serta sebuah tas coklat di sampingnya.
Tentu Bella sangat-sangat kesal sekaligus tak mengerti bagaimana bisa pria tersebut ada disana pagi-pagi begini, padahal ia sama sekali tidak memberitahu pria itu kalau ia ada kelas pagi hari ini.
"Bram...!!"
Ya pria yang tak lain adalah Bram itu menoleh begitu namanya disebut oleh Bella, ia mengukir senyum renyah di wajah sembari bangkit menatap pandangan mata wanita di hadapannya dengan serius serta tangan yang mengambil tas miliknya.
"Bella, udah selesai sarapannya?" tanya Bram.
"Lu ngapain sih disini?" bentak Bella.
"Gue mau jemput lu, jadi kita bisa berangkat bareng ke kampus! Gimana, lu suka kan tindakan romantis kayak gini??" ucap Bram masih saja tersenyum.
"Iya gue suka, tapi kalo Topan yang lakuin bukan lu!" ucap Bella dengan nada keras.
"Hadeh Topan lagi Topan lagi.... mau sampai kapan sih lu terjebak masa lalu kayak gini? Ayolah Bel, moveon dan lupain si Topan yang gak bener itu! Masih ada gue yang lebih baik dari dia dan bisa menyayangi lu dengan tulus!" ucap Bram.
"Dih, lu gak ngaca? Kan lu lebih gak bener dibanding Topan, buktinya malam itu lu malah bawa gue ke apartemen lu! Apa kayak gitu yang dinamakan cowok lebih baik, iya?" ujar Bella kesal.
Akhirnya Bella pergi begitu saja melewati Bram tanpa berkata apa-apa lagi, sedangkan Bram tentu tak menyerah sampai disitu dan mengejar Bella untuk memaksa gadis itu mau berangkat ke kampus bersamanya hari ini.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...