
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 177
...•...
...•...
Cahaya dan Hendra kini telah sampai di basemen apartemen milik Hendra setelah mereka pergi dari rumah sebelumnya karena rumah itu telah dialihkan menjadi milik Calissa, mereka pun terpaksa untuk tinggal di apartemen sementara waktu ini sampai mereka mendapat rumah yang baru untuk mereka tinggali nantinya.
Cahaya tampak celingak-celinguk ke sekeliling basemen tersebut, ia pun menoleh ke arah papanya dan tersenyum. Cahaya sangat senang karena masih dapat bersama papanya dan sang papa juga sudah sadar kalau ia mempercayai orang yang salah, yakni Calissa alias istri mudanya itu bahkan sampai rela seringkali memarahi putrinya hanya karena Calissa.
"Pah, ini apartemen papa?" tanya Cahaya yang memang baru kali ini datang ke apartemen papanya.
"Iya sayang, kita tinggal disini dulu ya sementara waktu? Sambil nanti papa cari-cari rumah yang sesuai buat kita berdua, gapapa kan?" ucap Hendra.
"Gapapa kok, pah. Aku mau tinggal dimana aja juga jadi, ya asal sama papa." ucap Cahaya.
"Makasih sayang! Kamu masih mau dekat sama papa, padahal selama ini papa banyak salah sama kamu dan papa sering banget marahin kamu hanya karena hasutan Calissa. Papa minta maaf ya sama kamu, sayang?" ucap Hendra.
"Papa gak perlu minta maaf! Aku gak pernah marah kok sama papa, tapi sekarang aku senang banget karena papa udah gak percaya lagi sama Calissa. Semoga setelah ini, aku sama papa gak ribut-ribut lagi kayak kemarin ya!" ucap Cahaya tersenyum.
"Iya sayang, semoga!" ucap Hendra.
Mereka terdiam selama beberapa saat dan saling memandang satu sama lain sambil tersenyum, Cahaya meraih tangan papanya lalu menggenggamnya erat dan mengelusnya. Cahaya sangat senang dapat berduaan kembali dengan papanya seperti ini, memang sangat jarang mereka melakukan itu apalagi setelah papanya menikah lagi.
"Yaudah yuk, kita turun!" ucap Hendra.
"Iya pah..." ucap Cahaya mengangguk.
Mereka pun sama-sama turun dari mobil, lalu ketemuan kembali saat di luar.
__ADS_1
"Pah, itu barang-barang kita gimana?" tanya Cahaya.
"Tenang aja! Nanti papa minta tolong sama petugas disini buat bantu bawain, sekarang kita masuk aja dulu ke dalam! Ini kan udah sore juga, kamu mandi terus ganti baju gih!" ucap Hendra.
"Loh emang aku bau ya, pah?" tanya Cahaya.
"Hah? Enggak kok, anak papa ini mah mana pernah bau sih? Selalu wangi kok sayang, aneh-aneh aja kamu!" jawab Hendra sambil mencubit pipi putrinya.
"Lah terus kenapa papa suruh aku mandi?' tanya Cahaya terheran-heran.
"Ya kan ini udah sore, kamu bau atau masih wangi juga harus tetep mandi! Nanti baru abis kamu selesai mandi, papa deh yang mandi. Nah selesai mandi, kamu ikut papa keluar!" jawab Hendra.
"Hah? Kemana pah?" tanya Cahaya.
"Kita beli perlengkapan buat di apartemen nanti, kamu pasti butuh juga kan?" ucap Hendra.
"Iya sih," ucap Cahaya.
"Yaudah, ayo masuk ke dalam!" ujar Hendra.
Cahaya mengangguk pelan sambil tersenyum, Hendra pun merangkul putrinya itu lalu melangkah ke dalam apartemen tersebut. Keduanya sesekali tampak berbicara dan saling memandang, Hendra juga sering mencium wajah Cahaya yang memang jarang sekali ia lakukan selama ini.
Cahaya hanya diam dan heran dengan kelakuan papanya itu, ia sebenarnya penasaran dan ingin tahu. Namun, ia tak berani mengganggu papanya.
...•••...
Disisi lain, Topan justru datang ke depan rumah Cahaya dan berniat untuk menemui gadis tersebut sembari membawakan buket bunga. Topan turun dari mobilnya, lalu berjalan mendekati pintu pagar rumah Cahaya dan menemui seorang satpam yang kebetulan tengah berjaga disana.
Topan senyum-senyum sendiri dan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Cahaya disana, ya walaupun ia belum tahu apakah Hendra selaku papa Cahaya akan mengizinkannya untuk bertemu dengan Cahaya. Namun, sebagai seorang lelaki Topan pantang menyerah sebelum berusaha dan itulah alasan ia tetap datang kesana.
"Misi pak, saya mau ketemu sama Cahaya. Apa Cahaya nya ada di dalam?" tanya Topan.
"Eh den ini temannya non Aya, ya?" ujar satpam.
"Iya pak, benar. Cahaya nya ada kan, pak?" ucap Topan tersenyum.
"Waduh, non Aya udah gak tinggal disini lagi. Barusan aja pergi sama papanya, pak Hendra" jawab satpam.
__ADS_1
"Hah? Maksudnya??" Topan terkejut.
"Iya den, non Aya sekarang gak tinggal disini lagi. Katanya sih gara-gara ada masalah sama Bu Calissa, makanya non Aya sama pak Hendra pergi dari sini!" jawab satpam menjelaskan.
"Lalu, Cahaya sekarang tinggal dimana pak?" tanya Topan penasaran.
"Eee kalo gak salah sih, di apartemennya." jawab satpam.
"Apa saya bisa minta alamat dimana lokasi apartemen tempat Cahaya tinggal, pak? Soalnya saya pengen ketemu dan harus bicara berdua sama Cahaya, bisa kan pak?" tanya Topan.
"Waduh, bukan saya gak mau kasih. Tapi, saya sendiri juga gak tahu den lokasi tepatnya dimana. Soalnya saya belum pernah kesana sama sekali, mungkin aja Bu Calissa tau. Kalau den mau ketemu, Bu Calissa ada kok di dalam." ucap satpam.
"Ada apa, pak?"
Tiba-tiba saja Calissa justru muncul dan berbicara dari arah belakang sang satpam, membuat satpam itu serta Topan terkejut dan menoleh secara bersamaan ke arah Calissa. Tampak wanita itu tengah berdiri disana, lalu tersenyum ketika melihat sosok Topan ada di depan bersama sang satpam dan tentu saja ia pun berjalan mendekatinya.
"Topan?" ucap Calissa tersenyum.
"Iya Bu, den ini mau nanya sesuatu sama ibu." ucap satpam menjelaskan.
"Kamu mau tanya apa Topan? Masuk aja yuk! Kita bicaranya di dalam, biar lebih enak!" ucap Calissa.
"Gausah! Aku disini aja," ucap Topan.
"Ohh oke, silahkan!" ucap Calissa tersenyum.
"Aku mau tanya sama kamu, dimana tempat apartemen papanya Cahaya? Aku harus ketemu sama Cahaya sekarang, kamu tolong jangan halangi aku buat ketemu sama dia!" ucap Topan.
"Aduh, ngapain sih kamu tanyain Cahaya mulu? Buat apa Cahaya kalau ada aku disini?" ujar Calissa.
"Lisa! Aku serius dan aku gak lagi bercanda! Kasih tau sekarang, dimana lokasi apartemen papanya Cahaya? Asal kamu tahu Lisa, kejahatan kamu itu sudah terbongkar dan kamu gak bisa lagi lakuin semua itu ke om Hendra!" ucap Topan.
"Aku gak tau! Kalaupun aku tau, aku gak akan mau kasih tau kamu!" ucap Calissa.
Mendengar jawaban Calissa membuat Topan geram, ia memukul pagar dengan keras tepat di hadapan wajah Calissa sampai pagar itu bergetar dan membuat Calissa syok.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...