
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 113
...β’...
...β’...
Cahaya kini masih bersama Topan di sebuah cafe dekat taman sebelumnya, namun kali ini mereka hanya berdua karena Mawar serta Melani memilih pulang lebih dulu dan membiarkan Cahaya berdua dengan Topan disana.
Sebagai seorang sahabat tentu Mawar & Melani mengerti kalau mereka harus membiarkan Cahaya bersama Topan, lagipun kondisi Cahaya juga sudah agak mendingan tak seperti sebelumnya yang menangis sesenggukan di taman.
Ya walau Cahaya sangat canggung untuk pergi berdua dengan Topan, bahkan sedari tadi ia hanya diam ketika Topan mengajaknya bicara. Cahaya tetap fokus dengan makanannya tanpa perduli pada Topan yang sedari tadi berisik.
"Hey, kamu kenapa diem aja? Makanannya gak enak, atau kamu gak suka makan bareng aku?" tanya Topan sembari menatap wajah Cahaya.
"Hah? Gak kok, makanannya enak!" jawab Cahaya langsung merasa panik.
Tentunya Cahaya tidak mau menyakiti perasaan Topan yang mengira kalau ia tak suka makan dengan pria itu, padahal nyatanya ia sangat senang apalagi kemarin seharian ia mengkhawatirkan kondisi Topan yang tidak muncul-muncul.
"Ohh, ya kalo gitu kita ngobrol dong jangan diem aja!" ucap Topan.
"Bukannya gue gak mau ngobrol sama lu, tapi kata nyokap gue dulu kalo lagi makan tuh jangan sambil ngobrol nanti keselek!" ucap Cahaya.
"Hahaha, kenapa sekarang kamu ngomongnya jadi lu-gue lagi sih?" tanya Topan.
"Suka-suka gue lah! Mulut juga mulut gue bukan mulut lu, jadi terserah gue mau ngomong pake lu-gue atau apa kek!" jawab Cahaya ketus.
"Iya iya, tapi aku suka aja kalo kamu ngomongnya lebih sopan kayak di taman tadi!" ucap Topan.
"Lu suka, gue yang gak suka! Lagian menurut gue itu alay kayak bocah-bocah, kalo begini kan jadi santai!" ucap Cahaya.
Topan hanya terkekeh dengan jawaban gadisnya, ia terus menatap wajah Cahaya dari kursinya sembari sesekali melahap makanan di piring. Cahaya yang sadar tengah ditatap seperti itu oleh Topan memilih diam dan terus menunduk tanpa menggubris.
Tak lama kemudian, ponsel milik Topan berdering membuatnya kehilangan fokus saat tengah memperhatikan Cahaya. Ia pun mengambil ponselnya dari saku jaket lalu syok saat melihat nama mamanya muncul di layar.
__ADS_1
"Waduh, mama nelpon lagi!" batinnya panik.
Cahaya yang melihat Topan panik pun penasaran, ia menebak kalau Topan ditelpon oleh wanita lain dan terlihat panik karena tidak mau ketahuan olehnya.
"Kok gak diangkat?" tanya Cahaya.
"Ini mau aku angkat kok, bentar ya!" ucap Topan.
Topan bangkit dari duduknya lalu pergi menjauh untuk mengangkat telepon dari mamanya itu, tentu Cahaya semakin penasaran mengapa Topan harus pergi jauh hanya untuk mengangkat telpon tersebut, namun ia memilih tak perduli dengan itu.
π"Halo mah, ada apa?" tanya Topan.
π"Akhirnya diangkat juga, kamu kemana sih Topan? Mama kan udah bilang kamu diem aja di rumah dulu, istirahat! Kamu jangan bepergian dulu, kenapa ngeyel banget sih Topan??" ujar Eun-Kyung ngamuk.
π"Maaf mah, tapi aku ada urusan genting! Ini menyangkut masa depan aku, mah!" ucap Topan.
π"Hah? Masa depan kamu? Emangnya urusan apa yang penting banget sampe kamu bilang menyangkut masa depan kamu, ha?" ujar Eun-Kyung terkejut terheran-heran.
π"Ada lah mah, intinya sekarang aku gapapa kok! Mama gausah khawatir lagi, ya?" ucap Topan.
π"Yaudah kalau emang kamu gak kenapa-napa, tapi jangan lama-lama di luarnya! Mama itu cemas tahu sama kondisi kamu, cepet pulang ya sayang!" ucap Eun-Kyung.
π"Iya mama, yaudah aku tutup dulu ya telponnya? Soalnya ini aku masih harus ngurus masa depan aku, bye mah!" ucap Topan.
Tuuutttt...
Topan segera memutus telponnya setelah mengucap kata bye pada mamanya, ia pun langsung kembali ke meja menemui Cahaya karena tak mau gadis itu menunggu lama lalu pergi meninggalkan dirinya disana.
Syukurlah Cahaya masih disana tengah menikmati makanannya dengan santai, Topan pun merasa lega dan tersenyum sembari mengelus dada. Lalu, ia melangkah maju menghampiri Cahaya dan duduk di kursinya.
β’
β’
"Siapa yang nelpon?" tanya Cahaya.
Topan malah tersenyum sembari menatap gadisnya dan mengaduk-aduk minuman di meja, ia merasa kalau Cahaya tengah curiga padanya dan mungkin saja cemburu karena ia menerima telpon menjauh dari gadis tersebut.
"Ish, orang ditanya malah senyum-senyum gak jelas!" ujar Cahaya kesal.
"Hahaha, kamu cemburu ya?" ledek Topan.
__ADS_1
"Hah? Dih kepedean banget sih jadi cowok! Ngapain juga gue cemburu sama lu? Gue cuma penasaran aja soalnya lu kelihatan panik gitu tadi pas dapet telpon, terus ngangkatnya juga jauh-jauh!" ucap Cahaya.
"Ya sama aja, itu artinya kamu cemburu! Udah tenang aja sayang, barusan mama aku kok yang telpon!" ucap Topan.
"Nyokap lu? Ngapain nelpon?" tanya Cahaya.
"Dia cemas sama kondisi aku, soalnya kan aku baru keluar dari rumah sakit eh malah bepergian! Makanya mama aku suruh aku cepet-cepet pulang ke rumah, tapi aku bilang kalau sekarang ini aku lagi ngurus masa depan aku!" jawab Topan.
"Hah? Maksudnya? Masa depan lu gimana?" tanya Cahaya tak mengerti.
"Udah gausah dibahas! Harusnya kalo kamu peka ya pasti paham kok sama yang aku maksud, kan udah jelas banget itu!" ucap Topan senyum-senyum.
"Apaan sih?" ujar Cahaya heran.
"Kamu beneran gak tahu? Serius nih?" tanya Topan.
"Iya, emang apaan?" ucap Cahaya.
"Masa depan aku, ya kamu dong sayangku yang cantik gak ada obat!" ucap Topan tersenyum sembari menggenggam telapak tangan Cahaya.
"Dih, gila lu ya?" ujar Cahaya langsung menarik tangannya dari genggaman Topan.
Cahaya yang salah tingkah berpura-pura memakan makanan di piringnya sambil menunduk karena malu, sedangkan Topan terus menatap gadisnya sambil tersenyum karena ia suka melihat reaksi Cahaya yang seperti ini.
"Kamu kalo lagi salting makin gemesin, ya?" ucap Topan menggoda Cahaya.
"Lu bisa gak sih, gausah gombal terus! Kita ini cuma sekedar temen gak lebih, jadi jangan kebanyakan gombal karena gue gak suka! Lagian nanti kalo gue udah punya uang, gue juga bakal bayar utang gue ke lu kok dan gue bisa lepas dari lu!" ucap Cahaya.
"Oh gitu? Biarpun kamu bayar utang kamu itu, tetep aja aku gak akan lepasin kamu! Kan kamu sendiri yang mau jadi pacar aku waktu itu, jadi kamu gak bisa pergi gitu aja!" ucap Topan.
"Ish, itu kan karena terpaksa!" ujar Cahaya.
"Ya bodoamat, intinya kan kamu tetep mau jadi pacar aku!" ucap Topan tersenyum.
"Lu ngeselin banget ya jadi cowok!" ujar Cahaya.
"Hahaha, yang penting ganteng!"
Cahaya memutar bola matanya lalu diam tak lagi mengatakan apa-apa pada Topan, sedangkan pria itu masih terus tertawa geli melihat ekspresi Cahaya barusan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...