
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 157
...•...
...•...
Eun-Kyung meminta pada Wulan untuk menunggu sejenak di ruang tamu selagi Topan masih di luar dan belum kembali kesana. Eun-Kyung juga meninggalkan Wulan sejenak karena ia ingin buang air kecil dan juga berganti pakaian di kamarnya.
Wulan pun menurut lalu duduk saja di sofa sembari celingak-celinguk ke sekeliling rumah itu, Wulan sangat terpukau dengan bentuk serta besarnya rumah milik Eun-Kyung itu, belum pernah Wulan datang ke rumah yang lebih besar dari rumah Topan.
Ya Wulan memang sudah pernah datang kesana dan ini merupakan kali kedua ia mampir, namun tetap saja biar begitu ia masih tetap terpukau dan tidak bisa lepas dari keindahan rumah Topan itu yang mungkin berkali-kali lipat lebih luas dibanding ukuran rumahnya saat ini.
Tak lama kemudian, bik Leni muncul membawa nampan berisi dua gelas minuman untuk Wulan dan juga majikannya yang sedang ke toilet.
"Permisi non, ini minumnya diminum dulu! Oh ya, ada cemilan juga tapi cuma sedikit. Silahkan dinikmati, non!" ucap bik Leni meletakkan gelas serta toples berisi kue kering di atas meja lalu mempersilahkan Wulan untuk menikmatinya.
"Makasih ya, bik!" ucap Wulan sambil tersenyum.
"Sama-sama, non. Kalo gitu saya permisi dulu, ya? Mau lanjut urus kerjaan di belakang, silahkan diminum sama dimakan cemilannya non!" ucap bik Leni pamit pada Wulan lalu pergi dari sana.
"Iya, bik." ucap Wulan singkat.
Setelah bik Leni pergi dari sana untuk melanjutkan kerjaannya, Wulan pun mengambil gelas di meja lalu meminumnya karena sudah merasa haus.
"Wulan!"
"Uhuk uhuk...." Wulan tersedak karena ada suara pria menyebut namanya dari arah pintu depan, Wulan yang terkejut langsung menoleh untuk memastikan siapakah yang datang kesana dan memanggilnya secara tiba-tiba seperti itu.
Wulan tambah kaget saat melihat sosok pria yang datang adalah Sergie alias papa Topan.
Sergie yang baru pulang dari kantornya memang merasa kaget saat melihat ada sosok wanita yang tengah duduk di sofa rumahnya, ia pun mendekatinya dan mengenali kalau wanita itu ialah Wulan, namun Sergie belum mengetahui ada urusan apa Wulan datang ke rumahnya.
__ADS_1
Sergie pun melangkah ke dekat Wulan.
"Ngapain kamu disini?" tanya Sergie menatap wajah Wulan penuh penasaran juga rasa kesal, entah apa yang membuatnya seperti itu.
Wulan menaruh gelasnya di meja, lalu berdiri menatap pria agak tua yang tengah berdiri di depannya itu.
"Saya...." ucapan Wulan belum sempat terselesaikan karena tiba-tiba Eun-Kyung muncul dari kamarnya.
"Eh papa! Papa udah pulang?" ucap Eun-Kyung sambil tersenyum saat melihat suaminya sudah datang disana dan tengah bertatapan dengan Wulan alias teman artinya itu.
"Eee iya mah, kebetulan kerjaan papa udah selesai. Mama sendiri kok tumben udah pulang aja jam segini? Biasanya mama selalu syuting sampai larut malam, tapi ini belum menginjak malam aja mama udah pulang." ujar Sergie.
"Iya nih, mama emang lagi gak ada job banyak. Makanya belakangan lebih sering pulang cepet! Oh ya, papa kenalan dong sama temen mama ini! Namanya Wulan, dia cantik kan pah?" ucap Eun-Kyung mengenalkan Wulan pada suaminya.
Sergie terdiam menatap wajah Wulan.
"Eee iya mah, cantik kok." ucap Sergie gugup.
"Jadi Wulan itu temannya mama?" gumam Sergie bertanya-tanya dalam hatinya.
"Yaudah, Wulan kenalin ini suami tante!" ucap Eun.
"Ah iya tante, om kenalin saya Wulan. Saya ini kenal dan ketemu sama tante Eun di lokasi syuting, kebetulan kami emang sering banget satu film jadinya sering ketemu!" ucap Wulan mengenalkan diri sembari menyodorkan tangan ke arah Sergie.
Wulan tampak gemetar saat bersentuhan langsung dengan Sergie, ia melepas salaman itu karena sudah tidak bisa menahan getaran dalam tubuhnya.
"Kenapa bisa begini...??" batin Wulan.
...•••...
Disisi lain, Topan yang masih berkumpul bersama teman-teman serta Bram di markasnya merasa terkejut saat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan markas mereka.
Seorang wanita cantik dengan pakaian seksi keluar dari dalam mobil tersebut, wanita itu ialah Bella.
Bella tersenyum kemudian melangkah maju mendekati Topan serta orang-orang lainnya yang ada disana, Bella pun berhenti tepat di hadapan Topan dan juga Bram yang memang tengah berdekatan disana sambil menikmati minuman penyegar.
Topan hanya terperangah melihat kehadiran Bella disana, ia khawatir kalau itu akan membuat Bram kembali emosi padanya.
Sementara Bram sendiri tampak senyum-senyum saja lalu menenggak habis minuman di gelasnya. Membuat Topan dan yang lain curiga karena sikap Bram sangat santai.
__ADS_1
"Hai semua!" ucap Bella menyapa semua orang disana sambil melambaikan tangan.
"Eee hai, Bella!" ucap mereka kompak.
"Apa kabar nih?" tanya Bella.
"Kita baik kok, lu sendiri gimana?" ucap Ardan mewakili teman-temannya.
"Syukur deh, aku juga baik!" ucap Bella.
Lalu, Bella pun beralih menatap Topan dan mendekati pria tersebut sambil tersenyum. Bella menegur Topan meminta izin untuk duduk di sampingnya.
"Topan, aku boleh gak duduk samping kamu?" tanya Bella meminta izin pada Topan.
"Eee...." Topan tampak gugup dan bingung harus menjawab apa, ia sangat risau jika Bram akan kembali emosi padanya kalau ia membiarkan Bella duduk di dekatnya saat ini.
"Bel, kamu mending duduk di sebelah Bram aja! Disitu kan juga ada tempat kosong, jangan disini!" ucap Topan menyarankan pada Bella untuk duduk di dekat Bram saja.
Bella menoleh ke arah Bram lalu tersenyum.
"Hai, Bram!" sapa Bella pada pria tersebut.
"Hai juga!" ucap Bram menyapa balik gadis itu.
"Topan, aku cuma mau bicara sebentar sama kamu. Setelah itu, baru deh aku bakal pindah tempat duduk di dekat Bram." ucap Bella.
"Apa yang mau kamu bicarakan sama aku?" tanya Topan penasaran.
Bella hanya tersenyum lalu duduk di samping Topan dengan kaki menyatu untuk menutupi bagian miliknya, pakaian Bella yang begitu seksi membuatnya harus melakukan itu.
"Aku mau minta maaf sama kamu! Selama ini aku terlalu bodoh, aku ngejar-ngejar cinta kamu padahal aku tau kalau kamu gak cinta sama aku. Mulai sekarang ini, aku gak akan lagi ngelakuin itu! Aku sadar semua itu hanya sia-sia, cinta itu gak bisa dipaksakan!" ucap Bella.
Topan terkejut saat mendengar ucapan Bella.
"Kamu serius?" tanya Topan penasaran.
"Iya, ketulusan Bram bikin aku sadar kalau seharusnya aku berhenti mengejar kamu. Buat apa aku susah payah mengejar orang yang gak cinta sama aku? Padahal di depan mataku, sudah ada orang yang tulus cinta sama aku." jawab Bella sambil melirik ke arah Bram.
Topan pun ikut senang mendengarnya, ia kini tak perlu khawatir lagi akan amarah Bram atau paksaan dari Bella yang selalu ingin memilikinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...