
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 266
...•...
...•...
"Tadi maksud Mawar bicara begitu apa? Kamu harus hati-hati kenapa pacar?" ucap Topan penasaran.
"Eee enggak kok bukan apa-apa, udah kamu gausah mikirin perkataan Mawar! Dia mah kadang gak jelas gitu, mending kita pulang yuk!" ucap Cahaya.
Topan tak percaya begitu saja dengan perkataan Cahaya, pria itu justru mendekat ke arah gadisnya dan mencengkeram rahang gadis itu dengan erat.
"Hey, jangan bohong sama aku!" geram Topan.
Cahaya semakin dibuat bingung dengan sikap Topan yang berubah drastis itu, ia juga tak tahu harus mengatakan apa pada Topan saat ini. Tentu karena Cahaya sudah terlanjur janji pada Lyodra untuk tidak bicara pada siapapun mengenai pemotretan yang akan ia lakukan, namun kali ini Topan seperti sangat emosi dan ingin tahu apa yang disembunyikan ia.
"Pacar, sakit tau ih lepasin dong! Nanti aku jelasin sama kamu kok di dalam, jangan begini lagi ya! Aku minta maaf deh karena udah bohong tadi, lepasin aku ya pacar!" ucap Cahaya memelas.
"Oke, aku lepasin! Tapi, awas ya kalau kamu gak mau jelasin dengan jujur ke aku! Asal kamu tahu Cahaya, aku gak suka dibohongin walau sekecil apapun itu! Jadi, jangan pernah lagi kamu kayak gitu sama aku!" ucap Topan melepas cengkeramannya.
"Huh iya iya, aku minta maaf ya sama kamu pacar! Kamu jangan begitu dong, aku kan pacar kamu tau! Masa kamu mau sakitin pacar kamu sendiri sih?" ucap Cahaya memegangi rahangnya yang sakit.
"Yaudah masuk!" ucap Topan.
Cahaya mengangguk pelan dan mengikuti perintah Topan, ia masuk ke dalam mobil pria itu masih dengan perasaan cemasnya. Sedangkan Topan ikut masuk juga dan duduk di samping gadis itu, ia menatap tajam ke arah Cahaya.
"Sekarang jelasin ke aku! Apa maksud Mawar suruh kamu hati-hati?" ucap Topan.
__ADS_1
"Eee..." Cahaya gugup dan hanya bisa menunduk sambil memainkan jari-jarinya, ia bingung harus menjawab apa pada Topan saat ini.
"Malah diem, ayo jawab!" bentak Topan.
"Ish, sabar dong pacar! Udah kamu jalan aja dulu, aku ceritain sambil jalan deh. Atau nanti kita mampir ke mana dulu kek gitu, supaya ngobrolnya lebih asik dan nyantai!" ucap Cahaya beralasan.
"Ah kamu ini banyak maunya! Tadi bilang katanya mau jelasin di mobil, giliran udah di mobil minta di tempat lain. Kalau kamu gak mau cerita sama aku, oke gapapa aku gak maksa kok! Tapi, jangan salahin aku kalau aku ngambek sama kamu!" ucap Topan.
Cahaya terkejut dengan ucapan pacarnya itu, sedangkan Topan langsung menancap gas membawa mobilnya pergi.
"Pacar, jangan marah dong! Aku bukannya gak mau cerita sama kamu, tapi aku udah terlanjur janji sama kak Lyodra buat gak cerita ke siapapun termasuk kamu pacar!" ucap Cahaya.
"Lyodra? Ada urusan apa kamu sama Lyodra? Bukannya kalian gak akur ya?" tanya Topan.
"Eee aku juga gak tahu, pacar. Tapi, tadi Lyodra tiba-tiba aja cegat aku pas mau ke luar sekolah. Terus dia minta aku buat ikut sama dia ke taman, disana kita bincang-bincang cukup lama. Makanya aku telat keluar temuin kamu," jawab Cahaya.
"Oh gitu, terus apa yang kalian bicarain pacar?" tanya Topan penasaran sekali.
"Seperti yang tadi aku bilang, aku gak bisa cerita apapun ke kamu pacar. Aku udah terlanjur janji sama kak Lyodra, tapi kamu tenang aja aku gak akan kenapa-napa kok!" ucap Cahaya.
"Haish, ribet banget sih kamu!" bentak Topan.
"Gak perlu! Yaudah, aku gak marah kok sama kamu!" ucap Topan.
Biarpun Topan berkata seperti itu, namun Cahaya masih tak percaya dengan perkataan Topan karena ia melihat sendiri raut wajah Topan yang masih seperti kesal padanya. Cahaya pun bingung tak tahu harus bagaimana untuk bisa membujuk Topan agar tidak marah lagi, karena tak mungkin ia bercerita pada Topan tentang pemotretan itu.
...•••...
Disisi lain, Calissa tengah dalam perjalanan pulang dengan mobilnya setelah ia selesai melayani Andre seperti kemarin. Wanita itu tampak melamun sambil menatap ke jalan dengan tatapan kosong, ia menangis karena saat ini perasaannya sangat sedih dan ia tak mampu mengutarakan itu pada siapapun, termasuk mamanya.
Disaat ia sedang tidak fokus ke jalan, tiba-tiba saja sebuah motor menyalip mobilnya dan berhenti tepat di depan mobil milik Calissa. Sontak wanita itu reflek menginjak rem karena kaget dan hampir saja terpental ke depan, beruntung ia dapat menahan diri serta tidak mencelakakan pengendara motor yang aneh tersebut.
Ciiitttt...
Tiiinnnn...
__ADS_1
Calissa yang kesal membunyikan klakson cukup kencang karena emosi dengan pengendara motor tersebut.
"Haish, maunya apa sih tuh orang?!" geram Calissa.
Calissa pun turun dari mobilnya dengan perasaan kesal serta emosi, ia ingin menemui si pengendara motor itu dan memberinya pelajaran. Namun, matanya justru terbelalak saat si pengendara motor membuka helm dan menunjukkan wajahnya.
Ya itu adalah Robi alias pria yang bekerjasama dengan Calissa untuk merusak hubungan Topan Cahaya agar Calissa bisa kembali bersama Topan seperti dulu.
"Robi?" ujar Calissa.
"Iya, ini gue. Kenapa? Mau marah? Abisnya lu gue klaksonin daritadi gak mau berhenti, yaudah gue salip aja!" ucap Robi.
"Haish, lu nyebelin banget sih! Hampir aja jantung gue copot tau gak gara-gara kelakuan lu!" ucap Calissa emosi.
"Hahaha, sabar dong cantik! Gue kesini mau kasih kabar gembira loh buat lu, jadi jangan marah-marah dan mending kita duduk dulu disana tuh biar tenang!" ucap Robi tersenyum.
"Kabar gembira apaan sih? Udah ngomong disini aja biar cepet!" tanya Calissa penasaran.
"Yeh iya deh iya, gue bicara disini. Jadi, gue udah berhasil bikin Topan cemburu dan bersikap proses ke Cahaya. Dengan begitu, gue yakin lama-kelamaan Cahaya pasti risih dan gak suka sama sikap Topan! Abis itu kita tinggal tunggu waktu aja, supaya mereka putus dan lu bisa pacaran sama Topan!" jawab Robi menjelaskan sambil tersenyum.
Calissa terdiam mendengarkan cerita dari Robi, perlahan ia tersenyum tipis dan merasa senang karena hubungan Cahaya serta Topan sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
"Hahaha, bagus deh! Terus pepet si Cahaya, sampai mereka benar-benar bubar!" ujar Calissa.
"Siap! Asal ada uang, gue pasti bakal tetap menjalankan rencana kita ini!" ucap Robi kembali meminta uang pada Calissa.
"Hah? Kan waktu itu udah?" ujar Calissa.
"Yeh udah abis yang itu mah, sekarang lagi sini! Kalo lu gak mau, yaudah gue berhenti!" ucap Robi.
"Eh eh iya iya, ni gue transfer lagi!" ucap Calissa.
"Nah gitu dong!" ujar Robi sambil mencolek dagu Calissa dan tersenyum.
Wanita itu hanya diam sambil mengambil ponselnya, lalu ia segera mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Robi sesuai kemauan pria itu, walau sebenarnya Calissa juga sedang butuh uang.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...