Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 8. Mengintip


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 7


...•...


...•...


"Anterin gue pulang!" ujar seorang pria yang mengenakan celana boxer hitam telanjang dada sambil melemparkan handuk ke atas ranjang kosong di kamar itu.


Sontak Bella tampak kesal pada pria yang tak lain adalah Topan mantannya itu, bisa-bisanya dia seenaknya sendiri di apartemen miliknya.


"Topan, kamu bisa gak sopan sedikit? Jangan seenaknya aja dong di tempat orang, handuk basah tuh jangan ditaruh di kasur!" ujar Bella kesal lalu berdiri dan mengambil handuk tersebut.


Topan hanya tersenyum menyeringai tak melirik ke arah Bella sama sekali, ia fokus menyisir rambutnya dengan sisir milik Bella.


Setelah selesai merapihkan rambutnya, Topan kembali memakai pakaiannya yang semalam karena ia tak memiliki gantinya.


"Heh, jangan lupa anterin gue pulang! Tenang aja nanti gue tambahin kok uang transfernya, jadi lu gak perlu takut kehabisan bensin atau dompet lu kering karena nolongin gue! Justru lu bakal mendadak kaya..." ujar Topan.


Bella yang kesal tak menjawab perkataan Topan, ia menjemur handuk bekas Topan mandi tadi lalu gantian masuk ke kamar mandi.


"Heh main melengos aja lu, ngomong apa ngomong jangan diem bae kayak orang bisu!" ujar Topan geram karena Bella hanya diam dan masuk ke kamar mandi.


Topan pun duduk di sofa mengecek ponselnya yang dari semalam mati, ia melihat cukup banyak panggilan tak terjawab dari orangtuanya dan juga teman-temannya.


"Ada apaan ya papa sama mama kompakan begini telpon gue semalem? Udah kayak ikut lomba telponin nomer gue aja..." gumam Topan senyum-senyum sendiri.


Bukannya menelpon balik orangtuanya, Topan malah menghubungi nomor telepon Cahaya.

__ADS_1


Akan tetapi, Cahaya malah mereject telpon darinya hingga membuat pria itu geram dan melempar ponselnya ke atas kasur.


"Kurang ajar tuh cewek! Berani-beraninya dia reject telepon dari gue, awas aja ya gue bakal cari informasi tentang lu dan bakal kasih pelajaran ke lu karena udah berani main-main sama gue!" ujar Topan geram mengepalkan tangannya.


Tak lama kemudian, Bella keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya.... melihat itu, Topan langsung menganga karena tubuh Bella yang mulus dan hanya dibalut bathrobe berwarna merah muda.


"Lu kenapa Topan?" tanya Bella heran sembari mengipas-ngipaskan telapak tangannya di depan mata Topan.


"Eh gak gapapa, lu cepet deh pake baju soalnya gue ada urusan dan harus cepet pulang! Mau duit gak lu? Kalo mau ya cepetan pake baju!" ujar Topan mengalihkan pandangannya ke arah lain agar gadis di depannya tak curiga.


"Yaudah lu ke depan dulu sana gue mau pake baju, awas aja ya kalo ngintip gue sumpahin mata lu gede sebelah!" ujar Bella.


"Buset kegeeran banget sih lu jadi cewek, buat apa juga gue ngintipin lu ganti baju? Denger ya Bella, sekarang kan kita udah bukan siapa-siapa lagi jadi tenang gak bakal gue ngintip lu kok!" ucap Topan menatap mata Bella kemudian bangkit dari duduknya lalu pergi ke ruangan depan apartemen itu.


Bella pun tak memperdulikan perkataan Topan walau sebenarnya ia sakit hati karena Topan benar-benar sudah menganggap dirinya bukan siapa-siapanya lagi.


Ia langsung mengambil pakaiannya dari dalam lemari lalu melepas mantel yang ia kenakan.


Sedangkan Topan, jiwa playboy nya mendadak muncul saat mengetahui Bella tengah mengganti pakaiannya... sebagai laki-laki normal ia memiliki hasrat untuk mengintip gadis itu walau hanya sekilas.


"Penasaran juga gue sama tubuh cewek itu, selama pacaran kan dia gak pernah kasih lihat ke gue! Sekarang kesempatan emas nih buat gue, mending gue intip aja ah!" gumam Topan senyum-senyum mesum.


"Wow nyesel gue gak pernah pake dia waktu pacaran kemaren, apa gue tagih aja ya jatah gue sekarang?" gumamnya.


...•••...


Sementara itu, Cahaya yang sedang buru-buru berangkat sekolah terpaksa mereject telpon dari Topan walau ia tau itu akan membuat dirinya masuk ke dalam masalah.


Cahaya sebelumnya memang tidak mau berangkat ke sekolah karena ingin menjaga mamanya, akan tetapi sang papa gadis itu memaksa dan mengatakan kalau ia akan menjaga mamanya di rumah sakit.


"Semoga benar kalau papa bakal jaga mama dengan baik, tapi kenapa ya perasaan gue gak enak kayak gini? Duh mau sekolah juga jadi gak fokus kalo begini mah...." gumamnya sambil terus fokus menatap jalan mengendarai motornya.


Setelah cukup lama, akhirnya Cahaya berhasil sampai di sekolah tepat waktu 1 detik sebelum pintu gerbang ditutup oleh satpam disana.


"Waduh neng Aya kebiasaan kalo dateng mepet waktu banget nih, hampir aja saya tutup gerbangnya semua!" ujar satpam bernama Adi.

__ADS_1


"Iya pak, saya emang susah banget buat dateng lebih awal ke sekolah... apalagi sekarang mama saya lagi dirawat pak di rumah sakit!" ucap Cahaya sambil melepas helmnya.


"Hah? Masuk rumah sakit? Kok bisa sih neng calon mertua- eh maksudnya mamanya neng Aya masuk ke rumah sakit?" tanya Adi terkejut.


"Iya pak, mama saya sakit! Tolong doain ya pak supaya mama saya bisa sembuh!" ucap Cahaya terkekeh dengan tingkah satpam itu.


"Ohh iya iya neng, udah pasti saya bakal doain kesembuhan mamanya neng Aya!" ujar Adi.


"Makasih ya pak, yaudah saya mau masuk ke kelas dulu takutnya keduluan sama guru! Oh ya tolong pindahin motor saya ke parkiran ya pak, ini kuncinya nanti sekalian simpen aja di pos!" ucap Cahaya melemparkan kunci motornya pada satpam itu.


"Siap neng, tenang aja saya bakal amanin motor sama helm neng Aya!" ucap Adi.


"Makasih pak!" ucap Cahaya lalu turun dari motornya.


Gadis itu pun berlari masuk ke dalam sekolahan tersebut, ia sangat panik karena sekolah itu sudah cukup sepi dan tampaknya para murid telah masuk ke kelasnya masing-masing.


Tiba-tiba ponselnya berdering kembali, ia yang diambang kepanikan mendiamkan telepon itu karena mengira paling itu hanya telepon dari Topan yang menanyakan hutangnya.




Di rumah sakit tempat mama Cahaya dirawat, terlihat Hendra alias papa Cahaya tengah mencoba menghubungi seseorang tapi tidak bisa-bisa.


"Gimana mas?" tanya istri mudanya yang bernama Calissa itu ikut cemas.


"Gak diangkat sama Cahaya, entah lagi apa anak itu sampai gak bisa angkat telpon dari saya! Memangnya dia gak mikirin apa kondisi mamanya sekarang?" ujar Hendra.


"Sabar mas, mungkin Cahaya lagi di kelas dan ada gurunya jadi gak bisa angkat telpon dari kamu! Udah sekarang kita sama sama berdoa supaya istri pertama kamu itu bisa selamat!" ucap Calissa menenangkan suaminya.


"Iya iya, makasih sayang..." ucap Hendra mengecup kening istri mudanya itu.


Lain di mulut lain di hati, itulah yang cocok dikatakan untuk Calissa wanita bermuka dua.


"Tapi lebih baik kalau istri pertama kamu itu mati aja sih mas, jadi semua harta kamu bakal sepenuhnya jadi milik aku...." gumam Calissa tersenyum licik di dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2