Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 37. Gak usah dibales deh


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 36


...•...


...•...


💌Senja : Hai, Badai! Aku mau mandi nih, nanti abis itu kita lanjut chattingan lagi ya?


Topan tersenyum membaca pesan masuk dari Senja tersebut, ya walau ia terlambat membukanya karena tadi sibuk mengobrol dengan Guntur sembari menikmati segelas cocktail kesukaannya. Dengan cepat Topan langsung membalas pesan dari Senja itu agar wanita tersebut tidak marah, ya tak lupa juga Topan mengetik kata maaf pada barisan depan kalimat pesannya.


💌Badai : Maaf ya aku baru balas sekarang, kamu udah selesai mandi apa belum? Ini udah 20 menitan loh, kalau mandi jangan lama-lama nanti kedinginan terus masuk angin!


Entah mengapa Topan terkekeh sendiri membaca isi pesannya itu, ia hendak mengurungkannya tetapi tidak bisa karena pesan itu sudah terlanjur terkirim dan aplikasi tersebut belum mendukung fitur penghapus pesan seperti aplikasi chat lainnya.


Topan pun tampak bingung sambil mengusap wajahnya kasar dan menggigit jari telunjuknya, ia takut Senja malah menganggap dirinya alay dan jadi tidak nyaman untuk chattingan dengannya lagi.


"Duh, kok bisa ya gue ketik pesan kayak gitu? Sejak kapan sih gue jadi alay kayak gini? Perasaan dari dulu gue selalu cool kalo chattingan sama cewek manapun itu, aargghh sialan emang!" gerutu Topan di dalam hatinya kesal karena sudah mengetik pesan yang menurutnya alay.


Melihat temannya tampak kesal disana, Guntur pun kembali menghampiri Topan karena penasaran apa yang terjadi pada sohibnya itu sehingga dia sampai kesal seperti ini. Tak lupa juga Guntur kembali membawa segelas cocktail yang sengaja ia ambilkan untuk Topan, tentu agar pria itu bisa merasa lebih tenang kembali ketika meminumnya.


"Bro, lu kenapa lagi sih? Apa lu masih mikirin Bella lagi? Kan gue dah bilang tadi, lupain Bella dan biarin dia deket sama si Bram! Lagian lu sama Bella kan juga udah bukan siapa-siapa lagi, mending lu moveon terus cari cewek baru di aplikasi penjemput jodoh! Gue jamin lu gak bakal nyesel pake tuh aplikasi, udah lah lupain si Bella!" ujar Guntur.


Topan hanya melirik sekilas ke arah temannya tanpa berkata apa-apa, ia mengusap dagunya masih merasa gelisah karena mengirim pesan yang terlalu alay menurutnya.


Sementara Guntur menghela nafas serta geleng-geleng kepala perlahan, ia pun duduk kembali di samping Topan lalu meletakkan gelas berisi cocktail di atas meja.


"Nih minum lagi, biar lebih tenang!" ucap Guntur.

__ADS_1


"Thanks," ucap Topan singkat lalu mengambil gelas tersebut dan meminumnya.


"Lu coba cerita sama gue, ada masalah apa lagi sih? Kenapa lu kelihatan kusut mulu kayak gitu?" tanya Guntur penasaran sembari menatap wajah Topan.


"Gak ada kok, cuma perasaan lu doang kali! Orang gue daritadi santai-santai aja kok, udah sana main lagi gue gak kenapa-napa!" ucap Topan sembari menenggak minuman di gelasnya.


"Serius lu? Kalo ada masalah cerita aja bro! Kita ini kan sahabatan udah lumayan lama, jadi harus saling membantu disaat susah maupun senang! Gak perlu sungkan apalagi ragu, buruan kasih tau gue masalahnya apa sampe bikin lu kesel gitu tadi!" ujar Guntur masih tidak percaya.


"Gak ada apa-apa, Guntur! Gue cuma puyeng aja, tapi sekarang udah enakan berkat cocktail ini! Dah lah gak ada yang perlu lu khawatirkan, kalo gue ada masalah pasti bakal cerita sama lu!" ucap Topan menghabiskan minumannya lalu meletakkan gelas yang sudah kosong itu di atas meja.


"Yaudah, kalo gitu gue kesana ya! Ingat, cerita kalo ada masalah apapun itu!!" ucap Guntur menepuk pundak Topan lalu bangkit dari duduknya.


Topan hanya mengangguk pelan, Guntur pun pergi meninggalkan sahabatnya sendirian disana.


...•••...


Disisi lain, Cahaya baru selesai mandi dan kini keluar dari dalam toilet memakai bathrobe warna pink yang tak biasanya ia pakai. Cahaya duduk di meja riasnya untuk sekedar berkaca, ia ingin memastikan wajahnya tidak ada komedo ataupun jerawat yang cukup meresahkan para manusia.


Tliingg...


"Siapa sih?"


Mendadak senyum terukir di wajahnya melihat nama Badai pada layar notifikasi ponselnya, saking senangnya ia sampai menaruh benda pipih itu di dadanya sembari menatap langit-langit kamarnya.


Tak mau terlalu lama mendiamkan pesan dari Badai, Cahaya pun langsung membukanya untuk mengetahui apa isi pesan tersebut.


💌Badai : Maaf ya aku baru balas sekarang, kamu udah selesai mandi apa belum? Ini udah 20 menitan loh, kalau mandi jangan lama-lama nanti kedinginan terus masuk angin!


Entah mengapa Cahaya senyum-senyum sendiri membacanya, ia merasa pesan dari Badai sangat romantis bahkan sampai membuat hatinya berbunga-bunga.


"Ah si Badai bisa aja, tapi kenapa gue sampe sesenang ini ya? Perasaan gak ada yang wah dari isi pesan Badai, ish gue kenapa jadi alay begini sih?" batin Cahaya ribut sendiri.


Akhirnya Cahaya memikirkan pesan yang tepat untuk Badai agar lelaki tersebut bisa merasa bahagia seperti dirinya, namun ia masih bingung harus mengetik apa sebagai balasannya.


Sudah hampir 5 menit ia berpikir sembari mondar-mandir dan menggaruk kepalanya, bahkan Cahaya masih memakai mantelnya karena belum sempat berganti pakaian.

__ADS_1


"Duh gue kenapa mendadak jadi blank gini ya? Gausah dibales deh, paling juga si Badai nanti chat gue lagi buat nanya kenapa gak dibalas! Nah pas itu baru deh gue bales chat dia..." gumam Cahaya tersenyum sendiri.


Ya Cahaya pun melempar ponselnya begitu saja ke atas kasur karena tak tahu harus membalas apa, ia kembali duduk di meja riasnya berkaca dan berdandan sedikit supaya lebih cantik.


Barulah Cahaya memakai pakaiannya yang sudah ia lakukan di atas kasur, namun tiba-tiba malah ada yang mengetuk pintu kamarnya dari luar.


TOK TOK TOK...


"Permisi, non! Ini bibi...."


Mendengar suara bibinya dari luar membuat Cahaya tak jadi memakai bajunya, ia berjalan ke arah pintu dengan mantel yang masih terbalut di tubuhnya.


"Iya bi, sebentar!" teriak Cahaya.


Ceklek...


Cahaya membuka pintunya lalu tersenyum menatap wajah bibinya yang sudah berdiri disana sembari membawa keranjang berisi baju-baju.


"Kenapa bi?" tanya Cahaya.


"Ini non, bibi bawain baju-baju non Aya yang baru diangkat dari jemuran! Kalau non Aya ada baju kotor lagi yang belum dicuci, biar sekalian juga bibi ambil!" ucap bi Minah.


"Makasih bi, baju kotor aku masih sedikit kok! Jadi nanti aja bibi ambilnya biar sekalian aja gak perlu bolak-balik nantinya, oh ya ini biar aku aja yang bawa ke dalam!" ucap Cahaya.


"Siap non, yaudah kalo gitu bibi ke bawah dulu ya!" ucap bi Minah pamit.


"Iya bi, makasih ya!" ucap Cahaya tersenyum.


"Sama-sama, non!"


Setelah bibinya pergi, Cahaya pun menutup kembali pintu kamarnya lalu melangkah masuk sembari membawa keranjang berisi pakaiannya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2