
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 59
...•...
...•...
"Aku lagi gak main-main, Cahaya! Memangnya kamu gak lihat tatapan mata aku yang serius ini?" ucap Topan terus melangkah maju sembari menatap mata gadis di hadapannya, sedangkan Cahaya tertegun sambil memundurkan langkahnya ke belakang.
Topan tak henti-hentinya mencecar Cahaya dengan perkataan yang sama, ia seperti sedang serius menginginkan Cahaya menjadi kekasihnya walau sebenarnya itu hanya sebuah rencana yang sudah ia susun sebaik mungkin untuk memainkan Cahaya.
"Kalau kamu gak mungkin bisa jatuh cinta sama aku, coba dong tatap mata aku sebentar aja! Kita adu tatap dan siapa yang kedip duluan itu kalah, kalau aku kalah kamu bisa pergi dari sini sesuka hati kamu! Tapi, kalau kamu yang kalah maka kamu harus makan malam sama aku disini di tempat ini!" ucap Topan.
Cahaya berhenti diikuti Topan yang juga berhenti melangkah, ia kini memberanikan diri menatap wajah pria di hadapannya walau masih agak takut.
"Oke, gue berani kok adu tatap sama lu! Tapi bener ya kalo lu kalah, gue boleh pulang?" ucap Cahaya.
"Ya, sure! Kalo gitu sekarang lu tatap mata gue, buktiin kalo emang lu gak bisa jatuh cinta sama gue! Jangan cuma omong kosong doang, masa iya cewek kayak lu gak suka sama gue?" ucap Topan.
"Dih, gausah kegeeran deh lu! Emang lu pikir lu itu secakep apa, sih? Selera gue itu tinggi, gak mungkin gue bisa suka sama lu!" ucap Cahaya.
"Oke, buktiin dong!" ucap Topan.
"Siapa takut?" ujar Cahaya menerima tantangan dari Topan dengan tegas, ia menegakkan tubuhnya dan sedikit mendongak demi menatap mata Topan.
Sementara Topan juga masih saja memandangi wajah Cahaya, ia sedikit melangkah maju dan menyunggingkan senyum di bibirnya berupaya untuk membuat Cahaya salah tingkah dan akhirnya berkedip. Akan tetapi, Cahaya masih bisa menahan matanya untuk tetap terjaga walau sudah mulai agak terasa perih.
__ADS_1
"Duh si Topan kok kuat banget, sih? Ini aja mata gue udah makin pedes, tapi gue gak boleh nyerah!" batin Cahaya masih berusaha untuk membuka matanya.
Topan terkekeh saat menyadari Cahaya sudah mulai tidak kuat menahan matanya, ia hanya tinggal menunggu berapa lama Cahaya mampu menahan matanya untuk tetap terbuka.
"Udah lah, kalo gak kuat jangan dipaksa! Kedip aja terus dinner deh sama gue, gak ada salahnya juga kan?" ucap Topan tersenyum tipis.
"Diem lu! Gue gak sudi dinner berdua sama lu!" ucap Cahaya ketus.
Detik demi detik berlalu, Cahaya sudah semakin tidak kuat dan pada akhirnya pun ia mengedipkan matanya karena sudah sangat terasa perih.
"Hahaha, kalah ya? Kan gue bilang jangan coba-coba ngelawan gue, akhirnya kalah deh..." ujar Topan.
"Ish, mata lu terbuat dari apa sih? Kok bisa kuat begitu gak kedip-kedip, emang gak perih apa? Mata gue aja hampir mau kebakar ini, jangan-jangan lu main curang ya!!" ujar Cahaya sembari mengucek-ngucek matanya.
"Sembarangan aja kalo ngomong, gue mah selalu jujur dan adil setiap main! Udah kalo kalah mah kalah aja gausah cari-cari alasan, sekarang kita kesana siap-siap buat makan malam romantis berdua!" ucap Topan tersenyum menggoda Cahaya.
"Ah gak mau, pasti lu main curang! Gue gak terima pokoknya, coba sini gue lihat mata lu biar gue bisa pastiin itu mata asli apa bukan!" ujar Cahaya.
"Eh buset, bilang aja lu mau modus kan? Yaelah basi cara lu, mau deket-deket sama gue pake segala alasan ngeliat mata!" ledek Topan.
Topan tersenyum sembari mencolek pipi Cahaya, baru kali ini ia melihat gadis itu menunjukkan ekspresi yang menggemaskan.
•
•
Ya karena sudah kalah dalam permainan adu tatap, Cahaya pun terpaksa mau dinner berdua dengan Topan di tempat yang sudah disediakan. Suasana disana memang sangat anggun dan menawan karena memakai tema pemandangan alam, tambahan lampu kelap-kelip menambah keindahan serta keromantisan makan malam tersebut.
Apalagi ada hiasan bunga serta lilin-lilin yang menyala dan berbau harum mengelilingi meja tersebut, Cahaya cukup terpesona akan keindahan yang ia lihat saat ini dan lumayan terkagum pada Topan karena bisa menyiapkan hiasan seindah ini untuknya. Walau ia masih tak mengerti mengapa Topan sampai harus melakukan ini semua, entah mengapa ia tidak yakin kalau Topan benar-benar memiliki rasa padanya.
"Permisi, ini makanannya... selamat menikmati!" ucap seorang pelayan wanita yang membawa beragam makanan di tangannya.
"Terimakasih, mbak!" ucap Topan tersenyum.
__ADS_1
Setelah menaruh semua makanan serta minuman di atas meja, kedua pelayan tersebut pergi kembali ke tempat mereka sebelumnya berasal meninggalkan dua pasang lelaki & wanita itu disana.
"Yuk, dimakan!" ucap Topan meminta Cahaya untuk segera menikmati makanan disana.
"Loh, ini kok banyak banget sih? Lu pesen ini semua buat kita berdua doang?" tanya Cahaya heran.
"Ya, emang kenapa? Segini mah belum terlalu banyak buat cewek rakus kayak lu, udah lah lagian pasti lu belum pernah cobain makanan enak kan? Nah ini salah satu kesempatan buat lu!" ujar Topan.
"Ish, sembarangan aja kalo ngomong! Gue gini-gini juga udah sering kali makan makanan begini, lu jangan asal bicara!" ucap Cahaya kesal.
"Hehehe, yaudah santai aja kali! Buruan dimakan mumpung masih pada panas, kalo udah dingin gak enak loh kayak sikap lu ke gue sekarang!" ucap Topan tersenyum tipis.
"Dih, bawel lu!" ujar Cahaya.
Akhirnya Cahaya mulai mengambil beberapa lauk disana yang memang tersedia beragam jenis makanan, ia sampai bingung harus memilih yang mana sangking banyaknya dan semuanya rata-rata makanan kesukaannya.
"Perasaan ini semua favorit gue, lu tahu darimana makanan kesukaan gue?" tanya Cahaya heran.
"Oh ya? Waw pas banget kalo gitu, suer gue pesennya ngasal doang tadi! Ah tapi masa iya cewek kere kayak lu sukanya makanan mahal begini, gak percaya gue!" ujar Topan meledek Cahaya.
"Ya ampun, ini nih yang bikin gue males ketemu sama lu! Kalo bukan karena terpaksa, gue ogah makan malam berdua sama lu!" ujar Cahaya.
"Hahaha, lagian kalaupun lu tadi menang juga emangnya lu bakal bisa pulang sendiri? Gue sih ogah nganterin lu pulang tanpa ada bayarannya, makanya masih untung tadi lu kalah!" ucap Topan.
"Ish, kok ada ya cowok kayak lu?" cibir Cahaya.
"Ya ada dong, tapi cuma gue doang! Soalnya gue tuh limited edition, stok terbatas gak ada lagi dimana-mana! Mending lu cepet pilih mau ambil bunga apa coklat, sebelum diambil orang!" ucap Topan terkekeh.
"Gue gak mau pilih dua-duanya...!!" ucap Cahaya.
"Oh yaudah, berarti lu maunya tidur sama gue kan?" ucap Topan sambil memakan makanannya.
"Dasar mesum!" umpat Cahaya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...