Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 77. Cahaya tahu?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 76


...•...


...•...


Cahaya hendak pulang ke rumah karena hari juga sudah masuk waktu malam, ya biar bagaimanapun Cahaya tidak mau kalau nanti Calissa alias ibu tirinya itu melaporkan pada papanya dan ia bisa dimarahi habis-habisan atau bahkan diberi hukuman oleh papanya yang sangat galak itu.


"Gue balik dulu, ya? Thanks udah temenin gue makan sama bantu gue nenangin diri, sekali lagi makasih!" ucap Cahaya tersenyum tipis.


"Sama-sama, semoga lu gak sedih-sedih lagi deh! Kalaupun itu terjadi, dateng aja lagi kesini biar kita bisa teriak-teriak kayak tadi lagi!" ujar Robi.


"Iyaa...."


Cahaya tampak berbeda dari sebelumnya ketika ia baru datang ke tempat tersebut, ya kali ini ia lebih ceria dan sering tersenyum walau ia masih agak kesal serta kecewa pada Topan alias Badai karena ia menganggap pria itu telah menipunya.


"Hati-hati lu...!!" ucap Robi.


"Ya,"


Hanya kata singkat yang diucapkan Cahaya sembari memakai helm di kepalanya serta menyalakan motor miliknya, Robi pun tersenyum melambaikan tangan ke arah Cahaya yang sudah mulai melaju melewati tubuhnya dengan kecepatan sedang.


Pria itu masih terus memandangi Cahaya dari sana sampai Cahaya benar-benar sudah menghilang dan tidak dapat dilihat lagi, ya entah mengapa Robi senyum-senyum sendiri lalu pergi kembali ke tebing tadi untuk menikmati malam yang dipenuhi bintang.


Singkat cerita, Cahaya sudah sampai di rumahnya dan menghentikan tepat motornya di depan pagar rumah yang masih tergembok karena memang belum ada sang satpam yang datang membukakan pintu pagar untuknya.


Tin tin tin....

__ADS_1


Cahaya terus membunyikan klakson supaya satpam di rumahnya dapat mendengar lalu membukakan pintu untuknya, ia coba melirik ke dalam melihat bahwa belum ada mobil Calissa terparkir disana dan kemungkinan wanita itu memang belum pulang.


Tak lama kemudian, pak Ahmad selaku satpam disana muncul berlari menghampiri Cahaya di depan pagar lalu membuka kunci gembok pagar tersebut dengan tergesa-gesa.


"Akhirnya non Aya pulang juga, tadi ada cowok yang nyariin non Aya loh!" ucap pak Ahmad.


"Hah? Cowok siapa pak??" tanya Cahaya heran.


"Waduh saya kurang tahu non soalnya dia gak nyebutin nama, tapi bilangnya sih temen non Aya gitu!" jawab pak Ahmad.


"Ohh, yaudah makasih ya pak!" ucap Cahaya.


"Iya non, silahkan masuk non!" ucap pak Ahmad melebarkan sedikit pintu pagar agar Cahaya dan motornya dapat masuk.


Tanpa basa-basi lagi, Cahaya pun melajukan motornya ke dalam rumah melewati pak Ahmad yang berdiri di samping pagar lalu menutup kembali pintu gerbang itu setelah Cahaya masuk ke dalam dengan selamat dan aman.


Cahaya masuk ke rumahnya setelah meletakkan motornya di garasi, ia berjalan santai lalu tak sengaja bertemu dengan pak Hadi sang supirnya yang tengah santai duduk di depan rumah sembari menikmati secangkir kopi nikmat.


"Loh, kok bapak disini? Emangnya Calissa udah pulang? Kok mobilnya gak kelihatan?" tanya Cahaya terheran-heran penasaran.


"Eh non Aya, iya non soalnya tadi Bu Calissa nyuruh saya pulang duluan pake taksi! Katanya sih Bu Calissa mau nginep di rumah sakit jagain temennya, jadi ya mobilnya masih disana non!" jawab pak Hadi.


"Wah kalo itu saya kurang tahu non, tapi tadi sih Bu Calissa sempat sebut namanya pas nemuin itu cowok di tengah jalan lagi pingsan!" ucap pak Hadi.


"Hah? Terus siapa namanya, pak??" tanya Cahaya.


"Namanya kalo gak salah.... ah iya, Topan!" ujar pak Hadi menjawab pertanyaan Cahaya.


Sontak Cahaya tercengang bukan main mendengar jawaban dari pak Hadi, ya nama yang disebutkan oleh supirnya itu memang persis dan bahkan sama sekali dengan nama cowok yang mendekatinya.


...•••...


Disisi lain, Topan sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP karena pria itu harus menginap dan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari lebih dulu untuk memastikan bahwa Topan benar-benar sembuh dan tidak mengalami luka dalam pada tubuhnya.


Calissa sang mantan sungguh setia menemani pria itu di kamarnya bahkan sampai menyuapi makan malam untuk Topan disana, ya Calissa hingga kini memang belum bisa moveon dari Topan begitupun sebaliknya karena mereka berpacaran lumayan lama waktu itu.

__ADS_1


"Kamu harus makan yang banyak ya, Topan! Aku gak mau kamu tambah sakit, pokoknya kamu harus bisa cepat sembuh!" ucap Calissa sembari menyuapi pria itu dengan semangkuk sup ayam.


"Iya, tapi emang kalo aku makan banyak luka-luka di tubuh aku itu bakal sembuh??" tanya Topan sembari tersenyum memandangi wajah Calissa yang kini berjarak lumayan dekat dengannya.


"Semoga aja, intinya sekarang yang penting kamu abisin dulu makanannya... soal sembuh atau enggak itu kan urusan belakangan, tapi aku yakin kok kamu bakal sembuh!" ucap Calissa juga tersenyum.


"Thanks ya, Lisa!" ucap Topan.


"Sama-sama, Topan! Udahlah kamu gak perlu bilang makasih mulu sama aku, kan aku nolong kamu ini ikhlas sebagai sesama manusia...!!" ujar Calissa.


"Iya, kamu ternyata gak banyak berubah ya! Walau makin cantik dan terkenal, tapi kamu masih tetap baik sama aku!" ucap Topan.


"Ah kamu bisa aja, mana ada aku terkenal? Udah ngobrolnya disambung nanti aja, sekarang fokus makan dulu ya!" ucap Calissa.


Topan mengangguk pelan sembari tersenyum renyah memperlihatkan gigi-giginya, Calissa pun kembali menyuapi Topan dengan makanan di tangannya yang sudah mulai agak dingin karena terlalu lama dianggurin.


Setelah selesai makan, barulah kini mereka berdua kembali berbincang-bincang membahas masa lalu yang masih berbekas di hati karena sulit bagi mereka untuk melupakan semua kenangan itu begitu saja dengan sempurna.


"Kemana aja kamu selama ini, Calissa?" tanya Topan dengan wajah serius dan tatapan menelisik.


"A-aku gak kemana-mana kok, emangnya kenapa?" ucap Calissa sedikit gugup.


"Ohh, berarti bener ya tebakan aku kalo kamu bohong soal lanjutin pendidikan di New York? Dan yang bener adalah kamu selama ini cuma di Indonesia, tapi berusaha menghindar dari aku kan?" ucap Topan.


"Gak gitu, Topan! A-aku bisa jelasin—"


"Halah udah deh, Lisa! Kamu tuh emang sama aja kayak cewek-cewek lainnya, kamu gak bener-bener tulus cinta sama aku!" potong Topan kesal.


"Iya, maaf kalo aku udah bohongin kamu sebelumnya! Tapi, kalau kamu bicara soal cinta aku ini beneran tulus cinta sama kamu!" ucap Calissa.


"Terus kalo kamu emang tulus, kenapa kamu pergi tinggalin aku dan bohong sama aku??" tanya Topan.


"Ada alasannya Topan, tapi aku gak bisa jelasin itu semua ke kamu sekarang! Mungkin dilain waktu aku baru bisa cerita semuanya sama kamu, intinya dugaan kamu itu salah Topan!" ucap Calissa.


Topan terdiam tak lagi berbicara dan memilih membuang muka dengan raut wajah kesal, begitupun dengan Calissa yang menjauh lalu duduk di sofa kamar tersebut.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2