Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 96. Hasutan Calissa


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 95


...•...


...•...


Calissa bersama suaminya kini tengah berada di meja makan bersiap untuk melakukan makan siang bareng karena sekarang sudah waktunya, Hendra tampak gembira bisa makan bersama istrinya lagi setelah cukup lama ia hanya makan sendirian.


Calissa pun menyiapkan sepiring nasi serta lauk-pauk untuk suaminya di atas meja berupaya menjadi istri yang baik, walau sebenarnya ia tak benar-benar mencintai Hendra seperti istri-istri lainnya pada umumnya.


"Ini mas, makan siang kamu..." ucap Calissa tersenyum sembari menyodorkan piring ke arah suaminya disana.


"Makasih ya, sayang! Udah lama aku gak dilayanin sama kamu kayak gini, jujur aku rindu loh!" ucap Hendra tersenyum merasa puas.


"Sama mas, aku juga rindu sama kamu!" ucap Calissa berpura-pura mencari perhatian Hendra.


Akhirnya mereka pun langsung memakan makanan masing-masing yang sudah tersedia, Calissa baru teringat mengenai hubungan Cahaya dengan Topan dan ia harus memberitahukan itu pada Hendra supaya Cahaya bisa menjauh dari Topan.


"Mas, aku mau bicara boleh?" tanya Calissa.


"Oh, boleh dong sayang! Emang kamu mau bicara apa sih sama mas?" ucap Hendra.


"Ini masalah Cahaya, mas!" ucap Calissa.


Mendengar nama putrinya disebut oleh sang istri membuat Hendra terkejut, karena tak biasanya Calissa ingin membicarakan tentang Cahaya padanya apalagi terlihat jelas kalau Calissa memang tidak menyukai sikap Cahaya.

__ADS_1


"Loh, kenapa emang sama Cahaya?" tanya Hendra terheran-heran penasaran.


"Itu loh mas, waktu itu aku gak sengaja ngeliat Cahaya lagi berduaan sama cowok di depan rumah! Mereka kelihatannya mesra banget deh mas, bisa jadi mereka pacaran!" jawab Calissa.


"Ohh, ya biarin aja dong sayang! Cahaya itu kan udah gede bukan anak kecil lagi, dulu waktu mas masih muda juga suka pacaran kok!" ucap Hendra.


"Bukan masalah pacarannya mas, tapi ini soal cowok yang jadi pacarnya Cahaya!" ucap Calissa.


"Loh, emangnya kenapa sama pacarnya Cahaya? Dia jelek atau gimana?" tanya Hendra heran.


"Bukan mas, tapi aku lihat-lihat pacarnya itu kayak anak begajulan gitu dan gak bener! Aku yakin deh pasti gara-gara cowok itu makanya Cahaya jadi bersikap semakin nakal, bahkan waktu gak ada kamu dia mulai berani ngatain aku mas!" jelas Calissa.


"Kamu dikatain apa lagi sama Cahaya, sayang?" tanya Hendra sedikit geram.


"Dia tuduh aku nikah sama kamu cuma karena harta, terus dia juga bilang kalau aku punya selingkuhan mas! Padahal kan aku bener-bener tulus cinta sama kamu karena hati, bukan karena harta kamu!" ucap Calissa memulai dramanya.


"Yaudah, kamu sabar aja! Nanti biar aku tegur dia supaya gak kayak gitu lagi sama kamu!" ucap Hendra.


"Jangan cuma ditegur, mas! Kayaknya Cahaya harus dijauhin dari pacarnya itu deh, soalnya aku yakin banget pacarnya itu yang hasut Cahaya buat jadi kayak gitu!" ucap Calissa.


"Nah itu dia, mas! Semua ini karena pacarnya Cahaya, kamu harus bisa jauhin mereka!" ucap Calissa memanas-manasi suaminya.


"Oke, nanti aku bakal ngomong langsung sama Cahaya soal ini! Udah sekarang kamu lanjut makan, kita bahas lagi nanti kalo Cahaya udah pulang!" ucap Hendra menenangkan istrinya.


Akhirnya mereka lanjut memakan makan siang sambil senyum-senyum saling pandang, Calissa merasa senang karena suaminya bisa dengan mudah ia perdayai untuk memisahkan Cahaya dan Topan.




Cahaya baru pulang sekolah dan kini sudah sampai di tempat parkir untuk mengambil motornya, entah mengapa ia masih merasa kesal terlihat dari wajahnya yang terus saja cemberut tanpa ada keceriaan sedikitpun yang muncul.


Gadis itu celingak-celinguk seperti mencari seseorang disana, sepertinya Cahaya menantikan kehadiran Topan yang biasanya memang selalu ada disana setiap kali ia pulang sekolah dan selalu saja menggangunya atau memaksanya untuk ikut bersama pria tersebut.

__ADS_1


Akan tetapi, kini semuanya berbeda dan Topan tidak datang lagi kesana untuk mengganggu dirinya seperti biasanya, ia pun merasa ada yang berbeda hari ini dan merindukan sosok Topan padahal selama ini ia selalu benci bila Topan datang mendekatinya.


"Ish, gue ngapain nyari-nyari si Topan sih?" gumam Cahaya dalam hatinya.


Akhirnya Cahaya memutuskan untuk langsung naik ke motornya memakai helm miliknya, ia menepis semua pikiran tentang Topan yang sempat kelayapan di kepalanya membuat ia merasa sedih sekaligus jengkel juga.


"Cahaya, tunggu!"


Suara teriakan seorang pria membuat Cahaya mengurungkan niatnya untuk melajukan motornya, ia menoleh ke asal suara lalu terkejut melihat Said si ketua OSIS itu tengah berlari ke arahnya.


"Jangan pulang dulu!" ucap Said ngos-ngosan begitu sampai di samping Cahaya.


"Hah? Kenapa sih, kak?" tanya Cahaya penasaran.


"Tim OSIS mau adain seleksi pasangan buat kamu, sebagai none yang wakilin sekolah kamu juga harus ikut buat pilih siapa yang menurut kamu cocok buat jadi pasangan kamu!" jelasnya.


"Hadeh, emang gak bisa apa kak kalo tim OSIS aja yang pilih sendiri? Gue masih ada urusan lain, gak bisa kalo harus ikut-ikut gituan...!!" ucap Cahaya.


"Yah kan ini biar chemistry diantara kamu sama calonnya jadi nambah, ayolah sebentar aja kok paling gak nyampe 2 jam udah selesai!" ucap Said memohon pada Cahaya.


"Hah? 2 jam itu udah lama banget, kak!" ujar Cahaya.


"Kan aku bilang gak sampe, kita udah ada kandidatnya 4 orang dan mereka semua udah pada kumpul di dalam... ayo dong kamu ikut, ya!" ucap Said masih memaksa Cahaya.


"Ish, kenapa sih harus maksa-maksa mulu? Gue gak mau jadi wakil sekolah dipaksa ikut, terus sekarang gue juga dipaksa lagi buat milih calon pasangan?" ujar Cahaya emosi.


"Yaelah jangan gitu dong, ini kan demi kebaikan sekolah kita juga!" ucap Said.


"Demi kebaikan sih demi kebaikan, tapi ya harusnya kalian gak bisa maksa-maksa orang kayak gini dong! Sekolah kita gak bakal menang kalau gue ikut ajangnya karena terpaksa, yang ada nanti kalian semua bakal nyesel loh...!!" ujar Cahaya.


"Kalo gitu gampang, kamu jangan ngerasa terpaksa dan harus sungguh-sungguh buat ikut lomba ini! Dengan begitu, aku yakin kamu pasti bisa menangin ajang ini dan bawa pulang piala itu ke sekolah kita!" ucap Said meyakinkan Cahaya.


Cahaya yang sudah terbawa emosi akhirnya terpaksa mau menuruti perkataan Said, ia turun dari motornya lalu melepas helm yang ia kenakan dan mengikuti Said untuk memilih calon pasangan baginya dalam ajang abang-none tersebut.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2