
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 271
...•...
...•...
Cahaya yang telah berganti pakaian, kini keluar bersama Jesslyn menemui Ridwan serta seluruh anak buahnya disana. Pria-pria itu tampak terpukau dengan kecantikan Cahaya dan tentunya tubuh mulus nan seksi milik gadis itu yang terpampang jelas karena pakaian yang dikenakannya, hal itu membuat gairah mereka mencuat ke permukaan.
Cahaya hanya diam dan terus menunduk dengan dua tangan ia letakkan di depan, jujur hatinya sangat sakit karena harus terjebak ke dalam perangkap para fotografer bodong itu. Ingin sekali rasanya ia lepas dari jeratan mereka dan berlari keluar, namun ia tak yakin bisa melakukan itu karena ia hanya sendiri dan orang-orang itu berjumlah lima lebih banyak darinya.
"Bos, ini cahaya udah gue dandanin. Dia siap buat pemotretan kali ini, pasti hasilnya bakal bagus banget deh bos! Pakaiannya juga cocok di tubuh dia, gue yakin kita bakal meraup kesuksesan!" ucap Jesslyn penuh keyakinan.
"Bener lu! Cahaya emang cantik banget dan cocok buat jadi model majalah itu, gak salah Lyodra suruh gue buat pilih dia!" ucap Ridwan tersenyum.
"Bos, kita langsung mulai aja kali fotonya biar cepat kelar juga!" ucap Michael.
"Ya, ayo kita mulai! Cahaya, kamu bisa naik ke atas ranjang dan berpose sesuai arahan dari Broto. Ayo Jesslyn, bawa Cahaya ke ranjang supaya kita bisa mulai pemotretan ini!" perintah Ridwan.
"Siap bos!" ucap Jesslyn tersenyum.
Kemudian Jesslyn pun menuntun Cahaya menuju ranjang yang sudah dipercantik sedemikian rupa, ia meminta Cahaya duduk di ranjang itu sembari mendengarkan arahan dari Broto. Sedangkan Ridwan menyiapkan kamera agar ia bisa memfoto gadis itu dari sana, Cahaya hanya menurut saja mengikuti perkataan dari Broto serta Ridwan.
"Cahaya, kamu tiduran coba posisinya miring! Terus satu tangan kamu buat nopang kepala, jangan lupa senyumnya juga dilebarkan!" ucap Broto.
Cahaya pun mengikuti perkataan Broto tanpa protes, ya ia berbaring dengan posisi miring dan satu tangan ia gunakan sebagai penopang kepalanya sesuai apa yang diperintahkan Broto tadi.
"Nah cakep! Cocok banget dah itu, langsung aja gas difoto bos!" ucap Broto tersenyum puas.
__ADS_1
Cekrek....📸📸📸
Ridwan pun mengambil beberapa foto dengan pose Cahaya yang seperti itu, ia tersenyum karena penampilan Cahaya benar-benar memuaskan. Lalu, Broto juga memberikan arahan pada Cahaya untuk berpose lain gaya.
"Eh eh bukan gitu, tangannya loh agak di dekat dada kamu!" ucap Broto.
Namun, Cahaya tak mengerti maksud dari Broto itu sehingga membuat Broto kesal sendiri dan memerintahkan Joni untuk membantu Cahaya berpose dengan benar.
"Jon, bantuin tuh cewek!" ujar Broto.
"Siap bang!" ucap Joni tersenyum senang.
Ya Joni pun segera bergerak mendekati Cahaya dan melakukan apa yang diperintahkan Broto, Joni menyentuh tangan Cahaya dan hendak menaruhnya di depan buah dada gadis itu. Tentu saja Cahaya marah dan berontak dari genggaman pria itu, ia juga bangkit menatap geram ke arah Joni.
"Heh, jangan lancang ya! Gue gak mau ada pose kayak gitu! Terus lu juga gak bisa sentuh-sentuh tubuh gue, dasar modus!" bentak Cahaya kesal.
"Cahaya, kamu jangan begitu! Kamu lebih baik nurut aja sama perkataan Broto dan Joni, jangan bandel apalagi berontak kayak gitu! Ingat Cahaya, nasib kamu sekarang ada di tangan saya!" ujar Ridwan.
Cahaya terdiam memalingkan wajah, jujur ia sangat geram saat ini. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa selain menurut saja dengan mereka.
Ya Cahaya pun melakukan apa yang diperintahkan Broto serta Joni tadi, ia menaruh satu tangan di depan buah dada miliknya dengan gaya sama seperti tadi. Hal itu membuat Ridwan makin terkesima dan pusakanya di bawah sana sudah menegang akibat melihat itu.
Lagi-lagi Cahaya hanya bisa menurut dan melakukan semua itu dengan sangat terpaksa, entah mengapa ia sudah bingung harus melakukan apa saat ini selain menurut saja.
Cekrek...
Ridwan kembali mengambil foto berulang kali, seterusnya sampai mereka puas karena sudah mendapat cukup banyak foto.
Sesi pemotretan pun selesai dan mereka semua kompak bertepuk tangan kecuali Cahaya, ya gadis itu hanya bangkit duduk di ranjang dengan wajah cemberutnya.
"Sekarang kan udah selesai, apa gue boleh pulang?" tanya Cahaya menatap wajah Ridwan.
Ridwan terkekeh sembari melirik ke arah anak buahnya, ia bergerak menghampiri Cahaya bersama ketiga pria itu dan membuat Cahaya merasa cemas dan ketakutan.
"Cantik, belum boleh! Kamu harus tetap disini, kita semua kan belum puas!" ucap Ridwan tersenyum.
__ADS_1
"Hah? Maksud lu apa?" tanya Cahaya heran.
"Iya cantik, tunggu sampe kita puas dong! Baru deh kamu bisa pulang, yuk sekarang kamu tiduran lagi!" ucap Broto tersenyum.
"Gak, gue gak mau!" ujar Cahaya kesal.
Cahaya hendak bangkit dan pergi dari sana, namun dengan cepat Ridwan mencekal lengannya dan mendorong tubuh Cahaya hingga kembali terbaring di atas ranjang itu dengan posisi terlentang.
"Hahaha, mau kemana sih sayang? Udah kamu disitu aja jangan kemana-mana!" ucap Ridwan.
Ridwan serta yang lainnya maju mendekati Cahaya, sorotan mata keempatnya seperti hendak melakukan sesuatu yang membahayakan Cahaya disana. Tentu saja Cahaya semakin ketakutan dan coba berteriak minta tolong sambil berontak.
"Jangan mendekat! Kalian gak bisa sentuh gue, tolong siapapun tolong..!!" teriak Cahaya dengan raut wajah ketakutan.
"Hahaha, hey jangan takut cantik! Aku gak akan apa-apain kamu kok, tenang ya!" ucap Ridwan.
"Iya, santai aja gak perlu panik gitu! Kita kan cuma mau bikin kamu puas dan kita juga ikut puas, lagian kamu gak akan kenapa-napa kok cantik!" saut Broto dengan senyum mesumnya.
"Haish, dasar pria mesum! Kalian itu gak pantas jadi laki-laki! Lepasin gue sekarang, atau gue bakal laporin perbuatan kalian ini ke polisi atas tuduhan pemotretan ilegal yang gak benar dan memakan korban!" ancam Cahaya.
"Loh, kamu pikir kita takut sama ancaman kamu? Sebelum kamu bisa lapor ke polisi, foto-foto ini sudah akan kami sebar di sosial media dan seluruh orang bisa lihat tubuh seksi kamu!" ucap Ridwan.
"Dasar kurang ajar!" umpat Cahaya geram.
"Udah lah sayang, kamu nurut aja sama kita! Yuk kita habiskan malam yang indah ini dengan kepuasan, kamu pasti bakalan suka deh!" ucap Ridwan.
"Gak, gue gak sudi begituan sama kalian! Kalian itu lelaki pengecut, kalian gak bisa sentuh gue!" teriak Cahaya penuh emosi dan ketakutan.
"Hahaha, masa sih? Hey, kamu itu cuma sendiri loh. Sedangkan kita disini berempat, jadi kamu gak akan bisa melawan kita. Terima saja nasib kamu cantik, karena kamu harus melayani kita!" ucap Ridwan.
Cahaya gemetar ketakutan, ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sementara Ridwan dan beberapa anak buahnya itu mendekati Cahaya di atas ranjang dengan senyuman buas di wajah mereka.
"Jangan, tolong jangan!" ucap Cahaya memelas.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...