
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 137
...β’...
...β’...
KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG...
Bel yang berbunyi membuat Cahaya reflek menjauh dan melepaskan diri dari dekapan Topan, Cahaya langsung panik dan ingin segera pergi memasuki kelasnya karena jam pelajaran sudah dimulai.
Topan yang masih ingin bersama gadisnya itu, pun langsung mencekal lengan Cahaya dengan erat dan membuat gadis itu kembali ke dekatnya.
"Mau kemana sih, manis?" tanya Topan.
"Aduh, gue harus ke kelas! Lu gak denger tadi bel masuk udah bunyi?" ujar Cahaya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Topan.
"Denger kok, tapi nanti aja kamu ke kelasnya! Aku masih mau bicara dan berduaan sama kamu disini, gapapa ya?" ucap Topan tersenyum.
"Gak bisa lah, nanti gue dihukum!" ujar Cahaya.
"Tenang aja, cantikku! Sekarang kamu pelajaran siapa?" ucap Topan bertanya.
"Pak Hendro." jawab Cahaya.
"Oke, bentar!"
Topan melepaskan tangan Cahaya kemudian mengambil ponsel dari saku celana, Topan pun menghubungi nomor seseorang menggunakan ponselnya itu.
π"Halo, pak Sugeng. Tolong bilang ke pak Hendro, kalau murid di kelasnya yang bernama Cahaya itu gak bisa hadir tepat waktu karena lagi sama saya!" ucap Topan.
π"Oh, iya siap mas Topan! Nanti saya langsung kasih tau ke pak Hendro,"
π"Oke, makasih ya pak!"
Tuuutttt...
Telepon pun diputus begitu saja oleh Topan setelah ia selesai berbicara dengan pengurus kesiswaan di sekolah miliknya.
Topan menaruh kembali ponselnya di celana, lalu menoleh ke arah Cahaya dan tersenyum.
"Gampang kan?" ucap Topan.
Cahaya menggeleng sembari menepuk jidatnya.
"Lu biar apa sih begitu, ha?" tanya Cahaya tak mengerti.
"Biar aku bisa berduaan lebih lama sama kamu!" jawab Topan santai.
Lagi dan lagi Cahaya dibuat pusing dengan tingkah Topan, ia hanya bisa menghela nafas sembari menggaruk keningnya yang tak gatal.
__ADS_1
Topan pun mendekati Cahaya lalu merangkulnya kembali dari samping.
Cuppp....
Topan mengecup kening gadisnya sambil tersenyum, lalu mengusap bibir mungil Cahaya dengan jarinya.
"Pasti ini rasanya manis." goda Topan.
"Mau coba?" ucap Cahaya yang justru memancing Topan untuk semakin meningkatkan gairahnya.
"Kamu kasih kode buat aku?" tanya Topan.
"Gak, cuma nanya." jawab Cahaya singkat.
Topan justru terkekeh dan melepaskan rangkulannya dari tubuh Cahaya, ia memalingkan wajah masih sambil tertawa kecil karena ulah Cahaya.
Cahaya sama sekali tak mengerti dengan sikap Topan saat ini yang sungguh aneh.
"Kamu kenapa sih?" tanya Cahaya heran.
"Cie yang udah mulai panggil aku kamu...." ledek Topan sembari tersenyum.
Sontak Cahaya langsung memutar bola matanya sembari menghela nafas dan memalingkan wajahnya karena malas dengan ledekan dari Topan padanya.
Topan makin dibuat gemas dengan tingkah gadisnya, ia menggerakkan jari lalu mulai membelai lembut rambut mulus kekasihnya dari samping.
"Begitu terus ya!" ucap Topan singkat.
Tak ada jawaban dari Cahaya yang tengah ngambek dan mengerucutkan bibirnya, membuat Topan tak bisa menahan lagi rasa gemasnya.
Topan pun mendekat kemudian mulai mencubit pipi Cahaya karena gemas, akhirnya gadis itu pun mau berbicara walau hanya merintih kesal.
Bukannya merasa bersalah, justru Topan terkekeh dengan ekspresi Cahaya yang semakin terlihat menggemaskan di matanya.
"Kamu kalo kayak gitu justru makin bikin aku gemes sama kamu tau!" ujar Topan.
"Gue mau ke kelas aja!" ucap Cahaya.
"Hah? Kenapa?" tanya Topan heran.
"Iya, mending gue di kelas daripada disini. Ya walau gue males banget belajar sejarah, tapi gue lebih males sih berduaan sama lu!" jawab Cahaya.
"Ohh gitu, jadi kamu males sama aku? Oke fine!" ucap Topan pura-pura ngambek.
"Iya gue males, dah ah gue mau ke kelas! Jangan halangin gue dan jangan paksa gue buat temenin lu lagi disini, paham!" ujar Cahaya sembari bangkit dari duduknya.
Reaksi Cahaya diluar harapan Topan, ia berharap Cahaya akan mengurungkan niatnya dan tetap disana. Namun, Cahaya malah semakin yakin dengan keputusannya untuk meninggalkannya.
"Eh eh, kok kamu malah pergi beneran sih?" ujar Topan kembali menahan Cahaya.
"Ya iyalah, kan gue pengen ke kelas!" ucap Cahaya.
"Jangan dong! Sini aja ya sama aku!" pinta Topan dengan wajah memelas.
"Gue gak mau! Lepasin ah!" bentak Cahaya.
Akhirnya Topan terpaksa melepaskan tangan Cahaya dengan wajah pasrah, Cahaya pun pergi dengan cepat meninggalkan Topan disana sendirian.
__ADS_1
"Kamu lucu lucu gemesin..." batin Topan.
β’
β’
TOK TOK TOK...
Cahaya mengetuk pintu kelasnya yang tertutup karena memang jam pelajaran sudah dimulai beberapa menit yang lalu.
Ceklek...
"Eh Cahaya. Kamu kok datang?" ujar pak Hendro terheran-heran.
"Ah iya, pak. Saya mau belajar," jawab Cahaya.
"Loh tadi kata pak Sugeng, kamu itu lagi sama mas Topan dan gak bisa belajar pelajaran saya. Emang sekarang mas Topan nya udah pulang?" ujar pak Hendro penasaran.
"Iya, udah kok pak." jawab Cahaya.
"Ohh yasudah, kalo gitu kamu boleh masuk. Duduk aja di tempat kamu dan kita mulai belajar!" ucap pak Hendro mempersilahkan Cahaya masuk.
Gadis itu melangkah menuju mejanya, sepasang mata iri dan dengki selalu mengikuti sampai ia duduk di kursinya.
"Kenapa sih orang-orang?" batinnya.
Cahaya menghiraukan itu dan mulai mengeluarkan buku pelajaran miliknya dari dalam tas.
"Ya baik semua, karena ada teman kalian yang baru masuk kelas. Maka kita ulang kembali materi tadi dari awal lagi, ya? Saya tidak mau ada alasan tak mengerti saat ulangan nanti, oke?" ucap pak Hendro.
"Oke pak..." jawab murid-murid disana serentak.
Cahaya pun merasa malu sekaligus bersalah karena sudah membuat pak Hendro menjelaskan untuk yang kedua kalinya.
"Aya!"
Prita teman sebangkunya itu mendekat memanggil namanya dengan suara agak pelan.
"Iya, kenapa?" tanya Cahaya bingung.
"Lu kok pake ke kelas sih? Kalo gue jadi lu ya, gue bakal manfaatin kesempatan buat gak belajar sampe waktunya pulang!" ujar Prita.
"Hadeh, itu namanya pemikiran orang yang gak mau maju! Gue harus belajar lah, ya walau gue juga males ngikutin pelajaran ini...." ucap Cahaya.
"Hahaha, yaelah padahal udah ada kesempatan malah disia-siakan!" ujar Prita.
"Kenapa sih, Prita? Lu mau gantiin gue jadi pacarnya Topan? Supaya lu juga bisa dapet privilege kayak gue gitu?" tanya Cahaya.
"Ya kalo bisa sih mau-mau aja, hehe..." ujar Prita.
"Hadeh, yaudah gih sana! Temuin Topan tuh di taman, dia pasti masih disana sendirian. Lu temenin aja dia supaya lu bisa bebas dari pelajaran, sana buru!" ucap Cahaya.
"Yeh emang sih gue mau, tapi kan belum tentu Topan nya mau sama gue! Kalo lu kan enak, cantik! Lah gue?" ujar Prita.
"Lu juga cantik kok..." ucap Cahaya.
Mereka pun menghentikan obrolan saat pak Hendro mulai kembali menjelaskan materi di depan sana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...