
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 32
...•...
...•...
Topan masih salah tingkah berada di dekat Bella, ia bahkan kesulitan menelan saliva nya karena terlalu gugup. Tak pernah ia seperti ini sebelumnya ketika jalan berdua dengan Bella di waktu pacaran dulu, mungkin sekarang ia baru merasa kalau Bella memang cantik dan pantas diperjuangkan.
Berkali-kali Bella mengajaknya bicara, namun pria itu terus saja diam dan sesekali hanya menjawab ya atau tidak membuat Bella sedikit geram karena Topan seperti orang linglung. Padahal yang berkepentingan di dalam perpustakaan ini adalah Topan, tetapi malah justru Bella yang sibuk mencari buku sesuai permintaan dosen Topan.
"Aduh, Topan kamu serius dong! Ini jadinya kamu disuruh ambil buku yang mana??" ujar Bella mulai kesal pada pria itu, ia sampai menunjukkan wajah bete dengan tatapan kesal.
Bukannya takut atau merasa bersalah, Topan malah tersenyum tipis memandang wajah Bella yang terlihat menggemaskan saat sedang kesal seperti ini di pandangan matanya. Lagi-lagi Topan dibuat terpesona akan kecantikan serta keindahan wajah Bella, padahal sebelumnya ia selalu bersikap biasa saja ketika jalan bersama Bella.
"Ish, kamu kenapa sih? Ditanya malah senyum kayak orang stress!" bentak Bella makin kesal sembari memukul wajah pria itu sedikit keras, akhirnya Topan sadar dari lamunannya akibat pukulan Bella.
"Duh, kok kamu pukul aku sih?" ujar Topan terheran-heran sembari memegangi wajahnya yang habis terkena pukulan Bella.
"Ya abisnya kamu malah bengong sambil senyum aneh begitu, aku tuh nanya kamu mau bukunya yang mana!" ucap Bella terpaksa menjelaskan kembali pertanyaannya tadi pada Topan.
"Ohh ya santai aja dong, yang ini kata dosen aku tadi! Makasih ya udah bantu cari!" ucap Topan mengambil sebuah buku dari rak itu sambil nyengir, cup! Tanpa aba-aba dia memberi kecupan di pipi kanan Bella membuat gadis itu membelalak tak percaya sembari memegangi pipinya.
__ADS_1
"Tanda terimakasih!" ucap Topan singkat lalu pergi meninggalkan Bella yang masih mematung disana, ia langsung membawa buku itu untuk dipinjam.
Sedangkan Bella masih tetap berdiri terpaku disana sembari mengelus pipinya bekas kecupan Topan, entah mengapa ia malah menitikkan air mata mendapat kecupan dari sang mantan yang sampai sekarang juga masih ia sayangi.
Tentu Bella merasa sedih sekaligus bertanya-tanya mengapa sikap Topan jadi lebih hangat justru ketika mereka sudah putus dan berpisah, padahal seharusnya Topan melakukan itu sejak mereka masih pacaran dulu.
"Apa maksud kamu sih, Topan? Kenapa sekarang kamu jadi kayak gini sama aku? Apa kamu mau bikin aku susah moveon dari kamu, terus kamu bisa lagi kurung aku?" batin Bella menghapus air matanya.
Wanita itu berjalan menyusul Topan ke tempat pria itu berada sekarang, ia menghampiri Topan untuk berpamitan sekaligus meminta padanya agar tak lagi melakukan hal seperti tadi.
"Topan, aku duluan ya!" ucap Bella singkat menatap wajah Topan dengan mata berkaca-kaca. "Oh ya, tolong lain kali kamu jangan cium aku kayak tadi ya! Itu bikin aku susah lupain kamu..." sambungnya coba berbicara jujur pada pria di hadapannya.
Topan pun terdiam tanpa ekspresi, ia menyesal sudah membuat Bella sakit hati ketika mereka pacaran dulu dan sekarang malah ia justru membuat Bella berada di atas angannya dengan memberi kecupan di wajah wanita itu.
"Ya, sorry Bella! Tadi maksud aku tuh cuma becanda aja sebagai tanda terimakasih karena kamu udah bantuin aku, gak ada maksud yang lain kok! Kamu mau kan maafin aku??" ucap Topan.
"Aku maafin kok, yaudah aku duluan ya!" ucap Bella tersenyum tipis.
"Sama-sama!" ucap Bella singkat.
Wanita itu melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan, Topan hanya terpanah melihat lekuk tubuh Bella yang terlihat menggoda. Entah mengapa saat ini Topan melihat Bella jauh berbeda dari ketika ia masih berpacaran dengan wanita itu, mungkin karena dulu ia tidak terlalu menganggap Bella dan lebih asyik jalan bersama wanita lain.
"Eee mas, ini udah bukunya!" ujar penjaga perpus.
"Ah iya, makasih!" ucap Topan sedikit terkejut lalu mengambil buku itu dan membawanya keluar dari perpustakaan.
•
•
__ADS_1
Topan mendatangi taman di dekat sana, ia terduduk di kursi yang tersedia sembari membuka bukunya disana. Namun, tiba-tiba kini pikirannya teringat pada sosok senja dari aplikasi penjemput jodoh yang mulai mencuri hatinya. Sudah lumayan lama juga Topan tak memegang ponselnya karena sibuk mengurus tugas kuliah, ia pun meletakkan sejenak bukunya lalu mengambil ponselnya dari saku celananya.
Ia terkejut serta syok karena terdapat 2 chat yang belum dibacanya dari senja, ya pria itu langsung membukanya tanpa basa-basi lagi.
💌Senja : Badai, lagi apa? Aku udah istirahat nih, kita chattingan lagi yuk!
💌Senja : Kok gak dibales? Lagi sibuk ya? Yaudah gapapa deh... (emot kecewa)
"Waduh, tuh kan si senja udah ngechat gue! Wah gawat nih dia pasti marah gara-gara gue gak balas chatnya, kira-kira gue balas apa ya? Duh ayolah Topan berpikir keras, lu harus bisa bikin mood cewek ini balik lagi dengan kata-kata lu!" gumam Topan sembari mengetuk-ngetuk kepalanya.
Akhirnya Topan terpaksa membalas pesan senja seperti biasa saja, karena ia pusing memikirkan kata-kata yang bagus dan menarik. Ia hanya bisa berharap wanita itu tidak marah padanya, karena sungguh senja sudah berhasil membuatnya merasa nyaman walau hanya dengan ketikan.
💌Badai : Hai, maaf ya aku baru bales sekarang! Tadi aku abis kelimpungan nyari buku buat kerjain tugas, tapi sekarang udah ketemu kok! Maaf banget ya cantik, lain kali aku bakal berusaha buat balas chat kamu tepat waktu!
Begitulah isi pesan yang diberikan Topan kepada senja, ia membenamkan ponselnya di dada sembari menatap langit berharap agar senja mau memaafkan dirinya.
Tliingg...
Tak disangka ponselnya langsung berdering, ya terdapat notif pesan dari Cahaya yang sangat amat membuatnya tersenyum bahagia.
💌Senja : Y, gpp kok! Aku udh hrs msk, bye!
Matanya terbelalak melihat balasan singkat dari wanita itu, ia tahu betul kalau senja saat ini sedang marah padanya. Namun, ia berusaha tetap tenang dan mencari cara yang tepat untuk bisa mengembalikan mood gadis tersebut.
Akhirnya Topan memilih mengirim pesan suara ke hp senja, ia menggunakan berbagai macam suara lucu bermaksud menghibur gadis itu.
"Senja manis, don't cry, don't angry! Pangeran Badai minta maaf ya sama putri senja yang manis, selamat sekolah cantik belajar yang rajin ya?"
Itulah kalimat yang diucapkan Topan melalui mic yang terdapat di aplikasi tersebut, ya para pengguna aplikasi ini memang bisa mengirim pesan biasa maupun suara. Tak hanya itu, mereka juga bisa mengirim gambar atau video pada calon jodohnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...