Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 148. Kasih tau apa?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 147


...•...


...•...


Cahaya bersama kedua temannya telah menyelesaikan makan mereka dan saat ini pergi dari kantin dengan perasaan jengkel sekaligus kesal karena hampir bertengkar dengan Lyodra.


Cahaya sama sekali tak mengerti apa sebenarnya yang diinginkan oleh Lyodra darinya.


"Dia tuh kenapa sih, ya? Gue heran deh, bisa-bisanya dia datengin kita terus marahin gue gitu aja! Padahal gue gak ngerasa ada salah loh!" ucap Cahaya.


"Gak tau tuh, gue juga heran banget!" ucap Mawar.


"Mungkin mereka itu iri sama lu, Cahaya! Secara kan sekarang lu populer banget sejak kak Topan ngumumin kalo lu itu pacarnya dia ke seluruh murid disini!" sahut Melani.


"Iya tuh, bisa jadi. Tapi, kenapa ya kok ada orang kayak mereka itu?" ujar Mawar heran.


"Tau ah! Gue males ngomongin mereka lagi, rasanya gue emosi banget tiap inget sama mereka!" ucap Cahaya dengan wajah cemberut kesal.


"Ahaha, iya sih. Yaudah jangan diomongin lagi deh! Mending sekarang kita cari tempat buat ngobrol-ngobrol santai gitu!" ucap Mawar.


Memang Cahaya berhasil lepas dari Lyodra karena ada seorang guru yang menolongnya.


Kini mereka pun pergi menuju ke tempat paling asyik di sekitar sekolah yang terlihat indah dan cocok bagi mereka untuk duduk-duduk santai sembari mengobrol alias ghibah disana.


Tempat yang dimaksud tentunya adalah taman sekolah, disana ada kolam serta air mancur.


"Nah disini aja, guys!" ucap Mawar.


"Iya bagus nih, kita sementara ini kalo ngobrol disini aja deh! Gue males kalo di kantin, nanti ada tiga cewek sok senior yang gak jelas itu!" ucap Cahaya.


"Hooh, sama." ucap Melani.


"Yah masalahnya disini kan gak ada jajanan, gak asik tau kalo ngobrol doang tanpa ngemil atau minum gitu!" ucap Mawar.

__ADS_1


"Iya sih, nah loh jadi bingung kan." ucap Melani sambil menggaruk kepalanya.


"Haish, udah lah gausah dipusingin begitu! Sekarang intinya kita kalo mau ngobrol disini aja, kan bisa bawa makanan dari kantin kesini atau bawa minuman gitu!" ucap Cahaya.


"Yeh lu gimana sih? Kan di depan tuh udah ada tulisan gak boleh bawa makan atau minum ke dalam taman ini, emang lu gak lihat?" ucap Mawar.


"Oh iya ya...." ujar Cahaya.


"Yaudah, kita lupain dulu soal itu!" ucap Melani.


Cahaya dan Mawar pun mengangguk setuju lalu melupakan soal itu.


❤️


Dari arah luar taman, Lyodra bersama kedua temannya tampak memperhatikan Cahaya dan membicarakan gadis itu dari sana.


"Lihat tuh, pasti mereka lagi gibahin kita! Emang dasar junior gak tau diri!" ucap Lyodra.


"Iya ih, males banget rasanya gue ngeliat muka dia yang sok kecantikan itu! Mentang-mentang udah jadi pacarnya anak pemilik sekolah, dia sekarang jadi sok penguasa di sekolah ini! Udah gitu gak ada takut-takutnya lagi sama kita!" ucap Lini.


"Biasa lah, namanya juga cewek yang mau cari ketenaran lewat anak pemilik sekolah! Makanya dia mau pura-pura jadi pacarnya Topan, demi bisa tenar di satu sekolah!" ucap Novia.


Lyodra, Lini dan Novia berlalu pergi dengan raut bete karena jengkel dengan Cahaya.


"Iya tuh, itu kan senjata maut buat kita!" sahut Novia.


Lyodra terdiam berpikir sejenak.


"Nah itu dia sih, tapi gue belum tau mau kasihnya itu kayak gimana? Soalnya gue takut aja kalo Topan nanti malah ngusir gue!" ucap Lyodra.


"Iya juga ya, kan dia gak sembarangan mau ngobrol sama orang lain, apalagi cewek." ucap Lini.


"Tenang aja! Kita paksa Topan buat mau dengerin omongan kita dan rekaman suara itu, gue yakin Topan pasti bakal mau kok!" usul Novia.


"Oke deh, tapi kalian bantu gue ya buat paksa Topan!" ucap Lyodra.


"Santai aja! Kita kan selalu bantu lu kapanpun lu butuh bantuan kita, itulah yang namanya sahabat sejati saling membantu disaat membutuhkan! Kita bakal bikin Topan tau kalau Cahaya itu gak cinta sama dia, dan Cahaya cuma manfaatin status Topan supaya bisa terkenal!" ucap Lini.


"Bener tuh! Gue yakin setelah Topan tau, pasti Topan bakal langsung putusin Cahaya dan satu sekolah gak akan ada lagi yang idolain dia!" sahut Novia.


Lyodra tersenyum licik sambil terus berjalan dan membayangkan saat Cahaya telah putus dari Topan.


❤️

__ADS_1


Tanpa disengaja, Hesti yang tengah melintasi lorong sekolah itu mendengar perkataan yang diucapkan Lini serta Novia barusan. Sontak Hesti pun terkejut lalu langsung berpikir untuk memberitahukan tentang itu pada Cahaya.


"Waduh, apa ya yang kak Lyodra sama temen-temennya mau kasih ke Topan?" gumamnya.


Tanpa berlama-lama lagi, Hesti pun segera bergerak mencari keberadaan Cahaya untuk memberitahu tentang yang ia dengar tadi.


Setelah berkeliling cukup jauh, akhirnya Hesti berhasil menemukan Cahaya di taman sekolah. Ia pun bergegas menghampirinya.


"Cahaya, Aya!!" teriak Hesti memanggil temannya.


Cahaya dan kedua temannya langsung menoleh ke arah Hesti lalu kompak berdiri.


"Kenapa, Hesti?" tanya Cahaya bingung.


"Hosh hosh..." Hesti mengambil nafas sejenak karena ia habis berlari-lari demi mencari Cahaya dan sulit untuk berbicara sekarang.


"Lu kenapa sih?" tanya Mawar heran.


"Bentar, gue ambil nafas dulu!" ucap Hesti dengan nafas yang terengah-engah sembari memegangi dadanya yang sesak.


"Yaudah, duduk dulu!" ucap Cahaya.


Hesti pun duduk sesuai perintah Cahaya.


Tak lama kemudian, Hesti telah pulih dan dapat bercerita kepada Cahaya tentang apa yang ia dengar tadi dari mulut Mahalini serta Novia saat ia tengah berjalan melewati lorong.


"Jadi, gimana? Lu kenapa?" tanya Cahaya.


"Begini Aya, gue denger tadi Lyodra sama temen-temennya ngomong kalau mereka mau kasih tau sesuatu ke Topan! Terus katanya kalo Topan udah tau, pasti dia bakal putusin lu Aya!" jawab Hesti menjelaskan apa yang ia dengar tadi.


Cahaya menganga terkejut mendengarnya, begitupun dengan Mawar dan Melani.


"Hah? Maksudnya tuh gimana sih? Apa yang mereka mau kasih ke Topan? Terus kenapa Topan bisa putusin gue setelah tau itu?" tanya Cahaya tak mengerti.


"Nah itu dia, gue sih juga gak tau karena cuma itu yang gue denger. Tapi, yang pasti mereka punya sesuatu deh tentang lu atau apalah itu yang bisa bikin Topan marah kalo dia tau!" jawab Hesti sembari mengatur nafasnya.


Cahaya pun terdiam sejenak untuk berpikir, ia penasaran apa sebenarnya yang dimiliki oleh Lyodra dan juga teman-temannya itu.


"Apa ya yang mau mereka kasih tau ke Topan?" gumam Cahaya berpikir dalam hati.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2