Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 309. Perselisihan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 308


...•...


...•...


Keesokan harinya, Topan dengan sengaja menemui Robi di sebuah tempat untuk membahas tentang rencana Calissa. Ya Topan bisa menemui Robi berkat bantuan dari Lyodra yang meminta pada Robi agar mau datang ke tempat tersebut.


Robi tak menyangka jika yang akan ia temui itu adalah Topan, ia pun syok ketika melihat Topan berada di tempat itu seorang diri. Robi sempat celingak-celinguk mencari dimana Lyodra, namun ia gagal menemukan keberadaan gadis itu.


"Hai bro! Cari siapa?" tanya Topan pada Robi.


"Gue ada janjian disini sama orang, makanya gue lagi cari dia dimana!" jawab Robi.


"Ohh, orangnya itu gue bro!" ujar Topan.


"Apaan sih?" ujar Robi tak mengerti.


"Ya serius! Gue yang minta sama Lyodra buat mempertemukan kita berdua disini, ada hal penting yang pengen gue bahas sama lu bro!" jelas Topan.


"Maksud lu apa? Emang lu mau bahas soal apa sih? Cahaya? Yaelah bro, gue males banget bahas tentang cewek sekarang! Gue tuh lagi sibuk, mending lu cabut aja sana!" ujar Robi.


"Tenang aja! Ini bukan tentang lu yang ngejar-ngejar Cahaya kok, tapi soal lain!" ucap Topan santai.


"Hal lain apa?" tanya Robi penasaran.


"Duduk dulu bro, kalo kita berdiri terus kayak gini pegel juga lama-lama nih kaki!" ucap Topan meminta Robi untuk duduk disana.


"Oke!"


Robi pun duduk di hadapan Topan, ia menatap wajah pria itu dengan tajam dan penuh rasa penasaran.


"Cepetan bicara! Ada apa?" tegas Robi.


"Santai bro! Jadi gini, gue tau lu sekarang lagi kerjasama dengan Calissa untuk memisahkan hubungan gue dan Cahaya. Makanya gue temuin lu sekarang ini bro, buat bahas itu!" ujar Topan.


"Ohh, Lyodra kan yang cerita sama lu?" tanya Robi.


"Ya benar! Lyodra udah cerita semuanya ke gue, jadi sekarang lu gak perlu ngelak lagi dari gue! Mending lu jujur aja ke gue sekarang!" ucap Topan.


"Apa yang lu mau gue jawab jujur, ha? Lu pikir gue mau kerjasama sama lu?" ujar Robi.


"Tenang dulu bro! Kita ini sama-sama bela Cahaya, iya kan? Gue tahu kok lu gak setuju dengan rencana Calissa yang pengen bunuh Cahaya, jadi bukannya lebih baik kalau kita bekerjasama untuk menghentikan Calissa?" ucap Topan.


"Cih! Sorry banget bro, tapi gue anti kerjasama dengan saingan gue sendiri! Gue bisa lindungin Cahaya tanpa perlu bantuan dari lu, paham?" ujar Robi menyombongkan diri.


Topan tersenyum tipis sembari menatap wajah Robi, ia cukup kesulitan untuk membujuk Robi agar mau bekerjasama dengannya. Namun, tentu ia tak semudah itu menyerah dan masih terus berusaha untuk membujuk Robi.


"Lu yakin? Gimana kalau lu teledor dan malah kasih kesempatan buat Calissa untuk memuluskan rencana dia singkirin Cahaya?" tanya Topan.


"Gue gak akan semudah itu dikelabui, gue bakal jagain Cahaya dengan sepenuh hati! Karena gue sayang sama dia, gak seperti lu yang hanya terobsesi dengan gadis itu!" ujar Robi.


"Jangan asal bicara! Lu mana tau seberapa sayangnya gue ke Cahaya? Gue lebih dulu kenal sama Cahaya dibanding lu, sekarang terserah lu deh mau kerjasama sama gue atau enggak! Dengar Robi, kalau kita bekerjasama itu peluang untuk mencegah rencana Calissa semakin besar! Harusnya lu paham dong kalo emang lu sayang sama Cahaya!" ucap Topan tegas.


"Udah deh, mending lu lindungin Cahaya pake cara lu sendiri! Biar gue lindungin Cahaya juga pake cara gue sendiri, gak ada kata kerjasama diantara kita! Asal lu tau aja, gue hampir ketahuan sama Calissa gara-gara Lyodra kabur dari markas!" ucap Robi.


"Ohh, terus apa hubungannya?" tanya Topan.


"Ya jadi susah lah buat gue bergerak di markas itu, apalagi kalo harus kerjasama sama lu! Calissa pasti bakal terus awasin gue!" ucap Robi.

__ADS_1


"Hahaha, terus lu takut sama Calissa? Cemen banget sih lu bro!" cibir Topan tertawa kecil.


"Bukan begitu lah, kalo gue ketahuan sama Calissa, pasti dia bakal usir gue dari markas! Dengan begitu, gue sulit buat lindungin Cahaya dan cari tahu apa rencana Calissa selanjutnya, paham gak sih lu?" ucap Robi berkilah.


"Yaudah, gue gak maksa kok! Terserah lu kalo gak mau kerjasama sama gue, tapi kalau lu berubah pikiran silahkan telpon gue ke nomor ini!" ucap Topan menyerahkan kartu namanya.


"Oke, gue terima!" ucap Robi.


"Kalo gitu gue pergi dulu, gue udah ada janji sama Cahaya. Permisi!" ucap Topan tersenyum.


"Silahkan!" ucap Robi singkat.


Topan langsung bangkit dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Robi. Ia hendak menemui Cahaya di rumahnya sesuai janjinya kemarin untuk mengajak Cahaya jalan-jalan, namun ia masih melirik juga ke belakang melihat Robi disana.


Robi sendiri mengambil kartu nama Topan dan memandangi nomor pria tersebut, ia berpikir apakah mungkin ia harus menghubungi nomor itu dan bekerjasama dengan Topan.


"Gue kerjasama apa enggak, ya?" gumam Robi.


...•••...


Disisi lain, Cahaya sudah berpakaian rapih bersiap menyambut Topan yang ingin mengajaknya pergi jalan-jalan ke luar di hari minggu cerah ini sesuai yang sudah dijanjikan oleh Topan sebelumnya.


Gadis itu turun ke bawah menghampiri papanya yang sedang ngopi di ruang tamu, ia pun duduk di sebelah papanya sambil memegang ponsel dengan wajah cemberutnya.


"Sayang, kenapa kamu cemberut gitu sih?" tanya Hendra penasaran.


"Eh papa, maaf pah aku main duduk gitu aja gak bilang dulu sama papa! Ini loh pah, aku bingung deh sama Topan! Dia katanya mau ajak aku jalan-jalan, tapi sampe sekarang aku sms gak dibalas-balas!" jelas Cahaya kesal.


"Oalah, sabar dong sayang! Mungkin aja Topan masih di jalan, kamu jangan salah sangka dulu sama Topan!" ucap Hendra membela Topan.


"Iya pah, tapi kan seenggaknya tuh Topan balas pesan aku gitu loh pah! Aku kan pengen tahu kepastiannya, biar aku gak nunggu-nunggu terlalu lama juga!" ucap Cahaya.


"Yaudah, minum dulu nih!" ucap Hendra.


"Ish papa apaan sih? Masa aku disuruh minum kopi punya papa? Aku tuh gak doyan kopi pah, apalagi kopi item!" ujar Cahaya cemberut.


"Gak ah pah, aku juga gak haus kok! Aku mau nunggu Topan disini aja!" ucap Cahaya.


Hendra tersenyum, lalu mengusap puncak kepala Cahaya dengan lembut bermaksud menenangkan hati putrinya itu. Sedangkan Cahaya masih tampak kesal menunggu kedatangan kekasihnya disana yang tidak ada kabar.


"Sayang, emang kamu mau kemana sih sama Topan itu?" tanya Hendra penasaran.


"Eee aku juga gak tahu sih pah, Topan belum bilang mau kemana. Dia cuma bilang mau ajak aku jalan-jalan gitu mumpung libur, tapi gak tahu nih sampe sekarang gak ada kabarnya!" jawab Cahaya.


"Ohh sabar aja dulu! Barangkali Topan pengen kasih kejutan buat kamu nanti, tunggu aja sayang jangan cemberut terus ah!" bujuk Hendra.


"Iya papa..." ucap Cahaya.


"Iya iya tapi masih cemberut, senyum dong biar papa ngeliatnya tuh juga enak!" ujar Hendra.


"Huft, iya papaku sayang..." ucap Cahaya tersenyum.


Ya akhirnya gadis itu mau tersenyum lebar sesuai permintaan papanya, tentu saja Hendra merasa senang dan mengelus wajah putrinya dengan lembut sembari ikut tersenyum juga.


"Nah gitu dong! Kamu kalau senyum itu cantiknya nambah loh sayang, makin mirip juga sama mama kamu dulu! Asal kamu tahu sayang, muka kamu ini persis sekali dengan wajah mama kamu sewaktu muda! Papa aja sampe keingat terus sama mama kamu itu," ucap Hendra.


"Eee papa jangan sedih gitu dong! Kalau papa kangen sama mama, papa kan bisa peluk aku atau cium aku! Aku gak masalah kok dipeluk sama papa, justru aku malah senang banget! Kan udah lama juga papa gak peluk aku," ucap Cahaya.


"Umm, tapi papa belum mandi sayang. Nanti kalo kamu kebauan emang gapapa?" ujar Hendra.


"Yah kalo gitu jangan deh, pah! Masalahnya aku udah mandi dan rapih gini, kalo pelukan sama papa yang bau bisa-bisa aku ketularan bau juga!" ucap Cahaya.


"Hahaha yeh dasar kamu! Dulu mah mama kamu gak perduli papa ini bau atau enggak, tetap dia mau dipeluk sama papa!" ujar Hendra.


"Hehe bercanda kok pah, sini aku peluk papa!" ucap Cahaya nyengir.


Gadis cantik itu mulai memeluk tubuh papanya dari samping sambil tersenyum dan memejamkan mata, Hendra pun membalas pelukan putrinya dengan erat dan tak lupa membelai rambut Cahaya yang mulus itu dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Keduanya sama-sama memejamkan mata menikmati kehangatan yang jarang dirasakan, terlebih Hendra juga sangat rindu dengan sosok mendiang istrinya dulu. Saat ia memeluk Cahaya, ia merasakan almarhumah istrinya turut hadir disana bersama mereka, apalagi wangi tubuh Cahaya sama persis dengan wangi tubuh istrinya dulu.


Cupp!


Hendra melepas pelukan dan menempelkan bibirnya cukup lama pada kening Cahaya, lalu beralih pada kedua pipi putrinya yang berkali-kali ia serang dengan kecupan manis.


"Uhh sayang, wangi kamu, wajah kamu, tubuh kamu, semuanya persis sekali sama mama kamu! Papa serasa lagi cium mama kamu tau, peluk lagi ya sayang? Boleh kan?" ucap Hendra tersenyum.


"Boleh kok pah, apa aja asalkan papa bahagia!" ucap Cahaya memberi izin.


Hendra kembali memeluk putrinya dengan erat dan meresapi aroma tubuh Cahaya yang benar-benar mengingatkan ia pada mendiang istrinya.


"Syukurlah papa bisa bahagia!" batin Cahaya.




Sementara itu, Topan dicegat oleh sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya. Topan menginjak rem dengan cepat dan terdorong ke depan akibat berhenti secara mendadak itu, untunglah ia masih sempat berhenti sebelum menabrak mobil itu.


Topan mengelus dadanya merasa lega, ia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Sialan tuh orang! Maunya apa sih?" umpatnya kesal.


Topan yang kesal akhirnya memutuskan untuk turun menghampiri pengemudi mobil tersebut, ia berjalan cepat ke arah mobil di depannya sambil mengira-ngira siapa pengemudi itu.


"Heh keluar lu! Maksud lu apa cegat mobil gue kayak gitu, ha?" bentak Topan emosi.


Tak lama kemudian, seseorang keluar dari dalam mobil itu dan melihat ke arah Topan sambil melepas kacamata yang ia kenakan.


Sontak Topan terkejut karena ternyata pengemudi mobil itu adalah Calissa, ya pria itu terhenti langkahnya dan hanya bisa menganga lebar.


"Calissa?" ucap Topan terperangah.


"Iya Topan ini aku, Calissa. Kamu apa kabar sayang? Udah lama ya kita gak ketemu, aku lihat-lihat kamu makin tampak aja deh sayang! Pantas aja aku makin gak bisa lupain kamu!" ucap Calissa tersenyum.


"Cih! Najis banget gue denger omongan lu itu! Lu mau apa lagi sih, ha?" bentak Topan.


"Sabar dong sayang! Aku cuma mau bicara berdua sama kamu disini, jangan galak-galak gitu ah sama aku! Aku tahu kok sampai sekarang kamu juga masih cinta sama aku, kamu cuma jadikan Cahaya pelarian kamu kan?" ucap Calissa.


"Lu ngomong apaan sih? Gue ini cinta sama Cahaya, najis banget gue harus suka sama cewek murahan kayak lu! Udah deh jangan pernah berharap kalau lu bakal bisa milikin gue lagi, karena gue gak akan mau sama cewek yang udah jadi bekasnya om-om!" ucap Topan sangat kesal pada Calissa.


"Kamu kok bicaranya gitu sih sayang? Aku—"


"Berhenti panggil gue sayang! Lu itu wanita murahan yang gak tahu diri, lu gak pantas sebut gue dengan panggilan itu!" potong Topan.


"CUKUP!"


Tiba-tiba saja suara lantang muncul dari arah depan, Topan menoleh ke asal suara dan terlihat lah sosok pria yang tak lain adalah Andre, pria itu turun juga dari mobil dan menghampiri Topan disana.


"Anda tidak boleh menghina Calissa seperti itu, atau saya akan menghabisi anda!" ancam Andre.


"Ohh sekarang lu udah punya cowok lagi buat diperalat? Bagus sih Lisa, tapi saran gue mending lu pacaran aja sama dia daripada kejar-kejar gue terus yang udah pasti gak akan pernah mau sama lu!" ucap Topan.


"Jaga mulut anda itu! Saya ini bukan alat Calissa, saya sahabatnya yang akan melindungi Calissa dan membantu Calissa mendapatkan apa yang dia inginkan!" ucap Andre lantang.


"Oh gitu, terus gue perduli? Kagak! Walaupun ada lu sekalipun, gue tetep gak bakal mau balikan sama nih cewek murahan! Daripada lu cuma jadi alat dia, mending lu usaha deh buat dapetin hati Calissa dan rubah dia jadi wanita yang lebih baik, biar dia gak terus bersikap kayak gini!" ucap Topan tegas.


"Kurang ajar! Berhenti bilang Calissa wanita murahan dasar br*ngsek! Atau gue robek mulut lu yang kotor itu!" teriak Andre emosi.


"Hahaha silahkan aja kalo bisa! Lu pikir semudah itu buat robek mulut gue? Mending kalian berdua pergi sana deh, nikmati aja waktu berdua daripada terus nyusahin orang kayak gini! Jangan urusin hidup orang deh, urusin aja diri kalian sendiri!" ucap Topan.


Calissa hanya terdiam memalingkan wajahnya, ia tak berkutik dibuat oleh Topan, kini ia pun bingung harus bagaimana lagi.


Sementara Topan berbalik dan memilih pergi dari sana, ia masuk kembali ke dalam mobilnya untuk segera menjemput Cahaya yang sudah berkali-kali mengirim pesan untuknya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2