
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 185
...•...
...•...
Topan dan Cahaya kini masih dalam perjalanan menuju apartemen Hendra, ya Topan memang ditugaskan oleh Hendra selaku papa Cahaya untuk mengantar Cahaya pulang kesana. Topan sangat senang karena akhirnya ia memiliki momen berdua dengan Cahaya tanpa adanya Hendra diantara mereka, sudah sedari tadi memang Topan menantikan momen tersebut sejak ia datang ke apartemen Cahaya sampai ke pemakaman.
Bagi Cahaya sendiri berduaan dengan Topan di dalam mobil seperti ini juga membuatnya bahagia, karena ia memang sudah dapat memastikan kalau ia memiliki rasa suka pada pria tersebut. Cahaya bahkan terus saja melirik sekilas ke arah Topan yang ada di samping itu sambil tersenyum, entah mengapa ia sekarang ini jadi lebih menyukai momen ketika ia berdua dengan Topan seperti ini tanpa ada yang mengganggu baik papanya atau siapapun itu.
Topan pun sadar kalau Cahaya sedari tadi terus memperhatikan dirinya, ia sengaja cuek dan tetap fokus menatap ke depan seolah-olah tak tahu kalau Cahaya tengah memandangi dirinya. Topan tak ingin mengacaukan suasana hati Cahaya yang sepertinya sedang bahagia itu, makanya ia lebih memilih diam dan membiarkan Cahaya puas menatap wajahnya sambil senyum-senyum sendiri disana. Biarpun Topan juga ingin menoleh dan menatap wajah cantik gadisnya yang selalu membuatnya tergoda.
"Topan...." tanpa diduga sebelumnya oleh Topan, ternyata Cahaya berani memanggilnya dan masih terus memandang wajah pria tersebut.
"Lu kenapa sih? Kayaknya serius banget tuh muka, santai aja kali nyetirnya! Biasanya lu juga sering nyetir sambil nengok ke gue, kenapa sekarang malah diem aja?" sambung Cahaya tampak bingung.
"Eee aku gak mau aja kamu kenapa-napa, kan aku udah janji sama papa kamu!" ucap Topan.
__ADS_1
"Ohh, gapapa elah!" ucap Cahaya.
Topan pun tersenyum lalu menoleh ke arah gadisnya itu dan mencolek pipi Cahaya, ia tahu betul kalau Cahaya memang ingin ia menoleh ke arahnya dan menatap wajahnya. Maka dari itu, Topan pun menuruti kemauan gadis yang kini sudah resmi menjadi pacarnya itu demi membuat Cahaya juga bahagia dan tidak sedih-sedih lagi seperti sebelumnya ketika masih ada Calissa.
"Kamu lucu banget sih! Bilang aja kalo kamu mau lihat muka aku dengan jelas, iya kan? Makanya kamu bilang begitu, supaya aku noleh ke arah kamu. Hahaha, lain kali langsung to the point aja sayangku!" ucap Topan sambil senyum-senyum sendiri.
"Haish, apaan sih? Kegeeran banget lu jadi orang! Gue tuh gak mau begitu, orang gue cuma nanya dan heran aja sama lu. Ya kalo lu gak mau noleh juga gapapa, gak ada ruginya buat gue!" ujar Cahaya.
"Halah ngambek!" goda Topan.
"Apa sih? Siapa yang ngambek? Udah ah, lu fokus aja nyetirnya! Kan katanya lu gak mau gue kenapa-napa, nanti dimarahin papa baru tau rasa lu!" ujar Cahaya dengan wajah cemberut serta dua tangan yang ia taruh di depan dan mulai memalingkan wajahnya.
Topan lagi-lagi terkekeh dan mencolek pipi Cahaya bermaksud menggoda gadis yang tengah ngambek itu, bagi Topan Cahaya terlihat lebih menggemaskan jika sedang ngambek seperti itu.
"Ohh, kamu nantangin aku? Emang kamu lupa apa kalau aku ini anak dari penguasaan terkenal di negeri kita tercinta ini? Jangankan skincare buat kamu, sampe pabrik-pabriknya sekalian juga bisa kok aku beliin kalo untuk kamu mah!" ujar Topan.
"Hah? Sok kaya banget sih lu! Masih pake harta orang tua aja belagu! Kecuali lu udah kerja sendiri dan hasilin uang sendiri, baru deh lu boleh sombong kayak gitu ke gue!" ucap Cahaya.
"Umm, emang kamu sendiri udah kerja dan punya uang dari hasil kerja kamu sendiri?" tanya Topan.
"Ya belum lah! Gue kan masih sekolah SMA, ya kalo lu sendiri kan udah kuliah. Jadi, lu lebih bisa buat cari kerja sampingan di luaran sana dan hasilin uang sendiri dengan kerja keras lu itu! Kalo gue mah masih wajar dikasih uang sama papa, wlee!" ujar Cahaya sembari menjulurkan lidahnya.
"Hahaha, iya dah si paling wajar! Kamu aja sampe sekarang belum bisa kan bayar hutang sama aku? Inget loh, kan kamu yang waktu itu rusakin mobil aku ini pake motor kamu itu!" ucap Topan.
"Oh iya, gue baru inget!" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Hah? Inget apa sih pacar?" tanya Topan.
"Motor gue. Motor gue masih ketinggalan di rumah Calissa, gue harus ambil tuh motor sebelum dijual sama Calissa! Gue yakin banget, dia pasti punya rencana busuk buah lakuin itu demi dapetin uang! Secara kan motor gue itu motor mahal, duh gimana dong kalo sampe dijual sama dia?" ujar Cahaya.
"Ya kamu kok bisa sampe lupa gitu sih? Yaudah, kalaupun emang udah dijual sama Calissa ya biarin aja udah ikhlasin! Kamu kan masih bisa beli motor yang baru lagi, gampang kan?" ucap Topan.
"Gampang gampang, palalu kejedot! Itu motor kesayangan gue dan sekaligus kenangan gue sama nyokap gue, mana mungkin gue bisa ikhlas gitu aja kalo motor gue dijual sama Calissa? Udah, sekarang lu tolong anterin gue ke rumah Calissa dan temenin gue ambil balik tuh motor dari sana!" ucap Cahaya.
"Yaudah iya, kita putar balik ya?" ucap Topan.
Cahaya masih sangat cemas dan panik, ia khawatir kalau sampai motor kesayangannya itu dijual oleh Calissa tanpa sepengetahuan darinya. Terlebih lagi memang semua surat-surat motor tersebut juga tertinggal di kamarnya, ia pun makin panik dan tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini karena terus saja kepikiran akan hal itu.
Berkali-kali Topan berusaha untuk menenangkan Cahaya agar tidak panik seperti itu, ia tak ingin tentunya Cahaya terus saja cemas dan memikirkan yang tidak-tidak tentang motornya. Namun, usahanya itu sia-sia karena Cahaya tetap tak bisa ditenangkan dan justru semakin emosi karena Topan terlalu banyak bicara bukannya fokus menyetir.
"Ish! Buruan dong bawa mobilnya! Katanya pembalap, tapi kok bawa mobil aja kayak siput yang lagi jalan di pinggir?" ujar Cahaya kesal.
"Hey! Kamu tenang dong pacar! Iya aku tahu kamu panik dan cemas, tapi kamu harus bisa kontrol emosi kamu!" ucap Topan.
"Haish...!!"
Cahaya terus saja mengulang kembali kata-katanya itu dan meminta Topan mempercepat laju mobilnya agar mereka bisa cepat sampai.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1