Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 274. Jesslyn baik


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 273


...•...


...•...


"Kamu tunggu disini ya!" ucap Topan.


Cahaya mengangguk menuruti perkataan Topan, ia berusaha menutupi tubuhnya yang terbuka itu dengan selimut disana.


Sementara Topan bangkit hendak pergi mencari pakaian untuk Cahaya.


Namun, tiba-tiba Jesslyn muncul dari ruang rias dan menghampiri mereka berdua disana sambil membawa satu setel pakaian yang agak tertutup untuk diberikan pada Cahaya.


"Gak perlu dicari, kamu pakai baju ini aja Cahaya!" ucap Jesslyn.


"Hah? Kamu??" Cahaya terkejut.


"Iya, ini aku. Kamu pakai aja baju yang aku punya ini, supaya kamu bisa tutupi tubuh kamu itu tanpa perlu menunggu lama!" ucap Jesslyn.


"Siapa dia pacar?" tanya Topan kebingungan.


"Dia juga anak buah orang-orang yang tadi mau lecehin aku Topan, dia itu sama jahatnya kayak mereka! Malah dia yang udah paksa aku buat pakai baju kayak gini!" jawab Cahaya emosi.


"Apa? Dasar kurang ajar! Masih berani kamu muncul di hadapan pacar saya, ha?!" bentak Topan.

__ADS_1


"Sabar dulu! Aku gak ada niat jahat apapun, aku cuma ingin memberikan baju ini untuk kamu Cahaya. Aku emang anak buah Ridwan, tapi jujur aku gak tega lihat kamu hampir dilecehkan seperti tadi. Makanya aku sengaja lapor sama security di hotel ini buat tangkap mereka, supaya kamu bisa selamat Cahaya!" ucap Jesslyn coba menjelaskan.


"Hah? Jadi, kamu yang udah lapor ke security tadi? Kamu jangan ngarang deh, jelas-jelas security itu datang kesini bareng sama pacar aku! Aku gak akan pernah percaya kata-kata kamu!" ucap Cahaya.


"Eee pacar, sebenarnya aku juga gak lapor ke satpam itu tadi. Justru aku kaget pas lihat ada satpam yang pengen dobrak pintu kamar ini, aku langsung ikutan aja sama mereka buat masuk kesini karena aku cemas sayang!" jelas Topan.


Cahaya pun semakin dibuat bingung dengan penjelasan Topan, ia tak menyangka jika Jesslyn ternyata yang melaporkan Ridwan tadi.


"Jadi, benar kamu yang melapor ke satpam tadi?" tanya Cahaya sekali lagi untuk memastikan.


"Eee iya Cahaya, itu aku. Semua itu aku lakukan karena aku udah gak tahan lagi sama kelakuan bos Ridwan, sebagai sesama wanita aku gak tega melihat kamu hampir dilecehkan oleh mereka!" ucap Jesslyn menunduk.


"Maaf ya sebelumnya Jesslyn, tapi kamu kan udah kerja sama Ridwan. Kenapa bisa kamu kasihan sama aku? Kalau alasannya karena gak tega, terus tadi kenapa kamu paksa aku buat pakai baju ini disaat aku menolak? Harusnya kamu bantu aku dong buat lepas dari sini!" ucap Cahaya bertanya heran.


"Iya Cahaya, aku emang udah lama bekerja sama bos Ridwan di bisnis ini. Aku juga menjadi saksi bagaimana kejamnya bos Ridwan melecehkan wanita yang berhasil ia jebak, saat itu aku hanya bisa diam tanpa berani melakukan apapun karena takut akan ancaman bos Ridwan. Tapi, lambat laun aku mulai sadar kalau tindakan bos Ridwan itu sudah keterlaluan dan harus dihentikan! Itu sebabnya aku memilih melaporkan mereka ke satpam tadi, sebelum kamu juga berakhir tragis karena dilecehkan oleh mereka!" jawab Jesslyn.


Cahaya merunduk masih tak percaya kalau Jesslyn ternyata orang baik.


"Soal kenapa aku paksa kamu pakai baju itu, karena aku gak mungkin ngelawan mereka secara terang-terangan Cahaya. Udah pasti aku bakal kalah dan aku gak bisa bantu kamu, makanya aku mencari momen yang pas untuk bisa menyelamatkan kamu Cahaya!" sambung Jesslyn.


"Iya, aku juga ucapin terimakasih sama kamu Jesslyn! Kalau gak ada kamu, mungkin aku juga gak bisa berbuat apa-apa untuk bisa menyelamatkan Cahaya dari orang jahat itu!" sahut Topan.


"Sama-sama, aku hanya ingin membantu. Oh ya, kalau begitu sekarang kamu boleh pakai baju ini untuk menutupi tubuh kamu Cahaya!" ujar Jesslyn.


Jesslyn pun menyodorkan baju di tangannya kepada Cahaya untuk dipakai menutupi tubuhnya, dengan ragu Cahaya menggerakkan tangan mengambil satu set pakaian dari tangan Jesslyn karena ia tak memiliki pilihan lain.


"Makasih Jesslyn, aku pinjam dulu ya bajunya?" ucap Cahaya tersenyum.


"Kamu gak perlu pinjam, kamu boleh pakai itu kok semau kamu! Boleh dibawa pulang juga, kebetulan masalah baju aku mah masih banyak. Itung-itung itu sebagai permintaan maaf aku, karena tadi terlambat bantuin kamu!" ucap Jesslyn.


"Serius ini buat aku?" tanya Cahaya tak percaya.


"Iya Cahaya, kamu ambil aja bajunya! Kalau kamu perlu makeup atau apalah itu, boleh juga kok kamu ambil biar supaya kamu bisa makin cantik Cahaya!" jawab Jesslyn tersenyum.

__ADS_1


"Eee gausah deh kalo alat makeup mah, aku ambil bajunya aja. Makasih banyak ya Jesslyn udah kasih aku baju ini, bagus banget loh!" ucap Cahaya.


"Sama-sama Cahaya, mau aku bantu ganti bajunya gak kayak tadi?" tanya Jesslyn menawarkan bantuan pada Cahaya.


"Duh, gausah Jesslyn aku bisa sendiri!" ucap Cahaya.


"Oh gitu, yaudah kamu boleh pake kamar rias itu buat ganti baju kok Cahaya!" ucap Jesslyn.


"Oke! Pacar, aku ganti baju dulu ya?" ucap Cahaya.


"Iya cantik, aku tunggu disini! Jangan lama-lama, kalo butuh bantuan panggil aku aja! Aku siap kok bantu kamu ganti baju atau hal lainnya," ujar Topan sambil nyengir.


"Ish, gak perlu Topan!" ucap Cahaya.


"Hahaha, iya iya aku bercanda kok!" ucap Topan.


Topan pun kembali mendekati Cahaya sambil tersenyum penuh maksud lain, ia sedikit menunduk lalu berbisik di telinga Cahaya.


"Tapi, kalau kamu emang mau beneran aku bantuin juga gapapa kok. Aku siap malah, apalagi sekarang aku juga udah lihat tubuh seksi kamu pacar! Indah banget ya ternyata?" bisik Topan.


"Hah? Pacar, kamu apaan sih ih?!" geram Cahaya sembari mencubit kekasihnya itu.


"Aduh duh, sakit pacar! Kok kamu tega sih cubit aku kayak gitu? Sakit banget loh gak kira-kira lagi kamu nyubitnya sampe biru begini," ujar Topan kesakitan sambil mengusap-usap lengan yang dicubit Cahaya.


"Biarin, abisnya kamu mesum!" ucap Cahaya.


Cahaya bangkit masih sambil menutupi tubuhnya dengan selimut, ia tak ingin Topan kembali melihat bagian tubuhnya yang terbuka. Ia juga malu sekali ketika mengingat kejadian tadi saat ia memeluk Topan dan membuat pria itu dapat merasakan bagian miliknya yang kenyal itu.


Sementara Jesslyn hanya tersenyum menyaksikan momen sepasang kekasih itu saling bertengkar, ia merasa gemas dan iri pada Cahaya yang dapat memiliki kekasih seperti Topan.


Setelahnya, Cahaya pun langsung bergerak menuju kamar rias sembari membawa baju ganti yang diberikan Jesslyn tadi. Sedangkan Topan menunggu disana bersama Jesslyn sambil duduk di pinggir ranjang, hingga kini Topan masih terus membayangkan kejadian tadi saat ia berpelukan dengan Cahaya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2