
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 228
...•...
...•...
Keesokan harinya, Topan sudah selesai sarapan bersama mamanya di meja makan. Ya mereka hanya berdua saja karena Sergie sang papa belum pulang hingga pagi ini, padahal hari ini sudah pagi dan mereka juga belum mengetahui kemana perginya Sergie dari semalam, namun tentunya Eun-Kyung tetap tak perduli pada suaminya yang tak pulang itu.
Topan melihat jelas raut emosi dari wajah mamanya yang masih terpancar hingga kini, ia sangat bingung harus melakukan apa lagi untuk bisa membuat mamanya bisa sedikit tenang. Topan tentu tak ingin jika nantinya sang mama masih terus memendam amarah pada papanya, karena yang ia inginkan adalah perdamaian di antara kedua orangtuanya itu.
"Mah, mama kenapa sih daritadi jutek banget kayak begitu? Apa mama masih emosi sama papa yang lebih peduli ke Wulan? Udah lah mah, soal itu mama sebaiknya lupain aja deh!" ucap Topan.
"Mana bisa begitu Topan? Mama ini punya perasaan loh dan mama kecewa banget sama papa kamu itu, harusnya kamu ngertiin mama dong bukan malah belain papa kamu yang selingkuh itu!" ucap Eun-Kyung dengan nada emosi serta kesal.
"Sabar dulu mah! Aku gak belain papa kok, aku justru kasihan sama mama karena mama udah dibohongin sama papa bertahun-tahun! Tapi, aku juga gak mau kalau mama ribut terus sama papa!" ucap Topan.
"Gimana mama gak ribut sih Topan? Papa kamu itu kelakuannya udah keterlaluan, dia pertama selingkuhin mama dan sekarang bohongin mama! Terus nanti apa lagi yang bakal dilakuin papa kamu itu ke mama, Topan?" ucap Eun-Kyung.
"Tenang mah! Aku yakin papa pasti gak akan begitu lagi sama mama, percaya deh!" ucap Topan.
__ADS_1
"Huft, ya semoga aja deh!" ucap Eun-Kyung.
Topan pun tersenyum lalu mengelus punggung tangan mamanya dengan lembut, ia sangat berharap bisa mendamaikan kedua orangtuanya itu agar tak terjadi masalah lagi disana. Tentu Topan tak mau jika harus ada pertikaian diantara mama dan papanya tersebut, apalagi semua ini terjadi karena Wulan yang merupakan anak selingkuhan papanya waktu itu.
"Oh ya mah, abis sarapan ini aku mau minta izin ya sama mama buat jemput Cahaya? Sebenarnya setiap pagi tuh aku selalu pergi ya karena aku mau antar Cahaya ke sekolah, bukan ada kelas pagi atau urusan mendadak!" ucap Topan malu-malu.
"Nah, akhirnya ngaku juga kamu Topan! Pantes aja hampir tiap hari kamu selalu berangkat pagi sambil senyum-senyum gitu, ternyata mau anterin pacarnya ke sekolah!" ujar Eun-Kyung tersenyum.
"Hehehe, iya mah maaf aku bohong! Aku cuma belum siap aja buat kenalin Cahaya ke mama, aku takut kalau mama marah dan gak terima gitu! Kan kemarin-kemarin mama getol banget buat deketin aku sama Wulan, jadi aku cemas deh!" ujar Topan.
"Kalau tau kamu udah punya pacar dan pacar kamu itu Cahaya, mama pasti gak akan pernah jodohin kamu sama si Wulan itu! Apalagi ternyata Wulan adalah anak papa kamu!" ucap Eun-Kyung.
"Ahaha, benar mah!" ucap Topan sambil tertawa.
"Mama itu setuju banget kalau kamu mau berhubungan sama Cahaya! Walau mama baru ketemu sama dia satu kali pas kecelakaan itu, tapi mama udah bisa tahu kalau Cahaya itu anak yang baik dan sopan! Emang sih dia agak bandel dan tomboy, tapi hatinya lembut!" ucap Eun-Kyung.
"Kamu benar! Yaudah, kamu langsung aja dong sat set sat set lamar dia gak usah pake lama! Nanti hari Minggu ini, kamu sekalian bawa dia kesini ya! Mama mau bicara sama dia soalnya!" ucap Eun-Kyung.
"Eee iya mah, siap! Tapi, ngelamarnya jangan Minggu ini juga kali mah! Cahaya itu kan masih sekolah, dia pasti belum mau lah dilamar!" ucap Topan.
"Iya sayang, kan mama tadi bilang kalau mama cuma mau bicara sama Cahaya! Soal lamar itu terserah kamu, tapi kalau saran mama sih sebaiknya kamu cepat-cepat lamar Cahaya dan ikat dia jadi milik kamu! Supaya gak ada yang embat, urusan nikah kan masih bisa diatur lagi nanti!" ucap Eun-Kyung.
"Iya sih mah, mama benar!" ucap Topan tersenyum.
Setelahnya, mereka pun lanjut memakan makanan yang tersedia di meja itu dengan cukup lahap.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Cahaya juga tengah menikmati sarapan berdua dengan papanya di meja makan. Ya saat ini mereka masih tinggal di rumah baru, karena belum sempat beberes untuk pindah ke rumah lama mereka yang sudah resmi menjadi milik mereka lagi. Walau Cahaya masih bimbang apakah ia ingin tetap disana atau kembali ke rumah lamanya tersebut.
Hendra tampak heran melihat putrinya itu terus saja tersenyum-senyum sendiri sedari tadi, ia pun tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya pada Cahaya sampai gadis itu bisa seperti itu. Akhirnya Hendra coba menegur Cahaya dan bertanya langsung pada sang putri, Hendra khawatir tentunya jika Cahaya memiliki penyakit aneh misal stres atau apalah itu.
"Cahaya! Kamu ini kenapa sih? Daritadi kok papa perhatiin kamu senyum-senyum terus?" tanya Hendra penasaran.
"Eh papa, maaf pah! Aku ini cuma lagi seneng aja, makanya aku senyum-senyum! Aku juga masih keinget sama kejadian semalam, pah!" jawab Cahaya sambil tersenyum tentunya.
"Hah? Kejadian apa sayang?" tanya Hendra lagi.
"Iya pah, semalam tuh Topan ngenalin aku sama mamanya. Aku seneng banget deh, akhirnya aku bisa kenal sama mamanya Topan!" jawab Cahaya.
"Oh ya? Waw, kamu hebat sayang! Berarti itu tandanya Topan memang serius menjalin hubungan sama kamu, buktinya dia langsung kenalin kamu ke mamanya!" ujar Hendra.
"Iya pah, sekarang aku percaya kalau Topan emang serius sama aku!" ucap Cahaya tersenyum.
"Baguslah sayang! Papa juga udah gak sabar pengen lihat kamu menikah, semoga bisa kesampaian ya! Apalagi kalau bisa sambil gendong cucu, beuh itu pasti bikin papa bahagia banget dan tambah semangat buat menjalani hidup!" ucap Hendra.
"Ahaha, aamiin deh pah! Aku berdoa semoga papa diberi kesehatan selalu dan bisa ngeliat aku nikah nantinya, papa juga harus jaga pola makan dan gak boleh terlalu capek ya!" ucap Cahaya.
"Iya sayang, yaudah dilanjut dong makannya! Nanti pas Topan datang, jadi kamu udah siap dan Topan gak perlu tunggu kamu lama-lama! Kasihan loh kalau tiap jemput kamu, dia selalu nunggu di depan pagar begitu kayak supir aja!" ucap Hendra.
"Eee hehe iya pah, ini aku makan kok!" ucap Cahaya.
Akhirnya mereka berdua melanjutkan sarapan yang sempat tertunda karena obrolan tadi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...