Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 195. Titip Cahaya


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 194


...•...


...•...


Topan yang menang berniat untuk menjenguk Cahaya pun sudah sampai di rumah sakit, ia langsung saja masuk ke dalam ruang VIP tempat Cahaya dirawat disana. Topan sangat berharap kalau Cahaya bisa sembuh dari penyakitnya saat ini dan kembali beraktivitas seperti biasa, ia sudah rindu sekali ingin berduaan dengan Cahaya.


Saat masuk ke dalam ruangan itu, Topan melihat Cahaya tengah sendirian berbaring sembari memainkan ponselnya. Sangking seriusnya gadis itu sampai tidak tahu jika ada orang yang masuk ke dalam ruangannya, Topan pun senyum-senyum saja melihatnya dan ia terus melangkah sampai di dekat ranjang tempat Cahaya terbaring saat ini.


"Ehem ehem..." Topan berdehem sembari duduk di samping gadisnya itu dan tersenyum.


Cahaya pun terkejut karena tiba-tiba ada suara deheman dari arah sampingnya, ia mengalihkan pandangan ke asal suara tersebut sembari menyimpan ponselnya. Cahaya langsung tersenyum begitu melihat Topan ada di sampingnya saat ini, walau ia juga heran bagaimana bisa Topan sudah ada disana padahal tadinya tak ada siapa-siapa.


"Topan? Lu kok bisa ada disini? Kapan datangnya coba?" tanya Cahaya terheran-heran.


"Masih baru, tadi pas kamu lagi asyik megang hp. Makanya kamu gak lihat pas aku masuk, lain kali begitu aja terus ya!" ucap Topan tersenyum.


"Ish! Lu marah sama gue? Kalo gitu maaf deh, tadi tuh gue cuma chattingan sama Mawar temen gue! Sekaligus gue juga bilang kalau gue gak bisa sekolah hari ini, lu jangan ambekan begitu dong! Masa cuma gara-gara gue gak lihat lu masuk, terus lu marah sama gue?" ucap Cahaya.


"Siapa yang marah sih? Mana bisa aku marah sama gadis kesayangan aku ini?" ucap Topan tersenyum sambil mencubit pipi Cahaya. "Lagian kamu buat apa bilang ke Mawar mau izin gak masuk sekolah? Orang aku udah bilangin ke guru piket disana, emang kamu lupa pacar kamu ini anaknya pemilik sekolah tempat kamu belajar?" sambungnya.


"Oh iya, gue lupa. Ya tapi gapapa lah, jadi nanti Mawar atau temen-temen gue yang lain gak bakal nyariin gue lagi gitu!" ucap Cahaya.


"Oh ya, papa kamu mana? Bukannya semalam papa kamu ada disini ya mau temenin kamu?" tanya Topan.


"Umm, tadi sih bilangnya kebelet mau buang air. Tapi gak tau deh kenapa lama banget." jawab Cahaya.

__ADS_1


"Ohh, mungkin papa kamu susah keluarnya kali jadi lama banget belum keluar. Yaudah gapapa, kan sekarang ada aku disini yang bisa temenin kamu sampe siang!" ucap Topan.


"Iya, eh itu lu bawa apaan?" tanya Cahaya heran.


"Ini kue dari mama," jawab Topan.


"Ohh, pasti buat gue kan?" tanya Cahaya.


"Dih ge'er! Ini mama kasih buat aku, ngapain juga mama kasih kue ke kamu?" ujar Topan.


"Yah kirain," ucap Cahaya.


"Hahaha, bercanda kok pacar! Ini beneran emang buat kamu dari mama aku tercinta, tapi aku minta ya sedikit? Soalnya di rumah tadi aku juga belum sempat nyobain sih, jadi masih penasaran sama rasa kuenya itu gimana. Boleh kan?" ucap Topan.


"Iya boleh, tapi lu suapin gue ya? Soalnya gue lagi mager nih gak mau ngapa-ngapain, bisa kan?" ucap Cahaya dengan nada manja.


"Sejak kapan pacar aku yang tegas dan galak ini jadi manja kayak gini, ha? Masa seorang Cahaya minta disuapin sih?" ucap Topan sambil nyengir tak menyangka.


"Eee emang salah, ya?" tanya Cahaya.


"Iya," ucap Cahaya sambil manggut-manggut.


Topan pun membuka kotak kue yang ia bawa itu dari mamanya, setelahnya barulah Topan mulai menyuapi gadisnya itu perlahan-lahan dengan kue yang ada di tangannya. Terlihat sepasang kekasih itu saling tersenyum bahagia dan sempat bertatapan sejenak, terlebih Topan yang memang senang sekali berdekatan dengan Cahaya seperti ini.


"Gimana pacar, enak apa enak banget?" tanya Topan sambil tersenyum.


"Umm, enak banget! Ini nyokap lu bikin sendiri atau beli?" ucap Cahaya.


"Mama beli semalam waktu pulang syuting, terus kebetulan paginya masih sisa banyak. Makanya mama suruh aku bawa ini buat dikasih ke kamu pacar, syukur deh kalo enak banget!" ucap Topan.


"Iya, yaudah lagi dong!" ucap Cahaya.


"Sabar dong cantik!" ujar Topan.


Akhirnya Topan kembali menyuapi Cahaya dengan kue itu berkali-kali, sehingga Cahaya tampak tersenyum senang dan tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Topan.

__ADS_1


Disaat mereka tengah asyik berduaan, tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan muncullah sosok Hendra alias sang papa Cahaya yang baru kembali dari kamar mandi sebelumnya. Hendra cukup terkejut melihat kehadiran Topan disana dan tengah bersama Cahaya putrinya itu, Hendra pun bergerak mendekati sepasang kekasih yang tampak romantis itu.


"Cahaya! Kamu kok bisa sama Topan disini? Sejak kapan Topan datang kesini?" tanya Hendra heran.


"Eh om, saya baru dateng kok!" ucap Topan sambil berdiri kemudian mencium tangan Hendra, ia juga mempersilahkan Hendra duduk di dekat Cahaya.


"Ohh, kalian makan apa itu?" tanya Hendra.


"Ini kue om, om mau? Ambil aja mumpung masih banyak dan belum dihabisin Cahaya, soalnya dia doyan banget daritadi minta tambah terus!" ucap Topan menawarkan kue itu pada Hendra.


"Ish! Mana ada begitu? Aku perasaan baru makan dikit deh, jangan ngada-ngada ya!" ujar Cahaya.


"Hahaha, ya gapapa Cahaya! Kamu justru bagus loh kalo makan banyak, udah Topan kamu suapin lagi aja si Cahaya yang banyak! Om mah gak begitu suka kue, lagian om juga harus meeting nih sama klien dadakan banget!" ucap Hendra.


"Ohh, oke om!" ucap Topan tersenyum.


"Loh kok papa malah pergi sih? Tadi katanya papa gak mau ke kantor hari ini, kok ini papa malah bilang mau meeting sama klien?" tanya Cahaya heran.


"Iya sayang, papa minta maaf ya! Tadinya emang papa gak mau pergi kemana-mana dan jagain kamu aja disini, tapi ini barusan sekretaris papa tuh nelpon dan kasih tau kalau ada klien yang minta ketemu hari ini dan dia maksa! Ya awalnya sih papa emang masih ragu buat pergi tinggalin kamu, tapi karena sekarang udah ada Topan jadinya papa bisa lebih tenang buat ninggalin kamu disini!" jawab Hendra.


"Yaudah deh pah, papa hati-hati ya!" ucap Cahaya tersenyum.


"Iya sayang, kamu cepat sembuh ya cantik!" Hendra menunduk kemudian mengecup kening putrinya, "Papa pergi dulu ya? Bye sayang!" ucap Hendra mengusap kening Cahaya laku berdiri tegak. "Oh ya, Topan! Saya titip Cahaya sama kamu!" sambungnya.


"Siap om! Saya pasti bakal jagain Cahaya kok!" ucap Topan dengan penuh semangat.


"Yaudah ya, sampai nanti!" ucap Hendra.


"Iya pah..."


Hendra pun keluar dari kamar itu meninggalkan putrinya bersama Topan disana, ia sedikit lega karena sudah ada Topan yang bisa menjaga putrinya tanpa perlu khawatir lagi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2