Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 259. Hendra sedih


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 258


...•...


...•...


Cahaya sudah tampak rapih dengan memakai seragam sekolah miliknya serta jaket yang menutupi bagian luar tubuhnya, Cahaya pun keluar dari rumah setelah berpamitan dengan papanya. Gadis cantik yang manis itu berdiri di depan rumahnya menanti kehadiran sang kekasih yakni Topan, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Topan di pagi hari ini.


Disaat Cahaya tengah asyik berdiri menatap ke sekeliling rumahnya, tiba-tiba Hendra muncul dari dalam lalu menghampiri gadis cantik itu dan berhenti tepat di sampingnya. Hendra tersenyum menatap wajah Cahaya lalu perlahan menepuk pundak gadis yang sedang menunggu kekasihnya itu, tentu saja hal itu membuat Cahaya terkejut bukan main.


"Duh papa, kok papa ngagetin aku sih? Hampir aja loh aku jantungan, ada apa sih pah?" ujar Cahaya.


"Hahaha, maaf sayang! Papa cuma mau bicara sama kamu nih mumpung kamu belum berangkat, bisa kan cantik?" ucap Hendra tersenyum sembari mencolek dagu gadisnya.


"Boleh, papa mau bicara apa?" tanya Cahaya.


"Duduk dulu sini, nanti kalau berdiri terus papa bisa encok sayang! Kamu kan tahu papa udah gak muda lagi, jadi susah buat berdiri lama-lama!" ucap Hendra.


"Iya pah, tumben nih papa nyadar kalau papa udah tua. Biasanya selalu gak mau tuh dibilang tua, pengennya ngerasa muda terus!" ujar Cahaya sambil nyengir.


"Hadeh, dasar kamu!" ujar Hendra malu-malu sembari mencolek pipi putrinya itu.


Mereka pun duduk di kursi bersebelahan, Cahaya terlihat penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya yang hendak dibicarakan papanya itu. Sedangkan Hendra sendiri tampak masih bingung bagaimana caranya berbicara dengan Cahaya saat ini.


"Pah, papa mau bicara apa sih sama aku?" tanya Cahaya penasaran.

__ADS_1


Hendra tersenyum kemudian meraih satu telapak tangan Cahaya dan menggenggamnya, Cahaya pun semakin penasaran saat ini.


"Kamu sudah besar Cahaya, papa gak nyangka gadis kecil papa dulu bisa tumbuh besar secepat ini! Padahal dulu kamu masih kecil banget dan kita sering main boneka barengan sama mama kamu, tapi jujur papa bangga banget karena papa masih bisa menemani kamu!" ucap Hendra.


"Duh, papa ini kenapa sih? Kok tiba-tiba sedih kayak gitu? Aku emang udah besar pah, tapi aku bakal tetap jagain papa kok sampai kapanpun itu!" ucap Cahaya jadi ikut bersedih.


"Ya bagus deh! Jujur papa gak bisa bayangin nanti kalau kamu sudah menikah, pasti papa kesepian ditinggal sendiri disini. Makanya nanti kamu tetap tinggal disini ya, ajak Topan juga biar papa gak sendirian sayang!" ucap Hendra.


"Pah, papa apaan sih? Aku sama Topan aja belum tentu berjodoh, ini papa udah ngomong kayak gitu aja tentang nikah!" ujar Cahaya heran.


Hendra tersenyum kemudian mengusap puncak kepala putrinya, sedangkan Cahaya langsung membenamkan wajahnya pada bahu sang papa untuk merasakan kenyamanan.


"Aku sayang papa!" ucap Cahaya.


Tanpa sadar dua mata milik Hendra itu mulai berair menahan sedih yang ia rasakan.


"Papa itu sebenarnya kenapa sih? Aku heran deh sama papa, padahal papa sebelumnya gak kayak gini deh! Kok sekarang tiba-tiba papa bisa bilang begitu ke aku?" tanya Cahaya keheranan.


"Gapapa sayang, papa cuma mikirin aja gimana nasib papa ke depannya setelah kamu nikah?! Kalau aja mama kamu masih ada, pasti papa gak bakal kesepian nanti! Tapi, gimanapun juga papa pengen kamu bahagia terus sayang!" ucap Hendra.


"Pah, itu kayaknya Topan deh. Aku ke depan dulu ya? Ini juga udah mau masuk waktu sekolah, papa jangan sedih-sedih lagi ya! Aku pasti bakal temenin papa kok apapun keadaannya!" ucap Cahaya.


Hendra manggut-manggut saja dengan mata berkaca-kaca menahan sedihnya.


"Eee yaudah, papa mau masuk atau ikut aku temuin Topan?" tanya Cahaya.


"Ikut kamu aja deh, sekalian papa mau bicara lagi sama pacar kamu itu!" jawab Hendra.


"Ohh, ayo pah!" ucap Cahaya tersenyum.


Keduanya pun berdiri dengan bergandengan tangan, lalu menghampiri Topan yang ada di depan pagar.


__ADS_1



Sesampainya di depan pagar, Cahaya bersama papanya itu menemui Topan yang juga baru keluar dari dalam mobilnya dan tersenyum begitu melihat kekasihnya sudah muncul. Namun, kegirangan Topan itu harus ia tahan saat melihat gadisnya juga bersama Hendra sang papa, ya Topan pun mencium tangan Hendra agar menambah kesan kesopanan.


Topan yang tadinya hendak mendekati Cahaya, kini beralih menatap Hendra karena tak mungkin ia cuek terhadap calon mertuanya itu. Sedangkan Cahaya sendiri masih tersenyum memandang wajah sang kekasih yang saat ini sedang mencium tangan papanya, entah mengapa Cahaya merasa senang saja melihat kedekatan Topan dan papanya.


"Om, selamat pagi!" ucap Topan tersenyum menyapa calon mertuanya.


"Ya, pagi juga! Kamu mau jemput Cahaya kan? Ini dia udah nungguin loh daritadi, sambil senyum-senyum terus dia berdiri di depan pintu ngeliat ke kanan dan kiri bergantian berharap kamu bisa cepat datang kesini!" ucap Hendra tersenyum.


"Ish, papa apaan sih? Ngapain papa pake cerita segala ke Topan soal itu? Aku kan jadi malu pah, terus Topan jadi kegeeran deh tuh!" ucap Cahaya cemberut.


"Hahaha, ya gapapa dong. Bukannya bagus kalau kalian semakin dekat?" goda Hendra.


"Iya pacar, aku justru senang kok dengar kalau kamu nungguin aku sampai segitunya! Tapi, maaf ya karena aku datang terlambat!" ucap Topan.


"Gak kok, gapapa. Aku malah gak enak karena udah ngerepotin kamu mulu setiap pagi!" ucap Cahaya.


"Hah? Ngerepotin? Mana ada kamu ngerepotin aku pacar? Orang aku sendiri kok yang mau jemput kamu begini, karena aku merasa harus melakukan itu sebagai kekasih kamu!" ucap Topan.


"Eee yaudah, kita langsung berangkat aja yuk! Aku takut nanti keburu terlambat, sekarang kan udah mau jam enam!" ucap Cahaya.


"Tenang aja! Kamu gak akan mungkin terlambat kok, kan kamu diantar sama aku! Lagian mana ada yang berani bilang kamu telat ke sekolah? Secara kamu kan pacarnya anak pemilik sekolah, jadi gak mungkin lah bisa terlambat!" ujar Topan nyengir.


"Ish, kamu kok malah gitu sih? Aku gak mau ya jadi bahan gunjingan satu sekolah gara-gara banyak dapat keuntungan karena pacaran sama kamu, kan kamu tahu sendiri murid-murid disana itu kayak gimana! Yaudah ah, kita berangkat sekarang aja yuk!" ucap Cahaya.


"Iya Topan, biarpun Cahaya ini pacar kamu. Tapi, dia kan juga murid di sekolahnya!" ucap Hendra.


"Hehe, iya om saya minta maaf!" ucap Topan.


Setelahnya, Cahaya pun pamitan pada Hendra lalu pergi bersama Topan masuk ke dalam mobil untuk segera menuju sekolahnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2