
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 224
...•...
...•...
Suasana tegang dan panas masih menyelimuti rumah Topan, ya perdebatan antara Eun-Kyung dengan Sergie masih belum selesai hingga kini dan justru semakin memanas. Ya Eun-Kyung tetap kekeuh ingin pergi dari rumah itu dan mengajak Topan bersamanya, sedangkan Sergie juga tak mau menuruti kemauan Eun-Kyung yakni menjauhi Wulan dan meninggalkan gadis itu untuk selamanya.
Topan pun juga sangat bingung harus memihak pada siapa antara mama atau papanya, pasalnya ia juga menyayangi kedua orangtuanya itu dan ingin mereka tetap bersama-sama disana. Topan memang tak ingin perdebatan ini terjadi antara mama dengan papanya, yang ia mau adalah keduanya bisa damai lalu tinggal bersama seperti dulu dan tidak ada lagi keributan diantara mereka hanya karena Wulan.
"Mah, pah stop! Cukup dong mah, pah! Jangan ribut terus kayak begini, lagian ini udah malam loh! Gak enak sama para pekerja yang ada disini, jadi ganggu jam istirahat mereka! Sebaiknya kita lanjut debatnya besok pagi lagi ya mah, pah?!" ucap Topan.
"Topan, mana bisa begitu? Mama ini pengen pergi dari rumah ini sekarang, mama gak mau lagi tinggal sama laki-laki pembohong kayak dia! Mama tuh sakit hati banget loh Topan, sakit! Coba kamu bayangin gimana jadinya kalau kamu jadi mama, apa perasaan kamu Topan?!" ucap Eun-Kyung emosi.
"Sabar ya mah! Aku tahu kok gimana perasaan mama saat ini, tapi mama jangan ambil keputusan saat dalam keadaan emosi mah! Mama taruh lagi kopernya di kamar, kita tetap tinggal disini ya mama!" ucap Topan membujuk mamanya.
__ADS_1
Eun-Kyung terdiam kebingungan, ia sebenarnya juga belum siap untuk pergi dari rumah itu saat ini.
"Oke! Tapi, mama mau tidur di kamar kamu aja malam ini Topan! Mama gak mau kalau harus tidur berdua sama papa kamu itu, mama udah terlanjur sakit hati sama perbuatan papa kamu! Apalagi sampai sekarang dia masih perduli dan lebih sayang sama anak selingkuhannya, dibanding mama sama kamu sayang!" ucap Eun-Kyung.
"Iya iya mah, yuk aku antar ke kamar aku ya! Sini biar aku bawain koper mama, yang penting mama gak pergi malam ini! Tenang ya mama, jangan nangis dan sedih-sedih lagi kayak gitu!" ucap Topan.
"Iya sayang, makasih ya!" ucap Eun-Kyung.
Topan melihat ke arah papanya sejenak, lalu mendekat dan berbisik di telinga Sergie. "Pah, papa tenang dulu! Aku bakal berusaha buat bujuk mama supaya gak pergi dari sini, karena aku juga gak mau harus mengalah demi si anak selingkuhan itu!" bisiknya dengan suara kerasnya.
Sergie hanya terdiam berusaha memendam rasa emosinya saat Topan menyebut Wulan adalah anak selingkuhan, walau memang benar apa yang tadi Topan katakan tentang Wulan.
Setelahnya, Topan pun pergi bersama sang mama menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai atas sembari membawakan dua koper milik Eun-Kyung dengan tangannya. Sedangkan Sergie masih tetap berdiri disana menatap ke arah istrinya dan juga putranya, ia sangat menyesal sudah pernah melakukan hubungan gelap dengan seorang psk.
"Andai saja waktu itu saya gak kejebak dengan cinta satu malam bersama Ilona, mungkin sekarang pertikaian ini gak akan pernah terjadi! Kasihan Wulan, dia gak salah tapi harus menerima semua ini! Maafkan papa, karena papa udah bikin kamu jadi terlibat dalam masalah ini Wulan!" batin Sergie.
•
•
Ceklek...
Topan membuka pintu kamarnya lalu mengajak Eun-Kyung masuk ke dalam, ia juga membawa dua koper milik mamanya itu dan menaruh di dekat lemari pakaiannya. Topan meminta Eun-Kyung duduk sejenak untuk berbicara setelah ia menutup pintu dan menaruh koper-koper itu, ya Topan masih ingin berusaha untuk mengubah keinginan Eun-Kyung.
__ADS_1
Eun-Kyung sendiri langsung menurut dan duduk di pinggir ranjang empuk Topan, ia cukup heran karena kondisi kamar Topan sangat rapih dan tak seperti yang ia kira. Topan pun langsung duduk di samping mamanya dan menatap wajah sang mama dari samping sebelum mulai bicara, Topan masih khawatir kalau Eun-Kyung akan marah nantinya dan mengira ia membela papanya dalam hal ini.
"Mah, aku boleh bicara sama mama sebentar? Gak lama kok mah, abis itu baru nanti mama bisa tidur disini! Biar aku tidur di sofa ruang tamu, kan gak mungkin aku ikut tidur disini sama mama!" ucap Topan sambil tersenyum tipis.
"Iya sayang, maaf ya mama jadi ngerepotin kamu dan bikin kamu tidur di sofa!" ucap Eun-Kyung.
"Gapapa mah, ini lebih bagus daripada mama lontang-lantung gak jelas di luar sana! Lebih baik mama tidur disini kan?" ucap Topan.
"Iya, yaudah kamu mau bicara apa?" tanya Eun.
"Eee ini soal niat mama buat pergi dari rumah, aku rasa itu tuh gak perlu deh mah! Kalau mama pergi dari sini, itu kan sama aja mama mengalah dan biarin Wulan si anak selingkuhan itu tinggal disini! Aku gak mau itu terjadi mah, nanti bisa-bisa Wulan semakin besar kepala!" ucap Topan menjelaskan.
Eun-Kyung terdiam memikirkan perkataan Topan barusan, menurutnya benar juga apa yang dikatakan oleh Topan karena jika Wulan tinggal disana bisa jadi Wulan lah yang akan menjadi ahli waris Sergie.
"Kamu benar juga sayang, enak banget dong si Wulan itu bisa dapetin harta papa kamu gitu aja! Harusnya dia kan gak berhak, yang berhak itu cuma kamu! Yaudah deh, mama gak jadi pergi dari rumah ini dan akan tetap tinggal disini! Tapi, mama setiap malam tidur di kamar kamu ya?" ucap Eun-Kyung.
"Eee ya terserah mama aja deh! Gapapa kalo emang mama mau tidur di kamar aku, asal jangan selamanya aja!" ucap Topan sambil nyengir.
"Ya kamu berdoa aja, semoga mama kamu ini bisa maafin papa kamu! Dan semoga juga papa kamu bisa berubah, karena mama kesal banget sama papa kamu itu! Masa dia lebih perduli sama Wulan, dibanding sama kamu?" ucap Eun-Kyung emosi.
"Sabar mah! Yaudah, mama tidur gih! Aku juga mau keluar lagi, kebetulan udah ada janji sama pacar buat video call bareng malam ini! Maaf ya mah, aku gak bisa temenin mama sampe tidur!" ucap Topan.
"Hah? Pacar? Jadi kamu udah punya pacar? Siapa sayang dan kenapa kamu gak pernah kasih tahu mama soal ini?" tanya Eun-Kyung terkejut dengan mulut menganga sedikit.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...