
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 193
...•...
...•...
Keesokan paginya, Topan pamit pada papa mamanya yang tengah sarapan di meja makan untuk pergi keluar menjenguk Cahaya yang sedang dirawat setelah kemarin kecelakaan dengannya. Ya Topan langsung bersiap pagi-pagi sekali karena ia sangat cemas dengan kondisi Cahaya, ia berharap Cahaya bisa segera sembuh dan pulang ke rumahnya.
Baik Eun-Kyung maupun Sergie pun tampak kebingungan melihat putra mereka telah rapih di jam pagi seperti ini, padahal biasanya saja Topan selalu bangun kesiangan saat ada kelas pagi. Maka dari itu, mereka pun penasaran hendak pergi kemana Topan hari ini sampai sudah rapih seperti itu dan bahkan tercium wangi sekali dari tubuh pria tersebut.
"Selamat pagi pah, mah!" ucap Topan sembari duduk di dekat mama serta papanya.
"Pagi Topan!" jawab Eun-Kyung dan Sergie.
"Kamu mau kemana sih Topan? Kok tumben pagi-pagi begini kamu udah rapih, apa ada kelas pagi lagi?" tanya Eun-Kyung penasaran.
"Eee bukan mah, aku ada urusan aja di luar. Mau jengukin teman aku yang lagi sakit di rumah sakit, soalnya kemarin kita tuh kecelakaannya bareng!" jawab Topan menjelaskan.
"Ohh, jadi motor dia itu yang kamu kendarai kemarin?" tanya Eun-Kyung.
"Iya mama, makanya aku sekarang mau tanggung jawab nih jengukin dia. Kan aku yang udah bikin dia jatuh kemarin, gapapa kan mah?" ucap Topan.
__ADS_1
"Yaudah gapapa. Benar itu yang kamu bilang, kamu harus tanggung jawab sama teman kamu itu! Oh ya, sekalian kamu bawain ini nih kue yang kemarin mama beli waktu pulang syuting! Kamu kasih ini buat dia supaya ada gandengan buat dibawa ke rumah sakit, masa kamu tangan kosong begitu?" ucap Eun-Kyung menyodorkan kue di atas meja.
"Boleh deh mah, tumben nih mama baik banget!" ucap Topan tersenyum.
"Ya iya dong, ini kan buat bantu-bantu teman kamu yang lagi di rumah sakit itu. Udah nanti biar mama minta bik Leni buat bungkusin kuenya, sekarang kamu makan dulu gih yang banyak!" ujar Eun-Kyung.
"Iya mah..." ucap Topan tersenyum.
Eun-Kyung pun pergi ke dapur untuk menemui bik Leni dan memintanya untuk membungkus kue yang ia beli semalam.
Sementara Topan mulai mengambil makanan untuknya sendiri dan makan bersama papanya disana yang sudah lebih dulu ada disana.
"Pah, mama yang sekarang beda banget ya? Dulu itu mana mau mama kayak gitu?" ujar Topan nyengir.
"Hahaha, ya bagus dong! Kan jadinya kamu gak ngerasa terasihkan lagi sama mama kamu, maafin papa juga ya karena papa jarang banget merhatiin kamu selama ini!" ucap Sergie.
"Gapapa pah, aku juga paham kok kalau papa sama mama itu sibuk kerja. Kan papa sama mama tuh kerja buat hidupin aku juga, jadi aku gak bisa marah dong?" ucap Topan tersenyum.
"Eee kalau gak ada kendala sih ya aku lulus sebentar lagi, pah. Papa doain aja semoga nilai aku cukup buat lulus dan bisa diwisuda tepat waktu, supaya papa sama mama juga bisa bangga sama anak satu-satunya ini!" ucap Topan.
Sergie tertunduk lesu saat Topan mengatakan bahwa dia adalah anak satu-satunya di keluarga tersebut, padahal Topan sendiri tau kalau ia masih memiliki seorang adik perempuan.
"Wulan? Aku harus temui dia lagi nanti, sebelum mama tau siapa dia sebenarnya!" batin Sergie.
...•••...
Disisi lain, Cahaya perlahan-lahan sudah bisa bangkit dari posisi tidurnya dan kini tengah bersandar untuk menikmati sarapan bersama papanya disana. Ya Hendra dengan sangat perhatian memberikan suapan demi suapan ke dalam mulut putrinya, ia sengaja melakukan itu untuk menebus semua kesalahannya pada Cahaya yang terjadi dulu.
Cahaya sebenarnya tidak enak pada sang papa karena sudah merepotkan nya, padahal ia masih bisa makan sendiri dan sudah bilang juga pada papanya kalau ia ingin makan sendiri. Namun, Hendra tetap memaksa untuk membantu Cahaya makan dan tidak ingin dibantah oleh putrinya tersebut karena ia ingin mengurus Cahaya selama gadis itu sakit.
__ADS_1
"Gimana sayang? Buburnya enak apa enggak? Kalau enggak, nanti papa minta ganti yang baru! Yang agak enakan dikit, supaya kamu juga lahap makannya!" ucap Hendra bertanya pada putrinya.
"Gausah pah! Aku suka kok buburnya, tapi papa mending makan juga deh! Biar aku sendiri yang abisin buburnya, papa kan juga harus sarapan tau! Bukannya bentar lagi papa harus pergi ke kantor?" ucap Cahaya.
"Enggak sayang, papa gak akan ke kantor hari ini! Papa mau bantu kamu disini, sampai kamu bisa sembuh dan pulang ke rumah! Kalau papa kerja, siapa yang akan urus kamu?" ucap Hendra.
"Tapi pah, papa kan—"
"Udah ya Cahaya! Papa ini mau ngurusin kamu dulu disini, papa kan selama ini udah sering bikin salah sama kamu. Papa gak mau ada penyesalan lagi seperti yang papa lakukan ke mama kamu, makanya biarin papa urus kamu ya sayang selama kamu masih dirawat di rumah sakit!" potong Hendra.
"Eee iya pah, maaf!" ucap Cahaya gugup.
"Gak perlu minta maaf! Udah sekarang makan ini, abisin buburnya ya sayang!" ucap Hendra.
Cahaya pun manggut-manggut tanda iya, ia membuka mulutnya lalu menerima suapan dari papanya untuk menghabisi bubur yang sebenarnya kurang enak itu. Cahaya benar-benar senang saat ini karena papanya itu sudah berubah dan tidak lagi menjadi seperti papanya yang dulu, sekarang ia menjadi lebih diperhatikan oleh papanya itu.
Hendra juga tak kalah senang dengan Cahaya mengenai perubahan sikapnya sendiri, ia memang sangat merasa bersalah karena sudah bersikap buruk pada putrinya itu ketika ia menikah dengan Calissa dan bahkan dari sebelum itu ia juga sudah sering mengacuhkan putrinya, namun kali ini ia berusaha untuk merubah sikapnya itu.
"Nah udah abis, pinter kamu sayang!" ucap Hendra tersenyum sembari mengusap puncak kepala Cahaya yang baru saja menghabiskan buburnya.
"Papa apaan sih? Kayak abis nyuapin anak kecil aja pake begitu segala!" ujar Cahaya terheran-heran.
"Hahaha, kan emang papa anggap kamu itu masih tetap putri kecil papa yang dulu! Yaudah, ini minum dulu ya sayang supaya tenggorokan kamu gak seret!" ucap Hendra menyodorkan gelas berisi air putih ke arah Cahaya.
"Aku bisa sendiri, pah." ucap Cahaya.
"Biar papa aja sayang!" ucap Hendra.
Akhirnya Hendra meminumkan air di gelas itu kepada Cahaya, walaupun Cahaya sudah menolak keinginan papanya itu karena ia menganggap itu terlalu lebay.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...