Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 196. Jauhi Eun-Kyung!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 195


...•...


...•...


Sergie yang khawatir jika istrinya tau tentang identitas Wulan, pun mulai mendatangi lokasi syuting gadis cantik itu untuk menemuinya terlebih dahulu sebelum Eun-Kyung mengetahui semuanya. Sergie pun berhenti tepat di depan lokasi syuting Wulan yang ada di dalam sana, ia meminta sang supir menunggu disana selagi ia turun menemui Wulan.


"Pak Bambang, tunggu disini dulu ya! Saya ada urusan sebentar di luar," ucap Sergie.


"Baik pak!" ucap pak Bambang.


Sergie pun turun dari mobilnya dan merapihkan jas serta menghela nafas sejenak, barulah ia melangkah ke depan memasuki area syuting yang ramai oleh para crew film disana. Sergie celingak-celinguk mencari dimana keberadaan Wulan alias gadis yang ingin ia temui disana, namun ia belum melihat tanda-tanda keberadaan gadis itu dimanapun.


Sampai akhirnya Sergie memilih untuk bertanya pada salah satu crew yang ada disana, ia ingin segera dapat menemui Wulan sebelum Eun-Kyung alias istrinya itu tau mengenai identitas Wulan.


"Permisi mas," ucap Sergie.


"Eh, iya pak ada apa?" tanya orang itu.

__ADS_1


"Ini benar kan lokasi syutingnya artis cantik yang namanya Wulan?" ucap Sergie.


"Oh iya, benar! Ada apa ya pak?" ucap orang itu.


"Saya mau ketemu sama dia, apa bisa saya temui Wulan sekarang?" ucap Sergie menjelaskan maksudnya datang kesana pada orang itu.


"Waduh, Wulan nya lagi didandani pak. Emang ada urusan apa sih? Bapak ini kenal sama Wulan?" ucap orang itu penasaran.


"Ya, saya mau ketemu sama dia sebentar aja! Tolong dong mas, bantu saya ya buat temuin Wulan kali ini! Saya janji deh gak akan ganggu Wulan lama-lama, cuma ngobrol sebentar aja!" ucap Sergie.


"Eee baik pak, saya akan coba temui Wulan dan bilang kalau bapak ingin bertemu dengan dia! Sekarang bapak tunggu dulu disitu, nanti saya akan bawa Wulan kesini!" ucap orang itu.


"Baik, terimakasih mas!" ucap Sergie tersenyum.


Orang itu pun pergi dari sana untuk menemui Wulan yang sedang berada di ruang rias, sedangkan Sergie duduk di kursi yang tersedia menunggu Wulan datang sembari mengendorkan dasinya. Sergie sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Wulan dan membuat Wulan jauh-jauh dari Eun-Kyung, ya tentu Sergie tak mau jika Eun-Kyung tau semuanya.


Tak lama kemudian, Wulan muncul bersama orang yang tadi menghampiri Sergie yang sedang duduk disana sendirian. Melihat kehadiran Wulan membuat Sergie langsung tersenyum dan berdiri menyambut kedatangan gadis itu, sedangkan Wulan tampak tak suka melihat ada Sergie disana yang katanya ingin menemui dirinya sekarang ini.


"Terimakasih, mas!" ucap Sergie kepada orang yang sudah membantunya tadi.


Kini Sergie beralih menatap Wulan dan mengatakan, "Wulan, ayo duduk! Kita bicara sebentar disini, gak makan waktu lama kok!" ucap Sergie meminta Wulan duduk di sampingnya.


"Iya om," ucap Wulan singkat.


Wulan pun memenuhi keinginan Sergie dan duduk disana dengan dua tangan ia taruh di atas paha, Wulan sangat grogi untuk berbicara dengan Sergie saat ini apalagi mereka hanya berdua. Itulah sebabnya Wulan terus menunduk sembari menyatukan jari-jarinya, Wulan tak berani menatap langsung wajah lelaki yang ada di sampingnya itu.


"Wulan, saya ingin kamu jauhi istri saya! Kamu sebaiknya jangan dekat-dekat lagi dengan dia, karena saya tidak mau jika dia tau yang sebenarnya tentang diri kamu!" ucap Sergie.

__ADS_1


"Kenapa om? Apa om gak mau nama baik om tercemar, karena om udah buang aku?" tanya Wulan dengan raut wajah kesal.


"Hey, kamu jangan ngomong gitu! Yang saya lakukan semuanya murni demi keutuhan rumah tangga saya dan istri saya, kamu itu emang gak seharusnya tinggal di rumah saya! Masih untung kamu juga saya urus dan saya beri uang untuk menjamin hidup kamu, sekarang kamu harus turuti permintaan saya atau kamu akan saya habisi seperti saya menghabisi nyawa mama kamu dahulu!" ucap Sergie.


"Om, saya gak ngerti apa yang terjadi di masa lalu antara mama saya dengan om. Tapi, tindakan om itu benar-benar kejam sekali dan tidak manusiawi! Kenapa om begitu benci dengan keluarga saya, apa salah kami om?" ucap Wulan.


"Salahnya adalah karena kalian tidak bisa diatur dan selalu saja membangkang dengan kata-kata saya! Coba saja ibu kamu itu mau menurut dengan saya, mungkin sampai sekarang dia masih hidup dan tidak harus berada di neraka! Kamu sebaiknya berpikir keras Wulan, ingin menyusul ibu kamu atau menurut dengan perkataan saya supaya kamu bisa selamat dan meneruskan karir kamu sebagai artis! Wulan, biar bagaimanapun juga kamu ini adalah anak saya dan saya ingin kamu sukses!" ucap Sergie.


"Om, kalau emang om masih anggap saya anak om, kenapa om begitu benci sama saya dan ingin menyingkirkan saya? Pokoknya saya gak mau jauh dari tante Eun, karena saya sudah anggap dia seperti ibu kandung saya sendiri! Om gak bisa dan gak berhak atur-atur saya, dan saya juga gak takut sama ancaman om itu!" ucap Wulan tegas.


"Oh baiklah, kamu tanggung aja sendiri resikonya karena tidak mau menuruti kemauan saya! Jangan salahkan saya kalau sebentar lagi karir kamu akan menciut dan kamu akan jatuh miskin!" ucap Sergie.


"Saya gak takut om!" ucap Wulan.


Sergie yang kesal memilih bangkit sembari merapihkan jasnya, ia berniat pergi dari sana karena usahanya sia-sia dan ia tak berhasil membuat Wulan mau menuruti permintaannya. Sepertinya Wulan memang sudah muak dan malas untuk menurut dengan Sergie, gadis itu kini ingin lebih berani demi mendapat kebahagiaan serta keadilan untuknya.


"Om, om gausah takut! Saya janji saya gak akan bilang apa-apa ke tante Eun tentang identitas saya sebenarnya, om bisa pegang kata-kata saya!" ucap Wulan yang ikut berdiri di samping ayahnya.


Sergie menoleh dengan senyuman di wajahnya yang sedikit berkeriput itu, "Bagus! Jangan pernah main-main dengan saya!" ucapnya seraya mengelus wajah mulus Wulan dengan lembut.


"Papa...??"


Tiba-tiba saja Eun-Kyung muncul dari arah belakang dan terkejut melihat suaminya sedang memegang wajah Wulan sambil tersenyum, ia pun terbelalak dengan mulut terbuka tak menyangka dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Papa? Apa yang papa lakuin disini? Kenapa papa pegang-pegang Wulan?" tanya Eun-Kyung histeris.


"Mah? Mama kok kesini juga?" Sergie panik dan bingung harus menjelaskan apa pada Eun-Kyung yang sepertinya memang salah paham.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2